
Kini Cila dan David duduk diruang tamu salah satu rumah warga,Cila masih menangis kasihan melihat luka diwajah suaminya.
" Udah Beb aku ngak papa " Kata David lembut mengusap air mata istrinya.
" Kamu terluka Mas,mereka memang jahat " Kata Cila sedih.
" Ini Neng diminum dulu " Kata Tuan rumah memberi mereka teh hangat.
" Terima kasih Bu " Jawab David tersenyum.
" Kalo boleh saya tau,kalian ada masalah apa sama Mba Teti ?" Tanya Wanita parubaya itu penasaran.
" Masalah warisan Bu,mereka mengambil warisan orang tua saya " Kata David jujur.
Deg..
Sepasang suami istri itu saling melihat dan mengernyit aneh.
" Warisan ? emang siapa nama orang tua kamu ?" Tanya bapak itu.
" Nama Ayah saya Daniel Praja Pak,ibu saya Susan Praja " Kata David tersenyum.
Cila hanya diam karna dirinya tak tau apapun tentang orang tua suaminya.
Bapak itu mengernyit,mencoba mengingat ingat.
" Kamu anaknya Pak Dani yang punya usaha pabrik karet itu ya ?" Tanya Bapak itu memastikan.
" Iya Pak,Ayah saya dulu emang punya pabrik karet " Kata David semangat.
" Yang meninggal karna kecelakaan itu ?" Tanya ibu itu.
" Iya Bu,saya anak pertamanya dulu "
" Ohhh kamu anak yang hilang dulu,waktu di asuh Teti " Kata pria itu teringat.
David menunduk mengangguk kecil.
" Saya lari dari rumah Pak,karna saya diperlakukan tidak baik disana " Kata David sedih.
" Astaga Nak,sekarang kamu udah gede,terus ini siapa kamu ?"
" Dia istri saya Pak,Bu " kata David tersenyum kepada Cila.
Cila ikut tersenyum menggenggam tangan suaminya.
" Oh,sekarang kamu udah nikah juga,udah punya anak ?"
David menggeleng lemah.
" Kami baru menikah Bu " Kata Cila menyahuti.
" Oh,bagus lah,abis ini kalian mau kemana ?" Tanya Bapak itu lagi.
" Kami harus pulang Pak,tapi nanti saya akan kembali lagi buat rebut hak saya " Kata David serius.
" Iya,seharusnya memang kamu yang mendapatkan semua warisan orang tua kamu,Teti orang sombong,apalagi anak2nya mentang2 kuliah luar negeri dan punya banyak mobil gaya nya selangit " Kata ibu itu berasap2.
" Iya Bu,saya tau tabiat mereka awalnya saya ngak mau memperpanjang masalah ini,tapi mereka membawa nama saya saat ada masalah sama lahannya,saya yang disuruh ganti rugi,padalah mereka yang makan semua uangnyà " Kata David kesal.
" Kamu ngak bisa lawan mereka sendirian,kamu harus punya orang kuat dibelakang kamu,karna Teti itu licik apalagi Kakak2 nya,uh kalo udah ketemu mereka nih mereka tu kayak ngak nginjek tanah lagi saking sombongnya " Kata wanita itu membeberkan fakta.
David mengangguk mengerti,begitu pun Cila yang terkejut kaget baru tau fakta itu sekarang.
__ADS_1
" Pantas saja dia terlihat jijik masuk kerumah saat itu " Batin Cila kembali kesal.
" Ya udah Pak,Bu,kami pamit dulu ya makasih udah nolong kami tadi " Kata David bangkit mengambil tas punggung mereka.
" Iya sama2,kalo butuh bantuan kalian boleh minta tolong sama kami " Kata Bapak itu ramah.
" Terima kasih Pak " Kata David terharu.
Mereka pun bersalaman tanda terima kasih.
Cila dan David pun keluar dari rumah itu,saat mereka melintasi rumah besar Tante David,pria itu menatap tajam pagar yang berdiri menjulang membatasi lahan mereka dengan warga lainnya.
" Tunggu saja Tante,gue bakal rebut apa yang kalian ambil selama ini " Batin David.
" Ayo Mas,kita pulang " Ajak Cila lembut.
David menghela nafas dan mengangguk mengandeng tangan Cila berjalan bersamaan.
Mereka berhenti disebuah warung sederhana,Cila begaduh lapar karna belum makan siang.
"Udah,yuk makan dulu " Ajak Cila saat pesanan mereka datang.
David mengangguk dan makan nasi padang itu dengan lahap,pria bersyukur Cila sangat bisa mengatur keuangan buktinya uang pinjaman kemarin masih cukup untuk ongkos mereka bolak balik dan makan.
Setelah makan mereka pulang krumah,hampir malam mereka baru sampai dirumah sederhana mereka.
David berbaring di kasur lantai saat Cila membereskan baju2 mereka.
" Gih mandi dulu,bentar lagi magrib " Titah Cila memberi handuk.
" Iya " Kata David tersenyum.
Pria itu dengan patuh kekamar mandi,azan pun berkumandang mereka solat magrib berjamaah,tak lupa David berdoa untuk kelancaranya dalam menjalani hidup.
" Iya ngak papa " Kata David tersenyum.
Cila mengangguk dan berjalan kedapur..
David menghela nafas melihat kepergian istrinya,sungguh David merasa berdosa memberi kehidupan keras ini kepada Cila,tapi apa boleh buat dirinya tak kuasa dalam mengatur rezeki..
Selesai masak mereka pun makan dengan lahap, meski hanya telur dadar campur cabe dan bawang merah diiris tipis.
Cila tak canggung atau merasa risih sama sekali,perempuan itu sudah biasa sejak menikah dengan suaminya itu makan seadanya,Cila jarang merengek minta dibelikan ini itu oleh pria itu,karna Cila tau suami nya bukan lah pria kaya,yang punya segalanya.
" Mas,gimana kalo kita minta bantuan Kak Reno ?" Tanya Cila berbaring di dada suaminya.
" Em emang Bang Reno mau bantu kita ?" Tanya David balik.
" Nanti aku tanya dulu,kalo dia mau kan kita bisa lawan Tante jahat kamu itu "
" Ya udah,nanti sekalian aku ngomong sama Ayah,apa yang harus aku lakuin,karna jujur aku ngak tau apapun tentang begituan "
" Iya,besok kita telepon Ayah "
" Wajah kamu masih sakit ?" Tanya David teringat akan luka istrinya..
" Cuma nyeri sama bandem doang kok Mas,nanti juga hilang " Kata Cila tersenyum memeluk pria itu.
" Maafin aku ya,aku ngak bisa lindungi kamu tadi " Kata David menyesal.
" Ngak papa,aku baik2 aja " Kata Cila happy
" Tidur yuk,aku ngantuk " Kata David menguap lebar.
__ADS_1
" Aku udah bersih loh,ngak mau main dulu ?" Goda Cila..
David terkekeh pelan dan mengusap lembut kepala istrinya.
" Nanti aja,aku ngantuk banget,kalo kamu mau kamu aja diatas " Kata David pasrah..
" Ih,ngak mau " Kata Cila tertawa.
David tertawa renyah dan memeluk perempuan itu dengan mesra.
Cila mengusap luka dibibir suaminya dengan lembut lalu mengecup nya pelan.
" Selamat malam suami ku " Kata Cila lembut.
" Malam istriku yang centil " Balas David tersenyum.
Mereka pun berpelukan hangat diatas kasur tipis.
Kebesokan harinya,Cila mendapat panggilan dari Ayahnya bahwa mereka kini berada di kontrakan.
Dengan cepat Cila pulang krumah tak mau Beni dan Sintia menunggu lama disana.
" Astagaaaa " Pekik Sintia kaget melihat wajah biru Cila.
" Kamu kenapa biru2 gini,siapa yang lakuin ini sama kamu ?" Tanya Sintia marah.
Beni yang sedang merokok diluar pun masuk kedalam melihat anak istrinya.
" Kenapa Yank ?" Tanya Beni heran.
"Lihat Yah,wajah Cila bonyok " Kata Sintia kesal.
Beni kaget dan mendongakkan wajah Cila yang menunduk.
Seketika Beni melotot kaget melihat pelipis Cila terluka dengan pipi kebiruan..
" Mana David !" Kata Beni dengan wajah memerah.
" Ini bukan salah suami aku Yah " Kata Cila panik.
" Mana dia,suruh pulang sekarang ! " Titah Beni garang.
Sintia panik melihat suaminya emosi.
" Cila,panggil suami mu suruh pulang !! " Bentak Beni garang.
" iiiya Yah " Kata Cila ketakutan berlari kekamar mengambil hpnya.
" Mas,tenang dulu Mas jangan emosi gini " Kata Sintia ketakutan.
" Tenang kamu bilang,gimana aku bisa tenang lihat wajah Cila biru kayak gitu,suami macam apa dia Hah! " kata Beni berapi api.
Didalam kamar Cila berusaha menelpon suaminya.
" Halo Mas,pulang Mas Ayah ngamuk " Kata Cila panik.
" Ada apa ?" Tanya David diseberang.
" Pokoknya kamu pulang dulu ya please " Kata Cila hampir menangis.
" Iya2 aku pulang sekarang " Kata David mematikan panggilan sepihak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Mana nih dukunganya nya author lemes mau lanjut,jangan lupa terus kasih Vote,Like,Coment ya