
Disebuah ruangan seorang lelaki dibuat terperangah melihat banyaknya barang yg dibawa oleh sang anak.
Vero dibuat menganga lebar dengan aksi putrinya,bagaimana tidak keluar tidak lebih 1 jam gadis cilik itu membawa banyak oleh2 dengan bermodal 100ribu.
1 kantong besar snack dan minuman,1 bungkus nasi padang berukuran jumbo dan 1 kantong buah dengan berbagai macam jenis.
Satpam yg mengantarnya ingin tertawa melihat reaksi sang Bos.
" Terima kasih Pak Satpam " Ucap Sofia menunduk hormat kepada lelaki tersebut.
" Sama2 Neng " Jawab si satpam tersenyum.
Lelaki dengan seragam hitam itu pun keluar dari ruangan.
Kini tinggallah Vero dan Sofia berhadapan.
" Kamu kemana aja ?" tanya Vero tersadar.
" Jajan Pa " Jawab Sofia.
" Sebanyak ini ?" tanya Vero tak percaya.
" Iya " Jawab Sofia menaiki sofa.
Gadis itu duduk disana sambil menyesap susu kotak yg ia beli.
" Kenapa ada nasi padang juga siapa yg beli ? dan buah ini belinya dimana ?" tanya Vero melihat satu2.
" Oh ini beli,dan buah ini dikasih pegawai Papa tadi " Jawab Sofia mengingat.
" Kamu malak orang ya ?" Tuduh Vero tajam.
" Malak apa ?" tanya Sofia tidak mengerti.
" Hm bukan apa2 " Jawab Vero malas menjelaskan.
Sofia kembali tenang dan minum susu lagi.
Vero mulai membuka bungkusan nasi padang,alangkah kagetnya lelaki itu melihat nasi menggunung dihiasi kepala Ikan yg sangat besar.
" Astagfirullah " Ucap Vero mundur.
" Keren kan,Ibu nya baik Pa kasih yg paling gede hehe " kata Sofia terkekeh.
" Ini beneran kamu yg beli ?" tanya Vero masih tak percaya
" Iya Pa,masa Via boong sih kan gak boleh " Jawab Sofia gemas.
Vero menelan ludah kasar,dibawah tumpukan nasi ternyata disekitarannya juga ada lauk lain seperti tumis toge dan lempah nangka dan telur dadar juga.
Vero tak tau lagi bagaimana sang anak mendapatkan semua itu.
" Ayo dimakan Pa,Ibu nya tadi kasih lebih biar Papa kenyang " Kata Sofia santai.
" Emang kamu ada ngomong apa ?" Tanya Vero merasa ada yg aneh.
" Gak ngomong apa2,ibunya kasihan sama aku tadi makanya dikasih banyak dan dikasih diskon juga Pa,keren kan " Jawab Sofia bangga.
" Hah kasihan ?" tanya Vero mengernyit.
" Iya,soalnya uang aku gak cukup buat beli ikan doang " Jawab Sofia.
__ADS_1
Vero diam hingga detik berikutnya manik lelaki itu mmebulat.
" Lah dikira kamu anak miskin apa ?" tanya Vero menebak.
" Gak tau " Jawab Sofia.
" Astagaaaa " Kata Vero menggeleng pelan.
Lelaki itu tersadar bahwa anaknya dikasihani orang lain karna mengira Sofia anak kurang mampu.
" Astaga Nakkk,kamu itu anak Sultan loh,bisa2nya dikasih grtisan karna kasihan " Gerutu Vero tak terima.
" Ck kata Nenek itu namanya rejeki kalo dikasih orang Pa " decak Sofia heran.
" Ya tapi gak gini juga Nak,uang Papa itu banyakkkk " Kata Vero ingin menggigit kepolosan anaknya.
" Salah Papa kenapa kasih uang kurang " Balas Sofia santai.
Deg...
Vero tersentak,ia teringat cuma memberi anaknya 100 ribu saja.
" Ya Papa gak tau jajan kamu beginian " Ucap Vero berdesis.
Sofia mengangkat bahu acuh dan mengambil buah.
Vero melihat lagi,macam2 buah tersaji dplastik
Ada jeruk,apel,anggur,delima,duku dan sawo pun hadir disana.
Lelaki itu kembali menggeleng dan mencubit gemas pipi putri kecilnya tersebut.
" Dah sana makan dulu sambil suapin aku " Titah Sofia.
" Ibu yg ngasih lauk itu bilang harus makan sama Papa " Kata Sofia datar.
Vero menghela nafas panjang,dengan anggukan lemah lelaki itu bangkit dari duduknya dan mengambil sendok dipenyimpanan.
Sofia terkekeh geli,Papanya sangatlah lucu dimata gadis itu.
Dengan telaten Vero mulai menyuapi anaknya,seperti ucapan Sofia sebelumnya Vero sangatlah rakus.
Meski awalnya canggung tapi lama kelamaan sifat aslinya keluar,,bahkan Vero sesekali menyuapi Sofia dan berkali kali menyuapi dirinya sendiri membuat gadis itu protes.
Sambil makan keduanya masih sempat berkelahi dan coceh mulut,disana juga Vero tertawa lepas dengan tingkah mereka.
Didalam rumah,seorang wanita terlihat mengambil semua barang2nya.
Semua perhiasan dan barang berharga diambil oleh wanita tersebut.
Sesekali maniknya melihat kebelakang takut2 sang pemilik pulang.
" Dimana akte rumah ini Vero simpan ?" Gumam Yuna membongkar laci.
Karna tau ini jam kerja dan Vero tak mungkin pulang,wanita itu menyempatkan diri merampok rumahnya.
Yuna sudah memutuskan untuk meninggalkan lelaki itu.
Rencananya ia juga akan membawa sang putri pergi tapi Yuna tak mau bersikap gegabah,ia akan melakukan rencana satu persatu dulu.
" Ck dimana benda itu ?" Ucap Yuna mulai kesal.
__ADS_1
Keringat bercucuran,rasa was2 dan ngeri sedap bercampur menjadi satu.
Wanita cantik itu seolah tak puas dengan apa yg ia dapatkan selama ini.
Jam terus berdetak,tapi surat berharga itu belum juga didapat.
Lelah mencari akhirnya Yuna berhenti dan pergi kedapur mengambil minum.
Wanita itu tersentak melihat beberapa piring dan gelas bertumpuk diwastafel.
Terlihat bekas Roti dan selai juga berhamburan dimeja.
Yuna menghela nafas panjang.
" Apa mereka cuma sarapan roti ?" Gumam Yuna lemah.
Bagaimana pun ia seorang ibu dan istri,sebenci apapun ia kepada Vero tapi lelaki itu lah yg menghidupi anaknya.
Yuna mendekat dan mengambil gelas sisa kopi dan susu anak suaminya.
Yuna diam sejenak,ia teringat bagaimana rutinitas pagi sebelum dan sesudah sarapan.
" Maafin Mama Nak,pria itu bukan Papa mu,Mama sudah membohongi dia begitu banyak " Ucap Yuna lirih.
" Kamu harus kembali kepada Mama,nanti Mama akan menjemput mu " Ucap Yuna lagi.
Dengan hati bimbang wanita itu mengambil piring kotor dan mencucinya hingga bersih.
Beberapa hari meninggalkan Vero dan Sofia membuat hati Yuna sedikit aneh.
Bagaimana tidak karna selama ini Yuna mengurus mereka dengan keterbatasnnya.
Setelah semua selesai,wanita itu meninggalkan rumah dengan mmebawa beberapa harta Vero yg ia anggap masih menjadi hartanya.
Yuna pun pergi lagi meninggalkan rumah mewah tersebut.
Ditempat lain,seorang pria duduk dipersidangan menunggu hasil.
Lelaki itu melihat kiri kanan dan tak mendapati orang yg ia cari.
" Kemana gadis itu,kenapa dia gak datang ya ?" Tanya pria itu heran.
Bacaan tilang dilakukan,lelaki itu tak perduli dengan hasil yg akan diperoleh ia datang kesana hanya untuk bertemu dengan gadis yg sudah menilang dirinya.
Lama menunggu akhirnya pintu terbuka,masuklah 2 orang polisi menghadiri acara.
Lelaki yg sibuk bermain ponsel itu menoleh dan terdiam melihat orang yg ia cari kini hadir.
" Maaf terlambat Pak,kami ada kerjaan tadi " Ucap Hani sopan kepada hakim
" ia silahkan " jawab Hakim mengerti.
Hani mengangguk dan berdiri diujung ruangan,gadis itu menjadi saksi bahwa pengendara melanggar aturan.
Hani melihat pria asing tersebut dan naas keduanya saling berpapasan.
Hani langsung membuang muka langsung dan menghadap kedepan.
" Menarik " ucap lelaki asing tersebut tersenyum smirk.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.