Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 984 - Tiket


__ADS_3

"Ahh, kebetulan... Ratu Touriverse." Seorang Legenda mulai melakukan hormat kepada Shinobu yang baru saja keluar dari istana untuk meminta para pelayan berlibur.


"Seorang pengunjung? Selamat siang..." Shinobu tersenyum lalu ia melihat Legenda tersebut mengulurkan tangannya untuk memberi dirinya sesuatu.


Sebuah kertas yang memiliki warna pelangi sampai dirinya mulai penasaran lalu mengambilnya hanya untuk melihat isi dari kertas tersebut, ternyata Legenda yang memberikan kertas itu memiliki sebuah bangunan yang begitu besar.


"Bangunan yang dipenuhi jual-beli ya..."


"Apakah Anda mengijin---"


"Tidak perlu meminta izin, jika hal tersebut memiliki sesuatu yang positif maka kamu tidak perlu ragu-ragu membutuhkan izin dariku." Perkataan Shinobu langsung membuat Legenda itu tersenyum penuh rasa syukur.


"Kalau begitu kami baru saja buka, jika Anda mau maka datang saja karena khusus Anda... semuanya diskon seratus persen."


"Fueh?! Tidak boleh seperti itu... lagi pula aku tidak begitu menyukai sesuatu yang gratis tanpa harus membayarnya dengan berlian." Shinobu mengeluarkan satu kantung berlian lalu memberikannya pada Legenda tersebut.


"Ini ambil."


"Ehh?" Legenda itu memasang tatapan bingung ketika Shinobu baru saja memberi dirinya kantung yang berisi berlian Legenda.


"Karena sudah jauh-jauh datang ke istana... kamu pasti membutuhkan biaya untuk kembali dan mengisi ulang stamina itu bukan?"


"M-Maksudnya?"


"Terima saja, aku akan datang kok." Shinobu menutup pintu istana tersebut lalu tangannya tertarik oleh Legenda itu yang langsung memberikan kecupan kepada tangannya sebagai rasa penuh hormat karena menerima mata uang yang begitu besar.


"Saya berterima kasih... semoga Anda bisa merasa puas ketika mengunjungi bangunan itu." Legenda tersebut melayang ke belakang lalu terbang tinggi meninggalkan dirinya.


"Terdengar menarik... mungkin di sana memiliki barang yang dapat membantu Koneko untuk mengembangkan teknologi dan sistem lebih---"


"B-Buku...!!!" Shinobu memasang tatapan yang begitu bahagia sampai kedua matanya bersinar cerah karena tidak sabar untuk melihat-lihat buku yang belum pernah ia baca sebelumnya.


"Kalau begitu aku harus mengundang mereka semua...!" Shinobu melakukan lompatan cahaya hanya untuk mengajak mereka semua tanpa memberikan penjelasan apapun.


***


"Bangunan yang memperjual belikan barang apapun...?" Kata Ako yang baru saja menerima informasi itu ketika mereka semua sudah berkumpul dalam satu tempat.


"Terdengar menarik, mungkin mereka menjual barbel yang memiliki beban melebihi alam semesta yang bisa dibilang ribuan atau ratusan lebih!" Kata Koizumi yang terlihat tertarik.


"Hohhhhh~ itu artinya semua barang terjual ya... fufufu~ aku bisa membeli tongkat ungu yang sangat panjang." Batin Hinoka.


"Kalau begitu aku ingin melihat-lihat pakaian saja, siapa tahu ada yang menarik perhatianku." Kata Konomi.


"Ahh~ kita sepemikiran, terutama lagi aku ingin membeli bra baru karena..." Hinoka memeluk dadanya sendiri.


"...sudah tidak muat."


"Nobu, apakah---" Koizumi langsung menarik Ako untuk menutup mulutnya agar ia tidak membeli apapun yang berkaitan dengan bra karena tubuhnya tidak akan bisa tumbuh sebesar mereka.


"Percuma saja kau menyarankan dirinya untuk membeli pakaian dalam..."


"...dirinya pernah memakai satu tetapi hasilnya cukup sempit dan tidak enak untuk dirinya sampai ia tidak mengenakan dalaman apapun." Kata Koizumi.


"Selama ini...?! Dia tidak memakai kaos dalam juga!?"


"Begitulah..."

__ADS_1


"Tunggu...!" Shinobu menunjuk seseorang yang menarik perhatian dirinya sampai mereka juga langsung mengalihkan pandangan ke arah seseorang yang ditunjuk.


"Tunggu...? Kenapa Nenek ada di sana?" Tanya Koizumi yang melihat Ophilia sedang berbicara dengan teman-temannya.


"Sepertinya bangunan ini cukup berguna ya sampai bisa mengumpulkan para gadis yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka..." Kata Hinoka yang melihat Hana dan Megumi juga.


"Nenek Chloe dan Nenek Yuuna juga... jarang sekali aku melihat mereka berlima berkumpul bersama seperti itu." Ucap Konomi.


Shinobu bergegas menuju mereka berlima lalu menyambutnya, di saat itulah mereka semua berbelanja bersama untuk membeli beberapa keperluan dan keinginan karena bangunan ini dikatakannya memiliki apapun.


"Kalian akan berbelanja apa?" Tanya Megumi kepada Shinobu bersama yang lainnya


""Pakaian!""


"Ahh~ gadis remaja ya... kalian memang tidak jauh akan memilih pakaian elegan untuk masuk masa dewasa." Kata Chloe.


"Kalau begitu, sesudah berbelanja kita ketemuan lagi di aula ini ya." Ucap Ophilia karena ia mendatangi bangunan tersebut hanya untuk mencari kesempatan untuk mengambil tiket liburan di Xuutouri.


Beberapa menit kemudian, mereka semua berpisah karena memiliki keperluannya masing-masing untuk dibeli, sebagian juga berkumpul di lantai satu untuk melihat pakaian dalam wanita.


"Apakah sudah saatnya untuk mengenakan warna hitam ya?" Tanya Konomi yang sedang memilih-milih di sebelah Koizumi.


"Ada apa, Konomi? Bingung memilih warna bra?"


"Begitulah..."


"Karena kau sudah berumur 17 tahun, lebih baik memilih sesuatu yang terlihat dewasa seperti warna hitam ini." Kata Koizumi yang sudah memiliki lima bra berwarna hitam.


"Kamu dewasa sekali ya... entah kenapa warna hitam tidak cocok dengan seleraku karena diriku selalu saja memilih yang berwarna."


"Yang bermotif lebih imut~" Kata Ako sambil melihat semua bra yang memiliki motif itu sampai Koizumi hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Hyaahhhh!" Hinoka menepuk kepala Koizumi dengan tongkat plastik berwarna ungu yang sangat panjang sampai ia mulai memasang tatapan lelah karena harus mengurusi masalah bodoh Hinoka.


"Hinoka...!? A-Apa yang kamu beli!?" Tanya Konomi dengan pipi memerah ketika melihat Hinoka terus mengayunkan tongkat tersebut seperti pedang.


Ako juga memiliki reaksi yang sama sampai ia menutup kedua matanya karena melihatnya saja sudah membuatnya sangat malu, Koizumi menatap Hinoka dengan tatapan datar.


"Apa yang kau beli sekarang...?"


"Hmph, dasar para gadis yang sok polos... apakah kalian tidak pernah mendengar cerita legendaris tentang pedang yang dapat membuat para gadis nafsu?"


"Ya! Itu benar...! The Dildo Sword! Sebuah pedang legendaris yang dapat memuaskan nafsu siapapun, mungkin kamu ingin mencobanya nanti malam." Hinoka mengedipkan mata kanannya kepada mereka yang langsung menatap arah lain kecuali Koizumi.


"Hinoka... untuk sekarang kamu aman karena di dalam bangunan ini aku tidak boleh melakukan kekerasan apapun." Koizumi mendekati Hinoka lalu ia menepuk keningnya.


"Awwwweee...!"


"Sembunyikan... jangan sampai Shinobu melihatnya." Koizumi kembali mengurusi urusannya dengan memilih beberapa bra yang cocok dengan ukurannya saat ini.


"Melihat apa?" Tanya Shinobu yang sudah memegang dua kantung penuh dengan buku baru untuk dirinya baca sesampai rumah nanti, semua buku yang ia beli rata-rata cerita dan dongeng hanya untuk dijadikan sebagai hiburan.


""Uwahhh!?""


Hinoka menyembunyikan tongkat tersebut secepat mungkin sampai Ako langsung menangani situasi dengan menghadapi Shinobu lalu memegang kantungnya hanya untuk melihat buku apa yang ia beli.


"K-Kamu membeli buku untuk belajar lagi ya?"

__ADS_1


"Tidak kok, semua buku informasi dan sejarah sudah Koneko baca semuanya... tidak ada yang begitu baru di toko buku itu melainkan cerita serta dongeng yang terlihat menarik~"


"Boleh aku lihat?" Tanya Ako sampai Shinobu mengeluarkan satu buku yang menarik perhatiannya dari sinopsis serta sampul buku itu.


"Ini adalah buku yang menceritakan hari dimana para Dewa akan berperang dengan Manusia sebagai penghakiman terakhir..."


"...judul pendeknya disebut Ragnarok: The Battle of Justice." Shinobu membuka buku tersebut lalu ia dikejutkan dengan banyak sekali adegan sampai Ako juga ikut membacanya di sebelahnya.


***


"Tunggu, apa maksudnya kita sudah mengumpulkan banyak sekali tiket dengan membeli berbagai macam barang mahal tetapi masih tidak mendapatkan tiket itu!?" Tanya Yuuna.


"Itu benar...! Jangan-jangan pengocokan ini memang dipenuhi dengan kebohongan yang hanya ingin semua pembeli untuk menghabiskan uang mereka ketika berbelanja!" Seru Megumi.


"Kalian menyebabkan banyak keributan loh... lebih baik kita pulang saja dan mengumpulkan tabungan kita untuk membeli tiket berlian itu." Saran Hana yang bisa melihat banyak orang menatap mereka karena terlalu ribut.


"Tidak, Hana...! Kita memerlukan tiket berlian ini untuk membawa banyak sekali orang berlibur di surganya wisata yaitu Xuutouri..."


"...kemarin sempat dibicarakan oleh banyak sekali ras bahwa sinar surga telah muncul sampai menyinari bagian tertentu di alam semesta Xuutouri yang dijadikan sebagai wisata sekali seratus atau sejuta tahun!" Kata Ophilia.


"Pancaran sinar surga itu cukup misterius karena kita tidak tahu munculnya dari mana, bisa dibilang juga sebagai fenomena paling langka."


"Surga ya..." Hana mengingat ketiga temannya yang bisa dibilang sebagai anak surga tidak memancarkan cahaya apapun dari tubuh mereka.


"Apa mungkin sesuatu yang baru...?" Tanya Hana dengan tatapan bingung sampai ia mendengar langkahan di belakangnya dimana Shinobu bersama yang lainnya baru saja selesai berbelanja.


"Koneko mengetahui fenomena pancaran cahaya itu!" Kata Shinobu sampai mereka langsung menatap dirinya dengan tatapan penasaran.


"Kalau tidak salah pancaran cahaya itu datang dari pohon emas yang menghasilkan berbagai macam cahaya, kemarin adalah hari dimana pohon tersebut memancarkan cahaya dari surga itu secara langsung."


"Jadi dari Minami ya..." Hana tersenyum pahit tetapi Koizumi langsung menyodorkan sebuah es krim untuk dirinya nikmati karena ia jarang sekali melihat tantenya.


"Aku jarang sekali melihat dirimu, itulah kenapa kau berhak menerima es krim ini." Kata Koizumi selagi memperhatikan toko di hadapannya dimana Ophilia bersama temannya kembali berdebat tentang pengocokan yang tidak adil.


"Terima kasih, Koizumi."


Koizumi mendekati toko tersebut lalu ia menempati tiga kupon yang bisa tukarkan dengan tiga kartu, "Kalau begitu, semoga beruntung ya~ jangan menjadi seperti seseorang yang tidak bersyukur dengan penghasilan mereka."


"Kau bilang apa tadi!? Semua ini memang berjalan curang sekali!" Seru Yuuna.


Koizumi menggesek tiga lingkaran yang dihalangi itu lalu ia tidak begitu beruntung dengan kedua kartu itu sampai yang terakhir bisa dibilang cukup mengejutkan.


"Selamat~ Anda mendapatkan bra."


"Kau pasti bercanda bukan..." Kata Koizumi dengan tatapan datar sampai Ophilia mulai menepuk punggungnya beberapa kali hanya untuk menertawakan keberuntungannya yang buruk.


Mereka mencoba untuk menukarkan kupon itu mendapat kartu yang dapat digesek untuk memberikan berbagai macam hadiah, pada akhirnya mereka tidak menenangkan hadiah besar yaitu sebuah tiket berlian.


Para Nenek muda mulai protes seperti biasanya sampai yang lainnya hanya bisa melihat selagi menghela nafas pelan, "Apa yang sedang kalian lakukan?"


Mereka semua berhenti berdebat seketika mendengar suara Shira, mereka mengalihkan pandangannya ke belakang lalu melihat sesosok pria yang sedang menikmati satu cangkir kopi.


"Tidak perlu memenangkan tiket berlian..." Shira langsung memunculkan lima belas tiket emas menggunakan tangan kirinya sampai mengejutkan mereka semua seketika dengan tiket yang sangat mahal untuk dibeli.


"Mungkin semua ini karena aku suka yang dinamakan judi dan taruhan di berbagai macam alam semesta..."


"...aku bisa melihat tiket wisata emas yang sudah menyediakan banyak kebutuhan kita masing-masing!" Shira menghabiskan kaleng kopinya lalu ia menghancurkan.

__ADS_1


"Menuju Sunshine Heaven! Kita pergi...!"


__ADS_2