Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perubahan


__ADS_3

Hari berlalu dilalui Justin penuh dengan keceriaan meski harus dimarahi Laura habis habisan.


Laura sudah tak takut dan canggung lagi kepada lelaki itu,gadis imut itu benar2 menunjukkan sikapnya kepada David sang Papa angkat.


" Ayo dimakan lagi " Kata Laura melihat Justin diam.


" Kenyang sayang " Rengek Justin.


" Cepetan dimakan Kak,mubazir nanti nasinya nangis " Kata Laura mulai kesal.


Justin mengulum senyum geli.


" Kamu pikir aku anak Sd yang bisa kamu kadalin " Kata Justin terkekeh.


" Makanya cepet makan !" kata Laura tegas.


" Aku mau makan tapi kamu suapin " Kata Justin memainkan alisnya.


" Ih tua2 ngak sadar diri,ngak malu apa diliatin orang " Cibir Laura.


" Aku kan cuma minta suap bukan minta cip*k " Kata Justin santai.


" Eh " kata Laura mendekap mulut pria itu cepat.


Justin tertawa dan mencuri ciuman dibibir wanita itu.


" Kak Justiiiinnnnn " Pekik Laura tertahan.


" Kangen banget " kata Justin mesum.


" ihhh Kak Justin nakal " Hujat Laura menampar lengan pria itu.


" Sekali Yannkk " Rengek Justin.


" Apaan sih Kak " kata Laura kesal.


Justin terkekeh pelan melihat wajah bersemu gadis itu.


Saat ini mereka sedang berada di street food kota besar itu.


Kini Justin tak mengurung Laura lagi seperti dulu,lelaki itu membawa Laura kemana pun ia pergi.


Laura bagaikan kaki pengganti untuknya,gadis itu yang membantu Justin melakukan segala hal,bahkan Justin sudah mulai datang kekantor.


Saat ditanya orang2 lelaki itu selalu mengakui Laura sebagai istrinya dan itu sangat membuat Laura kesal sekaligus malu tapi gadis itu tak bisa membantah karna bahasa inggrisnya kurang baik.


" Ada pesan masuk " Kata Laura memberi hape pria itu.


" Siapa ?" Tanya Justin melepas sendoknya.


Laura membuka dan melotot kaget melihat sebuah foto seorang gadis cantik mengenakan bikini menganjak Justin tidur bersama.


Justin yang melihat wajah syok Laura pun merebut hapenya dan menelan ludah kasar.


" Dia cuma iseng " kata Justin pelan.


" Hm " Jawab Laura berusaha tenang.


" Aku tidak seperti itu lagi Laura " kata Justin menatap gadis itu.


" Terserah Kakak mau ngapain " kata Laura tenang.


" Kau tidak merasakan apapun ?" tanya Justin serius.


" Hm " Jawab Laura berdehem.

__ADS_1


" tak sakit hati ?" Tanya Justin menatap manik wanita itu.


" Untuk apa ?" Tanya Laura tenang.


Justin tersenyum getir.


" Apa aku terlalu berharap dan menikmati ini semua seorang diri ?" Tanya Justin lesu.


" Aku hanya merawat mu hingga sembuh disini " Jawab Laura cuek.


" Baiklah " Jawab Justin mengangguk lemah.


Mereka diam,Laura melihat kearah lain saat Justin menatapnya.


Laura tak tau dengan perasaannya saat ini,perempuan itu merasa sedikit sesak melihat foto dan nama gadis itu dalam hape Justin.


Laura yakin gadis itu ada hubungan special dengan pria tersebut.


Lama terdiam mereka pun memilih untuk pulang.


Malam harinya Justin lebih banyak diam tak ramai seperti biasanya.


Laura yang melihat perubahan lelaki itu pun sedikit merasa aneh apalagi Justin sibuk dengan ponselnya.


" Apa mereka benar2 berencana tidur bersama ?" Batin Laura melihat Justin mengetik pesan dengan cepat.


" Ada apa ?" tanya Justin mendongak melihat gadis itu.


" Kau belum tidur ?" Tanya Laura pelan.


" Belum " Jawab Justin cuek.


" Baiklah " Balas Laura menutup pintu kamar dan berjalan menjauh.


Laura diam dikeheningan hingga suara tawa terdengar dari seberang.


Rasa sesak didadanya semakin terasa,tapi gadis itu berusaha tetap tenang.


Hingga 2 hari kemudian,seorang gadis datang ke apartemen pria itu.


Laura yang sedang menyapu pun kaget tapi hanya bisa diam melihat keakraban mereka.


" Oh iya apa ini gadis yang dibicarakan ibu mu ?" Tanya wanita cantik itu dengan bahasa yang bisa Laura mengerti.


" Ya " Jawab Justin melihat Laura.


Laura diam kembali menyapu lagi.


" Wah aku harus menyebut dia bodoh atau terlalu baik ?" Tanya gadis bernama Anastasya itu tertawa.


Justin diam masih melihat Laura yang sempat terdiam.


" Aku tidak tau " Jawab Justin tenang.


Nyessss....


Hati Laura merasa tertusuk duri yang sangat tajam membuat tangannya bergetar seketika.


Gadis itu berusaha terus tenang.


" Oh iya hari ini kau ada pemeriksaan bukan,ayo aku antar " Kata Anastasya lembut.


" Iya tapi..


" Aku punya kenalan dokter terbaik disini dia pasti bisa menyembuhkan mu " Kata Anastasya tersenyum.

__ADS_1


Justin diam,Laura langsung berjalan menjauh kedapur.


Gadis itu masuk kedalam kamar mandi dan menatap wajahnya di cermin.


" Apa aku memang bodoh atau terlalu baik ?" Tanya Laura kepada dirinya sendiri.


Gadis itu tanpa sadar menitikkan air mata,Laura tak tau apa yang ia rasakan selama ini,hanya perasaan Tulus yang ia berikan kepada Justin.


" Apa Kak Justin sudah menyerah ?" Gumam Laura sangat sedih.


Laura bukan tidak mau menerima Justin kembali tapi Wanita itu perlu diyakinkan sekali lagi dengan perasaannya,Laura butuh keyakinan yang kuat agar hatinya tak terluka lagi.


Tapi rasa percaya dirinya kembali hilang melihat Justin menjawab ambigu tentang dirinya.


" Hei Laura,apa yang kau harapkan terjadi sadarlah Kak Justin bukan pria sembarangan jangan mudah baper " Kata Laura menepuk pipinya.


Gadis itu mencuci wajahnya dengan air dan menarik nafas panjang.


Saat Laura keluar,gadis itu terkejut melihat Justin duduk dikursi rodanya bersama gadis cantik tadi.


" Ke enapa ?" Tanya Laura gugup.


" Aku akan keluar bersama Tasya hari ini em mungkin akan menginap juga " kata Justin menatap mata Laura.


Deg...


Laura terdiam berusaha tetap tenang.


" Hm benarkah ? kalau begitu aku tidak perlu masak banyak " kata Laura tersenyum getir.


" Ya,kau tak perlu masak masakan kampung itu lagi karna akan membuat Justin sakit perut " Celetuk Anastasya tersenyum miring.


Laura menggigit bibir bawahnya dan menampilkan senyum samar.


" Masak lah untuk mu sendiri " kata Justin dengan tatapan tak lepas dari gadis itu.


Laura mengangguk lemah tak berani melihat wajah lelaki yang mulai mengacaukan hatinya.


" Aku akan pergi sekarang " Ucap Justin pelan.


Laura mengangguk.


" Hei sayang untuk apa berpamitan seperti itu,dia bukan ibu mu " Kata Anastasya tak suka.


Justin diam saja terus melihat respon Laura.


Karna jengah Anastasya pun mendorong kursi roda Justin menjauh.


Lelaki itu melihat kebelakang dan bersamaan dengan Laura yang juga menatapnya.


" Maafkan aku Laura " Batin Justin sedih.


Laura langsung berbalik badan memegang dadanya yang sangat sesak.


Setelah pintu tertutup rapat,gadis itu berjalan pelan duduk di kursi makan dan menyingkap menu yang sudah ia masak tadi.


Laura tersenyum getir mengambil piring dan sendok lalu makan sendiri.


Sunyi senyap,tak ada canda tawa kejahilan pria itu.


Tiba2 Laura merindukan sosok Justin yang selalu menggodanya,meminta dirinya disuapi bahkan dibuatkan susu hangat.


Memori yang terekam seolah baru diputar sekarang dan tanpa sadar air mata gadis tangguh itu turun juga.


" Kak Justin hiks hiks " Laura menangis merasakan sakit didalam hatinya melihat lelaki itu berubah dingin.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2