Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perkara


__ADS_3

Angel sampai dikantor,gadis itu keluar dengan cepat.


Saat akan masuk manik nya melihat sebuah mobil mewah lewat dan mata tajam Angel menatap 1 objek yg memperlihatkan seorang gadis didalamnya.


Angel seketika berhenti dan terus melihat mobil itu hingga keluar dari gerbang.


" Kenapa Kak ?" tanya Sania bingung melihat Angel diam.


Angel tetap diam dan tiba2 tangannya mengepal seperti memendam dendam yg membara.


" Ayo masuk " Ajak Angel menarik tangan Sania.


Keduanya pun berlari masuk kedalam dan anehnya semua terlihat biasa.


Para receptionist menyambut dengan hangat seperti tak terjadi apa2.


" Dimana Arshad ?" tanya Angel tegas.


Receptionist melihat Angel terkejut dengan sikap gadis yg hanya berstatus Ob tersebut.


" Kamu kenapa Njel ?" tanya salah satu receptionist terkekeh.


Angel tak menjawab,gadis itu langsung berlari kembali membuat para karyawan bingung.


Sampai detik ini,masih banyak yg tidak tau dengan sttus Angel ssbenarnya,para karyawan hanya tau bahwa Angel merupakan karyawan kontrak yg bertugas sebagai Ob ruangan.


" Kak Arshad dimana Kak ?" Tanya Sania.


Bahkan gadis itu juga lupa akan dirinya yg takut bertemu banyak orang saking paniknya.


Angel masuk kesalah satu ruangan dan terbelakak.


" Arshadddddd " Teriak Angel tak percaya.


" Kak Arshad " Ucap Sania ikut sama kagetnya.


Yap,Arshad ada diruangannya dengan kondisi yg mengenaskan.


Pria itu tersungkur dilantai dengan kondisi bibir berdarah..


" Syadd,,siapa yg berani buat gini sama kamu hah !" Ucap Angel murka.


Arshad diam dengan wajah sayunya.


" Kak Arshadd " Ucap Sania membantu pria itu bangun.


" Akhhhh kaki aku " Kata Arshad merasa kesakitan.


" Ini ga bisa didiemin,kurang ajar !" Teriak Angel tak terima.


" Ayo bangun Kak " Ucap Sania memapah pria itu untuk duduk.


Arshad berjalan terseret dengan kondisinya yg lemah.


" Kak Telfon ambulance " Pinta Sania gemetar.


Angel masih dengan nafas tersenggal,sungguh gadis itu tak bisa mengontrol dirinya saat ini.


Sania melihat kiri kanan dan menemukan hape Arshad yg ternyata ikut berada dilantai.


Dengan cepat gadis itu mengambilnya dan menyerahkannya kepada Arshad.


" Kak,ayo telfon ambulance,kta harus kerumah ssakit " Ucap Sania berkaca kaca.


" Aku ga papa " Jawab Arshad lemah sambil meringis.


" Kak aku mohon " Pinta Sania menangis tak tega.


Arshad bukannya menelfon malah tersenyum dengan tangis sedih gadis tersebut.

__ADS_1


" kakkk " rngek Sania.


Grepp...


Telfon Arshad direnggut paksa oleh Angel,dengan cepat gadis itu mengotak atik dan langsung bicara.


" Apa kerja kalian hah ! Apa kalian tidak tau bahwa Bos kalian di kroyok diruangannya sendiri !" Bentak Angel kesal.


" Panggil ambulance sekarang !" Teriak Angel meledak2.


Sania dan Arshad diam,Angel tak bisa dikendalikan,gadis itu sudah diluar batas sabarnya.


Tak tunggu lama,satpam dan asisten Arshad masuk dan mereka terkejut bukan main melihat kondisi atasannya tersebut.


" Kalian dipecat !" Teriak Angel melihat 2 manusia itu.


Keduanya terkejut dan mendekati Arshad seolah tak mendengar apa yg Angel katakan barusan.


Angel yg merasa tak dianggap makin emosi dan menelfon Kakeknya.


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


" Kek,pecat semua karyawan Kakek diperusahaan ini,mereka bekerja tidak becus !" Ucap Angel lantang.


" Hah,kenapa ?" tanya Reno kaget.


" Arshad dikroyok orang Kek diruangannya,dan ga ada satupun yg nolongin huaaaaaaaa " Kata Angel langsung menangis.


" Apa !" pekik Reno syok akut.


" Huaaaa huaaaaaaa " Angel terus menangis dengan kencang meluapkan emosinya yg sudah tidak setabil.


" Njel udah " Kata Arshad antara malu dan kesakitan.


" Maafkan kami Pak,siapa yg tega melakukan ini pada bapak?" tanya Satpam merasa sangat bersalah.


Reno diam mendengar cucunya meledak2.


" Maaf Njel,aku beneran ga tau karna didepan ga ada yg mencurigakan " Jelas Satpam.


" Oh ya ampunnn,jadi kalo ada yg ledakin perusahaan ini kalian persilahkan begitu ?" Tanya Angel menggerakkan giginya.


" Njel angel " Panggil Reno.


" Kakek juga,apa gunanya banyak penjaga dan karyawan dikantor ini kalo ga ada yg bisa jaga salah satu anggotanya !" Marah Angel tak terkendali.


" Tenang dulu Njel,Kakek kesana sekarang " Kata Reno berusaha membujuk cucunya.


Asisten dan satpam menganga tak percaya,sungguh mereka sangat kenal dengan suara yg meminta Angel tenang tersebut.


" Maaf,Ambulancenya sudah datang " Tegur salah satu karyawan dari luar.


" Bawa mobilnya kesini,gimana bisa jalan kesana,kaki Arshad mungkin sudah patah !" Bentak Angel kepada karyawan tak berdosa tersebut.


" Hah astaga " Ucap asisten kaget dan langsung melihat Arshad.


Lelaki itu diam tak bersuara.


" I iya Njel,aku minta mereka kesini " Jawab wanita itu sgera berlari lagi.


" Haissttt bajingan !" umpat Angel masih murka.


Sungguh gadis itu diluar expetasi,bahkan Arshad yg biasa melihat Angel marah belum seberapa dengan yg sekarang.


Tanpa sadar Angel membuka identitasnya sendiri dihadapan banyak karyawan,padahal selama ini Angel hanya dikenal sebagai karyawan rendah yg suka pencicilan dan ceria.


Benerapa orang pria masuk dengan membawa tandu.


" Ayo Kak " Ucap Sania kembali membantu Arshad berdiri.

__ADS_1


Karna kakinya sangat sakit,jadilah Arshad mau menurut dan berbaring ditandu tersebut.


Semua orang keluar,Angel masih memegang hape Arshad dan hape pria itu kembali berdering kali ini panggilan masuk dari Aktam.


Glek...


Angel menelan ludah kasar,Om nya yg terkenal humoris sudah menelfon.


Angel merasa deg degan jika memberitahu kondisi Arshad saat ini.


Tak puas hape Arshad,kini hape miliknya juga berdering.


Nama Bara terpampang jelas.


" Waduhhhh,si galak juga nelfon " Ucap Angel makin gemetaran.


" Jawab apa nih " Gumam Angel panik sendiri.


Jika dengan Reno nyali Angel 100% tapi jika dengan para Om nya,Angel tidak terlalu berani apalagi Bara yg diam2 menghanyutkan.


Hape terus berdering seolah memaksa gadis itu untuk menjawab.


" Halo " sapa Angel hati2.


" Apa yg terjadi ?" Tanya Bara diseberang.


" Arshad dmana Njel ?" Tanya Aktam terdengar khwatir.


" Glek...


Angel kembali menelan ludah,2 singa jantan Kakeknya terdengar sedang meraung saat ini.


" Ak aku em maksudnya Arshad mau kerumah sakit " Jawab Angel gemetar.


" Jadi yg kakek bilang itu benar ?" tanya Bara dan Aktam bersamaan.


" Iya Om " Jawab Angel ketakutan.


" Kurang ajar,kamu tau siapa orangnya ?" Tanya Bara terdengar marah.


" Baik Njel,Om kerumah sakit sekarang,tunggu disana " Balas Aktam lebih tenang.


" Iya Om " Jawab Angel menjawab keduanya.


" Bagus "


Tut.


Pangggilan terputus,Angel mengusap wajahnya yg kini berkeringat dingin.


" Kak Angel ayooo,Kak Arshad udah pergi " Susul Sania.


" Hah iyaaa San " Jawab Angel.


Keduanya pun berlari keluar menyusul Arshad kerumah sakit.


Diperusahaan besar,Bara menelfon anak buahnya dan bicara serius.


" Cek semua cctv,hari ini pelakunya harus ketemu !" Kata Bara tegas.


" Baik Tuan " Jawab anak buah pria itu menyanggupi.


Tut.


" Tak akan ku biarkan siapapun berani menyentuh anak cucu Salders dengan kekerasan !" Gumam Bara mengepalkan jemarinya.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2