Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mp


__ADS_3

Disebuah kamar sepasang suami istri berbaring diranjang sempit milik Laura.


setelah selesai makan malam dan bercengkrama bersama orang tuanya,pasangan itu disuruh sang ibu masuk untuk memulai ritual.


Laura sangat malu bedahal dengan Justin yang terlihat sangat tenang.


Vero berpamitan untuk tidur dirumah temannya karna hanya dirinya yang tidak punya pasangan,lelaki itu juga tidak mau jadi obat nyamuk dan pendengar yang baik untuk malam panjang sang kakak.


Daddy Justin tinggal dihotel untuk sementara sampai besok Justin menjemput tinggal bersamanya dan Laura dirumah yang sudah ia beli.


" Kakak ngak papa ?" Tanya Laura melirik Justin yang bangun dan duduk ditepi ranjang.


" Kepala ku mumet " jawab Justin jujur.


" Kenapa ? mikirin Mama ?" Tebak Laura.


" Iya,aku ngak habis pikir sama Mama " Kata Justin sedih.


Laura mendekat dan menepuk pelan tangan pria itu.


" Nanti kita coba pikiran jalan terbaiknya,Kakak harus tenang biar ngak salah ambil langkah " Kata Laura lembut.


Justin menatap wajah istrinya dan tersenyum kecil.


" Jangan pernah tinggalin aku ya " Pinta Justin nanar.


" Iya,kan udah janji bakal sama2 hadapin semuanya " kata Laura mengusap kepala pria itu.


Justin merebahnya kepalanya di pundak Laura seraya menggenggam tangan perempuan itu.


Laura mengusap lembut pucuk kepala Justin sesekali menciumnya.


Laura sangat bahagia akhirnya bisa menikahi pria itu tapi ada terbesit dihatinya bahwa pernikahan mereka akan dilanda bertubi2 cobaan,tapi Laura mencoba menepis karna saat ini mereka harus sama2 berjuang.


" Udah tau mau kerja apa ?" Tanya Laura tak enak.


" Hah,em aku masih memikirkannya,teman ku meminta join membuka perusahaan lagi tapi aku tak punya cukup modal " Jawab Justin lesu.


" Kerja serabutan aja dulu " Kata Laura lembut.


" Emang kamu mau punya suami kerja serabutan ?" Tanya Justin mendongak.


Laura tersenyum geli dan mengusap pipi lelaki itu.


" Apapun kerjaan ya aku terima asalkan halal "Jawab Laura lembut.


" Aku baru mau bisnis narkoba " Kata Justin terkekeh.


" Hah apa,ngak mau ah " kata Laura syok dan mendorong lelaki itu.


Justin tertawa melihat Laura langsung berubah bringas..


" Biar cepet dapet duit " Kata Justin menggoda.


" Aku ngak mau Kakak terjerumus kesitu lagi " Kata Laura mengkrucut.


Justin diam dan menatap wajah lugu itu.


Memang ada niatan Justin untuk bisnis elegal lagi tapi lelaki itu masih memikirkan perasaan istrinya,karna Justin tau Laura tak akan pernah setuju.


" Aku bercanda doang sayang " Kata Justin menarik lengan Laura tapi langsung ditepis perempuan itu.


" Kakak ngak berubah !" kata Laura hampir menangis.


" Ngak aku ngak gitu lagi suer " Kata Justin membujuk.


" Aku ngak percaya " kata Laura sudah menangis.


Justin menghela nafas dan menarik paksa Laura untuk ia peluk.

__ADS_1


Laura merontak tidak mau tapi Justin menahannya dengan kuat.


" Hei dengarkan aku " Kata Justin memegang dagu Laura agar menatapnya.


" Kakak jahat,itu ngak halal Kak nanti kalo Kakak masuk penjara gimana huhu " Kata Laura menangis tersedu sedu.


Justin tersenyum dan mengusap lembut air mata istrinya.


" Kan bisa keluar lagi " kata Justin masih ingin menjahili Laura.


" ihh ngak mau " kata Laura kesal mendorong lelaki itu.


" Mau kemana ?" Tanya Justin melihat Laura berjalan kearah pintu.


" Aku ngak mau tidur sama Kakak " kata Laura tajam.


" Hah ini kan malam pertama kita masa tidurnya pisah ?" Kata Justin sedih.


" Biarin " Kata Laura mendengus.


Justin mengulum senyum,gadis itu paling bisa membuat dirinya gemas.


" Emang mau tidur dimana ?" Tanya Justin santai.


" Diluar " Jawab Laura cuek.


" Ya udah,ntar aku bilangin sama Mama kalo kamu ngak mau layani aku " Kata Justin memainkan alisnya.


Deg...


Laura terbelakak kaget dan menatap kesal lelaki itu.


" Pengadu " Cibir Laura.


" Biarin " Kata Justin santai.


Laura menghela nafas ingin mencabik lelaki yang baru saja ia nikahi itu.


Laura masih enggan melihatnya membuat Justin ingin tertawa.


" Ya udah,nanti aku aduin sama Mama " Kata Justin berbaring diranjang kecil itu.


Laura mengacak rambutnya kesal dengan tingkah Justin yang kekanakan tak sesuai umur.


Seperti pepatah bilang,kita tidak akan mengenali pasangan jika tidak tinggal diatap yang sama.


Takut akan dosa,Laura pun mendekati Justin dan naik keranjang.


Justin tersenyum kecil dan langsung menarik perempuan itu kedalam pelukannya.


Laura diam membiarkan Justin mengecup kepala belakangnya.


" Aku akan usaha yang baik2,kan aku udah tobat " Bisik Justin pelan.


" Awas kalo Kakak kerja ngak bener,aku cari lelaki lain " Ancam Laura.


" Coba aja kalo berani,kamu mau lihat kepala lelaki itu keluar bersama otaknya " Kata Justin sedikit mengancam..


Deg...


Laura menelan ludah kasar,gadis itu tau Justin bukanlah pria yang ingkar akan janjinya.


" Ntar masuk penjara tau rasa " Kata Laura berusaha tenang.


" Aku ngak perduli,hidup aku udah hancur " kata Justin santai.


" Jadi aku juga penyebab kehancuran kamu ?" Tanya Laura ngeri.


" Hm,jika kamu selingkuh aku tidak akan melepaskan mu begitu saja " Kata Justin tegas.

__ADS_1


Deg...


Laura kembali menelan ludahnya merasa ucapan Justin langsung menancap dikepala.


" Aku akan mati kalau kau juga membunuh ku " Kata Laura masih penasaran.


" Aku lebih bahagia melihat mu mati daripada kamu bersanding dengan pria lain " Kata Justin terkekeh.


" Apa !" pekik Laura kaget dan langsung berbalik badan menghadap lelaki itu.


Justin tersenyum kecil merapikan anak rambut Laura..


" Hanya kamu yang aku percayai saat ini,jangan pernah main2 dengan ku " Kata Justin lembut.


Laura menunduk malu,pria itu mengangkat dagu Laura dan menatapnya nanar.


" Aku mencintai mu Laura " Ucap Justin penuh perasaan.


Laura diam dengan wajah memerah malunya.


" Bolehkah aku melakukannya ?" Tanya Justin pelan.


" Apa ?" Tanya Laura balik.


Pria itu memeluk Laura dan berbisik pelan.


" Memiliki mu " Ucap Justin sensasional.


Deg...


Jantung Laura langsung berdegub kencang menerima bisikan maut lelaki itu.


" Aku belum pernah melakukannya " Kata Laura malu.


" Aku juga " Balas Justin terkekeh.


" Pembohong !" Hujat Laura kesal.


" hehe,kau yang terakhir sayang,aku ingin punya anak dengan mu dan kita menjadi orang tua " Kata Justin serius.


" Berjanjilah kau tak akan mengecewakan aku " Pinta Laura nanar.


" Tak ada gadis lain yang mau dengan ku yang kere ini " kata Justin mengeluarkan jurus bualannya.


" Dasar cansanova " Hujat Laura.


Justin tertawa dan memulai ritualnya.


Meski sangat deg degan tapi Laura menerima setiap sentuhan lelaki itu.


Justin memulainya dengan sangat lembut karna ia tau Laura bukan lah gadis malam yang sering ia pakai dulu,tetapi semakin panas lelaki itu mulai tak tau diri.


" Akhhhh " Pekik Laura mencakar punggung Justin yang berusaha masuk.


Justin kembali mencium menenangkan Laura yang sedikit takut.


Laura kembali terbuai,melihat istrinya sudah lemas lelaki itu langsung menancapkan pedangnya hingga pintu terbuka lebar dan pekikan Laura terdengar nyaring didalam ciuman mereka.


Tubuh Laura tersentak kaget dengan gerakan tiba2 lelaki itu,Justin sangat pintar membuatnya melayang.


Melihat Laura sedikit tenang,pria itu mulai bergerak perlahan hingga durasi cepat membuat Laura menggelinjang seperti cacing kepanasan.


Hampir 5 jam bermain,Justin menyudahi nya karna Laura hampir tak bernafas lagi.


" Aku akan melanjutkan nya besok " Ucap Justin mengecup kening Laura yang sudah banjir keringat.


Laura sudah hampir tak sadarkan diri dengan keganasan lelaki itu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2