
Pagi menjelang,seorang pria terduduk lemas dibangku tunggu semalaman.
Serkan berada didepan salah satu ruangan pasien kritis.
Yap,lelaki itu sudah berhasil menemukan Sania malang.
" Pak " Tegur seseorang.
Serkan yg sedang memejamkan mata sontak terbangun.
" Iya " Jawab lelaki itu dengan terkejut.
" Kenapa bapak tidak istirahat,bapak sudah semalaman disini " Ucap perawat wanita itu kasihan.
" Apa anak saya sudah bisa ditemui ?" tanya Serkan berdiri.
" Maaf Pak,untuk sekarang belum bisa lantaran masih ditangani dokter " Jawab Suster.
" Huufttt saya juga dokter Mba dulunya " Kata Serkan pelan.
" Mohon maaf Pak,kami mengikuti peraturan yg ada " Balas wanita itu lagi.
" Hm ya sudah,kira2 siang nanti apa sudah bisa ditemui ?" tanya Serkan berharap.
" Nanti saya tanya dokter dulu "
" Baiklah " Kata Serkan mengerti.
" Bapak istirahat saja dulu,nanti ikutan sakit "
" Terima kasih " Balas Serkan dengan senyum tipis.
Perawat itu pun berlalu dan masuk keruangan lainnya.
" Ya Tuhannn " Ucap Serkan mengusap wajahnya.
Lelaki itu melihat jam ditangan dan mendapati sudah jam 7 pagi.
" Aku harus pulang untuk memberi kabar " Gumam Serkan pelan.
Lelaki itu pun mendekati ruangan dan mencoba mengintip kedalam.
Tak ada apapun,Serkan tak bisa melihat kondisi didalam sana.
" Ya sudah aku gak bisa maksa keadaan juga,semoga Sania baik2 saja " Gumam Serkan pelan.
Lelaki itu pun dengan berat hati harus meninggalkan rumah sakit.
Didepan sana terlihat seorang wanita bersama anak dan pamannya berjalan dengan tergesa.
" Ayo cepetan Sutar " Ucap sang Ibu sambil menggendong sang putri.
" Iya Ma " Jawab Sutar berlari.
" Papa " Ucap anak perempuan Histy melihat seseorang.
Histy terdiam sejenak dan melihat telunjuk sang putri.
" Papa,itu Papa " Pekik Sutar heboh.
" Paaaaaa " teriak Sutar langsung berlari.
Serkan yg akan menyebrang jalan tersentak mendengar teriakan yg ia kenal.
Lelaki itu celingak celinguk dan melotot melihat putranya berlarian.
" ehh Sutarrr jangan lariii " Pekik Serkan ikut berlari.
" Papa " Pekik putri Serkan heboh.
" Jangan lari2an nanti ketabrak " Tegur Aktam heran.
GRebbbbb.....
Serkan berhasil menangkap putranya yg langsung menghambur kepelukan pria tersebut.
" Papa huhuhu " Bocah itu seketika menangis.
" Gak papa sayang " Jawab Serkan mengusap kepala Sutar.
" Kakak gimana Pa,Kakak dimana ?" Tanya Sutar berlinang air mata.
__ADS_1
Serkan diam dan menatap kedepan.
Histy berjalan mendekat dengan wajah sendu.
" Gimana keadaan kamu Serkan ?" tanya Aktam khwatir.
" Baik Bang " Jawab Serkan tersenyum.
" Sania dimana Mas ? Kenapa dia ada disana ?" tanya Histy heran.
" Nanti aku ceritakan " Balas Serkan mengusap pipi anaknya.
" Ya sudah,kalian pulang saja biar abang yg urus " Kata Aktam tenang.
" Aku mau ketemu Sania dulu Om " Kata Histy sewot.
" Belum bisa ditemui,aku udah nunggu dari semalam Dokter gak ngizinin " Jawab Serkan.
" Kenapa ? Apa Sania sangat parah ?" tanya Histy melotot.
" Dah sana kalian pulang aja,Suami kamu butuh istirahat " Tegur Aktam
" Ya tapi aku mau ketemu Kakak " Kata Sutar mengkrucut.
" Nanti sayang " Balas Serkan.
" Ya udah,ayo pulang Pa,Papa pasti capek ya " Kata Sutar sedih.
Serkan tersenyum kecil,lelaki itu merasa dunianya sudah cukup dengan anak2 yg begitu perhatian.
" Titip Sania Bang " Kata Serkan berpamit.
Aktam mengangguk,mereka pun berpisah disana.
Aktam menatap keluarga itu dan menghela nafas panjang.
" aku gak tau hati Serkan sama Histy terbuat dari apa,walaupun bukan anak kandung tapi keduanya sayang banget sama Sania " Gumam Aktam pelan.
Lelaki itu tersenyum kecil,dirinya juga lupa bahwa punya hati tak kalah malaikatnya sudah menerima anak dari almarhum sang kakak.
Aktam berjalan masuk kedalam dan mulai mencari Sania.
" Kamu demam ?" Ucap seseorang membuat lelaki itu tersentak.
" Mama " Ucap Arshad parau.
" Iya sayang,jagoan Mama bisa sakit juga ya " Goda Lulu terkekeh.
Arshad bangun menyender di kepala ranjang.
" Aku kenapa Ma ?" Tanya Arshad.
" Kamu demam,semalam menggigil " Jawab Lulu.
" Terus ?" Tanya Arshad lagi.
" Ya udah Mama kompresin,untung Juna yg kasih tau " Jawab Lulu.
" Bang Juna tidur disini ?" kata Arshad syok.
" Awalnya,tapi karna kamu sakit dia beralih ke kamar Jack " Jawab Lulu menahan tawa..
Arshad diam sejenak,ia mencoba mengenang apa yg sudah terjadi malam tadi.
" Oh iya,hari ini kata Kakek kamu gak usah kerja " Kata Lulu teringat.
" Pekerjaan aku belum selesai Ma " Balas Arshad.
" Nanti dikerjain lagi,jangan memaksa kayak semalam gak baik " Balas Lulu.
Arshad diam,sebenarnya bukan hal lumrah jika sanak keluarga pulang malam bahkan pagi dari kantor.
Tapi berhubung Arshad masih dikatakan pemula dan punya ibu yg protektif jadilah Arshad diistimewakan.
" Papa dimana Maa ?"
" Papa kamu kerumah sakit,nemuin Sania " Jawab Lulu.
Deg...
Arshad kembali tersentak mendengar nama Sania disebut.
__ADS_1
" Apa dia sudah ditemukan ?" Tanya Arshad pelan.
" Kamu khwatir ?" Tanya Lulu balik.
" Hm semua orang mengkhwatirkan gadis itu " Jawab Arshad.
Lulu tersenyum mengangguk.
" Mama gak tau kabarnya,tapi semoga dia baik2 aja " Balas Lulu.
" ya udah ya,Mama keluar dulu kamu mandi terus makan kebawah " Kata Lulu pamitan.
" Iya Ma " Jawab Arshad mengerti.
Lulu menghilang dibalik pintu kamar meninggalkan putranya sendirian disana.
" Sania gimana kabarnya ya ? Kenapa dia bisa ada disana dan menjadi korban ?" Gumam Arshad bingung.
Semalam lelaki itu tak terlalu mendalami kisah lantaran ia merasa lelah bekerja seharian.
" Apa aku susul Papa aja ya ?" Gumam Arshad lagi.
" Tapi...ah mending aku telfon dulu " Lanjut Arshad memutuskan.
Lelaki itu pun bergegas mengambil ponselnya dan mencari nama pahlawan tersebut.
Dibawah,kondisi lagi ramai Angel dan Jack kembali berkelahi dan Juna harus menjadi penonton.
" Gak capek apa Njel ngomel2 mulu ?" Tanya Juna bertopang dagu.
" ihh gimana gak ngomel kalo Jack cari masalah mulu Bang !" Rengek Angel kesal.
" Kan bisa beli lagi Njel,uang kamu kan banyak " Kata Juna terkekeh.
" Bukan masalah belinya Bang,itu punya temen aku loh,dari pacarnya aduuhhh " Kata Angel makin frustasi.
" Hm yelah tu " kata Juna memutar mata.
" Jacccckkkk !" Teriak Angel lagi.
" Aku minta maaf beneraann,aku khilaf Kak !" Teriak Jack kesal.
" Dicari dulu napa,jangan main game terusss !" Teriak Angel emosi.
" Aku gak main game,aku cari barangnya Kakak yg hilang ituuuuuuu " Pekik Jack menggelegar.
" Astaga bisa gila aku lama2 disini " kata Juna setres.
" Cari sampe ketemu " Kata Angel melemah.
" ishhh,aku obrak abrik ntar " Sungut Jack menggulutuk.
Ruang bermain itu sedikit berbeda dari biasanya.
Jack dan Angel menghambur mainan hingga berserakan dilantai dan kursi.
Drt drt...
Ponsel Juna berdering,lelaki itu melihat nama dilayar dan segera mengangkatnya.
" Iya Om " Sapa Juna cepat.
" Cepetan kerumah sakit " Sahut seseorang diseberang.
" Iya Om,berangkat " Jawab Juna melepas laptop dipahanya.
Tut.
Panggilan terputus,Juna bergerak cepat membuat Angel dan Jack berhenti bergerak dari aktifitas mereka.
" Bang ikutttt "Pekik Jack melepas mainan ditangan.
" Eeehhh Jackkk " Pekik Angel melotot.
" dah kalian disini aja lanjutin perkelahiannya " Kata Juna bersiap lari keluar.
Jack dan Angel saling melihat hingga kedua beradik itu membuang muka.
❤❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1