Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Babak Baru


__ADS_3

Disebuah rumah,seorang wanita terlihat sibuk dengan beberapa barang bawaan anak angkatnya.


Yap hari ini Sania datang setelah beberapa tahun.


Gadis kecil yg dulu menemani dirinya berjuang bersama sang suami kini datang kembali dengan keadaan yg cukup menguras air mata.


Histi begitu sedih melihat Sania,bagaimana tidak gadis kecil itu tak banyak berubah masih seprti gadis kampung yg ia kenal dulu.


" Ya Tuhaannn,disana emang gak ada pasar apa buat beli baju bagus ?" Gumam Histi heran.


Saat ini Histi membongkar isi tas Sania yg begitu lusuh.


Tak banyak baju disana,gadis itu rencananya hanya berkunjung selama 3 hari saja atas izin ibunya.


Karna kasihan,Wanita itu menyuruh sang suami dan putranya untuk menemani Sania ke mall dengan uang Histi.


Serkan menerima baik keadaan gadis malang tersebut.


" Assalamualaikum " Ucap seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam " Jawab Histi kaget.


" Duh mereka pulang,aku harus cepat sebelum Sania ngomel karna bongkar barang dia " Gumam Histi kelabakan.


Dengan gerakan cepat wanita itu memasukkan baju2 Sania kedalam tas lagi,tapi belum selesai semua aksinya terciduk.


" Mama ngapain ?" tanya Sutar terkejut.


Histi yg panik langsung melepas tas tersebut dengan cepat.


" Hah em...


" Tante bongkar tas aku ya ?" Tanya Sania bersedekap dada.


" Ha gak,tadi cuma mau beresin " Jawab Histi gagu.


" Ihhh udah ketahuan juga masih aja ngeles " kata Sania kesal.


" Hehe iya2,Tante bongkar mau lihat kamu bawa ;Bom apa gak " Balas Histi memutar mta.


" Ehhh " Pekik Sania dan Sutar bersamaan.


" Kamu kenapa sih pake baju kayak gini,emang gak ada yg bagusan dikit ?" Tanya Histi serius.


" Ya dikampung mana ada mall Te " Jawab Sania santai.


" Ya seenggaknya dong yg bagus gitu,ini udah model lama " Kata Histi tanpa canggung.


" Mama " Tegur Sutar melotot.


" Ck,Mama ngomong apa adanya Sutar,Kakak kamu itu udah dewasa loh " Kata Histi bersedekap dada.


Sutar melirik Sania,bocah kelas 6 Sd itu merasa taK enakan dengan ucapan ibunya.


Sania menampakkan wajah mengkrucut membuat Histi gemas.


" Ada apa ini ?" Tanya seorang pria tiba2 masuk kerumah.


" Papa " Ucap Sutar melihat Serkan.


" Dah pulang Yank ? katanya sampe malam ?" Tanya Histi terkejut.


" Gak jadi,Bang Aktam yg urus " Jawab Serkan mendekat.


Pria itu mengusap kepala Sania lembut membuat gadis tersebut malu.


" Udah selesai belanjanya ?" Tanya Serkan duduk disofa.


" Belum Pa,Kak Sania malu buat nawar " Jawab Sutar kesal.

__ADS_1


" Kok nawar ?" Tanya Serkan.


" Lah emang gak boleh nawar ?" tanya Histi.


" Ya anak sekecil ini kamu suruh nawar mana bisa Histi " Kata Serkan gemas.


" Kalo gak nawar,uang sekarung bakalan habis " Kata Histi asal.


Serkan menggeleng pelan,otak istrinya sudah terkontaminasi oleh sikap para leluhurnya yg selalu ingin dapat harga murah.


" Jadi tadi kalian beli apa ?" Tanya Serkan melihat kantong ditangan putranya.


" Baju dalam Pa " Jawab Sutar semangat.


" Hah ?" Ulang Serkan terkejut.


Sutar membuka plastik dan memamerkan cd,bh dan tangtop membuat Sania terbelalak kaget.


" Keren gak,ini aku yg pilih hehe " Kata Sutar memberi 1 helai kepada Bapaknya..


Serkan kembali melotot dan menjauh dari benda keramat itu.


" Ini beneran kamu yg pilih ?" Tanya Histi mengambil satu lagi.


" Iya Ma,cakep kan,tapi gak tau deh muat apa gak nya " Jawab Sutar polos.


Histi melihat Sania,wajah gadis itu sudah merah merona dengan kejahilan anaknya.


" Ehm,duh tenggorokan Papa sakit,mau air dulu " Kata Serkan buru2 pergi.


Wajah Sania semakin memerah dan gadis itu pun merebut benda tersebut dari tangan ibu dan anak yg sangat jahil.


" Hahaa jangan lupa dipake ya San,cakep loh ada rendanya " Kata Histi menggoda.


" Tante ihhh gak sopan " kata Sania kesal.


Histi mengangkat bahu acuh dan berjalan menjauh.


" Kamu duluan sana " Kata Sania tenang.


Sutar mengangguk,bocah itu pun berjalan menuju kamarnya.


Setelah semua orang hilang,Sania duduk disofa dengn helaan nafas panjang.


" Ck untung Sutar masih anak2,coba kalo dah gede gak tau lagi deh mau isi muka dimana " Gumam Sania menggeleng pelan.


Tadi Sania memang tak ada memilih pakaian untuknya,semua Sutar yg pilihkan karna bocah itu yg memegang kartu ibunya.


Malam hari,Histi menganjak Sania datang kerumah Kakek Neneknya.


Seperti dulu,Sania sangat canggung.


Ia merasa tak bisa bersatu dengan anggota keluarga konglemerat tersebut meski anak cucu Reno menerimanya dengan Welcome.


" Aku keluar aja Te " Bisik Sania kepada Histi yg asik menonton tv.


" Mau kemana ?" Tanya Histi menoleh.


" Mau pulang aja boleh gak ?" tanya Sania hati2.


" Hah,gak ada orang dirumah,Om kamu ke Rumah sakit " Jawab Histi kaget.


" Gak papa Te,aku sendirian aja " Balas Sania.


" Kamu yakin ?" Tanya Histi ngeri.


Sania mengangguk yakin,Histi yg memang masih ada urusan dirumah Neneknya menerima permintaan gadis tersebut.


" Hati2 ya ini ongkosnya " Kata Histi memberi uang 100 ribu.

__ADS_1


Sania mengangguk,gadis itu pun keluar dari rumah besar.


" Maaf Te,sampe sekarang aku merasa ini bukan tempat aku walau hanya semenit " Ucap Sania melihat rumah besar itu dari luar.


Sania berjalan menyusuri jalan raya yg cukup ramai.


Gadis itu terlihat celingak celinguk seperti kebingungan.


" Oh iya aku lupa tanya tadi harus naik apa ?" Gumam Sania memukul kepalanya.


Tapak demi tapak terus ia selurusi hingga sebuah sepeda motor berhenti disebelah.


" Mau pulang Neng ?" tanya seorang pria tersenyum.


Sania menoleh dN terssnyym kecil.


" Iya Bang,mau pulang " Jawab Sania polos.


" Mau saya anterin ?" tanya pria itu lagi.


" Emang tau rumah saya ?" Tanya Sania.


" Kan ada Eneng,nanti tunjukin aja jalan pulangnya " Jawab pria itu tenang.


Sania diam sejenak,gadis polos itu belum mengetahui lingkungan sekitar yg mungkin berbahaya untuknya.


" Ya udah " Kata Sania setuju.


Pria itu kembali tersenyum,baru mau mengangkat kaki tiba2 bahunya ditarik dari belakang.


" Eeh " Pekik Sania kaget.


" Jangan tinggalin aku sayang,aku minta maaf " Ucap pria asing itu memegang tangan Sania.


" Hah ?" Pekik Sania melotot.


" Aku anter pulang ya,nanti Mama kamu marah sama aku " Kata lelaki asing itu memelas.


" Kamu si...


" Iya aku salah,pleasee aku gak mau putus sayang " Ucap lelaki itu dengan lebainy..


Sania menelan ludah kasar,ia tak tau siapa lelaki didepannya saat ini yg berlakon seperti orang gila.


Pria bermotor tadi menganga melihat aksi pria asing tersebut.


" Eh lo siapa ? selingkuhan pacar gue ya,gue hajar lo !" Ucap pria asing tadi menarik kerah baju pemotor.


" Eeh gak,gue gue....akhhh sialan " Umpat lelaki pemotor itu kesal.


Dengan tergesa motor itu pun melaju jauh meninggalkan Sania dengan wajah bodohnya.


Setelah lelaki pemotor itu menghilang,si pria asing menatap tajam Sania.


" Laen kali hati2 Dek,itu modus " Ucap si pria asing ketus.


" Hah ?" Kata Sania tersadar.


Dengn santai lelaki asing itu berjalan menjauh memasuki sebuah warung pecelele.


" Eeeh Bangg tunggu " Pekik Sania mengejar lelaki yg lebih dewasa tersebut.


Si pria tak menghiraukan,ia kembali duduk bersama temannya2 yg menunggu pesanan.


Sania terus mengejar hingga langkahnya terhenti melihat semua orang menatap kearahny.


" Maaf " Ucap Sania langsung mundur dengan wajah tertunduk.


Pria asing tadi melihat Sania sambil menyesap rokok ditangan.

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2