
Ridho menganjak Vero keluar untuk bicara 4 mata,pria itu begitu ingin memberitahu Vero apa yg sebenarnya terjadi.
" Kenapa ?" Tanya Vero setelah keduanya berada disebuah taman.
" gue ingin bicara serius " Jawab Ridho.
" Gue gak punya waktu buat becanda sama lo " Cibir Vero.
Ridho terdiam dengan skakmatt lelaki didepannya.
" Baiklah,gue langsung ngomong ke inti aja " Kata Ridho mencoba sabar.
Vero diam lagi menunggu kata selanjutnya.
" Sebenarnya gue malu buat ungkapin perasaan gue saat ini " kata Ridho ragu.
" Kenapa ? lo punya perasaan sama gue ?" tanya Vero asal.
" Ya ngak lah,gila aja gue masih waras " Jawab Ridho melotot.
Vero diam menahan tawanya melihat expresi minggat lelaki seumuran dirinya tersebut.
" Gue baru tau kalo lo sama Hani dulu punya hubungan " Kata Ridho menghela nafas.
Deg...
Vero terbelalak mendengar pernyataan Ridho.
" Lo gak usah ngelak,gue udah cari semua data lo sampe percintaan lo juga " Celetuk Ridho bisa membaca isi kepala Vero.
" Lo ngintilin gue ?" Tanya Vero garang.
" Gue lakuin itu buat cari informasi aja,takutnya Sofia kenapa2 " Jawab Ridho yg mana membuat Vero baran.
" Lo fikir gue bakal mencelakakan Sofia !" Tuduh Vero tajam.
" Gue takut nasib Hani sama nantinya dengan nasib Sofia " Balas Ridho jujur.
Deg...
Lagi2 Vero dibuat terkaget oleh ucapan lelaki asing tersebut yg berani mencari data pribadinya.
" Jangan takut,gue gak berniat jahat kok cuma memastikan aja Sofia berada ditangan yg tepat " Kata Ridho tersenyum.
" Apa mau lo ?" tanya Vero mencoba tenang.
" Gak banyak,gue cuma mau Sofia " Jawab Ridho.
" Gue gak bisa menyerahkan anak gue ke orang lain " Balas Vero.
" Ya kau benar,gue orang asing tapi secara ikatan darang gue sama Sofia sangat dekat " Balas Ridho.
Vero tak menjawab,lelaki itu menatap Ridho dengan wajah menyelisik.
" Hm gini Ver,orang tua gue udah tau semuanya dan sekarang kondisi keluarga gue sangat berantakan " Kata Ridho jujur.
" itu urusan kalian " Balas Vero santai.
" Iya gue tau,tapi ini permintaan Ibu gue,dia pengen lihat dan tinggal sama Sofia " Kata Ridho menunduk.
" Ibu lo kenapa ?" tanya Vero lagi
" Ibu lagi sakit,dia begitu terpukul saat tau gue dan abang gue terlibat masalah " Jawab Ridho.
" Abang lo si Daniel itu ?" Tebak Vero.
" Lo tau dia ?" tanya Ridho mengernyit.
" Ya,karna Abang lo Hani dalam masalah besar " Jawab Vero tajam.
" Lo tau dia darimana ?" Tanya Ridho tenang.
" Lo gak perlu tau,minta Abang lo buat lepasin Hani " Pinta Vero.
__ADS_1
" Dia mencintai gadis polos itu " Balas Ridho.
" Kalian mencelakakan hidupnya !" Kata Vero marah.
" Kau trauma ?" tanya Ridho terkekeh.
" maksud lo ?" tanya Vero mengernyit.
" Lo trauma atau kasihan kepada Hani ?" tanya Ridho lagi.
" Gue tau apa yg terjadi sama kalian " Ucap Ridho.
" Gak usah sok tau " Balas Vero ketus.
" Udahlah Ver,kita disini sama2 bersalah,semuanya memojakkan Hani bahkan temannya menjadi korban " Ucap Ridho.
" Makanya jangan menambah lagi " Celetuk Vero gemas.
" Gue gak tau,semuanya ada di Bang Daniel sama Hani sendiri " balas Ridho.
Vero terdiam dengan maniknya masih mmeperhatikan Ridho disana.
" Sekarang gue minta Sofia tinggal dirumah gue berapa hari,gue janji tuh anak akan baik2 saja " kata Ridho berharap.
" Lo yakin sedangkan dirumah lo terdapat satu tersangka pembunuhan ?" tanya Vero terkekeh.
Deg....
Kini manik Ridho yg melotot
" Sofia gak boleh kemana2 dia harus tetap aman " Kata Vero tegas.
" Ayah gue bukan pembunuh " Kata Ridho tak suka.
" Ya dia tidak membunuh langsung melainkan dengan membayar orang lain " Kata Vero terus mennembak lelaki didepanny.
Ridho lagi2 diam mendengar ucapan Vero yg cukup menyayat hati.
" Dah lah ngabisin waktu ngomong sama lo " kata Vero bangun dari duduknya.
" Gue mohon kali ini aja,Ibu gue sakit Ver,dia pengen ketemu cucunya " Kata Ridho serius.
" Tutup mulut mu,kalian semua gak berhak atas Sofia !" bentak Vero keras.
Deg...
Ridho tersentak dengan wajah melotot.
" Maksud lo apa ? gue bapaknya " kata Ridho tak terima.
" Bapak lo bilang ? kemana aja lo kenapa baru ngaku jadi bapaknya sekarang hah !" Kata Vero menarik kerah baju Ridho.
" Gue akuin emang gue salah karna gak muncul selama ini,tapi gue baru taunya sejak Yuna jujur " Kata Ridho menatap manik tajam Vero.
" lo dan Yuna sama2 sampah !" Hujat Vero melepas baju Ridho.
Ridho mundur sedikir merapikan bajunya yg berantakan.
" Ya gue emang sampah,tapi tidak dengan Sofia kan ?" Kata Ridho tegas.
Darah Vero merasa mendidih lelaki itu terlihat begitu emosi dengan permintaan Ridho saat ini.
" Ibu gue sakit struck Ver,gue bingung mau ngapain agar beliau sembuh " kata Ridho lesu.
" Itu urusan lo " Kata Vero tak mau ikut campur.
" Ya gue tau,gue minta baik2 sama Lo buat bawa Sofia,gue janji anak itu gak bakal kenapa2 " Balas Ridho memohon.
Vero diam sejenak menata hatinya yg sedikit berantakan.
" Gue mohon Ver,Sofia obat ibu gue saat ini " kata Ridho sedih.
Vero menarik nafas panjang,ia sebenarnya kasihan juga mendengar cerita Ridho,tapi jika mengingat masa lalu membuat Vero begitu murka.
__ADS_1
" Baiklah " Kata Vero mengalah.
" 3 hari Ver " kata Ridho tersenyum cerah.
" Sofia lagi sakit,dia gak boleh kelelahan " Kata Vero tajam.
" Iya gue bakal rawat dia dengan baik,gue janji " kata Ridho semangat.
Vero berlalu begitu saja,Ridho yg menerima jawaban ambigu menjadi bingung.
" Kapan gue bisa bawa dia Ver ?" teriak Ridho.
" Besok " jawab Vero terus berjalan.
Ridho mengangguk dengan senyum mengembang.
" Uh syukurlah,Vero masih punya hati " Gumam Ridho terkekeh pelan.
Lelaki itu duduk dibangku lagi mengecek jadwal kerjaannya.
Vero pulang,otak pria itu terus berpikir apa yg barusan ia lakukan.
" Gak2 gue gak boleh egois " Gumam Vero terbesit untuk tidak mengizinkan putrinya dibawa.
Bagaimana pun Vero tau bahwa Ridho memang ayah kandung Sofia,dan lelaki itu tidak mau terlalu ketat takut anaknya nanti merasa terkekang.
Vero terus melaju hingga ia sampai didaerah permukiman dirinya.
" Siapa itu ?" Gumam Vero melihat sebuah motor berhenti didepan pagar.
Lelaki itu mendekat dan mengernyit bingung.
Pintu pagar terbuka,Vero bergegas turun dan berlari kedalam mengingat anaknya sendirian.
" Sofiaaaa " pekik Vero.
Hening....
Tak ada jawaban.
Jantung Vero berdegub kencang,lelaki itu mulai panik tak mendengar suara sang anak.
Vero berlari kearah kamar Sofia dan terbelalak.
" Apa yang.....
" Hani !" Pekik Vero terkejut bukan main.
" Shutttt " Ucap gadis dengan seragam polisi tersebut.
Vero langsung diam dan termatung diambang pintu.
Hani bangun dari duduknya dan mendekati Vero.
" Kau dari mana saja ? kenapa meninggalkan Sofia dengan suhu tubuh panas ?" tanya Hani terlihat kesal.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya Vero tak menghiraukan pertanyaan Hani.
" Dia menelfon kantor polisi dan meminta ku untuk menemaninya dirumah " Jawab Hani mengingat.
" Apa !" Pekik Vero terbelalak.
" Ba bag aimana bisa ?" tanya Vero masih syok.
" Ntah lah,kau harus bertanggung jawab Vero,kasihan Sofia dia masih kecil dan kau dengan tega meninggalkannya begitu saja tanpa pengawasan !" Kata Hani geram.
gadis itu keluar dari kamar dan berniat keluar.
" Han !" tahan Vero membuat Hani berhenti melangkah
" Rawat Sofia,sebesar apapun masalah mu jangan tinggalkan dia sendirian !" Kata Hani tegas.
Gadis itu langsung keluar dari rumah keren tersebut dengan emosi tertahan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.