Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kelemahan


__ADS_3

Dikamar Sania duduk diranjang dengan wajah cemberut.


Gadis itu terlihat badmood dengan perasaannya sendiri.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah 2 bocah dengan sekantong snack mereka.


" Hai " Sapa Suci tersenyum cerah.


Sania mendongak dan ikut tersenyum kecil.


"Kakak kenapa disini sendiri ?" Tanya Suci mendekat.


" Gak papa " Jawab Sania.


" Kakak marah sama aku ya ?" Tanya Sutar sedih.


" Ngga,Kakak gak marah " Jawab Sania menggeleng.


" Terus kenapa Kakak diam ? Kenapa gak gabung sama kita ?" tanya Suci lagi.


" Kakak pengen istirahat " Jawab Sania tersenyum.


" Cape ya Kak ?" tanya Suci sedih.


" Hm "


" Aku juga capek Kak " Kata Suci naik keranjang dengan helaan nafas panjang.


" Cape kenapa ?" tanya Sania mengernyit.


" Ya cape aja sama semuanya,pengen istirahat juga " Jawab Suci dramatis.


" Ck,kamu tidur tiap hari itu udah istirahat namanya " decak Sutar.


" Masih capek Sutar " Balas Suci.


" Duhh kalian ini masih kecil aja udah ngeluh gimana gedenya " kata Sania menggeleng pelan.


" Kayaknya enak jadi dewasa ya Kak ?" Kata Suci terkekeh..


" hm gak juga " Jawab Sania.


" Emang Kakak gak bahagia ?" tanya Sutar serius.


" Bahagia kok " Jawab Sania menggaruk kepala.


Sania harus berhati2 kepada 2 bocil didepannya karna gadis itu tau kedatangan mereka pasti mendapat suruhan dari orangtua,dan Sania tak boleh salah menjawab karna akan menjadi bumerang.


" Masih capek gak Kak ?" tanya Suci lagi.


" Ngga lagi " Jawab Sania malas.


" Haha ya udah,kalo gitu ayo kita keluar " Ajak Suci semangat.


" iya " Jawab Sania pasrah.


Kedua bocah itu saling tos dan berjalan duluan keluar.


" Haduhhh,gini nih kalo punya banyak adik " Gumam Sania makin lelah.


Gadis itu mau tau mau bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.


Semua mata mengarah kepada Sania yg bergabung lesehan diteras.


" Kamu gak papa ?" tanya Serkan melihat anak angkatnya itu.


" Gak papa Om " Jawab Sania.


" Masih manggil Om aja San " Tegur Alexi.


" hah ?" kata Sania menoleh.


" Iya San,masa panggil Om sama Tante sih,Serkan dan Histy kan udah jadi ibu bapak angkat kamu " Celetuk Salsa.


Sania diam melirik orang tua angkatnya tersebut.

__ADS_1


" Kita sih terserah ya,mana enak Sania aja " Balas Histy.


" Tapi kan gak papa ya manggilnya Mami atau Papi gitu,atau Bunda ayah " kata Alexi terkekeh.


Pletak...


Serkan memukul lengan adiknya tersebut.


Sania menunduk malu,gadis itu tak terbiasa memanggil keduanya seperti itu.


" Atau enyak Babe lebih astetik " Kata Alexi makin tertawa.


" Gak ada,terserah Sania aja manggilnya apa,kita gak masalah " kata Serkan tegas.


Sania terus menunduk merasa malu,gadis itu benar2 sulit untuk menyebut nama yg pantas untuk Serkan dan Histy.


" Sudah2 jangan dibahas " Kata Histy memutus obrolan.


Hening...


Semuanya diam.


" itu tadi si Arshad anaknya bang Aktam ya ?" tanya Alexi.


" Iya,anak kembarnya alm.Om Andrew " Jawab Histy.


" Tapi mirip banget ya sama Aktam cuma ya ini rada diem " Kata Alexi mengingat.


" Iya,emang Om aku satu itu paling diem,yg lainnya reog semua " Balas Histy menghela nafas.


" haha emang sependiam itu Bpaknya Arshad ?" tanya Salsa yg tak mengerti.


" Iya,diem banget kek kulkas " Balas Histy.


" Pantesan anaknya ikut diem,tapi biasanya yg banyak pikiran sih " Kata Salsa menebak.


" Ntah lah " Balas Histy.


" Gak mau kamu San,sama yg gituan ?" Tegur Alexi menggoda.


" Hah ?" kata Sania kaget.


" iya,dari jauh aja udah keliatan putihnya,dulu emaknya ngidam apa ya ?" Kata Salsa menebak.


Disamping Salsa seorang gadis kecil melihat kulit tangannya yg sedikit menggelap.


Gadis itu mengambil tangan Sutar dan menghela nafas.


" kok masih putihan kamu sih dari aku ?" Tanya Suci heran.


" Gak tau " Jawab Sutar mengangkat bahu.


" kamu dulu pas kecil sering di cat ya ?" tanya Suci polos.


" Eh enak aja,gak pernah " Jawab Sutar tak terima.


" Pa,kenapa Sutar lebih putih kulitnya dari aku ?" Tanya Suci kepada Alexi.


" Sutar gak pernah main keluar main kelereng panas2an " jawab Alexi menyindir.


" Emang Suci gitu ?" tanya Serkan kaget.


" hm,pulang sekolah bukannya bersih2 mandi makan tidur,malah gabung sama gengnya main kelereng,karet,ntah lah semua mainan dimainin " Jawab Alexi.


" Kamu gak larang Sa ?" Tanya Histy mengernyit.


" Udah Kak,sampe dimarahi Neneknya tapi tau sendiri anak ini gimana " Jawab Salsa malas.


" astagaaa " kata Histy tak percaya.


" Mumpung masih kecil Bi aku main2,ntar gede gak semangat lagi " Kata Suci membela diri.


" Tapi harus tau waktu juga Cii,makanya itu kulit kamu gelap " Kata Histy memutar mata.


Suci diam dengan manik kesalnya menatap Salsa.


Serkan yg melihat keberanian gadis itu hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


Suci memang berbeda dari Sutar,jika anaknya lebih terarah bedahal dengan Suci yg mengambil arah sendiri.


Keluarga itu saling mengobrol membicarakan apa saja hingga finisnya keluarga Alexi harus pulang karna Suci sudah ketiduran.


" Sania " Panggil Alexi.


" Iya Om " Jawab Sania diambang pintu.


" Saya mau bicara " Balas Alexi.


Sania mengangguk,Histy sudah masuk duluan karna Sutar sudah merengek ingin tidur.


" Yank nanti pintunya dkunci " Kata Histy menegur Serkan dan Sania.


" Iya " Jawab Serkan mengangguk.


Histy kembali berjalan,Serkan duduk lagi ditempatnya menunggu Sania yg masih berdiri.


" Sini " Kata Serkan tenang.


Sania duduk didepan lelaki itu dengan perasaan campur aduk.


" Kenapa Om ?" Tanya Sania hati2.


" Tujuan kamu habis ini kemana ?" tanya Serkan.


" Maksudnya ?" tanya Sania.


" Kan mau lulus nih,mau kerja atau gimana ?" Tanya Serkan lagi.


Sania diam dengan wajah bingungnya.


" Aku juga gak tau Om " balas Sania.


" Udah tinggal berapa langkah lagi ?" Tanya Serkan.


" Hm udah akhir masih nunggu praktek dan sebagainya " jawab Sania jujur.


" Udah tau mau prakteknya dimana ?" tanya Serkan dengan wajah serius.


Sania menggeleng.


" Kamu harus tau,jangan menunggu terus " Kata Serkan tegas.


Sania terlihat takut,Serkan kalau sudah serius memang sedikit berbeda.


" Atau kamu sudah punya pasangan ?" Tanya Serkan lagi.


" Hah engga " Jawab Sania menggeleng cepat.


" Om melihat kamu menyimpan sesuatu " Kata Serkan tenang.


" Gak ada Om " jawab Sania..


" Jujur sama Om " Kata Serkan menunggu.


Sania diam tak menjawab.


" Apa masalah orang tua mu ?" Tanya Serkan serius.


" Gak ada Om " Jawab Sania.


" keuangan ?" Tanya Serkan lagi.


Sania makin menunduk,sungguh tak ingin Serkan tau apa yg sedang ia alami.


" Saya dan Histy itu kamu anggap apa ?" tanya Serkan.


" Orang tua Om " Jawab Sania.


" Terus ? Kalo ada masalah harus gak cerita sama orang tua ?" Tanya Serkan lagi.


" Saya bukannya ingin tau urusan kamu,tapi alangkah baiknya kita saling terbuka saja San,biar kamu enak kitanya juga enak gak mikir macem2 " Kata Serkan lembut.


Sania menggigit bibirnya kelu,gadis itu mulai berkaca kaca mendengar ucapan Serkan yg menyentuh hati.


" Kamu itu anak kami,kamu dan Sutar itu sama bagi kami San " Lanjut Serkan mengusap kepala Sania.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2