Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak Kenal


__ADS_3

Vero sudah dipindahkan keruang rawat inap,Cila tak henti menangis melihat putranya terbaring lemah dengan kepala dibalut kain kasa menutupi luka.


" Ma udah dong,kasian Veronya " Tegur David melihat Cila seperti menangisi orang mati.


" Gimana Mama ngak nangis liat Vero kayak gini Pa huhu " Kata Cila mengusap air yang menetes dari hidungnya.


" Iya,tapi kita harus tenang biar Vero bisa cepat bangun " Kata David paham.


Cila mengangguk lemah dan menatap putranya dengan iba.


Laura masih menunggu diluar dengan wajah tak tenang.


" Duh gimana keadaan Vero " Gumam Laura seraya menggigit ujung jari tangannya.


Laura tak bisa langsung masuk bersamaan,karna Dokter meminta bergantian untuk menjenguk.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,keluarlah David dan Cila dengan mata sembab.


" Pa gimana Vero Pa ?" Tanya Laura khawatir.


David menggeleng lemah,Cila langsung berlalu dan duduk di kursi tunggu.


" Masuklah kedalam,tapi jangan berisik Vero sedang istirahat " Kata David mengusap lembut kepala putrinya.


Laura mengangguk setuju dan masuk kedalam dengan tenang.


Vero masih belum bangun,pria itu dikelilingi banyak mesin kehidupan,bahkan suara detak jantung pun terdengar disana.


" Vero " Gumam Laura pelan.


Air mata gadis malang itu kembali turun membasahi pipinya.


Demi apapun,Laura terlihat sangat hancur bagaimana tidak,adik sekaligus teman baik Laura kini terbaring lemah tak berdaya didepannya.


" Sayang,bangun Dek ini Kakak " Bisik Laura lirih ditelinga Vero.


" Maafin Kakak ya,maafin Kakak yang terlalu sibuk dengan urusan Kakak hingga lupa kamu begitu khawatir sama Kakak " Ujar Laura menahan tangisnya.


Perempuan itu mengambil tangan Vero dan mencium berkali kali.


" Bangun Dek,jangan seperti ini " Pinta Laura sedih.


" Ayo bangun Dek,kamu pasti bisa " Lanjut Laura kembali terisak.


Laura sebisa mungkin tak mengeluarkan tangisnya,tapi apalah daya dirinya tak sekuat itu.


Laura mudah sekali cengeng,jangankan ada hal seperti ini,Vero dijahili saja bisa membuat gadis itu menangis semalaman meski bukan dirinya yang dijahati,begitu pun Vero yang mendengar Kakaknya dilukai orang pasti akan langsung murka.


Sebuah tangan terulur mengusap kepala Laura yang sedang menunduk memegang jemari lemah Vero.


" Pa " Kata Laura terkejut melihat kebelakang.


" Jam jenguk nya udah habis,Dokter sudah menunggu diluar " Kata David lembut.


" Tapi aku masih mau sama Vero Pa,aku mau nemenin dia disini " Pinta Laura menangis.


David tersenyum dan mengusap air mata putrinya.


" Belum bisa sayang,Vero harus dijaga perawat dulu malam ini,mungkin besok2 baru kita bisa merawatnya " Kata David tersenyum.


Laura melihat kearah Vero yang juga tak bangun.


" Ayo,kasihan Dokter sudah menunggu " Ajak David melepaskan tangan Laura dari putranya.

__ADS_1


" Iya Pa " Kata Laura pasrah.


" Kamu tidur yang tenang ya Dek,nanti Kakak bakal jagain kamu " Kata Laura tersenyum.


Gadis itu mencium kening Vero lembut sebelum meninggalkannya.


David menghadap lain tak tega melihat kedekatan mereka berdua.


Laura pun keluar dari ruangan.


" Maaf lama Dok " Kata Laura menunduk hormat kepada Dokter dan perawat yang menunggu di pintu.


" Iya ngak papa " Kata Dokter ramah dan langsung bergerak cepat masuk kedalam.


Laura duduk disebelah Cila,wanita itu hanya diam dengan wajah sembab.


Laura tau Cila saat ini sangat marah kepadanya.


" Ma,maafin Laura Ma " Kata Laura memegang tangan Cila.


Perempuan itu tak bergerak dan membiarkan Laura memegang tangannya.


" Jika Laura tau akan terjadi seperti ini,Laura ngak akan izinkan Vero jemput Laura Ma hiks hiks " Kata Laura kembali menangis.


Cila masih diam dengan tatapan kosong.


Laura beralih kedepan dan memegang kaki Cila.


David kaget bukan main melihat Laura hampir bersujud.


" Nak " Kata David ingin melarang,tapi Laura tak perduli.


Gadis itu sangat terluka melihat Cila tak mengabaikannya,bahkan rasa sakit ditampar Cila belum seberapa dengan keterdiaman perempuan itu.


" Laura tau ini salah Laura Ma,maafkan Laura Ma huhu " Kata Laura memohon ampun.


David menghela nafas,pria itu hanya bisa melihat interaksi antar anak dan ibu saja,David tak mau ikut campur dalam hal keterikatan mereka.


" Laura " Panggil Cila dengan suara lemah.


" Iya Ma,maafin Laura Ma " Kata Laura mendongak.


" Maafkan Mama Nak hiks " Kata Cila menangis terisak.


" Mama " Kata Laura menghambur memeluk wanita itu.


Cila tak menolak,wanita itu menerima pelukan anaknya..


" Maafkan Mama sayang,maafkan Mama yang telah menyakiti kamu " Kata Cila memeluk Laura dengan erat.


" Ini salah Laura Ma " Kata Laura lemah.


Cila menggeleng dan memegang pipi Laura..


" Apa ini sakit sayang ?" Tanya Cila meraba pipi putrinya.


Laura menggeleng dengan air mata menetes deras.


" Aku lebih sakit melihat Mama mendiamkan aku " Kata Laura menunduk.


" Maafkan Mama Nak,Mama khilaf Mama tak bisa mengontrol emosi Mama saat tau Vero terluka "Kata Cila jujur.


Laura mengangguk dan kembali memeluk Ibu sambungnya.


David tersenyum lega melihat 2 perempuan itu kini sudah akur kembali.

__ADS_1


Dari tadi Laura sangat takut mendekati Cila,Laura takut Cila semakin murka dan menjauhinya.


Makanya Laura terus menempeli David mencari perlindungan..


Pria itu mendekati mereka berdua dan memeluk 2 perempuan beda usia..


" Papa bangga sama kalian,ini ujian jadi kita harus bersatu melewatinya sekeras apapun itu " Kata David lembut.


" Maafkan Aku Mas" Kata Cila merasa bersalah.


David mengangguk tersenyum.


Keluarga itu pun bisa tersenyum bahagia,meski dihati mereka belum bisa tenang melihat Vero tak sadar..


2 sudah berlalu,kini Vero sudah sadar tapi keanehan mulai terjadi,Vero terlihat linglung saat keluarganya datang.


" Verooo " Pekik Laura girang bisa melihat Vero duduk menyender diranjang.


Selama 2 hari,Vero tak bisa dikunjungi,hanya boleh melihat lewat kaca bening saja karna kondisi nya memang naik turun.


Dibelakang gadis itu diikuti kedua orang tuanya yang membawa rantang makanan.


Laura mendekati Vero dan memberi pria itu seikat bunga dan juga coklat,ntah dari mana Laura bisa berpikiran untuk membawa adiknya seperti itu,Laura pun tak tau.


Vero mengernyit melihat gadis didepannya itu sangat girang.


" Vero,gimana keadaan kamu Nak ?" tanya Cila tiba2 memeluk pria itu.


Vero mengangguk sopan tanpa mengeluarkan suaranya.


David melihat gelagat aneh putranya pun mendekat.


" Vero,kenapa kamu terlihat linglung ?" tanya David heran.


Laura dan Cila kaget,mereka melihat Vero dan David bergantian.


" Vero,kamu kenapa Nak ?" Tanya Cila dengan perasaan tak tentu.


" Kalian siapa ?" Tanya Vero polos.


Jeddeeerrrr...


Senyum Laura dan Cila serta David berubah menjadi melotot kaget.


" Apa maksud kamu Vero ?" Tanya Cila dengan jantung berdegub kencang.


" Kalian siapa ?" Pertanyaan yang sama diulang pria itu.


Laura menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


" Vero,ini Mama Nak,dan ini Papa kamu " Kata Cila memegang lengan pria itu.


Vero menggeleng dan sedikit menjauh dari Cila.


" Pa,gimana ini Pa ?" tanya Cila berubah panik.


" Vero sayang,ini Kakak Dek,kamu kenal sama Kakak kan ?" Tanya Laura lembut.


" Siapa Vero? dan kalian ini siapa sebenarnya !" Bentak Vero merasa tak kenal kepada mereka.


Laura tersentak saat Vero mengibas tangannya tak mau disentuh.


Tanpa babibu lagi,David langsung berlari keluar memanggil Dokter meminta penjelasan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hqy guys terus dukung author ya dengan cara VOTE,LIKE,COMENT.


__ADS_2