Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kenyataan


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria baru pulang dengan keadaan lelah bersama putri kecilnya.


Seperti biasa,sepulang sekolah Sofia pasti mampir ke perusahaan untuk menemani Vero pulang.


Keduanya semangat masuk hingga kaki Vero berhenti melangkah melihat seorang wanita duduk diruang dapurnya.


" Kalian sudah pulang ?" tanya Yuna tersenyum.


" Mama " Ucap Sofia terkejut.


Gadis itu berlari dan langsung memeluk Yuna dengan erat.


Vero masih diam ditempatnya hingga lelaki itu membuang muka dan berlalu dari sana.


Yuna melihat sang suami dan menarik nafas tenang.


" Mama kenapa baru pulang ?" tanya Sofia polos.


" Mama ada urusan " Jawab Yuna lembut.


" Tapi kenapa gak pulang ? kasihan Papa " Kata Sofia sedih


" Papa kenapa ?" Tanya Yuna mengernyit.


" Papa harus bangun subuh buat bikin sarapan,anterin aku sekolah,jemput,makan dan bekerja " Jawab Sofia dengan lugu.


" Mulai sekarang kamu dan Papa harus mandiri " Kata Yuna tersenyum.


" Kenapa Ma ? aku dan Papa selalu mandiri,makan minum sendiri hehe " Kata Sofia melawak.


Yuna tertawa,wanita itu sangat gemas dan merindukan anaknya.


Sofia disuruh berberes dulu,Yuna melanjutkan lagi masaknya dan bersikap tenang.


Setelah satu jam berlalu,akhirnya Sofia dan Vero menampakkan muka.


Yuna masih menunggu didepan meja makan dengan bertopang dagu.


" Mama " Panggil Sofia sambil menyeret Vero.


" Ayo makan " Ucap Yuna datar.


" Iya Ma,Via udah laper " Kata Sofia mengkrucut.


Yuna mengangguk,wanita itu mulai mengambil piring dan menaruh nasi.


Sofia menunggu dengan sabar,Vero hanya diam tanpa suara.


Setelah sang anak selesai kini giliran Vero,tapi saat Yuna ingin mengambil piring Vero sudah mengambil duluan membuat Yuna diam sejenak.


Lelaki itu tak mengubris,Vero tetap mengambil nasi dan lauk yg tersedia dimeja.


Yuna diam memperhatikan,setelah selesai Vero mulai makan.


Lelaki itu tak bersuara,ia seolah tak menganggap bahwa Yuna ada didepan matanya.


Sofia juga terlihat cuek dengan situasi yg ada lantaran gadis itu belum mengerti apa yg sedang terjadi.


Mereka semua makan dengan tenang,sesekali manik Yuna melirik Vero yg masih bungkam.


Malam harinya,Sofia belajar diruang keluarga.


Gadis kecil itu terlihat serius karna sebentar lagi ia akan masuk sekolah dasar.


" Ma besok antar Via sekolah ya ?" Tanya Sofia mendongak.


" Hm " Jawab Yuna bermain ponsel.


" Tadi disekolah Via dapat nilai bagus loh kata bu guru " Kata Sofia lagi mengingat tadi siang.


" Iya " Jawab Yuna masih sibuk dengan hape.

__ADS_1


Sofia diam sejenak,ibunya tak melihat sama sekali dari tadi Yuna sangat sibuk mengetik sesuatu di alat komunikasi tersebut.


" Ma " Panggil Sofia lagi.


" Iya bentar " Jawab Yuna makin asik.


" Huuuuftttt " Sofia menghela nafas panjang.


Gadis itu ingin bercerita lebar tentang kesehariannya apalagi Yuna sudah lama tak pulang.


Gadis itu merindukan sosok hangat sang ibu sama seperti para temannya yg lain.


Asik bermain ponsel tiba2 dari arah belakang sebuah tangan merebut benda kramat tersebut.


Yuna seketika menoleh dan kaget melihat Vero berdiri dibelakangnya.


Pyaaaaaaarrrr.....


Hape mahal berkamera 3 itu seketika terbentur dengan keras ke lantai.


Semua orang kaget termasuk Sofia yg kembali ingin belajar.


" Kamu apa2an sih Vero !" Bentak Yuna bangkit dari duduknya.


" Kamu yg apaa2an !" Bentak Vero balik.


" Apa salah aku ?" tanya Yuna geram.


" Kau bilang apa salah mu ?" Tanya Vero menginjak hape itu dengan kakinya.


Manik Yuna terbelalak,wanita itu langsung bersimpuh ingin mengambil miliknya.


Vero tak mengizinkan,lelaki itu menendang jauh si ponsel hingga keruangan tamu.


" Vero !" Bentak Yuna geram.


" Keluar dari rumah ini sekarang !" Usir Vero menahan sabar.


Deg...


" Keluar !" Ulang Vero menunjuk pintu.


Yuna diam dan melihat anaknya.


" Baik " Jawab Yuna tenanv.


Vero bersedekap dada dengan emosi yg sudah meledak2.


" Aku akan keluar dari rumah ini membawa putri ku " kata Yuna tegas.


Deg....


Vero terbelalak dengan ucapan sang istri.


" Jangan harap itu terjadi " Kata Vero sinis.


" Kenapa ? kau tidak berhak atas dirinya " Kata Yuna menantang.


" Sofia putri ku jadi aku berhak atas dirinya " Jawab Vero tegas.


Yuna terkekeh,wanita seolah mengejek ucapan Vero barusan.


" Kenapa kau tertawa ?" tanya Vero mengernyit.


Yuna menarik nafas dan melihat anaknya yg sudah ketakutan..


Wanita itu mendekat dan mengusap kepala Sofia lembut.


" Dia tidak bersalah,selama ini aku yg membuat kekacauan " Kata Yuna tenang.


Vero diam melihat gerak gerik Yuna.

__ADS_1


" Tapi karna dia darah daging ku jadi dia harus ikut terseret dengn Msalah kita " Lanjut Yuna lagi.


" Tidak usah berbelit,langsung saja pada intinya !" Kata Vero malas.


" Baiklah,Sofia ini bukan anak mu " Kata Yuna tenang.


Jedderrrr.....


Bagai petir di malam hari pria itu terbelalak dengan ucapan sang istri..


" Apa maksud mu ?" tanya Vero gemetar.


" Maksud Mama apa ? Via anak Papa Ma " Kata Sofia tidak mengerti.


" Ya seperti yg kau duga,dia bukan darah daging mu Vero,jadi aku harus membawanya ikut dengan ku dan berpisah dengan mu !" Kata Yuna tegas.


" Jangan bercand dengan ku Yuna !" Kata Vero geram.


" Aku bicara yg sesungguhnya,ayah anak ku masih hidup dan dia menginginkan putrinya kembali " Kata Yuna menelan ludah kasar.


" Kau !" Desis Vero mengepalkan tangan.


" Aku rasa semua sudah jelas dan aku pulang kerumah ini untuk mengambil barang2 ku " Kata Yuna menggengam tangan anaknya.


Wanita itu melangkah tapi Vero langsung menarik tangan Sofia membuat Yuna berhenti.


" Lepaskan tangan dia " Kata Yuna geram.


" Kau pikir semudah itu bersikap semau mu ?" tanya Vero tersenyum smirk.


" Dia bukan anak mu !" Kata Yuna kesal.


" Tutup mulut mu !" Bentak Vero tak suka.


" Papa hiks hiks " Sofia mulai menangis ketakutan mendengar suara keras Vero.


" Lepaskan tangan anak ku atau kau tidak keluar dengan selamat dari rumah ini " Ancam Vero.


Deg...


Yuna tersentak,wanita itu melihat wajah Vero yg sudah memerah dengan emosi dikepala.


" Jangan pernah main2 dengan ku " Lanjut Vero lagi.


" Apa kau sebodoh itu mau menganggap anak orang lain sebagai anak mu ?" tanya Yuna heran.


" Sofia anak ku !" Bentak Vero geram.


" Dia bukan anak mu " Kata Yuna tak kalah geram.


Aksi tarik menarik pun dilakukan,Sofia yg terombang ambing semakin menangis takut dan bingung.


Yuna menarik dengan keras tangan anaknya begitupun Vero,keduany seolah tak mau mengalah hingga akhirnya suara sobekan terdengar.


Vero dan Yuna seketika melepas tangan mereka dan melihat sang putri.


Sofia mengangkat kedua baju tidurnya dan melihat sobek di ketek.


" Huaaaaaaa huaaaaaa " Tangis gadis malang itu seketika menggelegar.


Sofia langsung berlari keluar membuat Vero kelabakan.


" Sofiaaa tunggu Nakk " Pekik Vero mengejar.


" Aaakhhhh siaaaal !" Umpat Yuna kesal.


" Aku akan membawa anak itu keluar,aku tidak mau Sofia dibawah kuasa Nenek lampir dan anaknya yg bodoh itu !" Geram Yuna.


Tanpa pikir panjang,Yuna mengambil barangnya dan ikut keluar sambil menyeret tas yg ia sudah siapkan.


Diluar,Vero terus mengejar sang putri yg berlari menuju jalan raya.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2