
Hingga malam hari Arshad tak keluar kamar.
Pria itu masih mengendap diruangan tersebut dengan berbagai buku pelajaran dan tugas kuliah.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah seorang wanita dengan mengintip sedikit.
Arshad menoleh dan mengenali wanita tersebut.
" Halo Abang " Sapa Lulu membuka lebar pintu.
Arshad tersenyum kecil.
" Lagi ngapain ?" tanya Lulu mendekat.
Wanita itu melihat meja kerja anaknya dan tersenyum manis.
" Lagi sibuk ya ?" tanya Lulu mengusap kepala Arshad lembut.
" Iya Ma,banyak tugas " Jawab Arshad ramah.
" Pasti capek ya kuliah ?" tanya Lulu lagi.
" Hm sedikit " Jawab Arshad menutup satu persatu bukunya.
" Kamu udah makan ?"
" Nanti aku turun " Jawab Arshad tenang.
" Jangan gak makan ya,Papa suruh Mama liatin kamu tadi " Kata Lulu menghela nafas.
Arshad diam dengan wajah tenangnya.
" Udah jam makan malam ya ?" tanya Arshad.
" Iya sayang,kita khwatir karna kamu gak keluar2 " Jawab Lulu.
" Ya udah ayo keluar " Kata Lulu tersenyum.
Arshad mengangguk,lelaki itu pun bangkit dan berjalan duluan.
Lulu menatap punggung sang putra.
Arshad bukan tipe pria yg banyak bicara,ia sangat diam,cuek dan dingin.
Saat Lulu akan bangun tiba2 sesuatu jatuh mengenai kakinya.
Wanita itu merunduk dan mengambil pena,tapi sehelai kertas menahan wanita itu untuk berdiri.
" Apa ini ?" Gumam Lulu pelan.
Lulu membalik kertas dan terkejut seketika.
" Bang Andrew " Ucap Lulu mengenali pria dikertas tersebut.
Yap,foto tersebut adalah Andrew saat masih menjadi pria anak2.
Bukan hanya Andrew tapi disebelahnya ada Aktam,kedua pria itu saling merangkul dengan senyum khas masing2.
Lulu menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu yg bergejolak didada.
" Dari mana dia mendapat foto ini ?" Gumam Lulu bingung.
Selama ini Lulu tak tau bahwa ada Foto Andrew dan Aktam yg lain.
Keduanya terlihat begitu mirip dan serasi,hanya saja Andrew lebih tinggi dari Aktam yg membedakan keduanya.
" Kamu apa kabar Sayang ?" Gumam Lulu pelan mengusap wajah Andrew.
__ADS_1
" Sepertinya anak kita lagi kangen sama kamu ya ? Dia mirip banget sama kamu sayang " Lanjut Lulu menahan tangisnya.
" Kamu baik2 disana ya,kita disini sedang baik2 saja,Adik kamu jagain aku dan anak kita dengan sangat baik " Kata Lulu dengan air mata yg mulai mengalir.
Tak bisa ia pungkiri,meski sudah menikah lagi dan punya anak dengan sang adik tapi rasa cintanya kepada Andrew belum bisa ia hilangkan sampai sekarang.
Rasa cinta itu seolah mati tertanam bersama sang suami.
" Ahh aku mudah cengeng kalo inget kamu " Kata Lulu mengusap air matanya.
" Udah dulu ya,nanti kita ngobrol lagi,takutnya kalo Bang Aktam tau nanti aku diomelin " kata Lulu terkekeh.
Wanita itu menyimpan foto tersebut di helain buku sang anak.
Lulu pun keluar dari kamar Putra nya tersebut.
Diruang makan,situasi sudah ramai.
Seperti biasanya keluarga besar Reno akan makan bersama menyantap menu yg sudah dimasak dengan penuh cinta.
Aktam terlihat sibuk dengan anak bungsunya yg sedang aktif2nya.
Lelaki itu sedikit kewalahan karna bocah kecil tersebut mau makan sendiri tapi Aktam belum mengizinkan.
" Udah gak papa Tuan,nanti saya bersihin lantainya " kata Irt gemas.
" Belum pandai dia Bi,yg ada bukannya dimakan tapi dihamburin semua nasi nya " kata Aktam mendesah.
Bocah perempuan itu tak perduli dan kembali menyeret mangkuk makannya dari tangan Aktam.
" Biarin aja Tam,anak mau makan sendiri malah disuapin " kata Reno jengah.
" Iya biarin aja Bang,toh kalo nasinya habis diamburin dia pungut sendiri " Celetuk Ana.
" Tapi kotor " Kata Aktam kesal.
Ana terkekeh dan mendapat teguran dari Prito.
Prito memutar mata malas dan kembali makan.
Arshad sampai membuat semua orang menoleh kearah pria tersebut.
" Angel mana Syad ?" tanya Ana mengernyit.
" Gak tau " Jawab Arshad menarik kursi.
" Loh gak sama kamu ?" tanya Ana syok.
Arshad menggeleng pelan.
" Bukannya sore tadi sama kamu ?" tanya Nisa.
" Gak Nek,dia ajak aku jalan tapi aku banyak tugas " jawab Arshad tenang.
Prito berhenti makan dan melirik istrinya.
" iya2 aku telfon sekarang " kata Ana paham dengan mata tajam sang suami.
Wanita itu langsung bangun dan berlari mengambil hapenya.
" Kemana si Angel ?" Tanya Reno heran.
" Main kali Pa " jawab Aktam.
" Harusnya Izin dulu kalo mau main " Kata Reno ketus.
" nanti aku matiin lagi kartu nya biar gak bisa jajan dia " Gumam Reno.
" Bukannya udah 3 bulan ini dimatiin ?" Tanya Lulu polos.
__ADS_1
Deg...
Semua orang terbelalak dengan ucapan wanita itu,Reno yg juga terkejut melihat menantunya tersebut.
" Maaf " kata Lulu kecoplosan.
Reno menghela nafas dan kembali makan.
Nisa memberi kode kepada menantunya untuk diam.
Lulu secara tidak langsung menegur Reno yg memblok kartu para cucunya agar fokus belajar..
Bahkan Arshad pun sulit bergerak karna tak punya uang,tapi beruntung Aktam diam2 memberi uang belanja karna pria itu paham sang putra jarang meminta.
Disebuah ruangan,seorang gadis terlihat makan dengan lahap bersama gadis kecil yg sedang ikut makan juga dibrangkar.
Yap,karna gabut yg sudah tak tertolong lagi.
Angel pergi kerumah sakit dimana anak Daniel dirawat.
Gadis itu tanpa tujuan pergi kesana hanya untuk main2 saja.
Ibu Daniel yg selalu berada disamping cucunya menyambut hangat gadis remaja beranjak dewasa tersebut.
Angel makan nasi padang sedangkan Zini makan bubur rumah sakit.
" Mau kerupuk ?" tanya Angel menawarkan kerupuk yg ia beli.
Zini melihat neneknya sejenak,Ibu Daniel tersenyum dengan anggukan pelan.
Zini mengangguk kecil membuat senyum Angel melebar.
" Huh kamu ini pinter banget,tau aja mana yg enak dan engga " kata Angel terkekeh.
" Iya Njel,dia emang pinter " Sahut Ibu Daniel.
" oh iya Bu,Om Daniel gak kesini ya ?" tanya Angel belum melihat batang hidung Daniel.
" Biasanya habis isya kesini atau gak jam 9,10 gitu " jawab Ibu Daniel mengingat.
" Kenapa lama ?" tanya Angel mengernyit.
" Biasanya dia datang buat tidur doang,pelukin Zini tengah malam apalagi Zini suka gak bisa tidur " Jawab Wanita tua itu menghela nafas.
" Terus Ibu pulang kerumah ?" tanya Angel lagi.
" Iya,Ibu juga harus istirahat,besoknya lagi kesini " Jawab wanita itu.
Ceklekk...
Pintu tiba2 terbuka,ketiga wanita itu melihat ke pintu dan nampaklah seorang pria dengan topi hitam mendekat.
" Waduhh " Gumam Angel terbelalak.
Lelaki itu langsung berhenti mendadak dan sama kagetnya.
" Kenapa dia bisa ada disini ?" Batin Angel kelabakan.
" Kamu kesini Do ?" tanya Ibu Daniel tersenyum.
" Iya Bu,teringat Zini " Jawab Ridho mendekat.
Pria itu berdiri menjulang didepan Angel dan Zini.
Angel menunduk takut sambil melihat tangannya yg penuh dengan kuah padang.
" Oh ya ampuunnn " Gumam Ridho menarik nafas supaya tenang.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.