Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kerja


__ADS_3

Angel bekerja seharian membersihkan kantor bersama teman2 barunya.


Gadis itu terlihat ceria membuat para karyawan sesama nasibnya senang,bedahal dengan karyawan lain diatas mereka yg terlihat kesal dengan Angel karna leluasa memasuki wilayah mereka.


" Kamu hebat Njel,kita aja harus izin dulu mau masak mie " kata salah satu Ob takjub.


" Hah biasa aja,ini kan emang khusus buat kita " Balas Angel santai sambil menunggu air glon berubah panas.


" Kamu kan baru disini,kok kayak udah tau sih ?" tanya pria bernama Feri.


" Dijelasin tadi sama managernya " Jawab Angel santai.


" Pak Arshad ?" tanya Gadis bernama Rima.


" Kamu panggil dia bapak hahhaa " balas Angel malah tertawa.


Semua Ob menganga melihat gadis itu tak takut sama sekali.


" Walaupun dia masih muda tapi kita harus sopan Njel " Ucap Feri.


" Bang,harusnya dia yg panggil kamu bapak " kata Angel terkekeh.


" Emang aku setua itu ?" tanya Feri kesal.


" Haha gak juga sih " Jawab Angel menyelisik.


Feri mengkrucut membuat semua orang tertawa geli.


" Arshad itu seumuran sama aku,tadi kita cerita banyak " kata Angel mengarang.


" Jadi kamu manggil apa ?" tanya Rima penasaran.


" Kalo disini kayaknya harus sopan manggil bapak tapi kalo ketemu diluar ya panggil biasa aja " Balas Angel.


Rima mengangguk paham,Arshad memang masih sangat muda apalagi wajah tampannya mampu menghipnotis gadis2 disana..


Angel mulai sibuk dengan mie dalam mangkuk,gadis itu terlihat lapar setelah membersihkan 2 ruangan meeting yg begitu besar.


Hari ini Angel belum melihat Kakeknya sama sekali,ia tadi hanya berpapasan dengan Romi dan Bara yg ntah mau apa.


" Nanti kita istirahat dimana ?" tanya Angel.


" Aku bawa nasi " jawab Rima.


" Iya aku juga,tadi dimasakin istri " Jawab Feri malu.


" Waah enak banget dimasakin " kata Angel takjub.


"Kamu gak bawa nasi ?" tanya Feri balik.


" Ngga,tapi besok kayaknya aku harus bawa juga " Jawab Angel terkekeh.


" iya Njel,biar hemat jajannya lain kali kalo diluar kantor " balas Rima malu.


Angel diam,gadis itu berusaha untuk berinteraksi meski masih banyak hal yg ia bingungkan,maklum Angel terbiasa hidup senang dengan semua fasilitas tersedia,bedahal dengan teman kerjanya yg hanya anak biasa dengan kondisi terbatas.


Setelah makan,Angel kembali diajak bersih2.


Kali ini mereka akan menyapu dan mengepel kering lantai utama yaitu loby.


Jantung Angel sedikit deg degan karna ia tau akan berhadapan dengan orang2 penting kakeknya.


" Njel kenapa membeku ?" tanya Rima sudah siap dengan alat perang.


" Iya Njel,jangan malu " Celetuk Feri terkekeh.


" Kalian dulu Bang,aku gak tau caranya " jawab Angel beralibi.


Feri mengangguk,pria itu melangkah dan mulai mengambil posisi.

__ADS_1


" Kamu lihat kita ya " Kata Rima menenangkan.


Angel mengangguk,gadis itu melihat kiri kanan berharap tak ada siapapun yg melihat dirinya.


Para receptionist mulai memperhatikan,Angel yg diam pun mendapat perhatian karna gadis itu seperti tak punya inisiatif untuk membantu.


" Lihat anak baru itu,enak banget kerjaannya cuma bengong doang " Ucap salah satu perempuan menatap Angel sinis.


" Iya,baru hari ini kerja tapi udah ngebos " Balas temannya.


" Namanya siapa sih ? aku baru lihat hari ini dan gimana caranya dia bisa masuk kesini ya ? Padahal kita nongkrong tiap hari disini dan setiap pelamar pasti lewatin kita dulu " Ucap perempuan itu heran.


" aku juga gak tau,tiba2 dah gabung aja sama yg lain "


" Apa dia bawaan Bos ya ?" Tebak wanita tersebut.


" Hm bisa jadi ? tapi siapa kira2 ?" Tanya wanita itu heran.


" Apa mungkin Pak Aktam ?"


" Ntah lah aku gak tau "


Kedua perempuan cantik itu pusing menerka siapa yg membawa Angel kerja diperusahaan besar tersebut.


Mendengar desas desus,Angel melihat kedua gadis didepannya dengan jarak yg cukup jauh.


Manik tajam Angel seolah menghunus jantung kedua gadis didepannya.


" Mereka kenapa ?" gumam Angel heran.


Karna tercidyuk,para receptionist itu pura2 tak melihat dan melanjutkan pekerjaan mereka.


" Angel,ayokk kita kesana " Ucap Feri menegur.


" Iya Bang " Jawab Angel sambil menyeret gerobak pertarungannya.


Gadis itu bekerja dengan giat,keringat bercucuran dipelipis tapi tak menyurutkan semangatnya.


Rambut Arshad sudah berdiri,lelaki itu mulai setres dengan pekerjaan yg tak berkesudahan.


Tring tring...


Suara telfon terdengar,lelaki itu melirik sejenak dan mengangkat ganggang tersebut.


" iya " Ucap Arshad tenang.


" Pak,jam 2 kita ada meeting diperusahaan Pak Adelard " kata sekretaris Arshad diluar.


" Hari ini ?" tanya Arshad lagi.


" iya Pak,kita sudah menunda 1 hari,nanti Pak Reno marah " Jawab Sekretaris ngeri.


" Huh baiklah " Balas Arshad berat.


" Siap Pak " Balas sekretaris.


Tut.


Panggilan terputus,Arshad menghela nafas panjang dan menyugar rambutnya.


" Ini aja belum selesai " Gumam Lelaki itu lemah.


Pekerjaan begitu menumpuk dan naas semuanya harus ia yg lakukan sendiri.


Aktam benar2 ingin putranya mengetahui selak beluk dan cara kerja perusahaan yg sudah dibangun Reno.


Arshad yg belum terbiasa,selalu mengeluh lelah dan tak jarang lelaki itu ingin menyerah tapi selalu disemangatkan oleh ibunya.


Tring tring...

__ADS_1


Suara telfon kembali terdengar,pria itu kembali harus menerima panggilan tersebut.


" Iya " Ucap Arshad malas.


" Hei Syad " Panggil seseorang.


Arshad mengernyit kaget mendengar suara seorang gadis.


" Kamu lagi ngapain ?" Tanya orang itu lagi.


" Ini siapa ?" tanya Arshad bingung.


" Kamu lupa sama aku ?" tanya gadis tersebut garang.


Arshad menjauhkan telfon mendengar pekikan tersebut.


" Ayo kesini " Ajak gadis itu kembali tenang.


" Angel ya ?" Tebak Arshad.


" Kamu pikir siapa lagi yg berani telfon manager paling sibuk " Jawab Angel malas.


" Hah bisa aja " kata Arshad terkekeh.


" Sini cepetan,aku tau kamu lagi pusing " Kata Angel tertawa.


" Kamu dimana ?" tanya Arshad.


" Dilantai 4,ruangan belakang " Jawab Angel


" Ngapain disana ?" tanya Arshad mengernyit.


" Ya kerja lah,kamu kira ngapain ?" tanya Angel gemas.


" Ya udah "


" Tut "


Panggilan terputus,Arshad kembali menghela nafas panjang seraya menggusur rambutny kesal.


" Si Angel bikin ulah apalagi nih ?" Gumam Arshad pelan.


Lelaki itu yakin pasti Angel sedang melakukan sesuatu yg melenceng dari pekerjaannya apalagi ajakan Angel tadi sangatlah mencurigakan.


Lelaki itu kembali mengambil kertas dan membaca sebentar.


" Ckk gak bisa nih,aku harus lihat si Angel ngapain disana " Ucap Arshad melepas lagi kertasnya dan bangkit dari duduk.


Lelaki itu bergegas keluar merasa penasaran hal apa yg akan diperbuat sang sepupu.


Dilantai 4,seorang pria berdiri tak tenang lantaran harus memantau kondisi disekeliling.


" Njel udah belum ?" tanya Feri keringat dingin.


" Belum Bang,duhh ini tinggi lagi " Jawab Angel bersusah payah dengan ajukan sapunya.


" Duhh gawat Njel kalo sampe ketahuan " Kata Feri takut.


" Ck,diem napa Bang,aku lagi usaha nih " kata Angel terus mengajuk.


Suara berisik terdengar,gadis itu menaiki tangga dan....


" Njell aduhh hati2 " pekik Feri syok.


" Aaaa dapaaaatttt " Teriak Angel girang berhasil menjangkau mangga muda yg ditanam disamping balkon tersebut.


" Cepetan turun Njel " kata Feri menarik tubuh gadis itu.


Angel tersenyum ceria dan memamerkan hasil kerja kerasnya.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2