Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perkara


__ADS_3

Alexi pulang dengan keadaan kenyang,lelaki itu menghabiskan semua masakan Arshad tanpa sisa.


Kini tinggallah 3 anak manusia yg asik nonton tv.


Sania banyak diam begitupun Arshad,hanya sesekali Angel melawak dan mengganti2 chanel Tv.


" Hoaammm " Angel mulai mengantuk.


Arshad diam masih dengan laptop,lelaki itu menyempatkan bekerja karna besok harus meeting.


" aku kekamar dulu ya,ngantuk " Ucap Angel bangun.


" Kaka tidur dimana ?" tanya Sania.


" Dikamar kamu lah " Jawab Angel.


" Hm Kaka ga jijik ?" tanya Sania hati2.


" Hah " Ucap Angel kaget.


Arshad juga mengangkat kepalanya mendengar ucapan gadis belia tersebut.


" Maksud kamu apa ?" Tanya Angel masih syok.


" Hm anu Kak,aku kan..." Jawab Sania terbata.


" Gak ada Sania,kita ini semuanya sama dan aku ga jijik sama kamu " Jelas Angel tegas.


" kamu ga boleh ya mikir aneh2,aku ga sama kayak orang2 yg memandang kamu seram " Lanjut Angel.


Sania menunduk dalam,gadis itu merasa terharu dan sedih dengan ucapan Angel barusan.


Angel menghela nafas panjang,ntah mengapa jiwa bar2 nya langsung bangkit saat Sania merendahkan diri sendiri.


Gadis itu merasa tak terima jika ada orang lain yg memandang Sania jelek dengan kondisinya yg sekarang.


" dah ah,aku mau tidur dulu,bye " Ucap Angel berjalan menjauh..


Tak ada yg menjawab,Arshad kembali fokus ke laptopnya sedangkan Sania masih memendam perasaan yg antah berantah.


Suasana langsung sepi seketika,hanya suara ketikan dan film laga yg menyuarakan ruangan cukup besar tersebut.


Sania duduk dikursi sambil melihat aksi laga sang artis.


5 menit,10 menit hingga stengah jam berlalu tak ada obrolan apapun.


Sania juga mulai mengantuk,gadis itu melihat hapenya dan tak ada notifikasi pesan masuk satupun,bedahal dengan suara ponsel Arshad yg berdentam dentum dari tadi.


" Kalo udah ngantuk tidur ke kamar aja San " Ucap Arshad tiba2.


Sania menoleh dan keduanya saling melihat.


Sania diam sejenak,terlihat wajah lelaki itu mulai sendu tanda mungkin kelelahan dan butuh istirahat.


" kakak belum selesai ?" tanya Sania pelan.


" Bentar lagi selesai " Jawab Arshad.


" Ya udah aku tungguin " Balas Sania tanpa sadar.


" Hah " Ucap Arshad kaget.


Sania menutup mulutnya dan merutuki diri sendiri.


" Hah aku ngomong apa barusan ?" Batin Sania kelabakan.


" Kenapa mau nunggu,kalo ngantuk tidur aja " Ucap Arshad tersenyum kecil.


" Ak aku belum ngantuk Kak " Jawab Sania hati2


Arshad kembali tersenyum,tapi kali ini senyum lelaki itu terlihat berbeda karna Arshad terlihat senang dengan ucapan sania tadi.

__ADS_1


" Ga pernah aku dengar ada yg mau nungguin aku " Ucap Arshad terkekeh.


" Maksud Kakak ?" tanya Sania mengernyit.


" ya,biasanya aku kerja paling telat pulang dan ga ada yg mau nungguin " Jawab Arshad lagi.


Sania kembali diam,gadis itu kurang paham dengan keadaan Arshad.


" Dah,kamu tidur aja ini udah mau selesai " Kata Arshad melihat Sania dalam.


" Yakin udah selesai ?" Tanya Sania malu dan ragu.


Arshad mengangguk tersenyum,Sania yg melihat senyum tulus Arshad juga ikut tersenyum.


Keduanya diam kembali hingga Sania memutuskan untuk bangkit dari duduknya.


Gadis itu berjalan kearah dapur membuat Arshad mengernyit.


" Dia mau ngapain ?" Pikir Arshad bingung.


Tak lama Sania datang lagi sambil membawa segelas air.


Arshad masih diam melihat tingkah gadis tersebut.


" ini Kak minumlah,siapa tau Kakak haus " Ucap Sania ragu.


Arshad melihat gelas itu dan tersenyum.


" terima kasih San " Balas Arshad menerima dengan baik.


Sania mengangguk,gadis itu pun berjalan lagi menuju kamarnya.


Arshad menatap punggung Sania lama hingga gadis itu menghilang dibalik tembok.


Arshad bekerja lagi,pria itu benar2 tekun dalam mengejar karirnya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,Arshad sudah lelah dan mengantuk.


" Aku tidur dimana ?" Gumam Arshad.


Tak ada kasur disana,hanya ada kursi yg cukup empuk tapi akan membuat sakit tubuhnya.


Arshad bangun dan menuju kamar Sania,ia tak berani jika harus tidur dikamar Serkan dan Histi.


Saat pintu kamar terbuka,,terlihat Sania serta Angel sudah tidur lelap diatas ranjang.


Arshad menghela nafas panjang.


Masih ada bantal lebih diatas ranjang yg kini menjadi pelukan Angel.


" Aku tidur dimana ?" gumam Arshad menggaruk kepala.


Matanya sudah sangat mengantuk,tenaganya pun terkuras habis bekerja semalaman.


Arshad berjalan perlahan menuju lemari dan bimbang akan membukanya atau tidak.


" Syadd " Panggil seseorang membuat lelaki itu tersentak.


" Angel,kamu ngagetin aja " Kata Arshad mengusap dadanya.


" Kamu ngapain ?" tanya Angel serak seraya menggaruk mata.


" Aku mau tidur,tapi ga tau harus dimana ?" Jawab Arshad.


Angel melihat kiri kanan,masih ada space disela mereka berdua.


" Disini ?" Tawar Angel menepuk kasur.


" Ber3 ?" tanya Arshad kaget.


Angel mengangguk.

__ADS_1


" Gila,ada Sania " Jawab Arshad.


" Ya ga papa,kita kan sodara " Balas Angel sambil menguap lebar.


" Ga ah,ntar Sania bangun2 kaget liat aku " Kata Arshad tak sanggup membayangkan.


Angel diam,Arshad kembali melangkah dan membuka geser pintu lemari.


Angel masih diam,Arshad melihat satu persatu hingga ia menemukan apa yg dicari.


" Mau dibawa kemana ?" Tanya Angel lagi.


" Dibawah aja " Jawab Arshad.


Yap,pria itu mengambil bekaper Sania dan mengembangkannya dilantai sebagai alas tidur dan selimut tipis untuk melindunginya dari dingin.


Pria itu bergerak cepat dan pasti.


" Yakin gak sakit ?" Tanya Angel khwatir.


" Yakin,dah tidur lagi,aku ngantuk " Jawab Arshad.


Angel mengangguk,gadis itu merebahkan lagi tubuhnya dan memejamkan mata.


Arshad mencari cetekan lampu dan leppp...


Semuanya menjadi gelap,hanya tersisa lampu kekuningan yg begitu redup.


Malam panjang pun dimulai mengakhiri aktifitas anak manusia.


Kebesokan paginya,rumah besar terlihat ramai.


Reno pagi2 sudah mencari keberadaan cucu lelakinya.


" Tidur dimana dia ?" Tanya Reno kepada Aktam


Aktam diam,pria itu juga tidak sadar bahwa putranya tidak pulang dari semalam.


" Telfon " Titah Reno tegas.


Aktam mengangguk dan berjalan kearah lain.


Dari jauh,seorang wanita terlihat sedikit takut dengan rona Reno pagi ini.


Lelaki tua itu terlihat sedang memedam amarah.


" Duhh,Angel mana lagi,kenapa angkat telfonnya lama banget " Gumam Ana kesal.


Sudah 3x wanita itu menelfon putrinya tapi Angel belum juga menjawab.


" Ada apa Ma ?" Tanya Prito mendekat.


" Angel sama Arshad belum pulang Yank,mereka masih dirumah Histi " Jawab Ana sedikit berbisik.


" Terus apa masalahnya ?" Tanya Prito heran.


" Kayaknya Arshad bikin ulah lagi deh,Papa marah " Jawab Ana.


Prito diam lalu menghela nafas panjang.


" Perjodohan lagi ?" Tebak Prito.


" Kayaknya sih iya,lagian Papa ada2 aja deh,udah tau Arshad itu batu pantai,masih aja ngeyel mau jodohin sama anak temennya " Kata Ana heran.


" Aku ga ikut2an lah,kalo ntar Angel juga dijodohin,aku iya2 aja kalo Angelnya mau " Kata Prito lepas tangan.


" Iya kalo mau,kalo ngga gimana ?" tanya Ana balik.


" Hehehe " Prito cengengesan seraya menggaruk kepala bingung.


❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa vote,like,coment ya.


__ADS_2