Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu


__ADS_3

Hani keluar dari ruangan dengan wajah memerah,gadis itu terlihat menunduk menyusuri jalan keluar.


Vero menatap istrinya dari kejauhan dengan kekehan kecil,gadis itu begitu menggemaskan dan begitu kaku.


" Ahhh mengapa dia membuat ku panas " Gumam Vero pelan.


" Sudah selesai ?" tanya Sipir mendekati Vero.


" hm lumayan buat tambah semangat " Jawab Vero.


" Ya kau beruntung istri mu mau kesini memberi jatah " balas teman Hani tersebut.


Vero tersenyum geli dan berjalan menuju selnya.


" Hani benar2 sangat polos " Gumam Ramond menggeleng pelan.


Didepan,Hani menghela nafas panjang.


Gadis itu mengambil sesuatu ditasnya dan mencari2.


" Duh mana ya ?" gumam Hani pelan.


Hani terus merogoh isi tas dan tak menemukan apa yg ia cari.


" Aku harus ke toko kosmetik " Gumam Hani pelan.


Wanita itu berlari mendekati motornya dan langsung tancap gas.


Setibanya di rumah Reka,Hani bergegas masuk kamar mandi membuat Reka yg sedang rebahan langsung terbangun.


" Kamu kenapa Han ?" tanya Reka bingung.


Hani menutup pintu dan langsung menuju keran air.


Gadis itu membasuh seluruh wajahnya dan menggosok pelan.


" ck apa yg Vero lakukan tadi ? Astgaa dia begitu brutal " Gumam Hani mengingat.


Hani menyentuh bibirnya dan yap terasa ngilu.


" Apa ini berdarah ?" Gumam Hani pelan.


Selama berhubungan dengan Vero baru kali ini keduanya berciuman,bahkan Hani seperti baru pertama kali melakukannya.


" Aduhh jangan ingat lagi Hanniiii " Prkik Hani tertahan..


Wanita itu membasuh lagi wajahnya dan keluar.


Reka masih menunggu dikasur dengan wajah bingung.


" Kamu kenapa ?" tanya Reka heran.


" Gak papa " Jawab Hani.


" Gak papa tapi heboh " Cibir Reka.


Hani diam,wanita itu mengambil tisu dan mengelap wajahnya yg basah.


" Nangis ?" tanya Reka lagi.


" Ngga " Jawab Hani.


" terus ?" tanya pria itu kepo.


" Gak papa " Jawab Hani.


" Huhh ya udah lah " Kata Reka kesal.


Hani terkekeh geli,gadis itu duduk didepan Reka dengan senyum mencurigkan.


" Apa sih ?" tanya Reka sedikit kesal.


" Hehe,kamu udah baikan ?" tanya Hani.

__ADS_1


" Hm " Jawab Reka.


" Udah 3 hari gak masuk emang dikasih sama Kak Justin ?" Tanya Hani penasaran.


" Aku ambil cuti 1 minggu,gak enak izin lama2 " Jawab Reka.


" Iya potong gaji ya " Goda Hani.


Reka mengangguk pelan.


" Ya udah yuk,kita ke Dokter aja " kata Hani bangkit lagi.


" Daripada ke dokter mending kita jalan2 aja " Ajak Reka.


" kemana ?" tanya Hani.


" Keluar kota gimana ? Mumpung masih ada waktu " jawab Reka.


" Apa !" pekik Hani terbelalak.


" Anak sambung kamu kan lagi dirumah Neneknya juga,masa kamu mau berdiam diri dirumah " balas Reka.


" Tapi Rek,keluar kota kayaknya bahaya deh,kalo Sofia tiba2 pulang gimana ?" tanya Hani ngeri.


" Han,kamu itu ibunya bukan baby sitternya " Jawab Reka heran.


Deg....


Hani tersentak mendengar ucapan pria tersebut.


" Lagian dia kan punya nenek juga,masa iya mau kamu terus " kata Reka aneh.


" Tapi Rek,aku ibu sambungnya jadi wajar dong kalo aku yg urus semua keperluan dia " kata Hani pelan.


" Iya wajar aja Han,sebenarnya gak ada masalah juga,cuma ya aku kadang kesel dia masih manggil kamu Tante,kamu kenapa gak jujur aja sih " kata Reka gemas.


Hani terdiam,memang sampai detik ini Sofia masih menganggapnya orang asing meski Hani sudah berusaha membuka diri.


" Huhhh semuanya gak harus karna ikatan darah Han,ibu kandungnya aja ninggalin dia kok demi lelaki lain " kata Reka kesal.


" Kamu tau ?" tanya Hani terbelalak.


" Hm " Jawab Reka malas.


" Kamu tau dari mana ?" tanya Hani syok.


" Cuma kamu yg gak tau Han,udah lah gak usah bahas orang " jawab Reka.


" Rek,aku beneran gak tau kalo Yuna punya lelaki lain " kata Hani serius.


" Kamu juga pasti gak tau kalo Sofia bukan anak Vero " batin Reka kasihan..


Pria itu tak menjawab,Reka sudah tau semuanya dari Justin dan atasannya tersebut meminta Reka untuk tutup mulut dari Hani,agar tidak terjadinya pertengkaran.


" Ya udah lah gak jadi keluar kota,kita jalan2 sekitar sini aja " Kata Reka bangun.


Hani masih terdiam dengan wajah syoknya.


" Cepetan Haniii nanti panas " kata Reka gemas.


" Iya2 tunggu " Kata Hani ikut bangun.


Keduanya pun berjalan keluar.


Mereka menuju kesebuah tempat yg bisa membuat Reka fresh.


" kamu udah bawa obat belum ?" tanya Hani ngeri.


" Beli diapotik aja " Jawab Reka.


" Oh ya udah,sekalian ke toko kosmetik ya " kata Hani semangat.


" Ngapain ?" tanya Reka mengernyit.

__ADS_1


" mau beli lipstik sama bedak,masa iya aku polos kek mayat hidup gini " Jawab Hani terkekeh.


" Ohhh pantesan tadi kamu pulang2 langsung cuci muka,Vero yg habisin lipstik kamu ya ?" Tuduh Reka.


Deg....


Hani melotot sempurna dan langsung menampar bahu pria tersebut.


" asal omong kamu " Kata Hani kesal.


" Ngaku kamu,biasanya kamu juga gak pernah lipstikan,tadi malah dandan habis2an " kata Reka mulai paham.


" Gakk " kata Hani mengelak.


" Halahhhh,gak usah boong udah keciduk " cibir Reka.


Hani menutup wajahnya malu,lelaki itu begitu pintar mengingat sesuatu bahkan tebakan Reka pun begitu sempurna.


" Lain kali bilang Vero gak usah ganas2 nyosornya malu sama polisi yg jaga " kata Reka mengejek.


" ihh udahh ah " kata Hani malu.


" Kamu juga,mau2 nya aja disosor tempat kayak gitu,cari tempat lain napa yg bagusan " kata Reka tak henti.


" Aku terjun nih !" Ancam Hani.


" Terjun aja " Jawab Reka santai.


" Ihhh Rekaaaaa " kata Hani mencubit lelaki itu.


Reka terkejut dan tertawa ngakak.


Hani tak bisa berkelak lagi,sahabatnya itu begitu ketahuan dan mudah sekali terbaca.


Tanpa terasa mereka tiba di apotik dan kebetulan juga bersampingan dengan toko kosmetik.


" Gih sana cepetan,cari gincu yg waterproof biar gak cepet ilang,dikenyot " Kata Reka menahan tawa.


" Rekaaa ihhhhh " Kata Hani kelabakan.


Reka melangkah masuk apotik dengan gaya santainya sedangkan Hani masih berdiri dengan wajah kesal dan malu.


" Awas aja kamu ya,aku bales nanti " Kata Hani emosi.


Gadis itu pun masuk ke tempat kosmetik dan disambut mba2 yg berjaga.


Diapotik,Reka membeli beberapa obat yg sempat ia cari di internet.


Pria itu tak mau kedokter karna malas mendengar penjelasan dokter yg nanti akan membuatnya overthinking.


Setelah selesai,pria itu berjalan keluar.


Reka masih melihat2 obatnya hingga obat tersebut berhamburan setelah tertabrak sesuatu.


" Aduhhhhh " Ringis seseorang didepannya.


Reka melihat tangannya dan obat tablet yg teronggok dilantai.


" Maaf aku gak sengaja " Ucap seorang gadis memungut obat Reka.


Reka masih terdiam dengan wajah yg sulit diprediksi.


Gadis itu bangun dan menyerahkan obat.


Deg...


Manik keduanya bertemu,Reka terdiam begitu pun gadis dengan tas sebahu tersebut.


" Astagaaa " ucap Reka pelan seraya memejamkan mata.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2