
Selesai acara sidang,Hani keluar dari gedung dan mendekati motornya.
Tapi belum sampai,tangan gadis itu ditarik dari belakang membuat Hani sontak berbalik badan.
" Apa yg kau lakukan !" Ucap Hani kaget.
" ikut dengan ku " Jawab pria itu tegas.
" Kemana aaaa " Pekik Hani kembali terkejut saat tubuhnya terseret.
" Lepaskan aku apa yg kau lakukan " Pekik Hani menampar lengan pria tersebut.
Mereka mendekati Mobil,Hani pun didorong masuk dan pintu seketika terkunci.
" Heiiiii lepaskan akuu " teriak Hani.
Brak...
Pintu sebelah terkunci,pria itu duduk tenang dan langsung meninggalkan lokasi.
" Kau mau bawa aku kemana ?" tanya Hani geram
" Diam lah gadis bawel,kau membuang waktu berharga gue " Jawab lelaki itu gemas.
Hani diam tak bersuara.
Pelan2 wanita itu mengeluarkan hapenya dari saku dan belum sempat mengetik hapenya sudah ditarik paksa oleh lelaki asing tersebut.
" Gue gak bakal nyakitin Lo,jadi tenang lah " Kata pria itu kesal.
" Kembalikan hape ku " Pekik Hani emosi.
" Bakal gue balikin kalo kita udah sampe " jawab pria itu tenang.
" Kamu mau bawa aku kemana hah ?" tanya Hani geram.
Pria itu tak menjawab,mobil makin melaju tinggi.
Hani mencoba tenang,ia tak bisa berpikir saat panik melanda.
Lama diam akhirnya mereka tiba disebuah rumah.
Hani diam melihat situasi sedikit ramai.
" Kita dimana ?" tanya Hani ketus.
" Buka baju lo " Jawab lelaki itu tegas.
" Hah apa !" Pekik Hani terbeĺalak dan langsung menyilang dadanya.
" Maksud gue ganti pake ini " Kata Lelaki itu lagi mengambil paperbag.
Hani mengernyit bingung,ia melihat baju tersebut dan kaget
" Gamis ?" ucap Hani bingung..
" Iya cepetan gue tunggu diluar " Jawab lelaki itu cepat.
Seperti kilat lelaki itu keluar dari mobil dan melihat sekitar.
Hani diam masih dengan wajah bingung.
Gadis itu mencari hapenya dan naas tak ada didepan lagi.
" Sialan pria itu mengambil hape ku " Gumam Hani geram.
Dengan kesal Hani melihat papaerbag dan mengembangkan baju gamis tersebut.
Disana juga ada jilbab panjang khas ukhti2 jaman now.
" Ck aku disuruh ngapain nih ?" Gumam Hani heran.
Lelaki itu melihat kebelakang dan berdecak kesal saat gadis yg ia bawa masih diam seperti orang hilang.
Lelaki itu mendekat dan mengetuk pintu.
" Iya iya bentar " Jawab Hani ketus.
" Cepetan !" Ucap lelaki itu tanpa suara.
__ADS_1
" Haistttt,aku disuruh ngapain sih ?" Kata Hani kesal.
Gadis itu mulai mengambil duduk dibelakang dan membuka seragamnya.
Hani melihat sekeliling,merasa aman barulah ia mengganti baju.
Beberapa menit berkutat dengan baju akhirnya wanita itu selesai.
Hani mengetuk pintu mobil dan hebatnya pria itu peka dan langsung membuka pintu.
" Udah selesai ?" Tanya lelaki itu bersuara.
" Udah " Jawab Hani ketus.
" Keluar " Pinta lelaki itu tegas.
Hani menarik nafas dan keluar dari mobil.
Gadis itu terlihat berdiri tak nyaman apalagi memakai jilbab panjang.
" Kau seperti mau ke dunia lain " Ucap lelaki itu terkekeh.
Hani mmebuang muka,ia tak kenal lelaki itu tapi dirinya dipaksa berpakaian tak biasa.
" Apa kau akan masuk dengan sepatu boot itu juga ?" Tanya si pria ingin tertawa.
" Ck aku mau pulang,kenapa kau membawa ku kesini !" Ketus Hani geram.
" Ganti sepatu lo " Balas Lelaki itu tak menghiraukan.
" Kau pikir aku membawa sandal ?" tanya Hani ingin meledak.
" Ck,nih pake sandal gue " Jawab Lelaki itu melepas sandal yg ia pakai.
" Kau gila apa?" tanya Hani heran.
" Pakai saja gue punya banyak " Jawab lelaki itu malas.
Hani menarik nafas panjang,melihat tak ada pergerakan juga lelaki itu berinisitiatif membuka paksa.
" Eeh jangan2 " kata Hani melotot.
" Kau sangat tidak sopan !" Ucap Hani geram.
Lelaki itu tak membalas.
Hani dengan terpaksa membuka sepatu kerjanya dan menaruh dalam mobil.
Dengan hati tak enak Hani memakai sandal kebesaran pria itu.
Keduanya melangkah masuk.
Sesekali keduanya saling melihat dan membuang muka.
Hani masih tak paham apa yg sebenarnya terjadi.
Mereka tiba disebuah rumah.
Terlihat rumah itu sangat ramai dipenuhi orang2 yg sedang duduk bealaskan karpet.
" Ini acara apa ?" tanya Hani menelan ludah kasar.
" Pengajian " Jawab pria itu singkat.
" Siapa yg mengaji ?" Tanya Hani lagi.
Pria itu menoleh dan menatap Hani dengan wajah datar.
Pertanyaan Hani membuat hatinya tergelitik,gadis itu begitu polos dalam bertanya.
Mereka semakin masuk,Hani menebalkan rasa malunya gara2 pria itu.
Mereka disambut seorang ibu2 tua memakai tongkat.
" Kau kembali " Ucap wanita itu menepuk bahu pria disamping Hani.
" Iya " Jawab pria itu tenang.
" Apa ini calonnya ?" tanya si ibu menunjuk Hani.
__ADS_1
" Iya " Jawab pria itu lagi.
" Hah calon apa ?" tanya Hani melotot.
Kaki Hani seketika diinjak membuat Hani kaget dan meringis menampar lelaki itu..
" Mana Bapak?" tanya pria tersebut tenang.
" Didalam " Jawab wanita itu lembut.
Hani semakin bingung,jantungnya tak henti berdetak kencang merasa khawatir.
Mereka kembali masuk,alangkah kagetnya Hani melihat seorang lelaki memakai baju adat sedang berkeliaran menyalami tamu.
" Kak Daniel " Ucap Hani dengan wajah terkejutnya.
" Ayo kesana " Ajak lelaki disamping Hani.
Gadis itu menelan ludah kasar,tubuhnya langsung mematung ditempat saat melihat wanita hamil juga memakai pakaian yg sama.
" Hei kenapa lo mematung,cepat jalan " Desis lelaki asing itu geram.
Hani menoleh dan memejamkan mata sejenak.
" Ayo Nak gak papa,Ayah Ridho baik kok " Celetuk wanita tua menyentuh lengan Hani.
Gadis itu menoleh dan melihat nanar wanita itu.
Dengan anggukan kecil,Hani pun mendekat.
Seorang pria tua duduk dipojokan sambil melihat warga.
Pria asing duduk didepan dan menyalami lelaki itu.
" Kau pulang " Ucap lelaki tua itu datar.
" Iya Pak" Jawab lelaki itu tenang.
" Siapa dia ?" tanya lelaki tua menunjuk Hani.
" Calon istri Ridho Mas" Jawab si wanita tua dengan senyum bahagia.
" Hah " Pekik Hani kaget.
Mendengar ramai2 si pria dengan pakaian adat menoleh dan mendapati adiknya sudah pulang.
Lelaki itu mendekat dengan senyum mengembang.
" Kau sudah pulang " Ucap lelaki itu menepuk bahu Ridho.
Ridho dan Hani berbalik badan dan...
Jeddderrr......
Bagaikan geledek dipagi hari,senyum cerah lelaki yg mengadakan pengajian itu hilang seketika saat melihat siapa wanita yg dibawa adiknya.
" Iya Bang " Jawab Ridho tenang.
" Kak Daniel " Batin Hani lemah.
Hani tau bagaimana pun ia bersembunyi pasti akan ketahuan.
Daniel sontak mundur masih dengan tatapan tak lepas melihat Hani.
Ridho melihat Hani,gadis itu bersikap dewasa seolah tak terjadi apa2.
" Ayo Ridho bawa calon istri mu makan dulu " Ucap Ibu Ridho memecahkan keheningan.
" Hm " jawab Ridho tenang.
Hani dan lelaki itu bangun,Daniel langsung berlalu entah kemana.
" Itu Kakaknya Ridho,dia sudah lama gak pulang kerumah,tapi sekarang alhamdullilah mau pulang dan bawa kamu hehe " Ucap wanita tua itu terkekeh pelan.
Hani membulatkan matanya seketika.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1