Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mencari


__ADS_3

Rania diterima baik oleh Arshad meski sebelumnya lelaki itu sedikit tidak suka dengan ucapan nyeleneh Rania.


Hari semakin larut,,gadis cantik itu terlihat kelelahan dan memilih tidur meringkuk disofa panjang.


" Apa kau kenal keluarganya ?" tanya Arshad kepada Roni.


" Sedikit,dulu aku sering mengantar Rania pulang " jawab Roni.


" bagaimana keluarganya ?" tanya Arshad lagi.


" Hm menurut ku tidak ada yg aneh jika dilihat sekilas,hanya saja kita tak tau bagaimana keadaan didalamnya " Jawab Roni.


" Aku merasa kasihan,sudah 2x dia seperti ini " Ucap Arshad iba.


" Hahaha bukan hanya 2x shad,udah berkali2 ini mah " Balas Roni terkekeh.


Arshad diam,memang akan lebih jumlah yg Rania terima selama ini.


" Sangat disayangkan sekali " Ucap Arshad


" terus kamu gimana,ga dicariin ?" tanya Roni mengulum senyum.


" Aku sepertinya ingin hidup sendiri " Jawab Arshad.


" Hah,gila mana bisa ?" Tanya Roni syok.


" Aku ga bisa dipaksa Ron,aku punya pilihan sendiri " Balas Arshad.


" Kenapa ? Gara2 perjodohan itu ?"


" Ya,dan aku rasa emang udah saatnya mandiri " Balas Arshad.


" Ya sih,cuma aku pikir itu bakal sulit karna kamu cucu kesayangan keluarga Salders " Balas Roni mengolok.


Arshad hanya diam saja tak mengubris Roni menggodanya.


Kedua lelaki itu terus bercerita mencurahkan rasa kekesalannya hari ini.


Ditempat lain,,seorang lelaki datang kerumah mertuanya seorang diri..


Pria dengan kaos hitam itu terlihat tertunduk didepan sang ibu..


" Jadi Rania pergi dari rumah ?" tanya Ibu Miska syok.


" Ya Bu,maaf " Jawab Denis.


" Astagaaa,apa lagi yg kalian lakukan kepada gadis polos itu " Ucap Ibu Miska terlihat kesal.


" Maaf Bu,aku kurang menjaga keluarga ku " Balas Ďenis merasa bersalah.


" Ini bukan hanya kamu,tapi Miska juga selama ini ibu melihat kalian kurang memperhatikan Rania " Balas wanita parubaya itu tegas.


Denis diam,lelaki itu juga merasa dirinya yg menyebabkan sang putri memilih pergi apalagi tadi sempat Denis membentak Rania dengan keras..


" Besok suruh Miska kerumah " Perintah sang mertua.


" Iya Bu " Balas Denis mengangguk.


" Ya sudah,,ini sudah malam kamu pulang saja " Ujar wanita itu bersikap tenang.


" Jika Rania kesini,tlong kabari aku Bu,aku akan jemput dia " Balas Denis.


Sang mertua mengangguk setuju.

__ADS_1


Denis pun bangkit dari duduknya dan berlalu keluar.


Pria itu sudah tidak tau lagi harus mencari Rania kemana,seluruh tempat sudah ia telusuri.


Bahkan teman2 wanita Rania juga sudah dihubungi tapi satupun tidak ada yg tau Rania dimana.


" Harus kemana lagi Papa cari kamu Nak ?" Gumam Denis sedih.


Dengan rasa yg campur sari,pria malang itu pun mengendarai mobilnya pulang kerumah.


Disebuah kamar,seorang pria menatap atap plafon yg disinari lampu kecil.


Pikiran pria dewasa itu berputar2 tak henti membuatnya sulit tidur.


" Aiissshhhhh !" Desas Reka kesal.


Sudah 2 jam ia mencoba tidur tapi mata dan pikirannya tidak berhenti bergemuruh.


" Kenapa aku memikirkan gadis bodoh itu !" Ucap Reka melempar bantalnya.


Pria itu bangun dan duduk dengan nafas tersenggal.


" Harusnya aku tidak usah perduli,itu pilihannya jika dia ingin kabur dari rumah,bukan urusan ku !" Lanjut Reka.


Pria itu mencoba melupakan apa yg terjadi,tapi dirinya sulit mengontrol diri.


Makin tak tenang,Reka bangkit dan berjalan kedapur.


Lelaki itu mengambil air dan meneguknya hingga habis.


" Ayo lah Rek,masa gini aja kamu baper sih " Ucap Reka menyadarkan diri.


Lelaki itu keluar dari rumah dan duduk nongkrong depan teras.


1 menit,5 menit,hingga sudah 1 jam lelaki itu duduk disana tapi masih tak menemukan solusi.


" Aaaakkhhhhhh !" Pekik Reka kesal untuk kesekian kalinya


" Aku ga bisa diam,ini harus diselesaikan malam ini juga !" ucap Reka memutuskan.


Tanpa babibu,lelaki itu masuk kedalam rumah mengambil jaket dan kontak mobil yg baru beberapa hari ini ia beli dengan uang kerja kerasnya..


Lelaki itu pun melaju keluar dari gang.


Reka tak tau akan mencari Rania kemana,ia hanya menyusuri jalanan yg lumayan sepi..


" kira2 kemana anak itu pergi ?" Ucap Reka menerka.


Mobil melaju perlahan,maniknya terus melihat kiri kanan berharap menemukan apa yg dicari.


Sudah lumayan jauh dari rumah,Reka masuk kesebuah gang yg cukup luas dilewati mobil.


Perlahan kendaraan lelaki itu menyusuri tiap2 rumah yg banyak tertutup hingga maniknya melihat sebuah rumah yg masih terbuka dan ada orang diluar.


Manik Reka melihat kearah sana tapi tak berniat berhenti.


Braakkkk....


Tiba2 mobil lelaki itu menabrak sesuatu membuat Reka kaget bukan main.


" Astagaaa " ucap Reka syok akut.


orang yg sedang menongkrong didepan rumah itu juga kaget dan langsung berdiri.

__ADS_1


Keduanya berlari mendekati Reka yg langsung keluar dari mobilnya.


" waddduhhh leceett " ucap Reka memegang kepalanya sendiri.


" kenapa Bang ?" Tanya seorang pria dengan kolor hitam.


" Ga sengaja nabrak " Jawab Reka merasa sedikit malu.


" lah,ini jalan buntu bang,gak bisa dilewatin " Balas Pria itu terkekeh


" Iya,tadi saya ga liat jalan " Balas Reka sangat malu.


" Lecet ini " Ucap pria satunya melihat kap depan mobil..


" Iya,hadehhhh mana mobil baru lagi " Gumam Reka merutuki dirinya sendiri.


" Ya udah Bang,mundur aja,putar balik dipekarangan rumah saya "


" ah iya " balas Reka melihat rumah pria dibawah umurnya tersebut.


Kedua lelaki itu berlalu masuk lagi krumah,melihat tingkah Reka dari kejauhan


" tu orang ga liat apa ya,didepan ada tembok ?" Gumam Roni heran.


" Baru pertama kali masuk sini kali " Balas Arshad tenang..


" Kayaknya aku mau pasang peringatan aja didepan " Ucap Roni.


Mobil Reka perlahan mundur masuk pekarangan,lelaki itu terlihat sangat berhati2.


Saat selesai dan akan berlalu,tiba2 manik Reka melihat seseorang yg sedang meringkuk dikursi dengan selimut tipis.


" Siapa itu ?" Gumam Reka memperhatikan.


Kursi yg menghadap langsung keluar membuat Reka bisa sedikit jelas melihat dari kejauhan..


" Apa itu Rania ? Tapi ah ga mungkin " Ucap Reka.


Lelaki itu diam sejenak dan menyelisik lebih dalam.


" kayaknya iya,tapi masa dia disini,dan siapa 2 pria itu ?" Gumam Reka bingung.


Tak ingin salah orang,Reka memutuskan untuk turun dan berjalan kearah rumah tersebut.


" Lah abangnya balik Syad " Ucap Roni melihat pemilik mobil tadi berjalan kearah rumahnya.


Arshad melihat lelaki itu dan diam dengan sikap tenang


Reka semakin dekat hingga lelaki itu tepat berdiri didepan keduanya.


" Rania " Ucap Reka terkejut.


Roni dan Arshad juga sama terkejutnya.


" Kenapa dia bisa ada disini ?" Tanya Reka melihat Rania yg tidur pulas.


" Maaf,Abang siapa nya ?" Tanya Roni langsung mengambil posisi.


" Kenapa Rania disini? Dan siapa kalian ?" tanya Reka balik.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2