Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Malam hari Reka pulang kerumah Hani,pria itu terlihat membawa banyak makanan dikantong plastik.


Sofia menyambut Reka dengan sangat sumringah apalagi pria baik itu tidak membawa tangan kosong.


" Wah2 kamu masih disini " Ucap Reka terkekeh.


" Iya Om,aku dan Tante jadi teman " Balas Sofia terkekeh.


Reka mengulum senyum dan mengusap rambut gadis tersebut.


Reka masuk kedalam dan melihat Hani sedang sibuk dengan laptop.


" Kamu dah pulang " Tegur Hani mendongak.


" Iya,maaf ya telat " Kata Reka duduk lesehan dikarpet.


" Hm " Jawab Hani tenang.


" Kamu lagi ngapain ?" tanya Reka.


" Nulis laporan,besok mau diserahin " Jawab Hani.


Reka ber Oh ria dan melihat Sofia lagi.


Gadis kecil itu duduk tenang dengan wajah berseri.


" Udah makan belum ?" tanya Reka.


" Udah Om,sama Tante makan ayam siang tadi " Jawab Sofia semangat.


" Masih laper gak ? Om bawa sesuatu " Kata Reka memainkan alisnya.


" Apa Om ?" tanya Sofia penasaran.


Reka mengambil plastik dan membuka isinya terlihat sekotak martabak manis dan minuman dingin serta bungkusan sate tersaji disana.


" Waahhh " Ucap Sofia takjub.


" Suka makan ini ?" tanya Reka hati2.


" Suka,biasanya Kakek sering beli sama Nenek " Jawab Sofia mengingat.


Reka mengangguk paham,gadis kecil itu pun dipersilahkan mengambil apa yg dia inginkan.


Reka mendekati Hani dan berbisik pelan.


" Dia ada ngerengek mau pulang gak ?" tanya Reka.


Hani menoleh dan menghela nafas panjang.


" Dia malah mau nginap malam selamanya " Jawab Hani gemas.


" Hah " Pekik Reka kaget.


" Kenapa Om ?" tanya Sofia ikut kaget.


Reka dan Hani menoleh dan mendapati gadis itu mulai cemong.


" Kasih tisu " Ucap Hani gemas.


Reka mengangguk dan memberi sapu tangannya kepada gadis kecil tersebut.


" Gak usah Om nanti kotor,Via gak pandai nyuci " kata Sofia menolak.


" Harus dicuci bersih " kata Reka memaksa.


" Gak ada sabun " Kata Sofia polos.


" Ya bawa pulang,masa dirumah kamu gak ada sabun " Kata Reka memancing.


Sofia diam sejenak dan melihat Hani.


Wanita dewasa itu juga diam melihat wajah penerus Vero tersebut.


" Ya udah deh tapi gak janji ya " Kata Sofia menerima dengan terpaksa.

__ADS_1


Reka mengangguk kecil dan ingin tertawa geli.


Sofia mengelap mulutnya dan kembali makan.


Mereka layaknya keluarga kecil yg bahagia dimana suami pulang,anak dan istri menyambut dengan gembira.


" Oh iya besok Sofia gimana ? aku kerja " Kata Hani teringat.


" Iya aku juga kerja " Jawab Reka menggaruk kepala.


" Terus gimana ? masa iya dia sendirian dirumah,,bisa roboh nanti ini bangunan " Kata Hani ngeri.


" Kenapa gitu ?" tanya Reka kaget.


" Ck dia masih anak2 Rek,kalo laper terus dia masak mie dan gak bisa matiin kompor gimana ?" Tanya Hani ngeri.


" Iya juga ya bahaya " Kata Reka ngeri.


Keduanya saling diam,Sofia masih sangat kecil dan harus dibimbing dalam melakukan segala hal.


" Om " Panggil Sofia melihat keduanya.


" Iya kenapa ?" tanya Reka.


" Hm Via mau Papa " Jawab Sofia pelan.


" Hah ?" Ulang Reka terkejut.


" Via kangen Papa Om,Papa pasti sendirian dirumah " Jawab Sofia sedih.


" Emangnya Mama Via mana ?" Tanya Reka.


" Mama pasti main sama temen,Papa sendirian Om " Jawab Sofia menaruh satenya dipiring..


Reka melihat Hani,keduanya saling memberi kode.


" Mama jarang ada dirumah ya ?" Tanya Hani prihatin.


Sofia mengangguk kecil.


" Gimana ini Rek ?" tanya Hani galau.


" Balikin aja sama Vero " Jawab Reka.


" Nanti kita yg dituduh bawa kabur anaknya " Kata Hani ngeri.


" Ya mau gimana lagi,kita jelasin aja apa yg terjadi " Kata Reka ambil resiko.


Hani melihat Sofia,baru sekarang Sofia mengingat Vero,mungkin karna Reka yg sekilas kepribadian mirip Papanya.


" Ya udah,kamu makan yg banyak ya habis ini kita pulang " kata Reka memutuskan.


Sofia mengangguk kecil.


Gadis itu menggeser piringnya dan meminta keduanya untuk makan bersama.


Senyum Hani dan Reka merekah,mereka merasa seperti keluarga kecil yg bahagia.


Sehabis makan,Hani memakaikan baju tidur gadis kecil itu lagi yg sudah kering.


Sofia didandani dengan layak,bahkan diberi minyak wangi biar saat sampai nanti Vero tak salah paham kepada mereka.


" Te " Panggil Sofia mendongak.


" Iya " Jawab Hani tersenyum.


Gadis kecil itu memeluk Hani dengan erat membuat Hani tersentak..


" Via suka sama Tante " Ucap Sofia jujur.


" Hah suka ?" Ulang Hani.


" Iya Tante baik sama Via,tante mau rawat Via " Jawab Sofia terharu.


Hani terkekeh dan mengusap kepala gadis itu.

__ADS_1


" Jangan nakal ya,nanti Papa Vero marah dan cape " Kata Hani lembut.


" Iya Te,Via gak nakal " Kata Sofia terkekeh.


Keduanya saling bercanda gurau,walaupun awalnya Hani kurang sreg tapi gadis kecil itu bisa membuatnya luluh dengan cepat.


Setelah selesai,mereka keluar disana sudah ada Reka yg siap mengantar.


Sofia kembali menaiki kendaraan yg disukainya,gadis kecil itu duduk ditengah memeluk pinggang Reka.


Hani ingin tertawa,sungguh gadis itu merasa geli saat ini lantaran mereka benar2 seperti keluarga cemara.


Roda dua itu melaju kejalan raya,tak ada percakapan semuanya menikmati perjalanan kali ini dengan isi pikiran masing2.


1 jam perjalanan,akhirnya mereka memasuki kawasan perumahan elite.


Jantung Hani mulai deg degan.


Gadis itu merasa khwatir dan canggung menghadapi Vero.


" Rame Ni,kayaknya ada tamu " Ucap Reka melihat dari kejauhan.


" Iya mereka pasti cari Sofia " kata Hani yakin.


Pria itu diam hingga memutuskan berhenti sejenak membuat Hani terkejut.


" Kenapa Rek ?" tanya Hani.


" Hm gimana kalo Sofia sendiri aja pulangnya ?" Tanya Reka.


" Hah " Pekik Hani melotot.


" Aku malas berurusan dengan Vero,dia itu gila " kata Reka kesal.


" Ya jangan dong " kata Hani tak setuju.


" Itu ada mobile nya Pak Justin,keluarga Vero pasti berkumpul disana dan kita yg membawa orang yg mereka cari Han,kita akan dituduh jadi tersangka !" kata Reka serius.


Hani diam sejenak,memang benar apa yg dikatakan sahabatnya,berurusan dengan Vero cukup berbahaya apalagi Reka bekerja diperusahaan Justin yg merupakan ipar lelaki tersebut.


Lama berpikir akhirnya keputusan mereka buat.


Sofia disuruh pulang sendirian dan mereka melihat dari kejauhan.


" Tante dan Om gak mau ya ketemu sama Papa ?" Tanya Sofia sedih.


" Bukan gitu Sofia " kata Reka bingung menjelaskan.


" Papa Via jahatin Om ya ?" tanya Sofia lagi.


Reka melihat Hani,gadis itu mengusap pipi Sofia lembut..


" Papa kamu gak jahat,hanya saja sekarang bukan waktu yg pas buat ketemu keluarga kamu " Kata Hani memberi perhatian.


Sofia menunduk,dirinya masih belum bisa mencerna kata2 Hani barusan.


Dengan gontai,gadis kecil itu berjalan sendirian dengan sandal kebesaran yg merupakan milik Hani.


Reka dan Hani langsung bersembunyi memantau dari jauh..


Setelah Sofia menghilang dibalik pagar,terdengar suara teriakan heboh dari dalam.


Dan detik kemudian seorang lelaki keluar melihat kearah jalan.


" Tuh kan apa aku bilang,ada Justin disana " Kata Reka menggeleng pelan.


" Iya disana juga pasti ada Mama Cila dan Papa David " Ucap Hani nanar.


Reka menghela nafas dan mengusap punggung sahabatnya.


" Sudah selesai,ayo kita pulang " Kata Reka tenang.


Hani mengangguk mereka pun pulang dengan Hani yg sudah tak bersandal lagi.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2