Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 10 - Pergi mencari keluarga


__ADS_3

Shira, Megumi, dan Agfi saat ini sedang menikmati makan siang mereka, ekspresi Shira saat ini terlihat senang sekali karena ia memakan makanan yang terasa lezat, "Aku mulai teringat masa-masa dimana aku makan makanan lezat di dunia asli... restoran bintang lima, tetapi restoran bintang lima itu tidak bisa dibandingkan dengan restoran yang ada di kota Ezlento ini...!" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat senang sekali.


Megumi perlahan-lahan mulai merasa putus asa karena pendengaran dan penciumannya tidak bisa mencari letak dimana orang tuanya berdua, itu artinya kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan kota itu saat ini, "... ..." Megumi menghela nafasnya lalu ia memakan gurita goreng yang ia pesan dengan ekspresi yang terlihat sudah lelah karena ia sudah mencari orang tuanya cukup lama, Agfi bisa melihat ekspresi Shira yang terlihat senang sedangkan Megumi tidak karena ia terlihat seperti mengkhawatirkan seseorang, "... ..."


"Megumi, apakah makanan yang kau pesan itu tidak enak...?" Tanya Agfi, Megumi langsung menaikkan ekornya, ia menatap wajah Agfi dan setelah itu ia menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk terlihat baik-baik saja, "Aku baik-baik saja kok, yahh..." Megumi mulai menatap arah lain, tetapi Shira langsung menepuk bahu kanannya dan setelah itu Megumi menatap wajah Shira yang terlihat serius, "Beritahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini kepada kakak dari raja ibu kota Ghisaru!" Ucap Shira seperti mencoba untuk memberi Megumi sebuah semangat dan keberanian.


Megumi mengangguk, "Yah... Tujuan aku ke kota ini adalah untuk mencari orang tuaku, tetapi sepertinya indra pendengaran, penglihatan, dan penciuman-ku  tidak bisa mencari mereka..." Ucap Megumi, Agfi hanya bisa diam karena seorang Neko Legenda pasti akan langsung menemukan seseorang yang mereka cintai seperti keluarga atau orang tua menggunakan indra pendengaran, penglihatan, dan penciumannya, tetapi setelah di coba-coba ternyata tidak bisa, "Mungkin saja orang tuamu sudah pergi dari kota Ezlento ini, Megumi." Ucap Agfi.


Megumi mengangguk, "Sepertinya begitu, mereka pergi tanpa memberitahuku, astaga..." Megumi menepuk wajahnya sendiri, Agfi mulai memiliki pikiran negatif dimana orang tuanya itu dicuri oleh seorang raja yang memimpin kota Ezlento, raja dari kota ini sebenarnya membenci bangsa Neko Legenda karena raja itu takut bangsa Neko ini bisa saja berubah menjadi wujud menakutkan yang bernama Beast Neko Legenda dan ketika itu terjadi maka kota yang ia pimpin akan hancur, "... ..." Agfi mulai menatap Shira dan Shira menatap kembali.


"Shira, bisakah kau membantuku untuk membawa makanan yang aku bawa pulang." Tanya Agfi.


"Ehh...? Iya." Shira mengangguk, Agfi bangkit dari atas kursinya lalu ia berjalan pergi meninggalkan Megumi sendirian, Shira mulai mengikuti Agfi. Megumi saat ini sedang menikmati makanannya dan ia tidak terlalu memperdulikan mereka berdua yang meninggalkannya mereka sendiri, Shira dan Agfi berdiri tepat di depan meja dimana disediakan banyak sekali makanan untuk di bawa pulang, Shira mulai mengambil piring yang lumayan besar.


Agfi mengambil capitan lalu ia mulai mendekati Shira karena ia memiliki sebuah topik untuk dibicarakan dengan Shira berduaan saja, "Shira, sepertinya aku tahu dimana orang tua Megumi saat ini berada... Kemungkinan sih, bukan seratus persen..." Agfi mulai mengambil puding dengan capitan itu.


"Eh...? Apakah kau serius...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "Ya... Sepertinya raja yang memimpin kota Ezlento ini menculik orang tuanya karena mereka ini adalah Neko Legenda. Fakta-nya raja dari kota Ezlento ini sangat membenci Neko Legenda karena ia takut suatu hari kota yang ia pimpin ini hancur karena perubahan Neko Legenda yang bernama Beast Neko Legend."


"Beast Neko Legend...?"


"Ya... Wujud berbahaya Neko Legenda dimana mereka semua akan berubah menjadi monster besar... Hampir sama seperti harimau dan singa, tetapi lebih besar dan menakutkan hingga kedua matanya benar-benar dipenuhi dengan kemerahan dan juga taring-taring mereka yang panjang bersama kuku-kuku mereka juga yang panjang dan tajam. Seluruh atribut mereka juga akan meningkat drastis, walaupun tubuh mereka besar... Kecepatan mereka itu sangatlah cepat layaknya seperti macan tutul yang kecil..." Ucap Agfi dengan ekspresi yang terlihat serius, Shira hanya bisa diam lalu ia melirik ke belakang dimana ia melihat Megumi yang sedang menatapnya, "Shira..." Megumi tersenyum lalu ia melambaikan tangannya kepada Shira.


"Cara agar bangsa Neko Legenda berubah menjadi wujud itu bagaimana...?" Tanya Shira.


"Phantom Starlight... Bintang besar berwarna hijau tua yang memiliki bentuk seperti durian, bintang itu memiliki banyak sekali duri-duri. Neko Legenda berubah menjadi Beast Neko Legenda dengna menatap bintang itu, sayangnya bintang itu terletak jauh di planet yang bernama Lemia, jadi Neko Legenda yang tinggal di planet Legenia ini aman dari bintang yang mampu membuat mereka mengamuk."

__ADS_1


"Ahh, hal penting lainnya adalah Neko Beast Legenda itu layaknya seperti monster berdarah dingin, mereka semua tidak akan bisa mengendalikan diri mereka sendiri karena mereka semua melupakan diri mereka sebenarnya. Jika Megumi berubah menjadi wujud itu maka dia tidak akan mengingat kita, Shira. Bisa-bisa dia juga menyerang kita dan membunuh kita semua." Ucap Agfi hingga membuat Shira merasa cukup ketakutan, ia mulai berkeringat dingin karena ia tidak mau Megumi untuk berubah menjadi wujud berbahaya Neko Legenda itu.


"Siapa raja yang memimpin kota ini, hah...? Kurang hajar, sudah jelas semua bangsa Neko Legenda yang tinggal di planet ini tidak akan berubah dan ya dia ketakutan hingga sampai membencinya..." Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, ia mengepalkan tinju kanannya dan telapak tangan kirinya mulai bergetar hingga membuat piring yang ia pegang bergetar, "Tenanglah, Shira. Kelemahan seorang Legenda itu melalui kemarahan mereka, jika kau tidak mengendalikannya maka kau juga akan sama seperti Beast Neko Legenda. Lebih baik untuk menenangkan diri dulu..."


Shira langsung diam dan setelah itu Agfi mulai mengambil beberapa kue keju dan menepatinya di atas piring yang Shira pegang, "Nama raja yang memimpin kota Ezlento adalah Kadama Rionald... Seorang raja yang sangat dibenci oleh kota-kota lainnya karena sikapnya yang busuk, dia ini adalah raja yang egois hingga banyak sekali peraturan aneh yang dimiliki kota ini." Ucap Agfi, Shira mulai mengingat nama itu dan ia tidak akan melupakannya, "Mari kita pergi ke kastil Rionald... Biarkan aku memberinya pelajaran."


"Jangan bersikap sok kuat dan sok jago, Shira. Kau berada di level yang berbeda dengan Rionald, dia ini adalah raja yang cukup kuat dan seorang Legenda yang layak karena kekuatannya yang hebat."


"Aku memiliki rencana dan kalian berdua harus melaksanakannya." Ucap Agfi yang memiliki sebuah rencana, "Rencana apa itu...?"


"Ikut aku untuk pergi menuju kota yang bernama Ghisaru. Kita coba minta bantuan Yuuki dan Mama-ku, siapa tahu mereka akan membantu dengan kasus penculikan Neko Legenda ini." Ucap Agfi dan Shira langsung tersenyum karena ia membantunya lagi dan lagi, Shira menganguk, "Terima kasih banyak, Agfi!" Shira menunduk kepada Agfi dan Agfi langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena ia tiba-tiba menunduk kepadanya.


"Tidak perlu bersikap seperti itu...!"


"Tapi kau 'kan kakak dari sang raja ibu kota Ghisaru...!"


 


Beberapa menit kemudian, Shira dan yang lainnya pergi menuju tempat sewa kuda, mereka berencana untuk pergi menuju kota Ghisaru dengan mengendarai seekor kuda. Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan ketika ia melihat seekor kuda putih yang sangat cantik, ia melesat menuju arahnya lalu ia mengusap-usap perutnya, "Cantik sekali~" Megumi tersenyum, Shira hanya bisa tersenyum melihat Megumi yang sedang mengusap-usap perut kuda itu.


"Shira, lihat." Agfi menghampiri Shira dengan sebuah kertas, Shira melirik ke belakang lalu ia melihat Agfi yang sedang menunjukkan sebuah gambar dimana ia melihat seorang Neko Legenda yang hilang, "Ehh...?" Shira mengambil kertas itu lalu ia menatap kertas tersebut dengan teliti, kertas itu menunjukkan seorang Neko Legenda yang hilang, jika seseorang menemukannya maka dia akan diberi hadiah Legend's Diamond sebesar 250.000.


"Dengan melihat ini, aku percaya, Agfi."


"Jangan terlalu percaya... Semua Legenda itu cerdas dalam hal menipu, Shira." Agfi mulai menghampiri pemilik toko sewaan itu, ia mencoba untuk menyewa tiga kuda yang larinya cepat karena ia membutuhkannya untuk pergi ke kota yang sangat jauh bernama Ghisaru. Shira mulai menatap Megumi dan ia mulai tersenyum, "Oi, Megumi."

__ADS_1


"Ehh...? Apa...?" Tanya Megumi, ia melirik ke belakang lalu ia menatap wajah Shira yang terlihat seperti senang, "Apakah kau mau menaiki kuda-kuda ini...?" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat penasaran, Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat gugup. Bahkan ia mulai berkeringat dingin, sepertinya Megumi terlihat seperti takut untuk menaiki kuda itu, Shira mulai terkekeh, "Ya sudah, lebih baik kau menaiki kuda itu bersamaku saja." Ucap Shira yang mulai menghampiri kuda putih itu, ia menatap wajahnya dan ternyata ia melihat mata kuda itu ada di mulutnya sedangkanya mulutnya terdapat di kedua matanya, "A-Aneh sekali...!"


Pemilik toko itu tiba-tiba mengeluarkan dua kuda putih tersebut lalu ia memasangkan sebuah zirah untuk kedua kuda itu, Shira melirik ke arah Agfi dan Agfi terlihat serius, "Aku menyewa dua kuda karena aku mendengar percakapan kalian cukup jelas, Megumi... Sepertinya kau harus ikut bersama Shira." Ucap Agfi dan Megumi hanya mengangguk pelan karena ia takut untuk menunggangi seekor kuda.


Agfi menghampiri Shira lalu ia menepuk punggungnya, "Aku yakin kau pernah menunggangi seekor kuda sebelumnya, amatir." Ucap Agfi, Shira terasa cukup tersinggung ketika mendengar ucapannya amatir itu, ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat sedikit kesal dan ia menjawab pertanyaan Agfi dengan sebuah anggukan, "Hati-hati, kau harus mengontrol kecepatan kudamu atau kau bisa saja menabrak sesuatu, kuda yang aku sewa itu memiliki kecepatan yang sama seperti cahaya, tapi aku tahu kau bisa mengontrolnya, Shira." Agfi mulai menaiki kuda putih yang berada di sebelah kanan lalu ia mulai mengusap-usap kepala kuda itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang.


"Ayo, Shira!" Ucap Megumi, ia menunjuk kuda itu dengan ekspresi yang terlihat bersemangat, "Bantu aku menaiki kuda ini, Shira." Megumi tersenyum dengan kedua matanya yang terpejamkan.


"Kenapa kau tiba-tiba bersemangat seperti itu, Megumi...?" Entah kenapa Megumi bisa memiliki semangat besar seperti ini ketika ia dengar bahwa dia sebentar lagi akan menunggangi seekor kuda, "Yah... Jika Agfi menyewa seekor naga maka dia akan membayarnya lebih mahal lagi dari kuda indah ini..." Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat khawatir dan ia tidak mau membuat Agfi merasa lebih keberatan karena dirinya.


"...Dan! Lebih baik jika aku menunggangi seekor kuda untuk pertama kalinya...!" Kedua mata Megumi mulai berbinar-binar.


"Shira, kau bisa mengendarai seekor kuda 'kan!?"


"Megumi...!" Shira terkejut dan Agfi mulai terkekeh, "Baiklah, aku akan menunggu kalian maju, kalian harus tetap mengikutiku atau kalian akan kehilangan jejak dan tersesat." Ucap Agfi yang memberi mereka sebuah peringatan untuk tidak mengalihkan pandangan mereka untuk beberapa detik atau mereka akan tersesat karena kehilangan jejak Agfi, "Sepertinya tidak ada pilihan lain..." Shira menghela nafasnya pelan.


Shira menaiki kuda itu lalu ia mulai mengusap-usap kepalanya dan kuda itu langsung menggerakan kedua kakinya, "Hiii... Hiii..." Suara kuda itu yang terdengar cukup mengerikan bagi Shira, ia menatap Megumi yang masih terlihat bersemangat. Shira mulai mengulurkan lengan kanannya dan Megumi langsung menggenggam tangan kanannya, Shira membantu Megumi untuk duduk di belakangnya, "Jangan lepas, Megumi."


"I-Iya..." Shira berhasil membuat Megumi duduk di belakangnya dengan selamat tanpa harus mereka berdua untuk jatuh atau membuat kuda itu marah, "C-Cukup tinggi ya..." Ucap Megumi, ekornya mulai bergerak cepat. Megumi mulai memegang baju Shira dan Shira sendiri bisa merasa bahwa Megumi bergetar ketakutan, "Sepertinya ini pertama kalinya Megumi menunggangi seekor kuda, aku bisa mengingat di saat-saat aku pertama kali menunggangi seekor kuda.


"Apakah lebih memilih untuk pergi dengan seekor naga, Megumi...?" Tanya Agfi.


"Tidak! Aku ingin memiliki pengalaman dalam menunggangi seekor kuda." Megumi bersikap keras kepala seperti biasanya, "Baiklah. Kau harus mendengarkanku, Megumi. Jangan coba-coba untuk melepaskanku, apa kau mengerti?" Tanya Shira.


"Hm! Aku mengerti!" Setelah menekankan hal itu, Shira mulai menendang perut kuda itu pelan-pelan hingga kuda yang ia tunggangi mulai menaikkan kepalanya lalu berjalan ke depan dengan kecepatan yang lumayan cepat, Agfi tersenyum lalu ia mulai mengikuti Shira dan menyusulnya, "Aku yang akan memimpin, Shira, kau hanya harus terus memperhatikanku dan jangan pernah kehilangan jejak terhadap diriku."

__ADS_1


"Dimengerti." Entah kenapa Shira dan Megumi bisa terbiasa dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan cahaya, mungkin Megumi sudah terbiasa bergerak cepat karena dia ini seorang Neko Legenda dan Shira perlahan-lahan juga sudah terbiasa karena sihirnya juga memiliki kecepatan lebih dari kuda yang ia tunggangi saat ini.


__ADS_2