
Disebuah rumah seorang pria baru saja sampai.
Tanpa tunggu lama Arshad masuk kedalam dan hanya mendapati temannya saja yg sedang asik menonton tv.
" Ibu mu mana ?" Tanya Arshad melihat kiri kanan.
" Ga ada " Jawab Pria itu santai.
" Kemana ?" Tanya Arshad lagi.
" Ga tau,tadi gue pulang ibu udah pergi " Jawab pria bernama Roni tsb
" Yaaah padahal udah beliin martabak kesukaannya " Balas Arshad lesu.
" Udehhh,taruh aja di dapur ntar ibu pulang bakal dihabisin " Jawab Roni santai.
" Ya udah " Balas Arshad setuju.
Lelaki itu pun pergi kedapur membawa martabak kesukaan ibu Roni yg sering ia beli.
Arshad merupakan pria perhatian,kaya dan tidak pelit,makanya lelaki itu selalu menjadi kebanggaan para ibu2 dan temanny2.
" Kenapa Syad,gabut ?" tanya Roni melihat Arshad duduk dikursi.
" Hm " Jawab Arshad mengaku.
" Kenapa lagi ? Disuruh nikah cepetan ?" Tebak Roni.
" Ya,aku disuruh makan malam dirumah orang tua gadis itu,tapi rasanya males banget " Jawab Arshad.
" Kalo ngga srek ya mau gimana ? Ga bisa dipaksain juga kan " Balas Roni.
" Iya makanya,aku juga bingung kenapa Kakek minta aku buat nikah sama gadis itu " Balas Arshad.
" Hmm gini Syad,stau gue nih yaahhh kalo anak orang kaya 7 turunan ga habis kayak lo,emang nasib ny gitu,dijodohin sama yg punya kuasa juga " Kata Roni kebanyakan makan sinetron.
" Ga juga,buktinya Bibi sama paman aku ga gitu " Balas Arshad.
" Ga apanya,paman kamu kerja apa ?" Tanya Roni.
" Dokter " Jawab Arshad polos.
" Nahhh,buat sampe ke tahap dokter gimana ? Duit kan ?" kata Roni serius.
Arshad diam lagi.
Menurutnya profesi dokter tidaklah terlalu wah karna Prito terhitung masih kerja dengan orang lain,bedahal dengan Reno yg merupakan bos besar.
" Jadi ya udah lumrah itu mah,kamu punya jabatan terus cewek itu juga anak orang kaya,wajar kamu dijodohinn biar usaha kalian makin maju " Ujar Roni.
" Emang ga boleh ya sama orang biasa aja ? Toh kan masih sama2 manusia " Kata Arshad dengan pikiran yg belum terkontaminasi.
" Boleh Syadd,,boleh banget malah tapi yg jadi masalahnya,apa mungkin keluarga kamu mau nerima gadis biasa yg kerjaannya misal serabutan dan orang tuanya juga pas2an buat hidup ?" Tanya Roni.
Arshad terdiam,lelaki itu mencoba berpikir panjang tentang beberapa kemungkinan yg akan terjadi.
" Keputusan di kamu Syad,kalo kamu kuat ya jalanin,kalo ngga lambaikan tangan aja ke cctv " Balas Roni terkekeh.
" Aahhh kamu mah,kasih aku solusi kek " Kata Arshad jengah.
Roni tertawa geli,baru kali ini pria itu melihat Arshad galau karna harus memilih situasi yg belum ia pahami.
__ADS_1
" Oh iya Syad,kalo kamu jadi sama cewek itu terus gimana sama Cewek yg kamu cerita tempo lalu ?" Tanya Roni teringat.
" Yg mana ?" tanya Arshad bingung.
" Itu yg kamu mau nganter dia kerumah sakit " Balas Roni.
" Oh si Sania " Kata Arshad ngeh.
" Dia udah sembuh ?" tanya Roni lagi.
" Sudah lumayan,luka bakarnya masih tinggal sedikit " Balas Arshad.
" Iya,kadang aku juga kepikiran tau,gimana dia bakal ngadapin situasi sulit nanti dengan keadaannya yg sekarang " Kata Roni menghela nafas.
Arshad diam mencoba mengingat bagaimana kondisi Sania saat ini.
" Apa bakal ada pria yg akan menikahinya ? Secara lo tau sendiri kan idup dikota ini sangatlah keras,kesempurnaan nomor 1 " kata Roni tak munafik.
" Pasti ada nanti yg mau terima dia " Kata Arshad yakin.
" Siapa ?" Tanya Roni.
" Ya ga tau " Balas Arshad.
" Kalo gue sih kayaknya ga dulu,em mungkin lo bisa bantu ya kan,diajakin perawatan sampe balik ke awal,kalo gue kan ga cukup biaya " Kata Roni terkekeh.
Arshad hanya diam,lelaki itu tetap berfikir dan membayangkan wajah lugu Sania sekarang.
Keduanya mengobrol hangat,Arshad yg diam terlihat sedikit mencair didepan temannya tersebut.
Jam terus berlalu,ponsel berkali2 berdering tapi Arshad terlihat tak mengubris sama sekali.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setngah 12 malam.
Roni masih asik dengan gamenya begitupun Arshad yg kini juga tercandu game online tersebut.
Dari kejauhan,terlihat seorang berjalan terseok2 mendekati kedua lelaki itu.
Roni yg ingin buang air kecil bangkit dari duduknya tapi saat akan melangkah,lelaki itu terbelakak melihat pemandangan didepannya saat ini.
" Raniaa " Ucap Roni syok.
Yap,orang asing tersebut adalah Rania teman mereka sendiri.
Arshad terkejut dan melepas hapenya seketika.
" Ron " Ucap Rania sambil menggaruk kepala tak enak.
" Kamu dari mana ?" tanya Roni tak percaya.
" Aku habis jalan,sandal aku putus " Jawab Rania cengengesan.
Roni dan Arshad melihat kebawah dan benar saja gadis itu hanya memakai sebelah sandal saja.
" Apa yg terjadi Ran,ayo masuk " Ucap Roni iba.
Rania masuk kedalam meski merasa sangat tak enak hati.
Arshad duduk dengan benar sambil memperhatikan gadis didepannya.
Tampilan Rania cukup kacau,gadis itu terlihat sembab dengan hijab acak2an.
__ADS_1
" Kamu dari mana Ran ?" Tanya Roni mulai introgasi.
" hm aku boleh minta minum ga Ron,sama nasi juga kalo ada hehe " Jawab Rania menahan malunya.
" Eh kamu belum makan ?" tanya Roni syok.
Rania menggeleng pelan.
" Astaga Raannn,ya udah tunggu bentar " Jawab Roni bergegas bangun.
Lelaki itu masuk kerumah dan mengambil apa saja yg bisa ia beri kepada Rania.
Didepan,Arshad masih diam melihat gadis yg pernah kumpul dengan teman2nya dulu.
" Kamu dari mana ?" Tanya Arshad tenang.
Rania menoleh dan gadis itu memberikan senyum kecil.
" Ada apa ?" tanya Arshad merasa ada yg aneh.
" ga papa " Jawab Rania masih dengan senyum nya.
Arshad diam dan melihat ponselnya.
Terlihat puluhan telfon masuk ke hape tapi satupun tak ada yg ia angkat termasuk ibunya sendiri.
" Ini Ran " ucap Roni datang dengan segelas air dan sepiring martabak Arshad.
Rania menerima dan meminum air itu hingga habis.
" Makasih Ron " ucap Rania merasa terharu.
" Kamu kenapa Ran?" tanya Roni masih penasaran.
" Aku ga mau pulang lagi " jawab Rania.
" hah maksudnya ?" tanya Roni syok.
" Aku kabur dari rumah,aku ga kuat lagi Ron " jawab Rania sedikit gemetar diakhir kalimat.
" Kenapa ?" tanya Roni makin terkejut.
Rania melihat Arshad,lelaki itu diam2 mendengar meski ia berusaha untuk tidak memperdulikan.
Rania mulai cerita apa yg terjadi kepadanya.
Roni begitu tak menyangka gadis cantik tersebut bernasib malang.
" Jadi Papa kamu juga gak belain kamu ?" tanya Roni.
" Mungkin Papa juga bingung dan harus memilih " Jawab Rania.
" Emang egois orang tua kamu Ran !" ucap Roni kesal.
" Aku ga tau Ron,kalo ga ada mereka aku ga bakal ada didunia ini walaupun sebenarnya aku juga ga pengen hehe " Balas Rania terkekeh.
" Ehh !" Tegur Arshad melotot mendengar ucapan gadis itu.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1