
Pintu pagar terbuka dan naas saat bersamaan Yuna melihat mobil Vero dari kejauhan.
" Gawat " Ucap wanita itu terkejut.
Yuna dengan cepat menarik tangan Sofia keluar dan ingin mmebawanya masuk kedalam taxi yg ia pesan..
" Mama " Kata Sofia kaget.
" Ayo ikut Mama " kata Yuna buru2.
" Mau kemana Ma ?" tanya Sofia menarik lagi tangannya.
" Kamu harus tinggal sama Mama ya " Kata Yuna sedikit panik.
" Via lagi sakit Ma " Kata Sofia bingung.
" Nanti dirumah baru Mama obatin " kata Yuna terus memaksa Sofia.
Supir taxi terlihat bingung dengan kedua perempuan beda usia tersebut,ia ingin bergerak tapi Yuna mengakui dirinya sebagai Mama.
Mobil Vero semakin cepat hingga berhenti dibelakang mobil Yuna.
Pria itu keluar tergesa dan langsung berteriak.
" Apa yg kamu lakukan Hah !?" Bentak Vero memutuskan ikatan tangan Yuna dan Sofia.
" Papa " Ucap Sofia terkejut.
" Lepaskan tangan Sofia " ucap Vero dengan tatapan membunuhnya
" Gak,dia anak ku jadi aku berhak atas dirinya !" Kata Yuna tajam.
" Ayo Sofia ikut Mama " kata Yuna menarik lagi tangan gadis itu.
Sofia terombang ambing,ia bingung apa yg sebenarnya terjadi kepada kedua orang tuanya sendiri.
" Yuna !" bentak Vero menggelegar.
" Kamu tidak berhak Vero,dia bukan anak mu !" Kata Yuna heran.
" tutup mulutmu !" Teriak Vero geram
" Aku membohongi mu selama ini,aku tidak perduli jika harus masuk penjara bersama putri ku " kata Yuna sarkas.
" Kau !" Ucap Vero ingin menampar wanita itu.
Sofia kembali diseret,gadis kecil itu menarik tangan Vero seolah meminta sesuatu.
" Tangan Via sakit Ma " Ucap Sofia kesakitan.
" Ayo Nak masuk dulu tinggalkan tempat ini " Kata Yuna sedikit membujuk.
" Tapi Papa gimana ? Papa gak ada temen Ma " kata Sofia melihat Vero.
Vero masih diam ditempatnya.
Yuna melihat lelaki itu sejenak,rasa bersalah dan kesalnya bercampur aduk.
Yuna tak sanggup melihat Vero lama2 karna takut dirinya iba kepada lelaki baik tersebut.
Brak....
Sofia masuk kedalam taxi,terlihat Sofia menatap pria itu dari dalam.
Vero terus diam mematung dengan isi kepala yg berputar2..
Pria itu terserang dengan rasa bimbang yg membara dihatinya.
Taxi mulai bergerak,Sofia yg melihat Vero tidak ada pergerakan merasa kecewa.
" Lihat,apa Mama bilang Sofia,Papa mu tidak tulus " Kata Yuna mulai memprovokasi anaknya.
Gadis kecil itu menunduk dengan mata berkaca kaca,ucapan Yuna begitu menyakiti hati kecilnya yg tak berdosa.
__ADS_1
" Papa gak sayang Sofia ya Ma ?" tanya Sofia nanar.
Yuna diam mendengar pertanyaan anaknya,wanita itu merasa bingung jawaban apa yg pantas.
" Pak Jalan X " Ucap Yuna mengalihkan.
" Siap Bu " Jawab si supir mengerti.
Yuna melihat keluar,Sofia masih menunggu jawaban.
Gadis itu dibawa pergi ke suatu tempat yg Sofia sendiri belum pernah kesana.
Didepan rumah,Vero terjatuh ke tanah melihat Taxi yg membawa anaknya sudah menghilang.
Rasa sesak dan pedih begitu ia rasakan.
" Sofia " Ucap Vero menahan tangis.
" Apa yg sudah aku lakukan ? mengapa aku membiarkan anak ku dibawa wanita itu ?" Gumam Vero meremas rambutnya.
Lama terdiam dengan rasa kesal dan menyesal lelaki itu masuk kedalam rumah.
Vero duduk disofa berdiam diri sejenak,lelaki itu harus berpikir sehat untuk bertindak karna ia tak mungkin menarik paksa putrinya kembali.
Kebesokan pagi,Vero mendatangi rumah Cila.
Seperti biasa rumah Cila sangat ramai dengan sorak ayam jantan yg berkokok ria dipagi hari.
Pintu besar belum terbuka yg artinya Cila belum menerima tamu masuk.
" Huhhh " lelaki itu menarik nafas panjang.
Vero masih dalam mobil,ia kehilangan nyali untuk menemui sang Mama karna jika Cila tau Sofia dibawa Yuna pasti wanita itu akan mengamuk besar.
Lama berdiam diri tak lama pintu rumah terbuka.
Nampaklah seorang pria parubaya dengan kain sarung dan kaos oblong membuka lebar pintu rumah.
" Vero " Gumam David pelan.
Pria itu mengernyit melihat pengemudi masih didalam mobil tanpa ada niatan ingin keluar.
" Dia tidur apa gimana tuh anak,kerumah emaknya tapi gak keluar " gumam David heran.
Karna merasa aneh dengan tingkah sang anak,David masuk kedalam melaporkan kejadian kepada sang Kapten..
Vero yg melihat David tak perduli mendengus kesal.
" Papa ih cuek banget sih,bukannya disamperin malah ditinggal !" Gumam Vero kesal sendiri.
Pria itu kembali menjatuhkan kepalanya dikemudi dan memejamkan mata.
Didapur,David menghampiri Cila yg baru mencuci beras.
Keduanya bangun terlambat lantaran semalam Cila menyetor kegiatan rutin mereka yg sempat tertunda.
Dengan Daster setiang wanita itu sibuk sendiri.
" Yank " Panggil David seraya menarik kursi makan.
" Hm " Jawab Cila cuek.
" Ada Vero didepan " Kata David mencomot roti sisa semalam.
" Hah Vero ?" Ulang Cila.
" Iya " Jawab David.
" Kenapa gak masuk ?" tanya Cila mengernyit.
" Gak tau tuh,tidur kali dia dimobil " jawab David cuek.
" Kenapa pagi2 dia kesini ?" tanya Cila bingung.
__ADS_1
David tak menjawab,lelaki itu tidak tau kenapa anak nya tiba2 pergi kerumah.
" Coba aku lihat dulu " Kata Cila selesai menaruh cucian beras di magicom.
David mengangguk,wanita itu pun mulai berjalan meninggalkan dapur.
" Kayaknya tu bocah lagi galau " Gumam David menebak.
Cila terus berjalan hingga ia melihat memang benar ada mobil Vero didepan.
" Vero " panggil Cila sedikit berteriak.
Vero yg hampir tertidur mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Cila berkacak pinggang.
" Ngapain disana,masuk " kata Cila garang.
" Duh Mama pake acara keluar lagi " Gumam Vero pelan.
Cila terlihat berbicara panjang lebar tapi lelaki itu tak bisa mendengar jelas suara cepat ibunya..
" Verooo " Teriak Cila lagi.
" Ck iya2 aku keluar " kata Vero kesal sendiri.
Pria itu membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.
Cila melihat penampilan Vero dan mengernyit.
Pria itu masih mengenakan pakaian kerja kemarin,bahkan Vero terlihat lesu dan susah.
Vero berjalan gontai mendekati ibunya.
" Kamu dari mana ?" tanya Cila melihat penampilan Vero dari ujung kaki hingga kepala.
" Ma " Panggil Vero pelan.
" Kenapa kamu masih pake baju kemarin ?" tanya Cila heran.
" Ma aku capek " Kata Vero pelan.
" Sofia mana ? ini baru jam 6,apa dia gak sekolah ?" tanya Cila tak menghiraukan anaknya.
Vero diam dan menunduk dalam.
" Ck,ditanya malah uyu2 kek ayam mau mati " Cibir Cila kesal.
Vero menarik nafas panjang.
Mulut ibunya begitu pedas,sungguh Cila masih sama seperti dulu.
" Ma " Panggil Vero lagi.
" Ck,masuk aja dulu Mama mau masak " kata Cila berbalik badan dan berjalan.
" Sofia pergi " Ucap Vero lesu.
Deg....
Cila yg hampir menyingkap tabir dapur seketika berhenti berjalan mendengar penuturan anaknya.
" Yuna membawa Sofia pergi Ma,apa yg harus aku lakukan ?" Tanya Vero sedih.
Cila berbalik badan dan melotot melihat anak tunggalnya tersebut.
" S so fia dibawa Yuna ?" Ulang Cila terbata.
" Iya,Yuna bilang Sofia bukan anak ku Ma " Ucap Vero ingin menangis.
Cila langsung terkejut memegang dadanya.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1