
Suasana malam cukup dingin,Justin dan Vero lebih banyak diam membuat Cila sedikit heran.
" Kenapa suasananya mencengkam banget sih ?" Tanya Cila kesal.
" Kenapa Yank ?" Tanya David kaget.
" Kenapa pada diem2an gini,lagi musuhan kalian semua ?" Tanya Cila heran.
" Hehe ngak kok Yank,mungkin pada cape kerja aja " Kata David mengalihkan.
" Biasanya juga kerja,aku berasa kayak makan dikuburan " Balas Cila bersedekap dada.
Vero mengulum senyum melihat wajah merajuk ibunya.
" Terus Mama mau kayak gimana ?" Tanya Vero gemas.
" Ya ngobrol lah,biasanya juga gitu " Jawab Cila mendengus.
" Kan lagi makan,ntar kalo kesedak terus mati gimana " Kata Vero ingin mencubit pipi wanita itu.
" Ya kubur lah " Jawab Cila santai.
David melototkan matanya membuat Cila terkekeh.
Laura menghela nafas dan melirik suaminya yang hanya menunduk menghabiskan makanan dipiring.
" Mau tambah ?" tanya Laura lembut.
Justin menoleh dan tersenyum canggung.
" Ambil yang banyak,akhir2 ini Mama lihat kamu makannya dikit banget,lagi diet ya ?" tanya Cila sambil menuangkan nasi ke piring menantunya.
Glek...
Justin menelan ludah kasar,Vero langsung mengangkat piringnya ke tempat lain takut2 wanita itu juga mengisi nasi dipiringnya.
David merasa aman karna piringnya sudah diangkut duluan ke wastafel lelaki itu masih menyesap kopi panasnya disana.
" Ma ini aku..." Kata Justin merasa kenyang melihat nasi yang memumbung tinggi.
" Yank tolongin " rengek Justin kepada Laura.
Laura tersenyum geli dan membiarkan ibunya menambah semua lauk ke piring sang suami.
" Nah sekarang ayo makan lagi biar Mama temani " Kata Cila menepuk pundak menantunya..
" Kebanyakan ini Ma,ntar aku bengek gimana ?" Kata Justin melas.
" Ck segini doang mah dikit Tin,lihat nih piring Mama lebih lebar dan lebih banyak dari kamu,Mama ngak bengek tuh " kata Cila sombong.
" Ya kan usus mama lebih lebar dari aku " kata Justin ingin menangis.
David mengulum senyum melihat wajah melas menantunya,Vero diam2 mundur tak berani dekat2 dengan wanita bar2 itu.
" Kamu ngatain Mama gendut ?" tanya Cila menggebrak meja.
" Eehhh " Pekik David kaget dan cangkir kopinya hampir menyiram wajahnya sendiri.
" Ng ng agk gitu Ma " kata Justin takut.
__ADS_1
" Kamu gak tau aja Papa kamu tergila2 sama Mama karna body Mama yang aduhai ini " Kata Cila bangga dan mengedipkan sebelah matanya ke David.
" Ueekkkkk uekkk " Kata Vero tiba2 mual.
Cila menajamkan matanya melihat pria itu.
" Kekenyengan Ma hehe" Kata Vero cengengesan.
Cila mendengus dan menatap David,lelaki itu tersenyum dengan wajah terpaksa.
Laura tertawa lucu melihat tingkah Mamanya yang sangat heboh.
" Ayo makan " Ajak Cila semangat.
" Iya " Jawab Justin mengkrucut.
Pria itu pun mulai makan karna jika menolak bisa2 mereka diusir oleh wanita itu malam ini juga dan Justin tak mau itu terjadi.
Setelah makan,Justin terlihat kekenyengan dikursi ruang tamu sedangkan Cila sudah ngemil lagi didepan televisi.
Justin tak percaya wanita itu punya lambung yang sangat besar untuk menampung semua makanan yang ia makan.
" Mau kopi ?" tanya Laura menegur suaminya.
" Gak usah Yank,ntar aku gak bisa tidur " Jawab Justin memberi tempat.
Laura mengangguk dan duduk bersama lelaki itu.
Justin melihat kiri kanan,terlihat Mertuanya sudah tertawa menonton film ditv bersama suaminya.
" Kenapa ?" tanya Laura heran.
" Buat ?"
" Semuanya,kamu tau kan aku ngak mungkin mengecewakan kamu lagi,itu foto lama dan aku ngak tau siapa yang ambil foto itu,kamu harus percaya sama aku Laura,aku benar2 tulus sayang sama kamu " Kata Justin memegang tangan wanita itu penuh harap.
" Meski pun aku tau masa lalu kamu,tapi tetep aja aku sakit hati Kak " Balas Laura jujur.
" Iya aku tau sayang,makanya aku sangat khawatir,aku takut kamu meninggalkan aku lagi " Kata Justin mencium tangan istrinya lembut.
Laura diam tak menjawab.
" Aku hari ini ngak fokus,aku sampe dimarahi Dimas,aku kepikiran sama kamu " Kata Justin menceritakan harinya.
" Huuuuftttt " Laura menghela nafas panjang menatap manik lelaki itu dalam.
Justin terlihat sangat serius bahkan genggaman tangannya pun sangat erat seolah takut Laura melepaskan dirinya.
" Aku ngak punya siapa2 lagi Yank,hanya kamu penopang aku saat ini " kata Justin sedih.
" Iya,tapi janji ya ngak ada lagi modelan gini ataupun yang lainnya,masa lalu kamu cuma aku yang tau,Mama sama Papa ngak tau apapun apalagi Vero,mereka tidak akan mudah memaafkan kamu nanti " kata Laura memberi peringatan.
" Aku janji sayang,ini tidak akan terulang lagi dan aku akan mencari tau siapa yang berani memasukkan foto itu kerumah kita " Kata Justin serius.
" Ya juga ya ? siapa yang naruh foto itu dikamar ?" Tanya Laura baru ngeh.
" Apa kamu membawanya saat berfoto ?" tanya Laura.
" Ngak sayang,mana mungkin aku membawanya,itu sama aja aku bunuh diri " Jawab Justin.
__ADS_1
Keduanya diam,Justin sudah menerka siapa yang berani menaruh foto itu dirumah.
Karna hanya orang itu yang bermasalah dengannya.
" Apa mungkin Vero ?" Gumam Laura.
Deg...
Justin melotot kaget,Laura menatap lelaki itu dalam.
" Gak gak mungkin Vero,dia bukan orang kayak gitu Vero anak yang jujur " Kata Laura menggeleng cepat.
" Jika itu Vero dia mungkin benar2 ingin menikahi kamu lagi " kata Justin terkekeh.
" ihh mana ada,gak mungkin Vero lah " kata Laura menampar lengan suaminya.
" Ya udah gak usah dipikiran,kamu ngak boleh setres biar kita cepat punya anak " kata Justin lembut.
Laura bersemu malu menyenggol lengan lelaki itu.
" Aahh aku kangen banget sama kamu hari ini,kekamar yuk pengen peluk " Rengek Justin.
" Ihh ganjengnya " Cibir Laura.
" Biarin sama istri sendiri kok " kata Justin cuek dan mengusel kepalanya di lengan perempuan itu.
Saat asik2nya bercanda,Vero melewati pasangan itu dengan kesal.
" Mau kemana ?" tegur Laura menjauhkan kepala Justin dari lehernya.
" Cari pasangan " Jawab Vero asal.
" Hah "Kata Laura kaget dan langsung tertawa.
Vero mendengus dan berjalan cepat keluar dari rumah.
Makin hari kepala Vero makin sakit dengan 2 pasangan dirumah itu,bagaimana tidak Vero harus dihadapkan langsung dengan keuwu2an orang tua dan Kakaknya sedangkan Vero sendiri masih jomblo karna malas pacaran putus nyambung.
Mau pergi ke club dan main cewek disana takut disusul Cila dengan tongkat ajaibnya karna wanita itu tak bisa ditebak.
Vero duduk diayunan sambil berpikir sejenak hingga tiba2 nama seorang gadis tercetak dikepalanya.
" Hani " Gumam Pria itu langsung bangun.
" Dia apa kabar ya ? apa sudah tertangkap ? ah ngak mungkin dia pasti bisa meloloskan diri " Gumam Vero terlihat khawatir.
" Apa aku susul lagi ya dia disana ? tapi mau cari dimana ?" Lanjut lelaki itu bingung.
Disebuah gubuk kecil,seorang gadis terlihat makan seadanya,beruntung sore tadi ia mendapatkan banyak botol bekas pemberian seorang satpam yang mau membantunya mengumpulkan benda tersebut.
" Alhamdulillah kenyang " Gumam gadis itu menatap nasi bungkus yang ia beli kini tak tersisa sebutir pun nasi.
Dengan wajah bahagia gadis itu membersihkan tempat makannya dan membuang ke tong sampah.
Hidup sendirian dikota tak punya apa2 begitu berat Hani jalani,tapi dirinya tak mengeluh,Hani lebih baik menjadi pemulung daripada menyerahkan dirinya kepada pria hidung belang hanya karna uang.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1