
Disebuah rumah,2 orang wanita saling bahu membahu membuat beberapa menu makanan lezat.
Karna kemarin Angel tak bisa menemani Sania kepasar,jadilah hari ini Sania meminta Salsa untuk membantunya sekaligus mengajarinya beberapa menu masakan.
" Gimana ? Enak ga ?" Tanya Salsa kepada Sania.
" Enak Bi " Jawab Sania tersenyum.
" Nah,ini kamu bawa kerumah sakit dan minta Arshad cicipi " Ucap Salsa membalas senyuman.
" Apa dia akan suka ?" tanya Sania ragu.
" Pastinya,Arshad itu pasti suka makanan rumahan sederhana " Jawab Salsa yakin.
Sania diam sejenak,Salsa begitu memberi semangat untuk dirinya mengantar makanan untuk Arshad,karna sebelumnya Sania sudah memberitahu bahwa ia ingin menjenguk Arshad sore nanti.
" udah jangan melamun,dah siapin dulu bekalnya,Bibi mau jemput Suci sekolah " Tegur Salsa.
" Langsung pulang Bi ?" tanya Sania.
" Ya,rumah ga ada yg jaga,Nenek ikut Kakek kerumahnya Nenek Arshad " Jawab Salsa.
Sania mangut2 paham,keduanya pun membereskan dapur hingga bersih kembali.
Setelah Salsa pergi,Sania masuk kekamar dan mengambil hapenya.
Terlihat beberapa pesan masuk dari Histi yg memberi vidio kedua adiknya sedang bermain ditaman hiburan.
" Semoga kalian selalu bahagia " Ucap Sania tersenyum manis.
Gadis itu membalas dengan mengirim foto dirinya yg sedang pura2 merajuk dan mendapat balasan langsung berupa stiker ngakak.
" Nanti ikut ya sayang " Balasan ketikan dari Histi disertai stiker love.
Sania memeluk hapenya merasa terharu,nikmat mana lagi yg gadis itu dustakan mendapat orang tua sambung yg baik luar biasa.
Jam terus berlalu,Sania bersiap2 pergi.
Kali ini ia memberanikan diri keluar menggunakan taxi online menuju rumah sakit sambil membawa bekal makanan.
Tak butuh waktu lama gadis itu sampai.
Sania berdiri didepan pintu ruangan yg bertulis Vvip dimana hanya orang beduit yg bisa menempatinya.
Ceklek...
Pintu terbuka,Sania melihat kedepan dan terdiam saat maniknya melihat Arshad duduk bersama 1 orang gadis dan 2 orang pria yg tidak ia kenal.
" Syad tamu " Ucap salah satu lelaki melihat Sania.
Sania masih diam mematung didepan pintu.
Arshad menoleh dan ikut diam.
" Masuklah " Ucap Arshad tenang.
Gadis polos itu masuk dengan tubuh sedikit gemetar.
" Kamu sama siapa kesini ?" tanya Arshad.
Manik Sania bergerak melirik teman2 Arshad yg juga melihat kearahnya..
" Sesen diri " Jawab Sania terbata.
Sania melihat gadis yg duduk disebelah Arshad yg ternyata sedang melihat kearahnya.
Sania memegang hoody yg ia pakai dengan erat serta masker yg tidak ia buka sama sekali.
Rasa percaya dirinya runtuh seketika.
" Kamu bawa apa ?" tanya Arshad melihat keranjang ditangan Sania.
Sania masih diam,tubuhnya mulai tegang dan merasa panas dingin.
" Sania " Tegur Arshad pelan
" A a ak ku " Ucap Sania ingin menangis.
__ADS_1
" Duduklah " Ucap Teman Arshad melihat gadis itu sedikit aneh.
Gadis disamping Arshad menggeser pinggulnya lebih mendekat agar Sania punya ruang untuk duduk,tapi dengan tingkah gadis itu makin membuat Sania merasa kacau dan panik sendiri.
" Hei kenapa ?" Tanya Arshad bingung.
" a ak aku pulang aja " Jawab Sania langsung berlari keluar.
Semua orang didalamnya terkejut dengan tingkah aneh gadis itu.
" Dia kenapa Syad ?" Tanya teman lelaki Arshad bingung.
Arshad diam tak menjawab.
" Aku rasa ada yg aneh sama dia " Ujar gadis disebelah Arshad.
" Apa dia cemburu ?" Tebak teman lelaki Arshad satu lagi.
" Sama siapa ?" Tanya gadis disebelah Arshad yg merupakan anak sahabat bibinya Ana.
" Ya kamu la Ran " Jawab Roma.
" Apa,Rania ?" Ulang Ceko kaget.
" Aku ? Kenapa ?" tanya Rania bingung.
" Ya karna kamu duduknya deket banget sama Arshad,jadi mungkin dikira kalian berdua..." Ucap Roma tak selesai.
" Gila kamu !" Kata Rania langsung bangun dan menjauh.
Arshad diam terkekeh melihat tingkah Rania yg langsung panik..
" Ga ada " Kata Rania ketus.
" Ga deg degan gitu duduk samping cwok ganteng ?" Goda Roma.
" Ck,biasa aja !" Kata Rania kesal.
" Hahahaha " 2 lelaki itu tertawa ngakak melihat Rania mengelak dengan jawaban ketusnya.
Gadis itu juga tidak sadar mungkin kedekatannya bisa membuat siapa saja salah paham.
" Wahhhh kangkung,enak nih Syad " Ucap Ceko mengintip menu.
" Mau ?" tanya Arshad.
" Emang boleh ? Kan itu khusus buat kamu " Jawab Ceko malu2.
" Makan aja " Balas Arshad.
" Ran,kamu belum makan kan " kata Ceko teringat.
Rania diam tak menjawab.
" Ini,ambil piring disana,makanlah " Kata Arshad ingat gadis itu juga sedang tak baik2 saja.
Rania melirik Arshad dan naas lelaki itu malah tersenyum manis kearahnya.
" Ayo Ran,bentar lagi kerja loh jangan sampe pingsan " Bujuk Roma.
" Iya Ran,kasihan kamu makin kurus ga terurus " Sahut Ceko.
" belum pulang kerumah juga ?" Tanya Arshad.
" Ga bakal pulang lagi kayaknya Syad " Jawab Roma menghela nafas.
" Iya2 ini aku makan,ga usah bahas2 aku !" Kata Rania jengah.
Gadis itu mengambil piring dan duduk kembali disamping Arshad.
Dengan wajah tekuknya Rania mengambil lauk serta Nasi yg menggugah selera.
Gadis itu pun makan dengan lahap meski harus direcoki kedua temannya.
" Aku juga mau,tolong piring " Kata Arshad kepada Ceko.
" Siap " Jawab Ceko bergerak cepat.
__ADS_1
Semuanya pun makan menghabiskan menu yg Sania bawa.
Dimobil,Sania mulai menangis.
Ntah mengapa gadis itu meresa rendah dan hatinya sakit.
" Aku gak boleh sedih " Ucap Rania menghapus air matanya.
" Kita mau kemana Neng ?" Tanya supir taxi.
" Ke jalan X pak " Jawab Rania gemetar.
Supir mengangguk dan melihat Sania dari kaca spion.
Pria itu merasa ada yg aneh apalagi Sania membungkus hampir seluruh badannya.
Sesampainya dirumah,Sania langsung masuk dan mengunci semua pintu.
Gadis tersebut kembali menyendiri untuk waktu yg lama.
Malam tiba,Angel pulang dengan keadaan lelah.
Sejak hari dimana ia mengklaim dirinya sebagai cucu Reno,gadis itu langsung diangkat menjadi staff gudang.
Banyak yg harus Angel lakukan,mulai dari mengontrol pemasukan barang hingga karyawan dibawahnya.
Kebetulan hari ini,barang inventori masuk diserbu juga barang furniture dari perusahaan David.
Angel kewalahan meski sudah dibantu staff lain.
" Kakak " Panggil Jack mengejar gadis tersebut.
" Apa ?" Tanya Angel malas.
" Kak gawat " Kata Jack panik.
" Apa ?" tanya Angel menggaruk wajahnya.
" Kak,anak kucingnya Nenek skarat " Jawab Jack pelan.
" Apa !" pekik Angel kaget.
" Meninggal karna apa ?" Tanya Angel menelan ludah.
" Adek Tasya tadi main,ga tau diapain sama dia,sekarang anak kucingnya kejang2 " Jawab Jack cepat.
" Waduh,sekarang dimana ?" tanya Angel.
" Ikut aku " Jawab Jack menarik tangan Angel kearah lain.
Keduanya pun berlari dan terlihat Lulu sedang berusaha memberikan pertolongan pertama..
" Diapain Tasya Bi ?" tanya Angel ikutan panik.
" Njel,telfon Papa kamu Njel " Jawab Lulu pucat.
" Hah,,Papa lagi sama Nenek " Jawab Angel.
" Waduhhhh,jangan kalo gitu,kamu telfon dokter hewan Njel,minta dia kesini sekarang " Pinta Lulu panik.
" Hah siapa ?" Tanya Angel bingung.
" Terserah,teman papa mu kan banyak Dokter,minta salah satu dari mereka buat tolong kita,bisa rame rumah kalo Bunda tau " Jawab Lulu kebingungan.
" Teman papa ? Hm siapa ya " Gumam Angel mengingat2.
" Ohhh Kak,Om Daniel " Seru Jack mengingat seseorang.
" hah Om Daniel " Ulang Angel terkejut.
" Ya,telfon Kak " Pinta Jack semangat.
Glekkkk....
Angel menelan ludah kasar mengingat nama itu lagi.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.