
Satu hari Laura menginap dirumah sakit,Cila sangat antusias sekali menyambut cucu pertamanya,meski bukan kandung tapi perempuan itu tak pernah membedakan.
Cila seperti anak kecil yang mendapati mainan baru yang begitu menggemaskan.
" Udah jangan digendong mulu nanti manja " Tegur David.
" Mumpung masih kecil Pa,ntar gede cape aku gendongnya " balas Cila.
" Ya makanya jangan dibiasain " Balas David gemas.
" terus dia harus jalan sendiri gitu ?" tanya Cila tak kalah gemas.
David terdiam,maksud hatinya bukan seperti itu tapi expetasi Cila terlalu berlebihan.
" Hek hek..." bayi mungil itu bergerak pelan.
" tuh kan kamu sih berisik,jadi bangun dia " Tuduh Cila.
" Lah suara kamu yang ngebas Yank " balas David tak terima.
Laura yang berada ditengah mereka menarik nafas panjang,kepala wanita itu pusing mendengar perdebatan tak berpaedah kedua orangtuanya.
" Sini ma sama aku aja " kata Laura menengahi.
" Emang bisa ?" tanya Cila.
" Ya bisa lah tinggal gendong doang " jawab Laura terkekeh.
" hati2 jangan dibanting " Kata Cila memberi bayi mungil itu kepada ibunya.
Laura memutar mata malas,ia bukan anak tk yang tak bisa membedakan mana boneka dan bayi sungguhan.
" Mau dikasih nama apa Pa ?" tanya Laura kepada David.
" Emang Justin belum ngasih ?" Tanya David mengernyit.
" Belum Pa,dia masih bingung mau nama apa " Jawab Laura tersenyum.
" Suruh Papa nya aja yang kasih " kata David tak enak.
" Gak papa sokongan " Balas Laura.
" Gimana kalo Leon ?" Ucap Cila semangat.
" Leon ?" Ulang David dan Laura bersamaan.
" iya biar kayak singa gitu,hoaaamm " kata Cila cosplay binatang tersebut.
" Macan Ma bukan singa " Balas Laura datar.
" ya mereka kan masih kerabat dekat " Balas Cila tak mau kalah.
" Bagus sih tapi apa pantas kasih nama gitu ?" tanya David khawatir.
" Tunggu Papa nya aja kalo gitu " Jawab Laura.
David mengangguk setuju,dirumah Justin terlihat sibuk memasak.
Lelaki itu ingin membuatkan menu special untuk istrinya berkat resep cinta dari Dokter.
" Kamu yakin Laura mau makan ini ?" Tanya Abraham mengintip.
" iya Dad,meskipun Laura gak suka bubur tapi kali ini aku yakin dia mau makan " Jawab Justin pede.
__ADS_1
" Hm ya coba aja " Balas Abraham.
" Daddy udah siapin kamar anak aku belum ?" tanya Justin.
" Udah Daddy sapu pel,tenang aja " jawab Abraham.
" Bagus lah,nanti biar fokus kalo mau bikin adik buat dia " Gumam Justin terkekeh.
Plakkkk....
Kepala lelaki itu langsung mendapat tamparan pedas dari sang Daddy.
" adik2 pala mu,yang itu aja setengah mati dikeluarin,jangan aneh2 deh " kata Abraham kesal.
" Hehe becanda Dad " Kata Justin cengengesan.
Abraham mendengus,pria tua itu hampir tak bisa buang air karna terlalu khawatir dengan keadaan menantu dan cucunya kemarin.
Bahkan Abraham rela menunda acara pernikahan demi menyambut kedatangan warga baru tersebut.
" Dad " Panggil Justin.
" Hm " Jawab Abraham.
" Daddy punya rasa sama Mba Nita ?" tanya Justin.
" Menurut kamu ?" Tanya Abraham balik.
" Ya aku penasaran aja,soalnya orang tua sama orang muda kalo suka sama orang itu beda " Jawab Justin.
" Kamu mengatai Daddy tua ?" tanya Abraham kesal.
" Ya kan emang udah tua Dad " jawab Justin terkekeh.
" Ehhh gak usah aneh2 deh Dad,aku gak mau punya adik " Kata Justin melotot.
" Ya mau gimana lagi,Mama kamu masih muda,Amat pun pasti mau punya adik buat teman main " Kata Abraham mengulum senyum.
" No no no,biar aku aja kasih Daddy cucu yang banyak,Daddy gak usah repot2 ngasih aku adik " kata Justin kekeh.
" Terus Amat gimana ? dia kan pasti mau adik,sayang dong Mama sambung kamu kan masih muda,bohay masa ia Daddy anggurin " Goda Abraham.
" Serah deh gimana caranya,pokoknya Mba Nita gak boleh hamil anak Daddy titik !" Kata Justin tegas.
" Lah kok kamu yang ngatur,kan Daddy yang mau nikah " Kata Abraham heran.
" Ya nikah2 aja gak usah ada adik2an,aku malu lah Dad,masa iya anak aku sama anak Daddy nanti beradu gede " Kata Justin kesal.
" Ya gak papa biar mereka temenan,bibi sama ponaan hahaha " Balas Abraham tertawa ngakak.
" Ihh gak mau,nanti aku di jahilin Mama mertua aku seumur hidup " Kata Justin merinding.
Justin sudah bisa membayangkan bagaimana rempongnya nanti jika ia punya adik kecil diumur yang menginjak 30 tahun,ditambah anaknya dan berujung jadi bahan olokan keluarga Laura yang terkenal jahil.
" Ahhh gak sabar pengen Kawin lagi " Kata Abraham menadahkan wajah.
Justin mendengus dan mematikan kompornya berjalan menjauh.
" hahahah " Abraham tertawa renyah melihat wajah mengkrucut putra tunggalnya itu.
Kebesokan paginya,Laura dibawa pulang oleh Cila dan Justin.
David berangkat bekerja sedangkan Vero,Hani dan Abraham pergi kekampung Nita membawa calon tersebut ke kota.
__ADS_1
Abraham tak mau mengulur waktu karna ia merasa tak baik lama2 menunggu apalagi Nita akan menjadi bahan omongan tetangga jika tak jadi menikah.
" Dia bakal tidur terpisah ?" tanya Cila mengernyit melihat Justin membawa anaknya ke kamar lain.
" Gak Ma,nanti " jawab Justin.
" Terus kenapa dibawa kesini ?" tanya Cila bingung.
" Aku mau kasih supries aja buat dia " Jawab Justin terkekeh.
" Hah kamu mau kasih supries sama anak belum genap 3 hari ?" tanya Cila melongo.."
" Iya Ma hehe,kan mubazir kalo gak dibilangin sekarang,biar dia tau kalo nanti pas gede bakal tidur disini " Jawab Justin polos.
Cila menganga lebar dengan wajah yang sulit diterjemah.
" Kamu sehat kan ?" tanya Cila meraba kening Justin.
" Ck sehat lah Ma,masa iya aku sakit " Jawab Justin kesal.
" Bukan sakit tapi gila " Cibir Cila.
" Iya gila mencintai anak mu " Balas Justin menggombal.
" Hueeeekkkkk " Kata Cila mengkual.
Justin tertawa renyah,Cila menyelisik kamar cucunya dengan kepala angguk2.
Wanita itu masih tak menyangka,Justin akan sangat berantusias menyambut kelahiran anak pertama tersebut apalagi disana tertulis selamat datang.
" Emang bayi semerah ini udah bisa baca ?" Gumam Cila tak masuk diakal.
Karna mulai pusing,Wanita itu pun berjalan keluar dan memasuki kamar anaknya.
Ditempat lain,Hani terbangun saat merasa mobil berhenti.
" Udah sampe ?" tanya Hani melihat kiri kanan
" Hm " jawab Vero merenggangkan otot2 tubuhnya.
" Uhh ngantuk banget " Kata Hani menguap lebar.
" Cape ya sayang ?" tanya Vero mengusap pipi Hani.
" iya " jawab Hani manja.
" Nanti lanjutin lagi ya tidurnya,sekarang kita krumah Amat dulu " Ucap Vero tersenyum.
" Om Abraham mana ?" tanya Hani.
" Masih siap2 mungkin buat jemput pujaan hatinya " Jawab Vero asal.
" Haha masa sih ?" tanya Hani tertawa.
" Hayuk keluar,kayaknya banyak janda cantik disini " Jawab Vero melihat beberapa gadis berkumpul disebuah rumah.
" Ehhh " pekik Hani melotot.
Vero bergegas keluar saat merasa nyawanya terancam.
" Ishh dasar buaya !" Pekik Hani kesal.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.