Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rencana


__ADS_3

Daniel dan Nial duduk diruang tamu dengan wajah tegang.


Gadis cantik dengan kuncir satu itu menatap kekasihnya dengan manik menyelisik.


" Kau dari mana ?" tanya Nial lagi.


" Kenapa kau ada disini ?" Tanya Daniel mencoba tenang.


" Aku ?" Ulang Nial menunjuk dirinya.


" ya " Jawab Daniel mengangguk.


" Aku ingin menemui mu karna kau tidak menjemputku dihotel ! " Ucap Nial kesal.


" Ini terlalu pagi " kata Daniel.


" Tapi kau sudah berada diluar " Kata Nial geram.


Deg...


Daniel tersentak,pria itu diam sejenak melihat kekasihnya yg sangat cantik.


" Aku keluar mencari sesuatu " kata Daniel tenang.


" Mencari apa ? kendaraan mu ada didalam rumah " kata Nial tajam.


" Ya aku berjalan kaki,didepan sana ada orang menjual bubur " kata Daniel asal.


" Lalu mana buburnya ?" tanya Nial lagi.


" Ternyata tidak jualan " Jawab Daniel terkekeh.


Nial diam melihat wajah lelaki itu dengan serius.


Daniel menelan ludah kasar,ia tau berbohong merupakan hal yg kurang baik tapi demi keamanan bersama pria itu terpaksa melakukannya.


" Huh kau ini !" kata Nial menampar bahu Daniel.


" Kenapa ?" tanya Daniel mengernyit.


" Terlalu receh tau,aku tadi juga lupa sarapan " jawab Nial manja.


Daniel terkejut lelaki itu sungguh tak percaya dengan respon wanita disampingnya.


Nial bergelayutan dengan senyum mengembang.


" Apa kau lapar ?" tanya Daniel pelan.


" Hm sangat lapar,bahkan rasanya aku ingin memakan mu " Jawab Nial terkekeh.


Daniel melototkan matanya,pria itu bangkit dan menghela nafas lega.


" Kalau begitu aku akan membuatkan sesuatu " Ucap pria tersebut tenang.


" Baiklah,aku akan memakannya dengan gembira " Balas Nial hangat.


Keduanya pun berlalu,Daniel merasa berdosa tapi semua sudah terjadi dan dirinya belum siap untuk mengakui.


Pria itu belum tau bagaimana perasaannya dengan Hani,dan Daniel juga tak bisa melepaskan Nial begitu saja karna gadis itu banyak berjasa kepadanya.


Dirumah kontrakan,Hani diam mengingat moment semalam.


Gadis itu baru menyadari bahwa dirinya sudah 2x tidur dalam pelukan seorang pria.

__ADS_1


Meski tak terjadi apa2 tapi Hani merasa ada yg berbeda.


" Huh kenapa aku jadi kepikiran ya ?" Gumam gadis polos itu bingung.


Hani ingat bagaimana perlakuan manis Daniel kepadanya,mulai dari ucapan sampai tindakan yg ia tak sadari selama ini.


" Ahh jangan Han,Kak Daniel terlalu jauh untuk kamu " Ucap Hani menyadarkan dirinya.


Tak mau banyak berharap,gadis itu mengalihkan perasaannya dengan cara membersihkan rumah..


Tak terasa sudah 1 bulan berlalu,kehidupan Hani semakin sibuk.


Gadis itu sudah mendekati akhir dalam perjuangannya,tak lupa Daniel dan Reka selalu memberi suport kepada gadis itu agar tidak menyerah.


Bukan hal mudah bagi Hani untuk sampai dititik tersebut,tak sedikit uang juga yg ia keluarkan sampai Hani harus meminjam uang Daniel.


Sebenarnya Hani ingin menyerah saat butuh biaya yg tak sedikit dengan keadaannya yg tak mendukung,tapi gadis itu beruntung karna Daniel sungguh ingin membantunya bahkan berani meminjamkan Hani uang yg cukup banyak untuk berhasil.


Reka juga banyak membantu,pria itu memang tak bisa memberi pinjaman yg banyak tapi Reka selalu menyisihkan uangnya untuk membantu Hani dalam hal makan sehari2.


Pria itu tak tega melihat sahabatnya bersusah hati,sebisa mungkin ia membantu walau dalam kesulitan.


Seperti saat ini,Hani berada disebuah salon kecantikan.


Hari ini adalah hari penentuan,gadis itu datang kesana untuk memangkas rambutnya.


Awalnya Hani pikir dengan rambut sebahu sudah cukup,tapi Daniel menyarankan untuk dipotong lebih pendek.


Bentuk tubuh Hani pun sedikit berubah,Daniel benar2 mendidiknya dengan baik,asupan makan dan minum Hani dijaga ketat oleh lelaki itu.


" Segini aja Mba " ucap Daniel kepada pelayan salon.


" Gimana apa mba nya mau ?" Tanya pelayan kepada Hani yg duduk diam dikursi.


" Iya " Jawab Hani tersenyum canggung.


" Baiklah " Ucap Pelayan mengerti.


Wanita itu mengambil sesuatu dan mulai memangkas rambut gadis didepannya.


" Aku tinggal sebentar ya " Ucap Daniel berbisik ditelinga Hani.


" Iya Kak " jawab Mengangguk.


Daniel menjauh,lelaki itu mengeluarkan ponselny yg berdering.


Dari tempat duduk Hani memperhatikan lelaki itu,Daniel sungguh baik kepadanya.


Pria itu pun sangat tampan dan tegas dalam segala hal membuat Hani merasa ada debaran yg ia tak tau itu karna apa.


" Huh tenang Hani,fokus " ucap Hani pelan.


Diluar Daniel berbicara serius dengan seseorang.


" Aku belum bisa Pak " ucap Daniel tegas.


" Kenapa gak bisa ? apa yg kamu tunggu Niel ?" Tanya seseorang disebrang.


" Aku belum siap buat nikah sama Nial Pak " Jawab Daniel sedikit kesal.


" Kenapa ? bukankah kalian sudah bertunangan lama,Bapak malu ditanya terus sama Bapak nya Nial " Ucap Orang tua Daniel.


" Huh nanti Pak " Kata Daniel frustasi.

__ADS_1


" Pokoknya kamu harus cepat menentukan pilihan Niel,ingat mereka yg buat kamu seperti sekarang !" Ucap bapak Daniel tegas.


Daniel diam dengan helaan nafas panjang,ia tau memang orang tua Nial yg banyak berjasa kepadanya.


" Iya Pak " Jawab Daniel lesu.


Tut.


Panggilan terputus,Daniel memejamkan mata seraya menjambak kesal rambutnya sendiri.


Perasaannya kembali dibuat campur sari,Daniel tak tau siapa yg akan ia pilih.


Disisi lain,Hani semakin masuk dalam hidupnya dan lelaki itu mulai tumbuh rasa sayang tapi disisi lain ada Nial yg selama ini menemani dirinya dan sangat setia.


" Ya Tuhan bagaimana ini ?" Gumam Daniel bingung.


Tak lama seorang menegur,pria itu menoleh dan mendapati seorang gadis dengan senyum malu berdiri didepannya.


" Udah selesai ?" Tanya Daniel lembut.


" Hm,apa ini aneh ?" tanya Hani malu2.


" Gak,ini cantik kamu menggemaskan " jawab Daniel mengusap kepala gadis itu.


" Ahh Kakak bisa aja " kata Hani bersemu.


Daniel tertawa geli,wajah Hani sangat lucu dengan rambut barunya.


Pria itu menatap lama gadis tersebut membuat Hani merasa ada yg aneh.


" Kenapa Kak ?" Tanya Hani pelan.


" Ayo pulang " Jawab Daniel merangkul gadisnya.


Hani mengangguk,keduanya berjalan keluar dengan wajah ceria.


Selama dimobil,Daniel banyak diam.


Hani merasa ada yg aneh,gadis itu ikut diam membiarkan Daniel konsentrasi dalam berkendara.


Lama keduanya sama2 diam,kini tiba Daniel menepikan mobilnya didepan hotel.


" Kenapa kesini ?" Tanya Hani terkejut.


" Ayo masuk dulu,Kakak mau bicara sama kamu " Jawab Daniel tenang.


" Kenapa harus dihotel disini gak bisa ?" tanya Hani heran.


" Aku butuh privasi " Jawab Daniel.


Hani mengernyit,detik berikutnya gadis itu turun dari mobil dan mengikuti langkah si pria.


Perasaan Hani sedikit bingung,ia tak bisa menebak lelaki dengan tinggi hampir 2 meter tersebut.


Sesampainya dikamar,Daniel mengunci pintu.


Perasaan Hani makin tak karuan,sungguh tatapan Daniel saat ini sangatlah berbeda.


" Han " Panggil Daniel menatap nanar gadis itu.


Glek....


Hani menelan ludah kasar,gadis itu ikut menatap pria yg banyak menolongnya tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2