
Seorang pria sedang memasak didapur,Justin terlihat bersemangat pagi ini untuk membuat sarapan.
Pagi2 sekali pria itu sudah pergi kepasar untuk berbelanja bahan masakan.
Justin berencana memasak untuk istrinya karna selama ini selalu Laura yang memasak untuknya.
Perempuan itu masih tertidur diranjang saat merasa lelah setelah selesai subuh mereka bercinta sebentar.
" Hm lumayan " Gumam lelaki itu menyicipi makanan.
Justin terus memasak hingga sebuah tangan melingkar di perutnya.
" Sayang " Ucap Justin tersentak kaget.
" Hm " Jawab Laura menyenderkan wajah punggung suaminya.
" Udah bangun ?" Tanya Justin lembut.
" Hm,aku kedinginan " Jawab Laura lesu.
" Hehe iya,Ac nya lupa aku matiin " Kata Justin terkekeh.
Laura mendekap lelaki itu dengan manja,matanya masih sangat mengantuk tapi melihat Justin tak berada disampingnya membuat gadis itu tak bisa tidur lagi.
" Dah sana duduk di kursi kita sarapan " Titah Justin mengusap tangan Laura.
" Udah selesai ?" Tanya Laura serak.
" Iya " Jawab Justin tersenyum.
Laura mengangguk,perempuan itu melepaskan Justin dan berjalan menjauh.
Justin mengambil piring dan mangkuk untuk menaruh hasil masakannya.
" Kenapa ngak bilang mau masak ?" Tanya Laura mengusap matanya.
" Ngak papa,mau masak aja buat kamu " Jawab Justin ramah.
" Aku cape " ucap Laura.
" Iya sayang,nanti tidur lagi ngak papa tapi sekarang makan dulu ya biar ada tenaga " Kata Justin lembut merapikan anak rambut wanita itu.
Laura mengangguk tersenyum.
Pasangan itu pun makan dengan tenang,kali ini Justin menjadi suami siaga melihat istrinya yang sangat malas untuk makan Justin berinisiatif untuk menyuap agar lambung Laura terisi.
" Hari ini aku kerja ya " Kata Justin membuka suara.
" Iya " Jawab Laura sambil mengunyah.
" Kamu ngak nanya aku kerja apa ?" Tanya Justin menyelisik.
" Model ?" Tanya Laura.
" Ya heheh " Jawab Justin cengengesan.
Laura mengangguk paham.
Hening...
Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang saling bersautan.
" Aku pulang malam " Ucap Justin.
Laura mendongak menatap wajah lelaki itu.
" Acaranya sampai malam " Kata Justin ngeri.
Laura menghela nafas mengangguk pelan.
" Kamu marah ya ?" Tanya Justin.
" Ngak " Jawab Laura.
Justin menghela nafas merasa bingung dengan istrinya yang banyak diam.
Setelah makan,Laura kembali ke kamar sedangkan Justin mengambil handuk untuk mandi.
__ADS_1
Dikamar Laura menghela nafas ntah mengapa perasaannya kurang enak dengan pekerjaan Justin sebagai model.
Laura takut suami tampannya itu hilang kendali,apalagi sekarang ini jamannya ramai pelakor.
" Huh ngak ngak,Kak Justin pasti setia " Gumam Laura mengusap cincin kawin yang melingkar di jari manisnya.
Laura berusaha percaya bahwa sang suami akan selalu setia meski Justin bekerja sebagai model.
Siang harinya,Justin memang berangkat bekerja seperti biasa lelaki itu selalu memakai kemeja rapi yang sudah disiapkan sang istri.
" Hati2 ya Kak " Ucap Laura lembut menyalami Justin.
" Iya hati2 dirumah ya sayang,kalo ada apa2 telfon aku " Ucap Justin lembut.
Laura mengangguk tersenyum.
Lelaki itu memakai helm dan mengendarai motornya.
Laura melambaikan tangan dengan wajah tersenyum.
" Semoga berkah suami ku " Gumam Laura melihat Justin semakin menjauh.
Perempuan itu pun menutup pintu lagi dan menarik nafas panjang untuk memulai harinya.
Karna kini Laura tidak bekerja lagi jadi wanita itu akan menghabiskan waktu dirumah saja.
Laura pergi kedapur mengambil serbet untuk mendalami profesinya sebagai ibu rumah tangga.
Dengan semangat perempuan itu membersihkan rumah orang tuanya.
Dihotel,Vero sudah bersiap untuk turun kebawah menyusul orang tuanya.
Cila sudah berkali2 menelfon karna pasangan itu sudah mulai sarapan.
" Kamu tunggu disini ya " Ucap Vero menghadap cermin.
" Tuan ngak ninggalin aku kan ?" Tanya Hani memainkan jemarinya.
" Tidak,aku akan kembali mungkin sore atau malam,jika lapar kau bisa menghubungi pihak hotel lewat telepon " ucap Vero serius.
" Aku tidak punya uang " Jawab Hani menunduk.
" Tidak usah Tuan,aku tidak akan keluar dari ruangan ini " Kata gadis itu menolak.
" Ambilah,kita tidak tau apa yang akan terjadi " Kata Vero memaksa.
Hani mengangguk lalu mengambil 1 lembar uang merah yang Vero bentangkan.
" Cuma seratus ?" Tanya Vero kaget.
" Aku rasa ini cukup Tuan " Jawab Hani yakin.
Vero menghela nafas mengambil tangan Hani lalu menyerahkan semua uang ditangannya.
" Ambil untuk jaga2 " Kata Vero tegas.
" Tapi ini terlalu banyak " Balas Hani mendongak.
" Kau bisa menyimpannya " Balas Vero.
Hani tersenyum kecil.
" Terima kasih Tuan " Ucap gadis itu tulus.
" Iya,aku akan pergi sekarang jaga diri mu baik2 " Kata Vero menepuk pundak gadis itu.
Hani mengangguk lemah.
Lelaki itu pun berjalan menjauh dengan membawa tas laptopnya karna dirinya tak balik lagi setelah sarapan.
" Hati2 " Ucap Hani saat pria itu diambang pintu.
Deg...
Vero tersentak berhenti melangkah dengan ucapan sederhana gadis itu.
" Iya " Jawab Vero menoleh sebentar.
__ADS_1
Hani melambaikan tangan nya.
Senyum Vero menukik sedikit menerima perlakuan manis gadis polos itu.
Lelaki yang sudah terlambat itu pun berlari mendekati lift yang akan tertutup.
" Maaf " kata Vero menyela lift hingga pintu lift terbuka lagi.
Seorang gadis mengangguk pelan.
Vero langsung masuk dan memencet tombol tapi tak jadi melihat layar menunjukkan lantai yang sama.
" Restoran ?" tanya Vero kepada gadis itu.
" Iya " Jawab gadis berpakaian modis tersebut.
" Sama " Balas Vero tersenyum.
Gadis itu ikut tersenyum,mereka berdiri bersampingan.
Gadis cantik dengan rok pendek dan kemeja ketat itu melirik Vero dari kaki hingga kepala.
" Ganteng juga ni cowok " Batin gadis itu merasa tertarik.
Vero menoleh dan tersenyum canggung menjaga jarak kepada gadis asing itu.
" Kerja ya Mas ?" Tanya gadis itu membuka suara.
" Iya " Jawab Vero mengangguk.
" Asli kota ini ?" Tanya gadis itu lagi.
" Bukan,saya dari kota B " Jawab Vero.
" Oh saya asli sini " Balas gadis itu tersenyum.
Vero tersenyum melirik gadis yang menganjak dirinya mengobrol itu.
Jakun Vero naik turun melihat 2 benda kenyal yang membengkak seperti memaksa ingin bebas.
Glek...
Pria itu menelan ludah kasar,Vero melihat layar dan lantai mereka masih jauh.
Ting...
Pintu lift terbuka masuklah beberapa pasangan muda mudi menyesakkan lift.
Vero mundur begitu pun gadis itu mengikuti langkah Vero.
" Hahaha gila keren juga permainan lo semalam " Ucap seorang pria kepada temannya yang merangkul sang kekasih.
" Ya lah,siapa dulu gue gitu loh " Balas lelaki itu menepuk dadanya bangga sibalas cubitan oleh kekasihnya.
Pasangan lainnya tanpa malu berciuman didepan teman2nya membuat Vero melotot kaget.
Gadis asing itu menahan nafas melirik Vero yang syok akut.
" Huh panas " Ucap gadis itu membuka satu kancing bajunya membuat Vero kembali melotot.
" Astaga situasi macam apa ini " Batin Vero berusaha tetap tenang.
Lift kembali terbuka,beberapa pasangan itu pun keluar semua meninggalkan Vero dan gadis asing itu.
Vero menghela nafas lega dan ingin segera sampai.
" Masnya kepanasan ?" Tanya gadis asing itu melihat Vero berkeringat.
" Hah ya eh tidak " Jawab Vero kecoplosan.
Gadis itu mengangguk mengerti,tak lama pintu lift terbuka,Vero dengan cepat keluar dari lift bahkan lelaki itu setengah berlari karna tak tahan dengan aura panas yang dikeluarkan gadis asing tersebut.
" Menarik " Ucap gadis itu terkekeh melihat Vero seperti kesambet.
Gadis itu kembali mengancingi bajunya dan berjalan keluar.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.