Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Marah


__ADS_3

Malam tiba,Reno,Beni,dan David berbicara serius diruang kerja Reno.


" Jadi gimana kasus nya Ren ?" Tanya Beni tenang.


" Aman Bang,sesuai rencana aku pastiin kita bisa menang " Kata Reno menyesap kopinya.


" Beneran Bang ?" Tanya David girang.


" Iya,kalo semua dah selesai kamu bayar lunas hutang orang tua kamu " Kata Reno serius.


" Iya Bang,aku bakal bayarin semuanya jika masih ada sisa bakal bikin usaha sama bikin rumah " Hayal David.


Beni tersenyum mengangguk.


" Tapi Vid,mungkin paman dan bibi kamu bakal dipenjara " Kata Reno tenang.


Deg..


David seketika terdiam dan menatap Reno dengan nanar.


" Maksud nya Bang ?"


" Ya karna mereka melakukan penipuan sama kamu dan mengambil hak orang lain tanpa izin,abang sudah mengurus semuanya,bahkan paman kamu sebagai pengacara itu bakal di pecat " Jelas Reno.


David terkejut bukan main,dirinya tak tau kasus ini akan berbuntut panjang.


" Tapi Bang,apa ngak bisa jangan dihukum " Kata David pelan.


" David!" Bentak Beni tajam.


" Iya Yah maafkan David,hanya saja aku rasa tidak usah sampai ada yang dipenjara " Kata David menunduk.


" Ini sudah konsekuensinya,kan Abang udah bilang sama kamu jangan lemah !" Kata Reno ikut kesal.


" Kamu ngak ingat bagaimana mereka memperlakukan kamu seperti apa dulu " Kata Beni garang.


David hanya menunduk diam.


" Dan satu lagi fakta yang harus kamu tau " Kata Reno menatap pria itu.


" Apa Bang ?" Tanya David mendongak.


Reno tak tega memberitahu yang sebenarnya kepada David,tapi Reno tak bisa menyembunyikan fakta yang baru dia dapatkan sore tadi dari anak buahnya.


" Bang kenapa ?" Tanya David maksa.


" Udah Ren,kasih tau aja " Kata Beni menghela nafas.


" Abang harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada " Kata Reno sedih.


David mengernyit bingung dengan ucapan Reno yang bertele tele.


" Kasih tau aja Bang " Kata David berusaha tenang.


Beni mengangguk kecil kearah Reno.


" Sebenarnya kecelakaan orang tua mu itu sudah direncanakan " Kata Reno pelan.


" Apa !!!" Pekik David terbelalak kaget.


" Tenang dulu " Kata Beni menahan tangan menantunya.

__ADS_1


" Maksud nya apa sih Bang ?" Tanya David mulai kesal.


" Mereka yang membuat Ayah mu mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia " Kata Reno pelan.


Jeddeeeerrrŕ....


David langsung terduduk lemas dikursi.


" Kamu yang sabar ya " Kata Beni mengusap punggung menantu nya.


" Jadi mereka yang sengaja ingin membunuh keluarga ku ?" Tanya David berkaca kaca.


Reno mengangguk kecil,dirinya sangat kasihan mendengar fakta mengejutkan itu.


Tes...


Air mata David mulai turun,dirinya tak menyangka apa yang telah terjadi dalam hidupnya selama ini.


" Apa Abang ada bukti nya ?" Tanya David lirih.


Reno mengangguk dan memberi amplop berisi kertas.


" Itu foto rentetan kejadian berapa tahun yang silam,ada warga yang melihat kejadian itu dan berusaha menolong ayah kamu,sebelum ayah mu meninggal dia bilang ada yang sengaja memotong tali rem mobil,tapi ayah kamu baru sadar saat turunan tebing " Kata Reno tak enak.


" Abang ngak tau kelanjutannya gimana karna orang itu sudah tua dan ada juga tetangga kamu dulu yang pernah melihat saudara Ayah kamu bersembunyi dibawah mobil saat ayah kamu mau jemput ibu dan adik kamu."


" Jadi mereka sudah merencanakan semuanya ?" Tanya David sedih setelah melihat foto dan surat disana.


" Abang rasa juga begitu,mereka iri hingga akhirnya berbuat nekad "


" Makanya kamu sekarang ngak boleh lemah,kamu harus balas perbuatan mereka !" Kata Beni tegas.


" Saudara ?kamu menganggap mereka saudara saat mereka jelas2 membunuh orangtua dan adik mu ?" Tanya Beni emosi.


" Bang jangan " Kata Reno menahan Beni.


" David terlalu bodoh membedakan mana saudara mana musuh Ren " Bentak Beni kesal.


David hanya menunduk dengan air mata berlinang.


" Saran Abang mending kamu lanjutin kasus ini Vid,bukti sudah terbongkar jadi manusia jangan selalu baik terus Vid,mereka jadi tak sadar diri " Kata Reno tenang.


" Aku hanya tak ingin membuat masalah Bang hiks " Kata David terisak.


" Pokoknya kasus ini harus berlanjut,Ayah ngak mau tau kamu harus tegas,ingat Vid saudra2 ayah mu itu pembunuh " Kata Beni menebalkan kata pembunuh.


Deg.


David terasa terhujam dengan jarum yang sangat tajam.


" Kamu urus semuanya Ren,hukum mereka semua " Kata Beni tegas langsung bangkit dari duduknya.


Reno dan David langsung terdiam melihat Beni keluar dari ruangan.


" Abang ngak tau apa yang kamu pikirkan saat ini,tapi ini dunia bisnis dan moral Vid,mereka menjadikan kamu target dan mereka menikmatinya selama ini,sedangkan kamu menjadi kacung mereka " Kata Reno lembut.


" Aku harus gimana Bang hiks hiks " Kata David menangis.


" Bang Beni lakuin itu karna dia sayang sama kamu,dia pengertian sama kamu menganggap kamu sebagai anak menantunya,makanya dia habis2an mencari bukti,jangan kecewakan Ayah mertuamu Vid,ini bukan untuk kebaikan kami tapi untuk kamu dan Cila serta rumah tangga kalian nantinya "


" Kasih tau Abang jika kamu sudah mendapatkan jawaban " Kata Reno menepuk pundak pria itu.

__ADS_1


Reno pun keluar dari ruangan menyusul Beni yang pasti masih kesal.


" Ayah,ibu,adikku hiks hiks " David kembali menangis mengenang keluarganya dulu.


" Kenapa mereka tega lakuin ini sama kita Yah,apa salah kita sama mereka huhu "


David menangis sendirian disana hingga tengah malam,David baru keluar dari ruangan Reno.


Saat David turun tangga,pria itu tak sengaja melihat Cila mondar mandir dibawah tangga.


" Mas " Panggil Cila khawatir.


David turun menghampiri wanita itu.


" Kamu kenapa belum tidur ?" Tanya David serak.


" Kamu ngak papa ?" Tanya Cila balik.


" Ngak papa " Kata David tersenyum.


" Tadi ayah marah2 sama kamu ya ?" Tanya Cila sedih.


David tersenyum mengangguk.


" Kenapa ?ada apa ?" Tanya Cila menangis.


" Ngak papa,cuma masalah kecil doang,jangan nangis dong ntar ilang gemus nya " Kata David mencoba melucon.


" Ih aku khawatir Mas,Bunda dan Kak Nisa aja langsung panik loh " Kata Cila semakin menangis.


David terkekeh pelan,dirinya kadang bingung dengan Cila akhir2 ini yang suka senang,sedih,datar dalam waktu bersamaan.


" Iya2,ngak papa ayo masuk kamar ini dah malem " Rangkul David.


" Mau gendong " Rengek Cila.


David tertawa mencawil hidung istrinya.


" Didepan or belakang ?" Tanya David sok2an inggris.


" Front dong " Kata Cila tertawa.


" Ya udah yuk naik kita bikin dedek lagi " Kata David tersenyum mesum.


Cila bersemu merah dan mengangguk kecil.


" Tambah ronde ya aku lagi pengen " Bisik Cila manja.


David terkekeh pelan dan mengangguk.


" Tapi jangan minta berenti di tengah ya,punya aku sakit kalo ngak tuntas " Rengek David.


Cila mengangguk dan tersenyum geli.


Dirinya akhir2 ini sering membuat David kesal setengah mati karna Cila kadang merasa tak nafsuan jika sudah ditengah jalan,sedangkan David yang awalnya cuek tapi berubah semangat jika sudah diladeni.


Sepasang suami istri itu pun bermesra mesraan di remang nya rumah besar itu.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT.

__ADS_1


__ADS_2