
Kebesokan paginya rumah Histi ramai seperti biasa.
Wanita itu selalu menyiapkan sarapan meski sedang lahiran.
Histi tak mau anak suaminya terlantar apalagi Sutar belum terbiasa sarapan diluar rumah.
" Yank " Panggil Serkan pelan.
" Hm " jawab Histi tenang.
" Hari ini aku mau kerumah Mama " Ucap Serkan.
" Terus ?" tanya Histi.
" Hm em kemarin Zaskia ada ngomong sama aku " kata Serkan ragu.
" Ngomong apa ?" tanya Histi mengernyit.
" Dia mau lihat Mamanya " Jawab Serkan ngeri.
" Maksud kamu ?" tanya Histi terkejut.
" Ya dia mau lihat Mamanya,cuma..." Kata Serkan menggantung.
" ada apa sih Yank,ngomong kok setengah2 " Kata Histi kesal.
Serkan melihat Sutar,bocah lelaki itu terlihat menatap dirinya menunggu jawaban.
" Gini Yank,kamu jangan salah paham ya " kata Serkan ragu
" Apa ?" tanya Histi gemas.
" Aku masih simpan fotonya Mama Zaskia " Jawab Serkan jujur.
" Apa !" Pekik Histi melotot.
" Aku emang ada nyimpen dan ternyata itu masih ada dirumah ini " Kata Serkan menghela nafas.
" Kenapa kamu simpen foto wanita lain ? emang foto aku kurang banyak dirumah ini ?" tanya Histi tajam.
" Bukan gitu Yank,itu foto lama saat Mama kenalin aku dulu sama dia " Jwab Serkan.
Histi mendengus merajuk dengan lelaki tersebut.
" Papa selingkuh ya ?" tanya Sutar membuka suara.
" Eh huss !" Kata Histi dan Serkan melotot.
" Dari mana kamu dapat kata2 begitu ?" tanya Serkan tajam.
" Aku nonton tv kali Pa tiap hari " Jwab Sutar malas.
Serkan melihat Histi membuat wanita itu menelan ludah kasar.
" Sutar tuh sering nonton drama korea aku " kata Histi membela diri.
Sutar kembali diam dan menikmati makanannya.
" Jadi hari ini aku mau kesana,menyerahkan foto itu " kata Serkan melanjutkan obrolan.
" Masih cinta sama mama nya Kia ?" tanya Histi tenang.
" Gak Yank,kamu jangan salah paham dong " Jawab Serkan sedikit panik.
" Ya kalo masih cinta mah gak papa,toh orangnya gak ada disini " balas Histi santai.
Serkan terdiam,benar yg diucapan Histi barusan.
" Aku kasihan sama Kia Yank,dia udah yatim dari kecil " kata Serkan menghela nafas.
" Ya udah,kasih aja fotonya " Balas Histi.
" Kamu gak marah ?" tanya Serkan ngeri.
" Terus kamu mau simpan berapa lama lagi foto itu ?" tanya Histi tajam.
__ADS_1
" Hehe gak Yank " jawab Serkan menggeleng.
Histi menarik nafas berusaha tenang,jujur ia merasa sedikit gerah dengan kepolosan suaminya.
" Bisa2nya dia jujur masih simpan foto mantan !" Batin Histi heran.
Serkan makan dengan tenang sambil melirik2 istrinya yg mudah bertanduk.
Keluarga kecil itu pun menikmati sarapan mereka dengan tenang.
Setelah selesai,seperti biasa Serkan akan mengantar Sutar sekolah.
Bocah lelaki itu terlihat semangat hari ini.
" Kita jemput Kia ya ?" Ucap Serkan bersiap pergi.
" Kan ada Nenek yg antar dia " jawab Sutar.
" Iya sekalian lewat gitu " kata Serkan tenang.
Sutar mengangguk kecil,sampai sekarang bocah itu belum bisa berdamai dengan Zaskia.
Ia merasa gadis tersebut seolah ingin merebut Serkan dan Histi meski kenyataannya Kia pun tak terlalu dekat karna ia hanya percaya dengan Camelia.
" Lama sekali anak ini tumbuh dewasa " Gumam Serkan menggeleng pelan.
ntah apa planing Serkan dimasa depan hanya lelaki itu dan Tuhan yg tau.
Ditempat lain,seorang pria dibuat kesal oleh anaknya sendiri.
Pagi ini rumah Vero sedikit ramai karna Sofia lupa mengerjakan pr yg telah diberikan gurunya kemarin.
" Gimana ini Pa huhuh " Kata Sofia menangis frustasi.
" Kenapa baru bilang sekarang Sofia ? harusnya dari kemarin langsung laporan sama Papa !" Kata Vero setres.
" Via lupa Pa " Kata Sofia terus menangis
" Haduhhhh " Kata Vero menjambak rambutnya sendiri.
Ia sebagai orang tua pun kemarin kurang memperhatikan karna banyak pekerjaan yg harus diurus.
" Ya udah lah,gak usah dikerjain aja " Kata Vero memutuskan.
" Hah mana bisa gitu Pa ! nanti aku dihukum sama Bu guru " Kata Sofia melotot.
" Ya udah sekarang kerjain biar gak kena marah " Kata Vero gemas.
" aku gak bisa mikir lagi Paaaa " Rengek Sofia kesal.
" Lah terus Papa harus gimana Sofia ? Papa aja gak tau loh " Kata Vero mencoba sabar.
Sofia semakin menangis frustasi,gadis itu takut sekolah dan dihukum gurunya.
" Ya udah deh,Papa mandi dulu kamu sarapan terus kita berangkat " kata Vero mencoba tenang.
" Pr nya gimana ?" tanya Sofia.
" Nanti bimsalabim aja " Jawab Vero asal.
" Emang bisa ?" tanya Sofia mengernyit.
Vero mengangguk kecil,pria itu berjalan keluar untuk pergi mandi.
Sofia diam melihat lelaki dewasa itu seperti tak terurus.
" Huh ya udah lah,aku makan dulu biar nanti Papa yg urus " kata Sofia memutuskan.
Gadis itu pun langsung berlari kedapur mencari sarapan.
Setelah selesai mandi dan bersiap,Vero melihat buku anaknya.
" Belum ditulis astaga " Gumam Vero melotot.
" Ya kan gak inget Pa " Kata Sofia mengkrucut.
__ADS_1
Vero diam sejenak mencari akal.
Cila berapa hari ini ikut David keluar kota membuat anaknya kurang perhatian,lelaki itu tak bisa memantau langsung karna Vero juga sibuk dikantor.
" Sini pensilnya Papa tulis " Kata Vero melihat jam ditangan.
" Papa yg nulis ?" tanya Sofia.
" Kalo kamu yg nulis,Papa gak bisa kerja hari ini " Jawab Vero malas.
" Kenapa ?" tanya Sofia mengernyit.
" Lama " Cibir Vero sarkas.
" Isttt,namanya juga anak2 " kata Sofia tak terima.
Vero terkekeh geli,pria itu mengambil pensil ditas Sofia dan mulai membaca buku.
Dengan gerakan cepat Vero menulis dibuku tersebut.
Sofia diam memperhatikan Vero yg mulai serius.
Hening,tak ada suara keduanya sama2 fokus dengan isi pikiran.
" Pa " Panggil Sofia pelan
" Hm " Jawab Vero berdehem.
" Kemarin Teman Mama nyamperin aku disekolah " Kata Sofia mengingat.
" Teman yg mana ?" tanya Vero mengernyit.
" Itu Pa,Om Ridho " Jawab Sofia jujur.
Deg ..
Vero tersentak mendengar nama tersebut.
" Dia ngapain ?" tanya Vero berusaha tenang.
" Mm ngajak aku jalan2 " Jawab Sofia.
" Terus kamu mau ?" tanya Vero deg degan.
" Gak dikasih Bu guru Pa " Jawab Sofia takut.
Vero diam sejenak melihat expresi Sofia yg kecewa.
" Maaf Papa belum bisa ajak kamu liburan " Kata Vero melemah.
" Gak papa,Via tau Papa sibuk kerja buat Via " Kata Sofia tersenyum.
" Om Ridho baik Pa,dia bilang nanti mau bawa aku kerumahnya lagi " Kata Sofia tersenyum.
" Kalo nanti dia minta Via tinggal sama dia,kamu mau ?" tanya Vero hati2.
Sofia diam melihat wajah Vero yg menunggu jawaban.
" Gak tau Pa,Via mau sama Papa aja " Balas Sofia.
" Kalo nanti kamu tau aku bukan Papa kandung mu,apa jawaban mu akan tetap sama ?" Batin Vero sedih.
" Ayo Paa cepetan tulis lagi,nanti kita telat " kata Sofia menegur.
" Ah iya,hampir selesai " Balas Vero kembali fokus.
Gadis itu melihat wajah Vero dengan serius seolah punya rahasia besar.
" Via sayang Papa,nanti kalo Via udah gede,Via mau cari pacar kayak Papa aja " Kata Sofia terkekeh.
" What !" Pekik Vero terkejut.
Sofia langsung tertawa ngakak melihat keterkejutan lelaki tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.