
Suara gaduh terdengar dari luar ruangan,Cila yang mengenali suara dirindukan itu seketika berdiri dengan senyum mengembang.
" Pa " Tegur Cila.
" Alhamdulillah " Ucap David tersenyum cerah.
" Cucu kita lahir Pa " kata Cila meloncat girang.
" Iya Ma,jadi aki2 Ma " Balas David ikut girang.
Abraham terdiam mendengar suara tangisan cucu pertamanya yang terdengar samar2.
" Selamat ya Ma,udah jadi nenek sekarang " Ucap Hani ikut tersenyum.
" Iyaa,aduhh nanti cucu ku manggil apa ya ?" Gumam Cila mulai mencari kata yang pas.
" Udah eyang aja gampang " Jawab Vero
" Jangan lah terlalu tua " Kata Cila tak setuju.
" Lah emang situ tua kok,gak sadar diri " Hujat Vero.
" Haistt nih anak,Mama masih muda lah,masih kenceng dan seksi iya gak Pa ?" Tegur Cila menyenggol David.
" Hm " Jawab David malas.
Hani mengulum senyum melihat tingkah calon mertuanya.
" Aku gak sabar lagi pengen lihat Pa " Kata Cila tak sabaran.
" Nanti,mereka masih sibuk " Ucap David menahan.
Cila mengangguk dan melihat Daddy Justin yang tak bersuara duduk di bangku.
" Kamu kenapa San ? gak seneng punya cucu ?" tanya Cila mengernyit.
" Hm seneng sih,tapi aku tiba2 kepikiran Mama nya Justin " Jawab Abraham menghela nafas.
" Sudah San,dia dah tenang dialam lain,jangan diratapin terus semua orang bakal mati " Balas Cila hangat.
" Ya kau benar San,aku hanya kepikiran saja " Balas Abraham tersenyum.
" Oh iya acara pernikahan kamu ditunda dulu ya,aku dah ngabarin Nita,acaranya dialihkan baca doa selamat buat Laura sama suami nya yang meninggal " Ucap Cila teringat.
" Hah buat Laura juga ?" tanya Abraham kaget.
" Iya,kan nanti dia juga bakal jadi nenek sambung " Jawab Cila terkekeh geli.
David menyenggol pinggul istrinya yang bicara tak kenal adat.
" Heheh iya San,makasih bilang sama dia " Ucap Abraham tersenyum.
" Lah kok aku,kamu dong San kan calon suami " Goda Cila.
Abraham menunduk malu membuat Hani dan Vero saling menyenggol memberi kode.
Didalam ruangan,Justin berkali2 mengecup wajah Laura dengan penuh kasih sayang.
Sungguh lelaki itu tak menyangka istrinya mampu mengeluarkan kepala sang anak dengan susah payah.
" Makasih Yank,kamu benar2 luar biasa " Ucap Justin terharu.
Laura mengangguk dan mengusap air mata pria itu.
" Jangan nangis lagi,malu diliatin Dokter " Ucap Laura tersenyum.
" Kamu bikin aku terharu,pasti sakit banget ya ?" tanya Justin mengusap lengan Laura.
" Hm,rasanya tubuh ku terbelah " Jawab Laura.
__ADS_1
" Itu pasti menyakitkan " Kata Justin merinding.
" Gak papa sayang,yang penting buah cinta kita lahir kedunia " Balas Laura tersenyum.
Justin tersenyum dan mengecup bibir Laura lembut.
Seorang perawat mendekati mereka dan menyerahkan bayi yang masih merah itu kepada Justin.
" Dia cantik banget Yank,lihat tuh bibirnya mirip kamu lagi manyun " Ucap Justin terpana melihat bayi mungil tersebut.
" Bukannya dia laki ya Yank ?" tanya Laura mengernyit.
" Iya,nih burungnya mungil banget " Jawab Justin terkekeh.
" Ish kamu mah " Kata Laura menampar lengan suaminya.
Justin tertawa pelan dan mencium lembut wajah putranya.
Laura disuruh memberikan asi pertama,bocah itu sangat bersemangat mencari put*ng ibunya hingga Laura meringis kaget.
" Kenapa ?" tanya Justin terkejut.
" Gak papa " Jawab Laura mencengkram bahu Justin.
Pria itu ikut meringis sakit dengan cakaran istrinya.
Tak lama wajah Laura mulai berubah tenang,perempuan itu tersenyum melihat anaknya menyesap dengan teratur.
" Wahhh enaknya anak Daddy baru lahir langsung mimik " Goda Justin mengusap jemari bayi itu.
Laura tersenyum mengusap pipi Justin.
" Dia ga sabaran kayak kamu " Bisik Laura pelan.
" Hehe iya Yank,nurun banget sama aku " Balas Justin terkekeh geli.
Dokter hanya diam sambil memeriksa tubuh Laura pasca melahirkan.
Diluar ruangan Vero sudah lebih dari 10 kali menguap,pria itu terlihat lelah menunggu.
" Yank cari makan yuk,ngantuk nih "Ajak Vero menegur Hani yang asik main game dihapenya.
" Lapar apa ngantuk ?" tanya Hani masih fokus.
" 22 nya Yank,kita gak sarapan loh pagi tadi " jawab Vero.
" Ya udah ayok " Kata Hani mematikan hape dan bangun.
" Mau kemana ?" Tanya David.
" Cari angin Pa " jawab Vero.
" Emang disini gak ada angin ?" tanya Cila polos.
" Ada sih,cuma gak seger " Jawab Vero terkekeh.
Abraham yang tadinya ingin menguap langsung mengurungkan niat mendengar celotehan keluarga itu.
" Dah ah,cepetan Yank " kata Vero menarik tangan Hani.
" Mama gak nitip ?" tanya Hani.
" Nanti aja bareng Papa " Jawab Cila.
" Om ?" Tanya Hani kepada Abraham.
" Nanti aja " Jawab Abraham tersenyum.
" Ya udah kami duluan ya " Balas Hani tersenyum.
__ADS_1
Semua orang mengangguk kecil,Vero berjalan duluan karna benar2 butuh refreshing.
Tak lama Justin keluar,pria itu dengan bangga menggendong anaknya menemui keluarga yang sudah menunggu.
" Waaaahhh cucuku " pekik Cila girang.
" Harap tenang semuanya " Kata Justin tersenyum.
" Sini sama Nenek " kata Cila mengusap tangannya ke baju.
Wanita itu tak sabaran lagi ingin menggendong cucu pertamanya tersebut.
" Alhamdulillah " Ucap Abraham tersenyum lega.
" Gimana Laura ?" Tanya David masih khawatir.
" Aman Pa,lagi di bersihin Dokter " Jawab Justin.
" Wahh lihat Pa,dia tidur kayak kamu mangap " Kata Cila heboh.
" Haisst aku gak mangap lah !" Kata David tak terima.
" Kamu mana tau kan lagi merem " Kata Cila jahil.
" Tapi aku sadar Yank,aku gak mangap tidur,kamu tuh yang mangap mana ngorok lagi " Balas David.
Abraham dan Justin saling melihat,keduanya ingin tertawa dengan celotehan pasangan gokil itu.
" Apa jangan2 kamu yang mangap ?" Tanya Cila penuh selidik ke anak menantunya.
" Ehhh gak,aku gak mangap gak ngiler juga,tanya Laura kalo gak percya " Jawab Justin melotot.
" Hahah iya2 " Balas Cila tertawa.
" Ishh Mama asal tuduh aja " kata Justin kesal.
Abraham tertawa renyah,kini Justin pun ikut sengklek seperti ibu mertuanya.
" Jangan nakal ya ***,jangan ikutin jalan sesat onoh kamu pas masih abg " Kata Cila mengelus pipi cucunya.
" Dah tobat Ma " Celetuk Justin merasa tersindir.
" Kan ngak nyebut nama " Balas Cila.
" Ya aku tau Mama nyindir aku " Balas Justin.
" Cihh ngaku dia Pa " Kata Cila menyenggol David.
Justin terdiam,ia masuk perangkap Cila mengakui kenakalannya dulu..
Abraham hanya diam menahan senyum,lelaki itu tidak tersinggung sama sekali karna sudah tau sifat Cila yang hoby menjahili orang.
" Dah kenapa kamu buka aib bapaknya sih,baru brojol loh ini " Tegur David.
" Biar dia tau sejak dini Pa " Kata Cila santai.
David menggeleng pelan dan tersenyum canggung kepada Abraham yang sudah memerah menahan tawa.
" Sini,aku juga mau gendong " Kata David bersiap2.
" Gendong siapa ? aku ?" tanya Cila polos.
" Ya cucu lah,ngapain gendong kamu kek nenek2 mana berat lagi " Jawab David tak berhati.
Cila mengkrucut dan membawa pergi cucunya dari sana.
" Yaaaahhh merajuk " Ucap ketiga lelaki itu lesu.
" Kamu nenek bawa kabur mau gak Cu ?" Tanya Cila kepada bayi tak berdosa itu.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.