
Didalam mobil,Hani menunduk dalam sambil memainkan hapenya.
Mereka berada disebuah pantai yg tak jauh dari kota.
Diperjalanan tadi,tak ada siapapun yg bersuara.
Hani mengunci rapat mulutnya begitupun Vero.
Saat tiba pun mereka masih diam.
Vero membuka kap mobil hingga angin perlahan masuk.
Hani mendongak dan merasai tubuhnya diterpa angin laut yg lumayan kencang.
" Kedinginan ?" Tanya Vero membuka suara.
Hani menggeleng pelan.
Vero mengangguk mengerti dan naik keatas kap mobil.
Suasana sedikit sunyi,lelaki itu berani membawa Hani ketempat sepi tapi ditengah pantai ada lampu2 kuning yg begitu cerah karna disekelilingnya dipenuhi rumah2 penginapan.
" Bicaralah " Ucap Hani pelan.
" Ayo kesini,udaranya sejuk " Kata Vero menunduk.
Hani mendongak melihat tubuh lelaki itu berdiri disampingnya.
Vero memberi celah dan Hani pun berhasil melihat keluar tanpa berpindah tempat.
" Indah bukan " Ucap Vero lembut.
Hani mengangguk pelan.
Keduanya berdempetan disana,mobil Vero terlihat begitu canggih ia membelinya dengan sebagian uang Cila dan David.
Keduanya lagi2 diam melihat deburan ombak yg menghantam keluar.
" Apa kau baik2 saja ?" Tanya Vero pelan.
" Ya " Jawab Hani merapikan anak rambutnya.
Vero mengangkat tangan dan ikut merapikan rambut Hani ketelinga.
Hani menoleh dan mendongak melihat lelaki tampan tersebut.
" Kau tidak membawa ikat rambut ?" Tanya Vero tersenyum.
" Aku lupa membawanya " Jawab Hani.
" Kau sangat ceroboh " Cibir Vero.
Hani mengangguk mengakui.
Hening...
Keduanya lagi2 diam.
" Han " Panggil Vero lembut.
Hani yg mendengar nada rawan tersebut memeras bajunya untuk tidak lemah.
" Maafkan aku " Ucap Vero tulus.
" untuk apa ?" Tanya Hani menoleh.
Manik keduanya bertemu,tatapan Vero begitu berbeda membuat Hani tak sanggup lama2 melihatnya.
" Aku tau kau mungkin terluka dengan sikap ku,aku mengakui kesalahan ini " Kata Vero menghela nafas.
" Gak papa " Jawab Hani berusaha tegar.
Tangan Hani tiba2 digenggam oleh lelaki itu membuat Hani tersentak.
" Tolong lupakan aku " Pinta Vero.
Deg....
Jantung Hani tersentak mendengar permintaan lelaki tersebut.
__ADS_1
" Lupakan aku dan bahagialah " Ulang Vero memelas.
Hani memejamkan matanya merasa sakit yg mulai menyerpa dada.
" Kenapa ?" tanya Hani berusaha tenang.
" Karna akan sangat menyakitkan jika kau masih mempunyai rasa kepada ku " Jawab Vero.
" Memangnya kau sudah melupakan aku ?" tanya Hani balik.
" Belum,tapi akan aku lakukan " Jawab Vero yakin.
Hani tersenyum miris mendengar jawaban menyakitkan lelaki itu.
" Kenapa ? apa aku begitu buruk ?" tanya Hani dengan bibir gemetar menahan tangis.
Vero menggeleng pelan.
" Aku tidak pernah memandang mu seperti itu " Kata Vero tegas.
" Lalu ? mengapa kau menyuruh ku melupakan mu ?" Tanya Hani lagi.
" Karna aku akan menikah " Jawab Vero.
Deg...
Bagaikan disambar gledek hati gadis itu remuk seketika.
" Memenikah ?" Ulang Hani nanar.
" Iya dan dia calon istri ku " Jawab Vero jujur.
Hani seketika lunglai terduduk dikursi mobil.
" Maafkan aku Hani,aku harus melakukan ini " Kata Vero ikut duduk memegang bahu perempuan itu.
" Dia hamil anak ku " Lanjut Vero lagi.
Deg...
Jantung Hani kembali tertusuk duri tajam yg menyakitkan.
Vero mengangguk pelan.
" Mengapa kau menghamilinya ?" Tanya Hani mulai menangis.
" Aku tidak tau " Jawab Vero tak mau mengenang.
" Kau tau bagaimana aku menjaga diri untuk mu ?" Tanya Hani terus meneteskan air matanya.
Vero menunduk dalam,ia tau Hani gadis yg baik.
" Kau tau bagaimana aku begitu bertahan selama ini ?" Tanya Hani makin deras menjatuhkan bulir air mata.
Vero tak menjawab,lelaki itu terus diam dengan wajah tertunduk.
" Aku begitu Hina dipandang semua orang,bahkan orang tua ku tega ingin menjual aku dengan imbalan,tapi kamu,kamu mensucikan aku dari hal kotor itu hiks "
Gadis malang itu terus menangis menumpahkan semua kesedihan yg ia alami selama ini.
" Apa aku kurang sempurna untuk mu ?" Tanya Hani memegang wajah Vero.
Pria itu mendongak melihat wajah hani yg memilukan.
" Kamu sangat sempurna Han,hingga aku tak sanggup untuk berbuat jauh " Kata Vero bersalah.
Hani melepas Vero dan menangis sejadi2.
Hancur sudah perasaan terdalam Hani,pria yg begitu ia cintai ternyata mengkhianati cintanya secara terang2an.
Lama Hani menangis hingga gadis itu mendongak melihat Vero yg menatapnya sayu.
Perlahan Hani membuka kancing bajunya membuat Vero terkejut.
" Apa yg kamu lakukan ?" tanya Vero melotot.
Hani tak menjawab,gadis itu berusaha membuka kancing satu persatu dengan tangan bergetar dan tatapan yg tak lepas.
Vero yg kebingungan dengan sikap Hani makin dibuat panik saat belahan dada gadis beranjak dewasa itu terlihat.
__ADS_1
" Hani !" Bentak Vero keras.
" Aku akan membalas budi " Ucap Hani tegas.
" Apa maksud mu,hentikan itu !" Bentak Vero emosi.
Vero berusaha menahan Hani tapi gadis itu malah mengibas tangan Vero membuat terlepas dari genggaman.
" Hentikan !" Ucap Vero terus menahan.
Hani terus melawan hingga...
Sreetttttt....
Baju Hani sobek terkena tangannya sendiri.
Vero melotot kaget,gunung kembar dengan bungkusan pita merah mùda itu membuat dirinya terdiam.
" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Vero nanar.
" Ini yg kau mau bukan ? aku akan memberinya " Jawab Hani tenang.
" Apa kau bilang " kata Vero emosi.
Hani mendekat,Vero mundur perlahan melihat wajah berbeda gadis tersebut.
Tangan Hani merayap kebelakang dan....
Plakkkkkkkkk....
Wajah gadis itu seketika tertoleh kesamping setelah ia berhasil melepas pengait benda kramatnya.
Hani memejamkan mata merasa panas yg luar biasa dipipi sebelah krinya.
" Jangan pernah melakukan itu seperti seorang jal(ng !" Bentak Vero menggelegar.
Hani berdecih dan melihat Vero dengan tatapan meremeh.
" Aku bisa lebih dari itu " Jawab Hani tajam.
" Kau !" Ucap Vero dengan tangan mengayun.
" Kau menampar ku ? tampar,kau ingin aku melayani mu ? akan aku lakukan !" Teriak Hani.
" Hentikan tindakan bodoh mu itu !" Kata Vero menahan emosinya.
" Kenapa ? bukan kah ini yg kau tunggu,kau bisa memintanya kepada ku bukan wanita lain !" Teriak Hani kembali menangis.
Vero menggeleng dan menutup baju yg Hani pakai.
" Aku tidak butuh kain ini ! " Teriak Hani menggila.
" Aku mohon Hani " Pinta Vero menahan Hani yg terus ingin membuka bajunya.
" Kau jahat ! kau pria bajingan !" Teriak Hani terus menangis.
Vero menahan gadis itu dengan pelukan erat.
" Kau pria bajingan Vero,kau bajingan !" Kata Hani mengamuk hebat.
" Aku tidak ingin kau ternoda,aku menyayangi mu Hani hiks " Ucap Vero akhirnya ikut menangis.
Hani terdiam mendengar kata akhir lelaki itu.
" Kau menyayangi ku ?" Tanya Hani melemah.
" Ya aku menyayagi mu,aku tidak ingin kau terluka dan ternoda oleh ku " Jawab Vero menatap manik wanita itu.
" Jika kau benar menyayangi ku maka aku yg harusnya menjadi istri mu,maka aku yg harusnya hamil anak mu " Teriak Hani heboh.
" Hani " Kata Vero makin bersedih..
" Hiks hiks Veroo hiks " Tangis gadis itu semakin pecah tak terkendali.
Vero memeluk gadis malang itu dengan erat,seraya menutupi tubuh terbuka Hani dengan jaket yg ia bawa.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1