Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Izin


__ADS_3

Malam semakin larut,Angel kembali tidur dikamar Daniel sedangkan pria itu tidur didekat sofa ruang tamunya.


Malam terasa panjang,lelaki itu terlihat lelah tapi matanya enggan untuk terpejam.


" Apa yg aku pikirkan " Gumam Daniel mengusap wajah.


Suasana sepi senyap,hanya ada mereka berdua dirumah itu karna memang Daniel tinggal terpisah dengan orang tua.


Rasa sepi memang melanda hidup pria malang tersebut,tapi Daniel mencoba untuk tetap tenang dan enjoy dalam menghadapi kenyataan hidup yg merubah dirinya.


Sejak meninggal sang anak,pria itu memang lebih banyak diam,bahkan Daniel sulit ditemui jika teman2nya ingin menganjak keluar.


Bukan menutup diri,hanya saja rasa bersalah dan rasa rindu sering melanda lelaki itu apalagi jika ia keluar rumah dan melihat anak2 berlarian kesana kemari tanpa letih.


Helaan nafas kembali ia hembuskan,aura dingin terasa menusuk tulang.


Daniel bangun dari tidurannya dan menuju kamar.


Lelaki itu membutuhkan selimut untuk menghangatkan tubuh.


Daniel masuk kekamar dan melihat kamar tersebut gelap,hanya sedikit cahaya yg masuk.


" Apa dia ga takut tidur gelap2an gini ?" Gumam Daniel heran.


Pria itu berjalan perlahan menuju lemari,ia harus bergerak cepat sebelum Angel bangun.


Tak ada niatan jahat,Daniel memang tipe pria bertanggung jawab dan enggan menggangu privasi seseorang.


Drt drt drt...


Hape Angel tiba2 berdering,gadis itu langsung melonjak kaget dan meraba nakas.


" Halo " Sapa Angel dengan suara serak.


" kamu dimana ?" tanya seseorang diseberang.


" diatas kasur " Jawab Angel malas.


" Kasur siapa ?" tanya orang itu lagi.


Angel diam memejamkan matanya,gadis itu terlihat sangat mengantuk.


Daniel juga diam menahan nafas melihat tingkah laku Angel.


" Siapa yg menelfon dia malam2 gini ?" Batin Daniel penasaran.


" Halo Njel " Pekik seseorang itu diseberang.


" Hm " Jawab Angel berdehem.


" Dimana ? Aku kesana sekarang " Ucap orang itu terdengar suara pria.


" Ngapain ?" tanya Angel mulai terusik.


" Aku lagi dhotel nih,temenin " Jawab pria itu membuat Daniel terbelalak.


" Hotel ?" Batin Daniel syok.


" ya udah " Jawab Angel sangat mengantuk.


" Share lock sekarang " Titah pria itu tegas.


Angel diam dengan mata terpejam.


Daniel yg makin penasaran,langsung mendekati ranjang dan mengambil hape Angel.


" Halo " Sapa Daniel sedikit kesal.


" Hah halo ? Siapa ini ?" Tanya pria tersebut kaget.


" Kamu siapa ?" tanya Daniel tenang.


" Kamu yg siapa ? Kenapa sama Angel ?"


Daniel diam melirik gadis yg sudah terbang ke alam mimpi.


" Dia udah tidur,jangan ganggu " Ucap Daniel.

__ADS_1


" Eh kamu siapa ? Kenapa Angel bisa tidur sama kamu ?"


" Bukan urusan mu " Balas Daniel


" Itu urusan ku,Angel saudara ku,kau siapa hah !" Bentak pria itu terdengar emosi.


Deg...


Daniel tersentak,lelaki itu melihat nama dilayar dan melotot.


" Arshad " Batin Daniel membaca nama.


" Kalian dimana ? Sharelock sekarang !" Perintah Arshad tegas.


" Angel aman,saya nggak ngapai2n dia " Ucap Daniel tenang.


" Aman apa nya,saya ngga kenal kamu !" Kata Arshad masih kesal.


" Sudah dulu,besok Angel akan telfon balik " Kata Daniel memutuskan percakapan.


Tut.


Panggilan terputus,Daniel menaruh hape Angel dan menghela nafas panjang.


" Haissstt nih anak,hoby bener bikin orang jantungan " Decak Daniel menjitak pelan kening Angel.


" Arshad pasti khawatir sama dia,apa nih bocah ga bilang sama keluarganya ?" Gumam Daniel heran.


Pria itu kembali bangun mengambil selimut dan keluar dari kamar.


Daniel tak ingin berlama2 disana karna bagaimana pun ia hanya manusia biasa punya rasa dan nafsu anak adam.


Ditempat lain,seorang pria mempertontokan mimik wajah yg tak enak dipandang.


" Kenapa Syad ?" tanya teman lelaki pria itu.


" Ga papa " Jawab Arshad mencoba tenang.


" Kamu barusan telfon Angel ?" tanya pria bernama Hiro tersebut.


" Terus ?" Tanya Hiro lagi.


" Aku ga tau dia dimana " jawab Arshad terlihat khwatir.


" Lah,beneran ?" tanya Hiro syok.


" Sama cowok ?" lanjut Hiro lagi.


Arshad diam,pria itu mencoba mengingat siapa teman lelaki yg saat ini dekat dengan saudarinya tersebut.


" Bisa gawat Syad,ntar rumor keluarga kalian melonjak " Kata Hiro ngeri.


Arshad hanya diam,pria itu tak perduli dengan rumor,ia hanya khwatir keselamatan Angel saat ini.


" Aku udah siap " Ucap seorang gadis tiba2 muncul dengan jaket hitam,topi putih dan sepatu skate.


Kedua lelaki itu menoleh dan diam sejenak.


" Kamu yakin ?" tanya Hiro ragu.


" Iya,setidaknya Papa ga akan ngenal aku kalo gini " jawab Rania tersenyum.


Yap gadis itu adalah Rania yg beberapa hari ini tinggal dihotel bersama Arshad.


Gadis itu tak tau bahwa Arshad punya saham disana,Rania hanya manut saja dengan iming minjam dana dari pria kaya tersebut.


" Ke kantor polisi ?" Tanya Arshad.


" Hm " jawab Rania mengangguk.


" Kalo ketangkap gimana ?" tanya Hiro ngeri.


Rania diam,gadis itu tak berpikir dirinya akan tertangkap malam ini.


" Ayo,nanti aku mengantuk "Ajak Arshad berjalan duluan.


Rania mengangguk,gadis itu berjalan disamping Arshad sambil senyum2 manja.

__ADS_1


Arshad hanya diam,lelaki dengan perawakan kurus tinggi tersebut tak banyak bicara.


Ia hanya berusaha menolong wanita yg sudah ia anggap teman.


Ketiganya menaiki mobil mewah Arshad.


" Ran " Panggil Hiro menepuk tangan Rania.


" Aku cuma kangen doang,ga berencana pulang " Celetuk Rania datar.


" Kalo pulang pun ga masalah,malah lebih baik " Balas Hiro.


Rania menggeleng pelan.


Tidak ada niatan gadis itu akan kembali kerumahnya,Rania hanya akan melihat dari kejauhan saja.


Dijalan,Arshad lebih banyak diam,otak pria itu bercabang karna mengingat dan penasaran Angel sedang bersama siapa.


Hampir 1 jam perjalanan,akhirnya mereka sampai disalah satu kantor polisi.


Arshad tak keluar,lelaki itu stay di mobil,hanya Rania dan Hiro yg memantau luar.


" Huuuftttttt " Helaan nafas terdengar berat.


" Kasihan sekali Rania,dia pasti sangat menderita " Ucap Arshad iba.


Pria itu merasa sangat kasihan,Arshad tak bisa membayangkan bagaimana Rania hidup selama ini dibawah tekanan dan kesalahpahaman keluarga yg tak kunjung selesai.


Rania diam2 mendekat ke arah pos,gadis itu terlihat pucat pasi dengan aksi nekatnya.


" Sepertinya Papa mu ga jaga malam ini Ran " Ucap Hiro mencari wajah Denis


" Biasanya Papa jaga hari gini " Balas Rania.


Kantor terlihat sepi,maklum sudah menunjukkan pukul 1 pagi.


" Kamu tunggu disini aja,aku kedepan " Kata Rania menahan Hiro melangkah.


" Kamu yakin ?" tanya Hiro syok.


Rania mengangguk tegas.


" Ran,aku dibelakang mu,,nanti kalo ketahuan langsung lari aja ke mobil " Kata Hiro sedikit khwatir.


Rania mengangguk tersenyum.


Gadis itu pun berjalan dengan melihat kiri kanan,jantungnya berdebar sangat kencang.


" Tuhan tlong aku,aku hanya ingin memastikan kalo Papa baik2 saja " Doa Rania berharap.


Makin dekat dengan pos,Rania melihat salah satu polisi berjaga disana.


" Assalamualaikum " Sapa Rania sopan.


Polisi itu menoleh dan mengernyit melihat seorang gadis dengan pakaian yg cukup mencurigakan.


" Om jaga sama siapa ?" tanya Rania tanpa basabasi.


Polisi itu masih diam menatap Rania dengan wajah aneh.


" aku anaknya Pak Denis,apa Papa jaga malam ini ?" Tanya Rania tak ingin basa basi.


" Hah,anak gadisnya Denis ?" tanya pria tersebut syok.


Rania mengangguk tersenyum.


" Oh ada,dia lagi jaga malam ini dan sekarang lagi tidur gantian " Ujar pria itu menunjuk sebuah mushola.


Rania melihat ruang itu dan diam.


" Boleh aku liat bentar Om ?" tanya Rania berkaca kaca.


Pria itu pun mengangguk memberi izin.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2