
Disebuah rumah seorang wanita jatuh pingsan setelah mendapat kabar dari orang suruhannya yang ia luncurkan ke luar negeri.
Firasat seorang ibu begitu kuat hingga fakta pun terkuak ke permukaan.
Para art sibuk membangunkan Nyonya mereka yang memang sedang jatuh sakit.
Lama tertidur akhirnya wanita tua itu pun terbangun dan langsung menangis.
" Bi tolong telepon bapak " Ucap Ibu Justin lemah.
" Siap Nyonya " Ucap art Wanita bernama Sandra itu mengangguk.
Sandra mengurut kepalanya dan dibantu minum oleh Art yang lain.
" Ini nyonya " Ucap art memberi gawai Sanda.
Sandra menerimanya dan langsung menelfon sang suami.
" Halo " Ucap seorang pria diseberang.
" Papa,kenapa Papa ngak ngasih tau Mama kalo Justin kecelakaan !" Ucap Sandra meledak ledak.
" Maksud Mama ?" tanya Abraham pura2 polos.
" Ngak usah bohong lagi sama aku Pa,Papa ke kesana jenguk Justin kan,tega kamu Pa bohongin aku " Ucap Sandra mulai menangis.
" Maafin Papa Ma " Balas Abraham lemah.
" Jemput Mama dibandara besok,Mama akan berangkat sendiri " Ucap Sandra geram.
" Tapi Mama kan lagi sakit " Balas Abraham.
" Justin lebih sakit dari aku Pa " Kata Sandra menangis dalam.
" Iya Ma,berangkatlah besok Papa akan tunggu disini " Ucap Abraham tak kuasa.
Tut.
Panggilan terputus,Sandra menaruh hapenya kesal dan bangkit dari duduknya.
" Bi tolong Siapin baju2 saya,besok pagi2 saya harus ke Amerika " Ucap Sandra masih kesal.
" Iya Nyonya " jawab Art sopan.
Mereka langsung bergerak cepat menyiapkan semua baju2 Nyonya besarnya.
" Bi,tolong bikinin saya wedang jahe ya " pinta Sandra kepada 1 artnya.
Wanita yang lebih muda itu mengangguk dan berjalan cepat kedapur.
" Benar2 keterlaluan mereka berdua,bisa2 nya mereka ngak ngasih tau aku " Gumam Sandra emosi.
" Mana nomor Justin ngak aktif lagi,anak itu ingin melihat aku mati cepat apa " Kesal Sandra.
Disebuah ruangan Justin menjalani perawatan,pria itu hanya bisa pasrah saat sang Daddy sudah bertindak tegas.
Justin mulai di akupuntur diseluruh kakinya untuk merangsang saraf2 yang terganggu.
Pria itu sangat datar bahkan tak ada ringisan kesakitan saat kakinya di tusuk jarum2 tajam.
" Mama kamu sudah tau " Ucap Abraham menghela nafas.
" Jangan izinkan Mama kesini Dad " Ucap Justin lemah.
" Kau tau bagaimana watak mama mu Justin " Ucap sang Daddy.
" Mama pasti akan sangat terpukul melihat aku seperti sekarang " Kata Justin kasihan.
" Ya,makanya Daddy kemarin diam2 kesini "
__ADS_1
Justin kembali diam saat dirinya mulai ditanya2 oleh dokter.
" Bagaimana dengan presentase kesembuhan Dok ?" Tanya Abraham kepada Dokter yang bertugas.
" Saya belum bisa memastikan Pak,menurut saya masih 50 50,tapi jika Justin tetap berusaha punya tekad yang kuat saya yakin bisa sembuh total "
" Apakah jika dia beneran sembuh Justin akan berjalan pincang ?".
" Sebelum itu semua,saya sarankan agar Justin juga di rehab,karna kadar obat yang ia konsumsi takut tak seimbang dengan obat yang saya beri "
Justin terus diam mendengarkan.
" Baiklah,saya akan merehab anak saya " Ucap Abraham.
Dokter itu mengangguk dan membantu Justin pindah ke kursi rodanya.
Justin pun dibawa pulang,lelaki itu seperti tak berdaya lagi bahkan perusahaannya kini sudah diserahkan kepada sang Daddy karna Justin merasa tak mampu,pikirannya pun masih kalut memikirkan banyak hal.
Kebesokan harinya benar saja seorang wanita dengan kaca mata hitam memasuki area apartemen mewah Justin.
Sandra masuk dengan tergesa,art membuka pintu dan terkejut Nyonya besar majikannya datang.
" Mana anak saya ?" tanya Sandra tajam.
" Ada didalam " Ucap art tenang.
Sandra langsung bergegas masuk kedalam apartemen mewah itu.
Ceklek...
Pintu terbuka,seorang pria sedang menyesap rokok dibalkon kamarnya pun menoleh.
" Mama " Gumam Justin menelan ludah kasar.
" Justinnnn " Pekik wanita itu kuat.
" Kamu kenapa sayang ?" tanya Sandra berjongkok didepan lelaki itu.
" Aku kecelakaan Ma,tapi sekarang udah baikan " Ucap Justin tersenyum getir.
" Jangan bohong sama Mama,Mama tau kamu lumpuh " Kata Sandra tajam.
Justin mengangguk tersenyum.
" Nasib aku gini mau diapain lagi " Kata Justin pasrah.
" Kamu harus sembuh,kamu ngak boleh begini " kata Sandra tegas.
" Dokter bilang presentasenya cuma 50 50 Ma " Kata Justin lemas.
" Mama akan bawa kamu berobat kemana pun asal kamu sembuh seperti semula "
" Aku udah capek Ma " Ucap Justin sendu.
" Jangan nyerah Nak,Mama akan selalu dukung kamu " kata Sandra serius.
" Aku juga pengguna Ma " Ucap Justin jujur.
" Daddy akan bawa aku rehab " Lanjut Justin pelan.
" Apaaaa " Gumam Mama Justin langsung mundur syok mendengar ungkapan anaknya.
Justin memejamkan mata dan memutar kursi rodanya mengjauh dari sang Mama.
Sandra menghela nafas kasihan melihat putranya kini terpuruk.
" Mama akan temui Daddy mu dulu " ucap Sandra lembut.
" Hm " Jawab Justin dingin.
__ADS_1
Wanita itu pun berjalan keluar,Justin menarik nafas mencoba untuk tenang.
Sebenarnya lelaki itu sangat lelah dengan situasi yang makin memburuk tapi Justin tak bisa melakukan apapun selain menerima dengan lapang dada.
" Aku merindukan mu Laura " gumam Justin begitu rindu kepada gadis pujaannya yang tak sengaja ia temui saat membeli buku bisnis.
Justin mencoba mengingat awal pertama pertemuan mereka hingga Laura memutuskan untuk menerimanya,Justin sangat ingin hal2 manis itu terulang.
Sedikit rasa penyesalan dihatinya sempat membuat gadis itu menunggu terlalu lama hingga perasaan Laura hilang terkubur dimakan waktu.
Justin mengusap kasar wajahnya menghilangkan bayang2 Laura yang begitu menyakiti perasaannya.
Malam harinya orang tua Justin saling bercengkrama dikamar mereka.
Abraham tak bisa lagi mengelak membohongi sang istri,karna Sandra diam2 lebih pintar mencari bukti.
" Justin itu depresi Ma " Ucap Abraham lesu.
" Apa yang dia pikirkan,semua pekerjaan nya berjalan dengan lancar " Kata Sandra heran.
" Gadis itu meninggalkan nya lagi " Kata Abraham pelan.
" Siapa ?" Tanya Sandra kaget.
" Gadis yang gagal menikah itu " Jawab Abraham.
" Apa ! gadis yatim piatu itu ? Pekik Sandra kaget.
" Iya,Justin membawanya kesini " kata Abraham jujur.
Sandra sangat syok mendengar kabar mengejutkan itu.
" Justin membawa kabur " Lanjut Abraham.
" Yang bener kamu Pa ?" Tanya Sandra melotot.
" Iya,tapi dia memulangkannya lagi saat Justin kecelakaan " kata Abraham sedih.
" Mengapa Justin membawa kabur anak orang ?" Tanya Sandra tak masuk akal.
" Aku tidak tau,aku belum menyelidikinya sampai sana,yang jelas gadis itu tinggal disini beberapa bulan dan sekarang sudah kembali ke orang tuanya " Ucap Abraham tegas.
" Apa karna gadis itu Justin seperti sekarang ?" tanya Sandra menelan ludah.
" Aku rasa begitu,artnya bilang Justin sering mengigau memanggil nama gadis itu "
" Dia benar2 perempuan gatel,dari awal aku udah melarang Justin untuk dekat dengannya,lihat sekarang kan Justin jadi korban " Ucap Sanda kesal.
" Aku rasa masalahnya ada di Justin Ma,Justin hanya mau perempuan itu agar dia bisa bangkit lagi "
" Tapi aku ngak mau Pa,aku ngak mau Justin menikah sama gadis kampungan tak punya harga diri itu " Kata Sandra merasa jijik.
" Kamu ngak boleh gitu Ma,itu pilihan Justin,kamu mau selamanya lihat Justin terpuruk ngak punya semangat hidup !" kata Abraham kesal.
Sandra terdiam mencoba mencerna ucapan suaminya.
" Aku akan coba mencari info lagi tentang gadis itu dan jika bisa aku juga akan membawanya ke Justin lagi " kata Abraham tegas.
" Tapi Pa,Justin itu anak kita satu2nya,dia harus puny..
" Sudahlah Ma,kamu lebih mementingkan harta daripada anak kamu ?" Bentak Abraham kesal.
Sandra langsung terdiam menunduk.
Abraham langsung keluar dari kamar melihat keadaan putra semata wayangnya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1