Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pergi


__ADS_3

Sampai sore Arshad bekerja dengan giat,lelaki itu begitu paham mana yg harus diprioritaskan mana yg tidak.


Seperti saat ini,lelaki itu baru saja mengakhiri meeting yg ia pimpin sendiri.


Aktam memberi kepercayaan kepada lelaki itu untuk memegang tanggung jawab yg cukup berat.


Aktam yakin putranya mampu,mengingat Arshad bukan pria yg mudah putus asa.


Drtt drt..


Hape Arshad berdering,lelaki yg sedang fokus mengetik itu menghentikan aktifitasnya sejenak.


" Bang Serkan " Ucap Arshad pelan.


Tanpa tunggu lama,lelaki itu pun mengangkat panggilan


" Halo Bang " Sapa Arshad sopan.


" Halo Syad,kamu dimana ?" tanya Serkan diseberang.


" Aku lagi kerja Bang " Jawab Arshad.


" Oh em abang boleh minfta tlong ga Syad ?" tanya Serkan terdengar tak enak.


" iya bang ada apa ?" tanya Arshad.


" Hm malam ini kamu tolong tidur dirumah ya,ajak Angel ga papa,soalnya Abang belum bisa pulang hari ini " Jawab Serkan.


Arshad diam sejenak mendengarkan.


" Maaf banget Syad harus repotin kamu,Juna juga diluar kota jadi gak bisa nemenin kakaknya " Ucap Serkan.


" Hm iya Bang,nanti aku pulang kesana " Balas Arshad.


" Beneran Syad ?" tanya Serkan tak percaya.


" Iya Bang,lagian kayaknya Kak Histi harus hati2 juga " Jawab Arshad mengingat.


" Iya Syad,Abang udah denger dan udah lapor juga tapi ya Abang harus hati2 lagi karna dirumah juga ada Sania yg lagi sakit "


" Iya Bang,aku tau " Balas Arshad paham


" Ya udah Syad,makasih banyak ya udah mau nolong abang " Kata Serkan senang.


Arshad mengiyakan,panggilan pun terputus.


Lelaki itu melihat jam dan menarik nafas panjang.


" Iya,kasihan juga Kak Histi,pasti kewalahan ngurusin semuanya sendiri " Ucap Arshad mengingat tanggung jawab yg harus dipegang Kakak saudaranya tersebut.


Tak ingin membuang banyak waktu,Arshad pun melanjutkan lagi pekerjaannya.


Ditempat lain,seorang gadis bersiap untuk pergi keluar rumah.


Seperti biasa,Rania selalu keluar terlambat daripada adiknya si Tania.


" Ma aku pergi dulu " Ucap Rania menyalami Miska.


" iya,nanti malam jangan pulang terlambat " Balas Miska sambil nonton tv.


" Mau kemana Ma ?" tanya Rania mengernyit.


" Kamu gak ingat ini hari apa ?" tanya Miska menoleh.

__ADS_1


Rania diam sejenak,gadis itu mencoba berpikir apa maksud ibunya.


" Emangnya hari apa Ma ?" tanya Rania lagi.


" Astaga Raan,ini hari ulangtahunnya Nenek kamu " Jawab Miska berdesis.


" Hah,apa iya ?" tanya Rania kaget.


" Gak perhatian banget sih kamu " Cibir Miska.


Rania hanya diam,memang gadis itu lupa kalau hari ini Neneknya berulang tahun.


" Ya udah gak papa,nanti pulang jangan telat " Ucap Miska lagi.


" iya Ma " Jawab Rania.


Gadis itu pun melangkah keluar,rasa bersalah mulai menghampiri gadis itu.


Diriny merasa menyesal karna melupakan hari special tersebut.


" kira2 aku bakal pulang cepet ga yah ?" gumam Rania ngeri2 sedap.


" Apa aku langsung aja kali ya,hm nanti kalo ga diikut pasti Nenek kecewa " Lanjut Rania.


Gadis itu terus melangkah,hari ini Rania tidak memakai motor karna motor akan dipakai Miska kepasar.


Dari kejauhan gadis itu melihat seorang lelaki dengan jaket hijau khas.


" Mas Redi ya ?" tanya Rania mendekat.


" iya Neng,Rania Denisyansyah ?" tanya pria tersebut.


" iya " Jawab Rania mengangguk.


Rania mengangguk,keduanya pun melaju dijalanan.


Pikiran Rania masih bekerja keras,waktuny masih panjang untuk menuju rumah dosen.


Hari ini rencananya Rania akan membantu dosen untuk mengecek hasil ujian anak2 dikit.


Gadis yg saat ini berprofesi sebagai asisten dosen tersebut menikmati pekerjaannya yg sering dianggap Miska buang2 waktu.


Maklum,dulu Miska bekerja dengan giat untuk memenuhi kehidupan dirinya dan sang ibu,tapi kini sang anak tak terlalu memikirkan dunia dapur karna Miska dan Denis bertanggung jawab penuh akan hal tersebut .


" Pak,tlong kejalan x dulu ya " Ucap Rania memutuskan.


" Loh gak langsung ke lokasi neng ?" tanya Ojol.


" Gak dulu Pak,nanti aku tambahin ongkosnya " Jawab Rania.


Ojol mengangguk,motor tersebut pun berbelok dan menuju lokasi.


Beberapa menit kemudian,nampaklah dari kejauhan seorang wanita yg cukup tua renta sedang menjemur sesuatu didepan rumah.


" Assalamualaikum " Sapa Rania saat dirinya sampai.


" Waalaikumsalam " Jawab orang tua tersebut menoleh.


" Nenek " Sapa Rania tersenyum manis dan salam.


" Wah Tania " ucap ibu Miska tersenyum.


" Rania Nek,Tania lagi kerja " balas Rania tersenyum kecil.

__ADS_1


" ohhh Raniaa,maaf Nak nenek salah lagi " Balas Ibu Miska menggaruk kepala.


" Hehe gak papa Nek,oh iya apa Nenek udah makan ?" tanya Rania lagi.


" hm,tadi nenek goreng ikan ini " jawab Ibu Miska menunjuk ikan di nampan2.


" Ikan asin ?" Ulang Rania terkejut.


" Iya " Jawab Ibu Miska tersenyum.


" Apa Mama dan Papa gak pernah kasih uang ke Nenek ?" tanya Rania marah.


" ehh bukan gitu " balas ibu Miska panik.


" Papa dan Mama kamu selalu kasih uang jajan ke nenek,cuma nenek aja lagi pengen makan ikan asin Ran " Jelas ibu Miska mengusap lembut bahu sang cucu.


" Oh kirain " balas Rania sedikit tenanv.


" ayo masuk,Nenek bikin kue kemarin " Kata ibu Miska memegang tangan Rania.


Rania mengangguk,keduany pun masuk kedalam.


Rumah tersebut tak banyak berubah,Denis hanya merenovasi ruang depan saja karna memang kemarin tak layak.


Sejak menikah dengan Denis,banyak yg terjadi kepada miska dan ibunya.


Orang tua tersebut kini tak perlu lagi keliling jual kue pagi2 buta dan tidur kemalaman.


Denis menanggung semua kebutuhan mertuanya dengan baik.


Ibu Miska pun merasa sangat bahagia dan tenang mendapatkan menantu seperti Denis apalagi dapat cucu yg juga sama memperdulikan dirinya.


" Hm Nek,nanti malam mungkin Mama Papa bakal kemari,tapi kayaknya aku gak bisa ikut " Ucap Rania membertahu.


" Kamu ?" Tanya Ibu Miska.


" Kayaknya gak bisa Nek,makanya aku datang lebih dulu " jawab Rania.


Wanita tua itu tersenyum dan mengusap kepala Rania.


" Kamu gadis yg baik dan cantik Ran " Ucap Ibu Miska lembut.


" Hehe Nenek bisa aja " Balas Rania malu.


" Nenek berharap banget bisa liat kamu dan Adik mu menikah nanti " Kata Wanita tersebut sendu.


" Nenekk " Panggil Rania manja.


" Nenek ingin kamu ketemu pria yg bisa bimbing kamu,yg bisa ngerti gimana perasaan kamu dan gak pernah bandingin kamu sama yg lain " Jelas wanita tersebut.


Rania diam menunduk,diriny jug merasa sedih mendengar ucapan wanita lembut tersebut.


" Kamu dan Rania itu sama Ran,kalian lahir bersamaan,jadi kamu jangan mikir kalo kamu dan Tania itu bersaing "


" Tapi Mama..." ucap Rania tertahan.


" Ga sayang,kamu tau kan Mama mu itu random " Balas Ibu Miska terkekeh.


" Mama gak suka sama aku Nek " Balas Rania pelan.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2