Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 104 - Universal Code


__ADS_3

[Author's Note: Jika ada yang merasa janggal untuk kalian dan tidak mengikuti logika maka semua itu dijelaskan pada Chapter 105, terima kasih dan selamat untuk membaca~]


Makarov dan Haruka bersepakat untuk bekerja sama mengambil kode peluncuran RDS-U, Makarov juga bahkan memberi nuklir itu kepada Haruka karena dia memiliki alasan penting untuk memiliki kode peluncuran itu, ia hanya harus mengamankan-nya dari bangsa iblis dan juga makhluk hidup yang benar-benar haus terhadap kehancuran.


"Sebenarnya markas kita ini memiliki banyak RDS-U, dengan jumlah RDS-U yang kami miliki maka semesta yang bernama Touri ini bisa hancur dalam hitungan menit. Tujuan kami untuk menciptakan nuklir itu hanya untuk melindungi Yuutouri dan negara kami dari serangan apapun, tetapi semua rencana itu gagal karena bangsa Iblis memang memiliki kemampuan di luar otak manusia seperti kami." 


Apa yang Makarov katakan memang benar, manusia tidak bisa melakukan apapun ketika bangsa iblis yang berada di tingkat tinggi menyerang. Mereka bukan tandingan kekuatan bangsa Iblis dan kemungkinan besar senapan mereka tidak sempat untuk melukai iblis itu karena semua iblis itu mencuci otak pasukan rusia terlebih dahulu.


"Maafkan aku, Makarov... Aku sudah membunuh banyak pasukan-mu..." Haruka mulai merasa bersalah, ia membuka pintu belakang garasi itu dan melihat banyak sekali pasukan yang sudah mempersiapkan senjata mereka dan tank mereka.


"Tidak apa-apa, penghianat harus dibayar kembali dengan darah. Pasukan rusia yang berada di tempat ini kebanyakan memiliki pikiran untuk memulai perang dunia yang baru karena RDS-U, mereka tidak pernah mengerti resiko tentang mendeklarasikan perang melawan satu sama lain... Kita pasukan rusia seharusnya ada untuk melindungi bumi dan negara kita dari ancaman di luar sana." Ucap Makarov, ia mengepalkan tinju kanan-nya dan mengeluarkan senapan semi otomatis.


"Mari kita rebut kode nuklir itu dan semua RDS-U yang sudah dikumpulkan oleh mereka semua..." Makarov segera mengalirkan Mana-nya kepada senapan yang ia pegang sampai terdapat beberapa garis biru di senapan tersebut.


"Kau tidak perlu melawan, biarkan diriku saja yang melawan mereka." Ucap Haruka yang mulai memiliki perasaan buruk ketika Makarov ikut bertarung bersama-nya, di luar sana terdapat pasukan rusia yang sudah bersiap untuk menyerang kita berdua dengan senjata mematikan mereka.


"Baiklah, aku akan melindungi-mu, Makarov!"


"Oi, pria sejati seperti-ku tidak membutuhkan perlindungan---"


Haruka melompat keluar menuju medan perang di depan-nya dimana seluruh pasukan rusia itu segera menyerang Haruka dengan senapan yang mereka pegang serta tank dan senapan otomatis yang memiliki peluru tak terbatas mulai menyerang gadis itu juga. Haruka tersenyum tipis dan ia mengangkat semua tank di sekitarnya lalu meledakkan-nya dengan hanya satu jentikkan.


Seluruh peluru yang melesat menuju arah Haruka berhenti seketika karena ia menghentikan waktu untuk beberapa detik, ia mulai menyerang kembali semua pasukan itu dengan peluru yang melesat menuju arah-nya, semua peluru itu mengenai seluruh pasukan rusia itu sampai tubuh mereka meledak menjadi kepingan kecil.


Makarov bahkan tidak sempat untuk maju ke medan perang dan menarik pelatuk-nya karena Haruka menghentikan waktu untuk beberapa detik agar ia bisa menghabisi seluruh seluruh pasukan rusia itu dengan cepat. Beberapa pasukan rusia yang berada di barisan belakang segera mundur ke belakang selagi melempar beberapa granat menuju arah Haruka.

__ADS_1


"Hahhhh..." Haruka melebarkan mata-nya sampai jarum jam di pupil mata-nya mulai bergerak mundur.


Semua granat yang pasukan rusia itu lemparkan kepada Haruka mulai mundur kembali sampai granat itu sekarang di genggam kembali oleh semua pasukan rusia yang sudah melarikan dirinya, seluruh pasukan rusia itu sontak kaget ketika mereka sadar bahwa granat itu masih mereka pegang. Granat itu segera mengeluarkan daya ledakan yang besar.


"H-Hebat... Manusia memang tidak akan pernah bisa menyentuhmu, Haruka. Sepertinya aku mendapatkan beberapa pengetahuan lain untuk menciptakan senjata yang jauh lebih kuat, sama kuat-nya dengan sihir waktu-mu itu." Makarov melepas senapan-nya dan ia segera mencatat senjata baru yang akan ia buat nanti.


Baammmmmm...!!!


Terdengar suara senapan sniper dari segala arah, Makarov bisa mendengar jelas suara senapan itu berasal dari sniper yang bernama [Barrett Model Universal]. Senapan sniper yang sudah diciptakan secara sempurna karena senapan ini dapat meletuskan peluru kecil dengan cepat bahkan sampai bisa menembus melewati semesta lain.


Senapan yang sangat langka untuk ditemukan di Yuutouri karena senapan ini sangatlah ilegal dan bahkan bisa saja mengancam keseimbangan Touri, senapan ini sempat terkenal sejak masa itu karena bisa dijadikan senjata membunuh secara diam-diam dimana manusia yang sedang melaksanakan misi untuk membunuh Vampire yang berada di Zuutouri.


Dengan berdiri tegak di atas gunung selagi membidik sasaran yaitu semesta Zuutouri, manusia itu menarik pelatuk senapan itu sampai peluru kecil itu melesat menuju semesta Zuutouri dan mengenai sasaran Vampire yang mereka incar, peluru itu juga bahkan mengenai kepala Vampire tersebut sampai kepala-nya hancur menjadi kepingan kecil.


Haruka melebarkan mata-nya, ia tidak sempat untuk menghindari seluruh peluru kecil itu. Semua peluru itu berhasil mengenai tubuhnya sampai meninggalkan luka lubang di sekitar tubuhnya. Haruka memuntahkan banyak darah dari mulut-nya sampai darah-darah segar mengalir keluar dari dalam lubang-nya.


"Hehh... Kalian manusia memang benar-benar menggunakan otak kalian untuk menciptakan senjata sekuat ini, tetapi kalian memiliki batasan yang sangat berpengaruh terhadap diri kalian masing-masing. Apakah kalian mampu menciptakan sebuah senjata yang sama kuat-nya dengan sihir ini!? Yang sama kuat-nya dengan para dewa dan dewi!?" Haruka memancarkan cahaya hijau melalui mata-nya sampai jarum jam di matanya mulai bergerak mundur.


Seluruh peluru yang menembus tubuhnya melesat kembali menuju arah seluruh pasukan yang menggunakan sniper itu, luka-luka Haruka kembali pulih serta Makarov kembali hidup berkat sihir waktu-nya yang dapat menjalankan waktu mundur untuk beberapa menit, di bayar dengan darah yang berkurang di dalam dirinya.


"Tidak ada yang namanya dewa---" Kata-kata terakhir pasukan rusia itu sampai kepalanya hancur terkena peluru kecil dari sniper yang ia pegang.


Haruka melangkah maju, Makarov terlihat bingung dan merasa bahwa dirinya seperti bangun dari mimpi dimana kepala-nya hancur terkena peluru kecil sniper. Ia melihat Haruka yang melangkah maju sambil menahan seluruh serangan pasukan rusia dan mengembalikannya kepada mereka, menyebabkan tubuh mereka hancur.


Makarov sepertinya tidak berniat untuk bertarung karena Haruka memang bisa bertarung sendirian menahan seluruh pasukan Rusia yang pernah ia latih. Ia merasa gagal karena seluruh pasukan-nya dengan mudah terjatuh kepada pihak yang salah.

__ADS_1


Seorang prajurit melangkah maju dan menghadapi Haruka dengan tatapan yang terlihat serius, Makarov mengenal prajurit tersebut karena dia bisa disebut sebagai prajurit terbaik yang pernah ia latih.


"Vladimir Mikhail..."


"Kau mengenal dia...?" Haruka hampir saja membunuh prajurit yang bernama Mikhail itu dengan satu jentikan jari.


"Ya, dia bisa disebut sebagai prajurit terbaik yang pernah aku latih." Makarov melangkah maju dan melewati Haruka.


"Hmph, sepertinya kau berhasil diselamatkan oleh Legenda ya, ck..." Mikhail mulai merasa kesal melihat wajah Makarov, ia ingin sekali menarik pelatuk senapan yang ia pegang saat ini.


"Beritahu aku, dimana kalian menyembunyikan RDS-U itu...? Bersama dengan kode peluncuran-nya." Haruka menghalang Makarov karena ia memiliki firasat yang tidak enak bahwa dirinya sebentar lagi akan menyerang mereka berdua menggunakan senapan yang ia pegang.


"RDS-U itu berada di tempat dimana kalian tidak bisa mengambil-nya...!" Mikhail mengeluarkan sebuah laptop dan ia segera memasukkan sebuah kode untuk meluncurkan RDS-U itu, ia mengetik [Universal Code: 666].


"Dasar bodoh...!" Makarov segera membunuh Mikhail dengan menarik pelatuk dari senapan-nya sampai seluruh tubuh Mikhail dipenuhi dengan lubang lalu dirinya meleleh menjadi darah yang kental.


Laptop yang ia pegang sempat hancur tetapi terdengar sebuah roket meluncur dari arah sebuah garasi yang memiliki warna hitam, garasi itu berada di arah timur dan mereka melihat atap garasi itu terbuka lebar sampai mereka bisa melihat rudal RDS-U itu meluncur ke atas langit, Makarov melepaskan senapan-nya dan berlutut karena ia bersama Haruka terlambat.


"Tidak... Apa yang telah dia lakukan...! Dia akan membunuh kita semua...!" Air mata mengalir keluar dari kedua mata-nya.


Haruka hanya bisa diam sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat rata, "Ok....?"


Ia menjentikkan jari-nya sampai RDS-U itu kembali ke garasi-nya dan laptop untuk meluncur RDS-U. Haruka mengambil laptop tersebut dan ia bisa melihat sebuah layar yang menunjukkan sebuah kode peluncuran untuk RDS-U itu, sepertinya misi Haruka setengah-nya sudah selesai. Sekarang ia hanya perlu mengambil semua nuklir RDS-U itu.


"Heh...?" Makarov terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi...?"


__ADS_2