Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kantor


__ADS_3

Seorang gadis makan sendirian disebuah gudang yg cukup bersih.


Suasana disana sangat sepi lantaran para karyawan berbondong2 datang ke kantin untuk mengisi perut mereka.


" Aah laper banget " Ucap Sania pelan sambil membuka tas bekalnya.


Gadis itu membuka ikatan yg cukup kencang dan tersenyum cerah saat sekotak nasi berserta lauk mampir disana.


" Papa tadi bawa apa ya ?" Gumam Sania melihat bungkusan lain.


Gadis itu membuka lagi dan mendapatkan seporsi sayuran yg dibalut dengan saus kacang.


" Papa tau aja aku suka pecel " Gumam Sania terharu.


Gadis itu segera mengambil sendok dan menyuapkan makanannya.


Tak ada yg mengganggu,gadis itu terlihat begitu tenang menikmati makan siang.


Dikantin,suara rusuh dan bincang2 terdengar ramai.


Seorang pria masuk dan mengangkat tinggi lehernya mencari seseorang.


" Mana Sania ?" Gumam Juna pelan.


Manik pria itu melihat sekliling para wanita yg berlalu lalang didepannya.


Kantin itu terlihat luas,Adelard sangat pintar mencari peluang.


" Dimana dia,disni gadis kota semua " Gumam Juna tak mendapatkan apa yg ia inginkan.


Lelaki itu berjalan lebih dalam menatap satu persatu wanita disana.


" Eh itu bukannya Pak Juna ya ?" Gumam salah satu karyawan memperhatikan Juna yg berjalan masuk.


" Iya,itu salah satu pewaris perusahaan raksasanya Salders " Sahut gadis lain.


" Wah2 keluarga Salder memang gila ya,mereka punya bibit luar biasa " Ucap gadis itu takjub


" Hm aku dengar istrinya Tuan besar itu dulu gadis biasa "


" Masa sih ? Mana mau Tuan Salders sama orang biasa ?" Ucap wanita itu tak percaya


" Ntah lah,aku dengar begitu "


Suara bisik2 terdengar,Juna yg melihat para karyawan menatap dirinya aneh memilih mundur.


" Mungkin aku memang salah lihat dan Sania tidak ada disni " Kata Juna lesu.


Lelaki itu berjalan keluar dengan langkah lemah,ia begitu berharap bisa bertemu gadis tersebut,tapi apa daya semesta mungkin belum mau mempertemukan mereka.


Juna meninggalkan kantin,diperjalanannya ia bertemu Bryan yg juga akan keluar dari gedung.


" Belum balik ?" tanya Bryan mengernyit.


" Ini mau balik " Jawab Juna.


" oh ya udah barengan " Kata Bryan tersenyum.


" Duluan aja,aku bawa mobil " Ucap Juna ikut tersenyum.


" Hm ya udah,aku duluan ya " Pamit Bryan sopan.


Juna mengangguk pelan,lelaki itu pun ditinggal sendirian.


Juna kembali melangkah,lelaki itu menghela nafas panjang.


Rasa kecewanya masih terasa berat.


" Ah sial,kebelet lagi !" Umpat Juna kesal.


Lelaki itu berbalik badan dan menuju kesebuah lorong.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,Juna keluar lagi dan alangkah terkejutnya lelaki itu melihat seorang gadis berdiri didepan kaca besar sambil mencuci tangan.


" Sania " Ucap Juna pelan.


Deg...


Gadis itu tersentak dan melihat kecermin.


" Bang Juna " ucap Sania ikut terkejut.


" Akhirnya aku menemukan mu " Ucap Juna tersenyum cerah.


Glek....


Sania menelan ludah kasar,gadis itu berbalik badan dan melihat Juna berdiri menjulang didepannya.


" Kamu darimana aja ?" tanya Juna menatap gadis itu dalam.


" Ak aku habis makan " Jawab Sania deg degan.


Juna melihat Sania dari ujung kaki hingga kepala,pria itu terlihat pangling dengan penampilan gadis didepannya.


" Kamu makin cantik " Ucap Juna lembut.


Sania diam tak menjawab.


" Kamu kemana aja sih ? Kenapa gak pernah lagi kirim pesan atau telfon aku ?" tanya Juna mengusap kepala Sania.


Gadis itu menunduk dalam merasai usapan lembut tersebut.


" Aku merindukan kamu sayang " Ucap Juna menarik Sania ke dekapannya.


" Kak !" Ucap Sania terbelalak.


" Aku rindu kamu,biarkan aku memelukmu sebentar " ucap Juna menahan tangan Sania.


" Jangan gini Kak " Kata Sania sedikit berontak.


" Kakkk lepasin aku Kak " Kata Sania terus berontak.


Juna makin kuat menahan,sungguh lelaki itu sedang menumpahkan semua rasa rindunya yg selama ini terpendam.


Lama memeluk membuat Juna makin tak terkontrol,lelaki itu mengangkat dagu Sania hingga mendongak kearahnya


" Kamu masih milik ku Sania,kamu kekasih ku " Ucap Juna dengan manik menggebu.


" Hah " Kata Sania melotot


" Kamu milik ku,kamu gak boleh jadi milik orang lain !" Kata Juna serius.


Dagu Sania kembali diangkat hingga mendongak kearah Juna,dan Juna dengan berani menurunkan kepalanya untuk menggapai gadis itu.


Plaaakkkkkkk......


Satu tamparan keras mendarat dipipi kanan Juna membuat lelaki itu tertoleh.


" Kakak apa2an sih !" Kata Sania mendorong Juna kesal.


" kenapa kamu nampar Kakak ?" tanya Juna mengernyit.


" Kakka gak sopan !" Jawab Sania kesal.


" Saniaa,aku ini Juna pacar kamu " Kata Juna heran.


" Aku gak mau kayak gini Kak !" Kata Sania kesal.


" Kakak cuma pengen cium dikit " Kata Juna mengkrucut.


Sania mengibas tangannya dan berlalu.


Juna mengejar dan menarik pinggang gadis itu membuat Sania mundur seketika.

__ADS_1


" Kakkkk " pekik Sania panik.


Juna merengkuh Sania erat dari belakang seolah tak ingin gadis itu pergi.


" Pleaseee jangan tinggalin aku Nia " Kata Juna lirih.


" Lepasin aku Kak " Ucap Sania mengibas tangan Juna.


" Nggak,aku gak mau lepasin kamu " Kata Juna menambah pelukan eratnya.


" Aduhh nanti diliatin orang !" Kata Sania geram.


Juna tersentak dan langsung melepas Sania.


Lelaki itu tersadar bahwa mereka berada ditempat yg rawan gosip.


" Maaf maaf " Ucap Juna merapikan bajunya.


Sania juga merapikan bajunya yg kusut bekas tarikan.


" Kamu gak papa ?" Tanya Juna khawatir.


Sania tak menjawab,gadis itu langsung berlari keluar tanpa menoleh.


" Heii Sania tungguuu " Pekik Juna ikut berlari.


Aksi kejar kejaran pun terjadi,Sania mencoba menghindari lelaki itu tapi Juna kekeh ingin menangkapnya.


" Aku harus kabur " Ucap Sania disela larinya.


Gadis itu menambah laju dan berhasil keluar dari area gelap.


Suasana didepan kembali ramai,gadis itu sedikit ngosa2n dan melihat kebelakang.


Juna juga ikut ngos2an membuat Sania ingin tertawa.


" Awas kamu yaaa,kamu gak bisa lari dari aku " Kata Juna dengan mulut komat kamit.


" Ueeeekkkk !" Olok Sania menjulurkan lidah dan kembali berjalan.


" Haiisssttt tuh anak bener2 !" Kata Juna gemas dan kesal.


Sania hilang,Juna menggeleng pelan dan sedikiy terkekeh geli.


Lelaki itu pun berjalan dengan benar dan menunjukkan kewibawaannya.


" Kamu dari mana aja San ?" Tanya teman Sania yg berjaga diloby.


" Habis makan Kak " Jawab Sania.


" Gak ada liat kamu di kantin ?" Sahut teman satunya.


" Iya kak aku makan ditempat lain " Jawab Sania sedikit deg degan.


" Selamat siang Pak " Sapa teman Sania saat melihat Juna lewat.


" Hm " Jawab Juna terlihat cuek.


Manik Sania menatap curi lelaki itu begitupun Juna yg melihat Sania sekilas.


Juna berjalan dengan gagah keluar dan dibukakan pintu oleh satpam.


" Huhhhh aman " Ucap Sania pelan.


" Hah kenapa San ?" Tanya teman Sania mendengar gumaman gadis itu.


" Huh gak papa Kak,hehe oh iya apalagi yg harus aku pelajari ?" Tanya Sania mengalihkan topik


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2