Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rame


__ADS_3

Hani dibuat pusing dengan perkataan Vero yg berputar2.


Lelaki itu enggan untuk memberitahu apa salah istrinya.


" Kamu kenapa sih,ngomong itu yg jelas " kata Hani mencoba sabar.


Vero diam tak menjawab.


" aku gak punya banyak waktu Ver buat nunggin kamu,waktu kita terbatas " Kata Hani mulai kesal.


" Ya pergi saja " Balas Vero ketus.


" apa sih,kamu kenapa ?" tanya Hani kesal.


" Han " Panggil Cila masuk.


" Bentar Ma " kata Hani tanpa menoleh.


" Kamu bicara sekarang atau aku pulang " Kata Hani sedikit mengancam.


Vero menatap wanita itu dan melengus kesal.


" Ya Tuhan jangan kekanakan Vero,kamu itu udah tua " Kata Hani geram.


" kamu bilang aku tua ?" tanya Vero terbelalak.


" Ya,tua sekali " Jawab Hani.


Vero tak terima,lelaki itu menatap nyalang istrinya.


Hani tersenyum,gadis itu bukannya takut malah merasa geli.


" Apa hubungan kamu sama Reka ?" tanya Vero tegas.


" Oh ini karna Reka ?" tanya Hani.


" Kau bermain gila dengannya ?" tanya Vero geram.


" Kau berpikir begitu ?" tanya Hani balik.


" Kau !" Kata Vero melotot.


" Huhh sepertinya ada yg kebakaran jenggot " Gumam Hani mengibas tangannya.


Vero seketika memegang janggutnya yg kini tumbuh.


" Hahahaha " Hani kembali tertawa geli.


Gadis itu suka melihat wajah Vero saat ini apalagi terlihat sekali lelaki itu cemburu kepada sahabatnya.


" makanya cepetan keluar biar bisa temenin aku jalan " Kata Hani malah mengolok.


" Kau tau hukumnya bukan bermain gila dibelakang suami !" Kata Vero kesal.


" Aku tidak bermain gila aku hanya jalan2 " Jawab Hani santai.


" Sama saja !" kata Vero geram.


Hani diam,gadis itu mencoba santai menanggapi sifat Vero yg sering meledak2.


Bukan tanpa alasan,Vero sudah tau hubungannya dengan Reka bagaimana dan wanita itu yakin pasti ada orang yg menghasut Vero.


" Uluh2 suami ku ternyata bisa cemburu juga " Kata Hani berani menyentuh wajah Vero.


" Gak usah pegang2 " kata Vero mengibas tangannya.


Hani bukannya berhenti malah makin mendekat dan memegang pinggang lelaki itu.


" Jangan macam2 Hani !" Kata Vero menahan lengan gadis itu.


" Apa sih,cuma semacam doang " Kata Hani menahan senyumnya.


Vero mundur,sikap Hani saat ini begitu berbeda dengan biasanya.


" Kamu sudah berani ya !" kata Vero tajam.


" Ya aku merindukan suami ku " goda Hani.

__ADS_1


Blusj....


Wajah Vero berubah warna,pria itu terlihat bersemu meski ia berusaha agar tetap tenang.


" Cepat pulang sayang " Goda Hani mengusap bibir bawah Vero.


Glek....


Vero menelan ludah kasar dan melihat sekitar.


Ruangan masih tertutup rapat,pria itu merasa was2 takut ada yg masuk.


Hani makin berani,gadis itu menggigit bibir bawahnya mencoba menggoda Vero yg masih nano2.


Vero yg mulai terpancing menarik pinggang gadis itu hingga menabrak dadanya.


" Jangan main2 dengan ku " bisik Vero lirih.


Glek...


Hani menelan ludah kasar dan mundur tapi naas Vero menariknya lagi.


" aku tidak masalah jika kau ingin bertemu Reka,tapi jangan lebih dari teman !" Kata Vero sambil meremas bokong gadis itu.


" Verooo !" Desis Hani merasa malu.


Vero tersenyum smirk,gadis itu mulai merasa tak enak dengan tangan nakal Vero yg sudah gatal.


" Jika tidak ada Mama disini,kau sudah habis aku preteli " Bisil Vero genit.


Blusjjh....


Wajah Hani langsung memerah,gadis itu berusaha melepas diri tapi Vero menahan pinggangnya dengan erat.


" Apa aku masih bisa jalan dengan Reka ?" tanya Hani mencoba santai.


" Suruh dia cari wanita dan nikah !" Jawab Vero.


" Reka belum menemukan pasangan yg cocok " Jawab Hani.


" Itu urusan dia " Kata Vero kesal.


" Aku tidak perduli " Balas Vero.


" Ah kau sangat jahat " Kata Hani mencubit lengan Vero.


Lelaki itu tersenyum,rasa marahnya mulai mereda dengan sikap bar2 Hani tadi.


Memang tak sulit bagi pria itu untuk melemah apalagi Hani tau titik putusnya.


Asik mengobrol sambil bermesrraan tiba2 pintu ruangan terbuka.


Cila dan David terbelalak melihat aksi pasangan tersebut.


" Ehh " Kata Cila menutup mata Sofia yg ingin melihat juga.


" jangan disini Ver " Tegur David.


" Engga Pa,kita gak ngapai2n " Jawab Vero melepas Hani.


" Iya,gak oke banget tempatnya masa iya diruang tahanan " kata Cila merinding.


Hani bersemu malu,gadis itu mundur sedikit menjauh dari Vero.


" Waktunya habis,ayo pulang " Ajak David.


" Bentar Pa " Kata Vero menahan.


" Apa lagi ?" tanya David.


" Kalian keluar dulu aku sama Hani belum selesai " Jawab Vero santai.


" Hah ap a engga " Kata Hani kelabakan.


" Apa yg akan kalian lakukan ?" tanya Cila polos.


" Astaga " Ucap David sakit kepala.

__ADS_1


" Ayo keluar " Ajak Lelaki itu kepada Sofia.


" Jangan lama2 " Kata Cila paham dan ikut keluar.


Pintu kembali tertutup,Hani kembali deg degan dengan rasa malu yg begitu tbal.


" Kamu apa2an sih,nanti kita dikir...Cup...." Belum sempat Hani melanjutkan bicaranya Vero langsung mengecup gadis itu.


" Kam...


" Birisik " Potong Vero menarik Hani lagi.


Gadis itu pun dikukung seketika,Vero menatap wajah ayu itu dengan pikiran melayang.


" Tunggu aku pulang " Ucap Vero lembut.


Hani mengangguk,lelaki itu pun menjatuhkan wajahnya diceruk leher Hani dan mengexplore bagian tersebut.


Hani memejamkan mata merasakan setiap sentuhan lembut sang suami.


Tak berselang lama,pemberitahuan pun terjadi Vero dengan wajah kesalnya harus melepaskan gadis tersebut.


" Hati2 dijalan " Ucap Vero merapikan rambut Hani.


" Iya " jawab Hani malu.


Keluarga itu pun pergi meninggalkan Vero disana.


Ditempat sebelahnya.


Seorang lelaki dan seorang wanita juga berpamitan.


Seperti biasa setiap ada waktu libur,Ridho mengunjungi Yuna disel.


Lelaki itu masih perduli kepada ibu anaknya tersebut karna Yuna memang tak punya siapa2 lagi.


Orang tua Yuna juga seperti lepas tangan setelah wanita itu teseret kasus.


" Makasih udah jenguk aku " Ucap Yuna lembut.


" Hm sama2,jaga kesehatan " kata Ridho tenang.


" iya kau juga " Kata Yuna tersenyum.


Ridho pun melangkah keluar meninggalkan Yuna sendirian didalam.


" Makasih Do,kalo bukan kamu mungkin aku gak sekuat saat ini " Ucap Yuna sedih.


Kini wanita itu mencoba berdamai dengan keadaan.


Ia tak berharap banyak lagi kepada Ridho,bahkan wanita itu meminta Ridho untuk menikah mencari wanita lain yg akan mengurus masa tuanya.


Yuna tak ingin egois,melihat Ridho yg kini terarah membuat wanita itu senang meski ada kesedihan juga didalamnya.


Saat mengendarai mobil tiba2 hape Ridho berdering dan nama sang kakak terpampang jelas.


" Iya " Jawab Ridho tenang.


" Kau tau keluarga Salders ?" Tanya Daniel diseberang.


" Salders ?" Ulang Ridho.


" Ya coba kau datangi rumah mereka dan beritahu Angel berada disini " Ucap Daniel.


" Apa !!" Pekik Ridho terbelalak.


" Kakak juga pusing,Angel sakit dan dia gak mau pulang " Kata Daniel terdengar frustasi.


" Bagaimana bisa dia berada disana ?" Tanya Ridho syok akut.


Daniel menjelaskan secara garis besar membuat Ridho menganga tak percaya.


" Baiklah aku akan cari informasi dulu " kata Ridho mulai paham.


Tut.


Panggilan terputus.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa vote,like coment ya.


__ADS_2