Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mama


__ADS_3

Tangan Hani ditarik dari belakang oleh lelaki yang tidak ia kenal,gadis itu berontak ingin lepas tapi lelaki itu bersikeras menarik tangannya dengan kuat.


" Hani,tenang lah ini aku Vero " Ucap lelaki itu menahan tubuh Hani.


Gadis yang tadinya berontak keras langsung terdiam mendengar nama pria yang sangat ia rindukan.


Gadis itu mendongak dan terbelalak melihat wajah tampan pria tersebut.


" Om " Gumam Hani melemah.


" Ya,ini aku jangan takut " Ucap Vero tersenyum.


" Apa aku bermimpi ?" tanya Hani mengusap matanya.


Vero menahan tangan gadis itu dan menatap Hani sangat dalam.


" Kau tidak bermimpi,ini beneran aku Hani,akhirnya aku menemukan mu " Ucap Vero ingin menangis.


" Om " Pekik Hani langsung memeluk lelaki itu.


Vero membalas pelukan gadis tersebut dengan erat.


" Kau kemana saja ? aku sangat mengkhawatirkan mu ?" tanya Vero menatap gadis itu dalam.


Hani mulai menangis lalu memeluk lelaki itu lagi.


" Aku takut Om " Ucap Hani bergetar.


" Kau aman sekarang ayo ikut aku " Kata Vero nanar.


Hani melepas pelukannya dan menatap lelaki itu dalam.


" Berapa hari kau tidak mandi ? kau sangat bau " Kata Vero mengendus gadis itu lalu merinding.


Hani mengendus tubuhnya sendiri dan melangkah mundur.


" Huh,ayo perbaiki diri mu dulu " Kata Vero melemah.


" Tidak usah Om,aku harus menjauh dari Om " Kata Hani menunduk.


" Kenapa ? apa kau tersinggung aku menyebut mu bau ?" Tanya Vero polos.


Hani menggeleng pelan.


" Om dan aku berbeda,terima kasih sudah menyelamatkan hidup ku dulu,kini aku akan berusaha sendiri " Kata Hani tersenyum getir.


" Ngak,kamu gak boleh mulung gini " Kata Vero menggeleng.


" Aku tidak punya pilihan Om " Kata Hani menghela nafas.


" Sekarang pilhan mu adalah ikut dengan ku !" Kata Vero tegas.


" Ayo cepat ini hampir magrib " Kata Vero menarik tangan gadis itu.


" Tapi ini.." Kata Hani melihat barang rongsokannya.


Vero menghela nafas panjang,melihat barang2 bekas itu sungguh menyakiti matanya.


" Aku akan membelinya dengan harga mahal,taruh disana dan kita pergi sekarang " Kata Vero berusaha tenang.


" Benarkah ?" Tanya Hani berbinar.


" Ya,kau meragukan uang ku ?" Tanya Vero membuka dompet dan menunjukkan sisa uang copetannya.


" Waw banyak banget " Gumam Hani takjub melihat 5 lembar uang merah didompet lelaki itu.


" Mata mu akan keluar jika melihat uang di Atm ku " Kata Vero sombong.


Hani terkekeh mengangguk polos.

__ADS_1


Vero tertawa geli,lelaki itu pun menyeret Hani mendekati motornya yang terparkir dipinggir jalan.


" Ayo naik " Kata Vero sudah siap.


Hani diam,manik Hani melihat seorang bocah yang menyeret karung bekas sama seperti dirinya.


" Dia teman mu ?" Tanya Vero melihat anak itu juga.


" Bukan,tapi dia mungkin punya nasib yang sama " Jawab Hani menghela nafas.


" Baiklah " Kata Vero mengeluarkan dompetnya lagi dan memberi uang 100 ribu kepada gadis itu.


" Gih sana kasih buat dia dan berikan barang mu tadi " kata Vero tersenyum.


" Hah sebanyak ini ?" Tanya Hani terbelalak.


" Apa kau ingin melihat lebih banyak lagi ?" tanya Vero memainkan alisnya.


" Ta pi " kata Hani bimbang.


" Cepetan,mau magrib ini belum mandi dari pagi " Kata Vero gemas.


" I iya Om " Kata Hani panik dan menyebrang jalan mendekati bocah tersebut.


" Buat kamu,dari Om itu " Kata Hani menaruh uang ditangan bocah tersebut.


" Hah " Pekik bocah berbaju putih kumel tersebut terkejut.


" Ambil aja buat makan,terus disana juga ada botol bekas punya aku,kamu ambil ya " Kata Hani tersenyum.


" Terus Kakak gimana ?" tanya bocah itu terlihat bingung.


" Gak papa " Jawab Hani mengusap kepala anak itu dan berlalu pergi.


Vero yang melihat kebaikan gadis tersebut merasa hangat,Vero tak menyangka meski pun Hani susah tapi gadis itu masih mau membantu orang lain.


" Udah Om " Kata Hani tersenyum.


Gadis itu menaiki motor Vero dan melaju kejalan raya.


Tak lama kemudian,mereka tiba dihotel.


Hani begitu terkejut hotel yang ia datangi sekarang adalah hotel yang sama saat lelaki itu menyelamatkan hidupnya.


" Ayo masuk " Ajak Vero semangat.


" Nanti aku diusir " Kata Hani menggeleng.


" Ngak,tenang aja uang aku banyak " Kata Vero menyombongkan diri.


" Beneran ?" tanya Hani ragu.


" Haistt haruskah aku mencairkan semua uang dibank ?" Tanya Vero gemas.


Hani terkekeh,gadis itu pun masuk.


Baru berapa langkah seorang pria menegur mereka.


" Maaf,mba mau ngapain disini ?" tanya si pelayan menanyai Hani.


" Ada apa ?" tanya Vero bersedekap dada.


" Apa anda yang membawanya ?" tanya si pelayan tenang.


" Ya,memangnya kenapa ?" tanya Vero tajam.


Pria itu terdiam melihat Hani dari ujung kepala hingga kaki.


" Dia akan menjadi seorang gadis cantik nanti,awas saja kamu menyukainya !" kata Vero penuh ancaman.

__ADS_1


Hani menunduk malu bersembunyi dibelakang lelaki itu.


" Maaf Tuan,silahkan " Ucap si pelayan sopan.


Vero mendengus,mereka pun kembali berjalan ke Litf.


" Gak papa,,kamu belum mandi aja terlihat kumel,ntar juga dia kelepek liat kamu kalo dah bersih " Kata Vero menenangkan gadis itu.


Hani mengangguk polos.


Tak lama mereka pun sampai dikamar,Hani langsung disuruh Vero mandi yang bersih.


Bahkan lelaki itu menyiapkan baju tidur yang ia beli lewat online padahal tokoh nya ada disebelah hotel.


Beberapa pasang baju tidur dan baju biasa pun berjejer rapi di lemari kamarnya.


Hani keluar dari kamar mandi dengan handuk sedada.


Gadis itu terlihat malu2,Vero yang sibuk menatap baju tidur gadis itu menoleh kebelakang dan terdiam melihat Hani yang memainkan kaki dengan wajah tertunduk.


Glek...


Pria itu menelan ludah kasar.


" Su sudah selesai ?" tanya Vero gugup.


Hani mengangguk lemah.


" Ayo exsekusi eh maksudnya pake baju " Kata Vero kecoplosan.


Hani kembali mengangguk dengan wajah malu.


Vero menyingkir,gadis itu mendongak melihat baju perempuan yang berjejer rapi lengkap dengan ********** juga.


" Waw " Gumam Hani tak percaya.


" Pakailah apa yang kau mau " kata Vero canggung.


Hani mengambil bra dan menunjukkan kepada lelaki itu.


" Apa ?" Tanya Vero panas dingin.


" Kebesaran,milik ku kecil " jawab Hani malu.


" Hah masa sih ?" tanya Vero kaget.


Hani mengangguk.


" Masa kecil,sini aku lihat..


" Ehhhh " Pekik Hani terbelalak seraya menyilangkan dadanya.


" Maksudnya b*a nya " kata Vero menggaruk kepala malu.


Hani mundur selangkah merasa was2 dengan lelaki itu.


" Haissst,aku kenapa sih kok jadi oleng gini " Gumam Vero menabok kepalanya sendiri.


Hani berjalan perlahan lalu mengambil satu set yang kecil dan berlari kekamar mandi.


Vero menghela nafas panjang,otaknya mulai traveling.


" Masa iya kecil ? kayaknya gede deh " Gumam Vero yakin seraya melihat tangannya.


Tiba2 sekujur tubuh lelaki itu merinding disko bersamaan dengan hape nya berdering diranjang.


Vero melihat nama dilayar dan terbelalak melihat foto alay sepasang suami istri disana.


" Astaga Mama vidio call " Gumam Vero panik.

__ADS_1


" Kalo ketahuan Mama bisa the end nih cerita " lanjut lelaki itu kelabakan.


__ADS_2