Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kabar


__ADS_3

Sofia berusaha ditenangkan oleh Laura,gadis kecil itu terlihat begitu terluka menceritakan apa yg sudah terjadi.


" Kamu telat menjemputnya ?" tanya Laura kepada Hani.


" Vero kemarin kasih aku jadwal aktifitas Sofia jadi aku jemput sesuai jadwal " Jawab Hani menunduk.


" Mulai sekarang jemput lebih awal " kata Laura tegas.


" Aku gak mau sekolah " Kata Sofia memotong.


" Hah " pekik Laura kaget


" Jangan dong,masa kamu gak sekolah " kata Laura membujuk.


" Aku gak mau,Grace gak mau lagi temenan sama aku " kata Sofia kembali menangis.


Laura melihat Hani,wanita itu cukup tau dengan Grace karna itu tetangga Vero kemarin.


" Kamu harus tetap sekolah,nanti Tante yg temenin dan gak akan biarin kamu dibully lagi " kata Hani tegas.


" Kok Tante ?" Tanya Laura mengernyit.


Deg...


Hani tersentak dengan pertanyaan Laura.


" Kamu belum....?" tanya Laura menggantung.


Hani menggeleng pelan memberi kode.


Sofia diam melihat kedua wanita tersebut.


" Sampai kapan ?" tanya Laura paham maksud Hani.


" Nanti " Jawab Hani pelan.


Laura mengangguk kecil,wanita itu cukup terkejut karna Hani masih menyebut dirinya tante padahal gadis itu sudah sah menjadi ibu sambung Sofia.


" Bi telfon Papa " Kata Sofia tiba2.


Deg....


Laura kembali terkejut.


" Telfon Papa Bi,aku harus tanya sama Papa " Kata Sofia tegas.


" Papa kamu lagi kerja " Celetuk Hani.


" Kerja apa ? Kenapa kerja ada Polisinya ?" tanya Sofia lagi teringat kejadian pagi tadi.


Hani terdiam wanita itu tak bisa menjawab karna otaknya pun buntu.


" Karna kerjanya dilapangan,makanya harus ada polisi buat jaga " Kata Laura mencari akal.


" Bibi bohong ! Bibi gak jujur sama aku !" Teriak Sofia.


" Sofiaa " Tegur Hani tak suka.


" Tante juga bohong sama aku huaaaaa aku mau Nenek huaaa huaaaaa " Teriak Sofia sambil menangis.


Laura menghela nafas panjang,Ibu angkatnya pun tak tau saat ini berada dimana.


Sudah 2 hari Cila tak pulang kerumah,bukan hanya Sofia yg terlantar,David pun merasakan hal yg sama.


Bahkan Laura harus membagi waktu tubuh dan otaknya mengurus keluarga yg sudah menolongnya tersebut.


" Huhuhu Neneeekkk huhuhu " Tangis Sofia makin kencang memanggil Cila.


Biasanya hanya Cila tempat pelarian gadis itu jika tak senang dengan Vero,tapi sekarang Cila pun hilang.


" Mama belum balik ya Kak ?" tanya Hani sedih.


Laura menggeleng pelan seraya meremas kepalanya.

__ADS_1


Wanita beranak 2 itu terlihat frustasi,ia tak tau harus mencari Cila kemana.


Laura juga harus profesional,wanita itu tak bisa mementingkan Cila dan Vero saja karna ia juga punya anak suami yg harus diurus dan dilayani.


" Papa belum menemukan Mama,para anak buah Kak Justin udah turun semua cari dia " Kata Laura ingin menangis.


" Maafin aku Kak " ucap Hani merasa bersalah.


" Gak papa Han,mungkin ini sudah jalan nya untuk kami " kata Laura mencoba sabar.


" Aku bakal bantu cari Kak " kata Hani menguatkan.


Laura tersenyum kecil.


Sofia berlari lagi kekamarnya dan menangis disana.


Laura tak bisa berbuat banyak,mereka juga harus menghargai Sofia yg juga punya hati dan pikiran..


" Gak papa,seenggaknya dia punya tenaga buat nangis kencang " kata Laura melarang Hani mendekati ponaannya.


" iya Kak untung tadi sempat makan,aku takut dia sakit " kata Hani iba.


" Iya nanti kalo dia turun langsung kompres dan beri obat,biasanya Sofia pasti sakit kalo udah nangis gitu " kata Laura paham.


Hani mengangguk paham,pengetahuannya tentang mengurus anak sangatlah dangkal,ini pertama bagi gadis tersebut meski awalnya dulu ia juga sempat mengasuh Sofia walau sebentar.


" Gimana kerjaan kamu udah kelar ?" tanya Laura teringat.


" belum sempat Kak,tapi aku udah diberi Sp karna alpa " Jawab Hani.


" Kalo bisa kamu urus secepatnya sebelum mereka pecat gak hormat " balas Laura.


Hani diam,wanita itu masih ragu berhenti atau tidak karna itu sangat berpengaruh dengan masa depannya..


Laura yg melihat ketidakyakinan Hani hanya diam,ia tak bisa mengeraskan Hani untuk segera memutuskan karna itu memang bukanlah hal yg pantas.


" Pikirkan segalanya dengan matang,minggu depan Vero sidang lagi " Kata Laura tenang.


" Apa dia sudah diputuskan ?" tanya Hani.


" Jadi selama 3 bulan itu Vero gak bisa pulang ?" tanya Hani deg degan.


Laura mengangkat bahu tidak tau,dirinya juga belum menerima laporan dari sang suami.


" Kamu yg sabar ya,tunggu Vero pulang " Kata Laura menepuk bahu Hani lembut.


Hani mengangguk tersenyum.


Tak lama Laura pun pulang kerumahnya.


Ditempat lain,seorang pria terlihat sibuk memasak sendiri.


Yap,2 hari ditinggal Cila,David melakukan semua aktiftas rumah sendirian.


Pria itu terlihat kesepian tapi pria itu tak mau menampakkan wajah sedih nya dihadapan orang banyak.


David tetap melakukan aktifitas seperti biasa,bangun,sarapan,kerja dan pulang seperti biasa meski tak ada siapapun yg menyambutnya dirumah.


Rumah yg biasanya ramai dengan kehebohan sang istri kini senyap tak bertuan.


" Huh aku kenapa melow gini sih " Gumam David menggelengkan kepalanya.


Pria itu kembali mengicau nasi goreng dikuali dan menambahkan kecap manis.


" Kakek " Panggil seseorang.


David berbalik badan dan melihat sosok bocah kecil dengan tas punggung.


" Boy " Panggil David cukup terkejut.


" Hehe Kakek lagi ngapain ?" tanya Boy mendekat.


" Lagi masak " jawab David tersenyum.

__ADS_1


" Kamu sama siapa kesini ?" tanya David mematikam kompor.


" Tadi diantar supir Papa " Jawab Boy duduk dikursi.


" pulang Les ?" tanya David lagi.


" Iya Pa,Mama bentar lagi sampe " Jawab Boy tersenyum.


David mengangguk paham,lelaki itu membawakan hasil masakannya keatas meja.


" Kek " Panggil Boy berpangku pipi.


" Iya " Jawab David mengambil sendok.


" Aku kangen Nenek,kapan Nenek pulang ya Kek ?" tanya Boy sedih.


David diam melihat expresi bocah lelaki itu.


" Nanti bakal pulang " Jawab David tenang.


" Tapi belum pulang2 Kek,Nenek ngapain ya diluar sana ?" tanya Boy ingin menangis.


David terenyuh,ternyata bukan hanya dirinya yg merindukan Cila tapi anak cucunya juga.


" Lagi main kali sama Temennya,udah ah kita makan aja yuk " kata David mengalihkan.


Boy mengangguk,bocah itu mengambil piring dan sendok lalu makan bersama dengan sang Kakek.


" Kemana kamu Cila,tega kamu ninggalin aku dan Cucu kita kayak gini " Batin David sedih.


Boy makan dengan lahap,bocah itu seolah melupakan sejenak rasa rindunya kepada sang Nenek.


Asik makan,tiba2 dering ponsel David berdering.


David langsung bangun dan sedikit berlari membuat Boy kebingungan.


" Halo " Sapa David cepat.


" Halo Bos,kami menemukan Nyonya " Jawab seseorang diseberang.


" Dimana ?" tanya David terkejut.


" Sekarang kami dirumah sakit Bos " jawab Anak buah David lagi.


Deg.....


David terbelalak mendengar kata rumah sakit.


" Kenapa dirumah sakit ?" tanya David gemetar.


" Korban kecelakaan Bos,kami mendengar dari beberapa warga yg menolong,katanya seorang ibu2 menggunakan daster,jadi kami langsung kesini buat periksa " Jawab anak buah David.


David melemas seketika dan menjatuhkan hapenya kelantai.


" Papa " Ucap Justin yg baru sampai.


David menoleh,sketika manik pria itu memerah membuat Justin bingung.


" kenapa Pa ?" tanya Justin berlari mendekat.


" Mama kalian..." ucap David lemah.


" Mama " ulang Justin terbelalak.


David terduduk disofa,Justin mengambil hape David yg jatuh kelantai.


" Dimana ibu saya ?" tanya Justin tegas.


" ..... "


" Apa !" Pekik Justin melotot.


" Ayo kerumah sakit Justin " Ucap David dengan tangan gemetar.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2