Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 987 - Dalam Lautan


__ADS_3

"Hei, bangun, bangun, sudah waktunya untuk pergi ke sekolah." Kata Ako yang menggerakkan tubuh Hinoka beberapa kali karena ia sulit sekali bangun walaupun sudah menerima sentilan Koizumi beberapa kali sampai ia memilih untuk serapan duluan.


"Mmm~ fufufu... banyak sekali... pelan-pelan dong..." Kata Hinoka selagi memeluk guling dengan erat tetapi Ako terus menggerakkan tubuhnya dengan tenaga sampai kasur mulai bergerak.


"Woi, bangun!" Teriak Koizumi keras yang langsung mengangkat tubuh Hinoka sampai mengejutkan dirinya yang mengalami mimpi terjatuh ke dalam ketinggian yang tak terbatas.


Koizumi langsung menjatuhkan Hinoka di atas lantai sampai ia mulai menatap sekitarnya dimana mereka semua sudah mengenakan pakaian bikini lagi untuk pergi menikmati pemandangan lautan dengan sebuah perahu.


"Sudah pagi ya..." Hinoka mengusap kedua matanya lalu ia bangkit, mencoba untuk melompat menuju kasur tetapi Koizumi langsung membanting tubuhnya di atas kasur.


"Sakit...!!!"


"Hoooo... apakah itu yang dinamakan Smackdown?!" Tanya Shinobu dengan tatapan yang terlihat kagum.


"Mencoba untuk bermalas-malasan di pagi hari maka aku akan membanting kalian di atas kasur, mengerti?" Ancam Koizumi yang sudah membangunkan mereka semua satu per satu dan hasilnya cukup sulit karena kasur yang mengandung gravitasi besar.


"Kalau begitu kita akan melakukan apa saja semasa di perahu nanti?" Tanya Konomi selagi membuka beberapa halaman dalam majalah wisata itu.


"Mungkin menikmati air lautan yang begitu murni dari surga terutama lagi melihat spesies apa saja yang tinggal di dalam lautan itu." Jawab Shinobu yang terlihat bersemangat.


"Tidak buruk juga... kalau begitu aku lebih memilih untuk bersantai di kursi pantai dengan payung yang menghalangi sinar matahari yang mengganggu pemandanganku." Kata Hinoka.


"Tidak... kita perlu melakukan sesuatu secara bersamaan, dan tentunya mengandung banyak sekali hal menyenangkan agar bisa menghabiskan hari ini penuh dengan hal yang ceria!" Saran Ako.


"Di lautan kita bisa melakukan banyak sekali hal, salah satunya adalah melakukan diving, surfing, dan lain-lain. Mungkin kita harus mencoba semuanya satu per satu!"


"Terdengar menarik, mungkin akan terasa begitu menyenangkan jika mencoba surfing pada ombak yang sangat besar." Kata Koizumi.


"Diving...! Koneko bisa melihat banyak sekali spesies yang tinggal di dalam lautan surga...!!!" Seru Shinobu yang terlihat sangat bersemangat.


"Kalau begitu aku ingin mencoba di tarik oleh perahu tersebut selagi berselancar di belakang." Kata Konomi.


"Semuanya memiliki kebutuhan yang berbeda ya, kalau begitu kita bagi-bagi saja agar lebih adil dan terbagi dengan waktunya... aku juga ingin mencoba menaiki perahu kecil untuk melihat lumba-lumba jika ada."


Mereka semua terus mendiskusikan tentang kesenangan mereka masing-masing sedangkan Hinoka hanya bisa diam lalu memperhatikan dengan tatapan yang tidak terlihat tertarik sama sekali.


"Membosankan sekali..." Hinoka menghela nafasnya sehingga ia mengingat sesuatu tentang lautan yang sudah pastinya akan sangat dalam sekali.


"Lautan... kedalaman..." Sedikit demi sedikit pikirannya langsung menampung banyak ide untuk kepuasannya sendiri sampai ekspresinya yang terlihat membosankan tadi langsung menjadi nakal.


"Fufufu... aku mengerti sekarang..." Hinoka tersenyum nakal sampai mereka memperhatikan dirinya yang sedang tertawa kecil sendirian selagi menatap jendela luar.


"Yuk, kita pergi duluan saja... si bodoh ini memang sudah tidak waras." Kata Koizumi yang berjalan pergi melewati dirinya.


"Semoga cepat sembuh ya." Kata Ako.


"Oi...! Aku tidak gila...!"


***


"Lautan yang begitu biru dan jernih~ indah sekali...!" Kata Konomi yang melihat keluasan dari lautan tersebut dari atas perahu yang lumayan besar.


Embusan angin yang begitu sejuk mulai menggerakkan rambut mereka semua tanpa henti karena anginnya bisa dibilang lumayan besar sampai memunculkan beberapa ombak yang dapat dilewati oleh perahu tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu sisanya adalah Hinoka dan Nobu sebagai peserta terakhir untuk memutuskan aktivitas pertama kita di atas perahu ini." Kata Ako selagi memegang sebuah koin yang melambangkan kepala atau ekor.


"Silakan untuk memilih lambang koin."


"Kepala." Kata Shinobu.


"Mahkota." Ucap Hinoka dengan tatapan yang terlihat percaya diri karena ia berhasil memenangkan lomba koin dengan menggunakan satu-satunya cara yaitu pengubahan realitas.


"Ya sudah, kita memulai aktivitas yang Shinobu inginkan saja." Kata Koizumi.


"Itu tidak adil!"


"Sudah beberapa kali kamu memilih mahkota sampai kita bosan mendengarnya... kalau begitu kau terpaksa harus memilih ekor karena Nobu yang sudah memiliki kepala duluan." Ako melempar koin tersebut ke atas.


"Aku perlu mendapatkan aktivitas yang cocok untuk menyelam kedalaman laut agar bisa memulai rencanaku..."


"...kalau begitu, aku hanya perlu menggunakan realitas!" Hinoka mencoba untuk menggunakan kemampuan realitas tetapi ia tidak sadar bahwa dirinya mengubah kedua sisi menjadi kepala karena Shinobu yang sudah mengetahuinya.


The Mind tidak dapat terdeteksi oleh dirinya sampai Hinoka mengira bahwa ia berhasil melakukannya, Ako menangkap koin tersebut lalu ia bisa melihat lambang kepala.


"Kalau begitu kita akan menjelajahi lautan dengan melihat-lihat spesies seperti apa saja yang terdapat di dalamnya."


Hinoka memasang tatapan kaget ketika pengubahan realitas yang ia lakukan baru saja mengkhianati dirinya, "Tidak mungkin...! Kenapa lambang kepala!?"


"Taruhan adalah taruhan... kau sudah kalah." Kata Konomi yang mulai mengenakan pakaian untuk menyelam ke dalam lautan.


"Kau terlalu meremehkan Shinobu yang tidak bisa dicurangi sama sekali." Koizumi menghela nafasnya sampai Hinoka menatap Shinobu yang menjulurkan lidahnya selagi tertawa pelan.


***


Mereka berlima melakukan backflip ke belakang lalu berenang ke dalam sampai pandangan mereka dikejutkan dengan banyak sekali terumbu karang yang begitu indah termasuk ikan-ikan berwarna putih yang berenang cepat mengelilingi mereka.


"Semuanya terlihat begitu indah sampai aku tidak melihat apapun yang mengganggu pemandangan sama sekali." Ucap Konomi yang berenang cepat mengelilingi terumbu karang tersebut.


Mereka semua sibuk melihat-lihat ikan dan terumbu karang yang terlihat begitu indah sampai tidak menyadari keberadaan Hinoka yang sudah menghilang, dirinya berpisah dengan mereka hanya untuk mengurusi sesuatu.


"Shinobu, kamu rajin sekali ya." Puji Koizumi sambil memperhatikan Shinobu yang mengambil banyak sekali foto menggunakan kacamata yang ia bawa, semuanya dapat ia jadikan sebagai sumber pengetahuan soal surga.


"Hehehe~ aku tidak bisa menyia-nyiakan sesuatu yang berkaitan tentang surga." Jawab Shinobu sampai pandangannya tertarik kepada Ako yang memperlihatkan bintang laut berwarna emas.


"Nobu! Lihat, aku menemukan spesies langka yang mungkin kamu sukai karena cocok sekali dengan rambutmu yang berwarna emas juga." Kata Ako.


"Wah, benar! Terlihat begitu langka...!" Shinobu mulai memperhatikannya sampai perhatiannya telah diambil oleh Ako sampai Koizumi tidak ingin kalah melakukan aktivitas yang bisa dibilang lumayan membosankan.


"Dengan ini perhatian dirinya akan tertuju padaku..." Batin Ako.


"Shinobu, aku menemukan sesuatu yang mungkin kamu sukai." Koizumi memperlihatkan banyak sekali kepiting emas yang ia bawa menggunakan kedua tangannya sampai perhatiannya tertarik kembali.


"Kepiting~ Koneko menyukai kepiting...!" Shinobu mengambil kepiting tersebut lalu ia memakannya sampai membuat Koizumi sadar bahwa ia menganggap apapun sebagai makanan.


"Sial...!" Ako memasang tatapan kesal lalu ia mencoba untuk makhluk yang disukai Shinobu agar ia mau memakannya di depannya yang mengartikan perhatiannya sudah ia miliki.


Tetapi semua itu berubah ketika Konomi datang memberikan Shinobu seekor lumba-lumba emas yang menyebabkan kedua matanya bersinar cerah sampai mengejutkan mereka semua, "Lumba-lumba...!!! Aku menunggu kedatangan sesuatu seperti ini!"

__ADS_1


"Aku cukup beruntung untuk menemukannya, pelajarilah sebisa mungkin." Kata Konomi selagi mengusap lumba-lumba tersebut yang langsung mendekati Shinobu lalu mengusap pipinya dengan mulutnya itu.


"Hehehe, iya, iya." Shinobu mengusap kembali lumba-lumba tersebut menggunakan ekornya.


Konomi merasa lega melihat Shinobu menikmati waktunya tetapi ia dapat merasakan dua tatapan yang sangat mematikan di belakangnya, ketika ia mencoba untuk menoleh ke belakang dirinya dikejutkan dengan tatapan kesal mereka.


"Sudah mengumpulkan banyak sekali bintang laut emas..."


"...kepiting emas yang dianggap makanan untuk adik kecilku."


""Semuanya kacau karena pemberian dirimu!""


Konomi mencoba untuk tertawa tetapi pemandangan langsung tertuju ke belakang mereka dimana ia bisa melihat Hinoka membawa sesuatu di belakangnya sehingga ia mencoba untuk melarikan diri, tetapi...


"Serang mereka!" Seru Hinoka keras yang langsung menjentikkan jarinya sampai tiga tentakel melesat maju menuju arah mereka lalu menangkap ketiga gadis itu dengan cepat sampai bisa merasakan tentakel yang mengeratkan pegangannya.


"Apa ini--- Ahhhh!" Ako tertarik menuju Hinoka yang selama ini pergi untuk mencari gurita, ia menemukannya dan menggunakan kemampuan realitas untuk memperbesar serta memperkuat agar mereka tidak memberontak.


"Muehehehe...!" Hinoka mulai tertawa ketika melihat gurita berhasil menangkap ketiga gadis tersebut sampai tubuh mereka merasa lengket karena pergerakan yang dilakukan oleh tentakel tersebut.


"Ahn~"


"Kyah~"


"Ti-Tidak~"


Hinoka terus memasang ekspresi yang begitu puas, tentakel dari gurita tersebut merobek pakaian mereka sampai pemandangan dapat melihat jelas tubuh telanjang mereka semua.


"Hino... KA!!!" Teriak Koizumi keras sampai menyebabkan gurita tersebut meledak lalu memunculkan gelombang air yang melesat ke atas langit sampai mengejutkan beberapa turis yang berada di atas perahu ketika melihat fenomena gelombang air besar.


"Gawat...! Kalah begitu saja!?" Hinoka memasang tatapan kaget ketika gurita yang sudah ia perkuat dengan sihir realitas dapat terkalahkan hanya dengan teriakan Koizumi.


Situasi yang ia hadapi memburuk ketika melihat ketiga gadis telanjang di hadapannya memasang tatapan kesal sampai kedua tinju mereka mengeluarkan banyak sekali aura.


"Hoh... kalian bertiga mencoba untuk melawan diriku tanpa busana sama sekali?" Tanya Hinoka yang mulai menggerakkan jari-jarinya.


"Kalian datang menghampiri diriku? Dibandingkan untuk mundur, kalian lebih memilih untuk mendatangi diriku?"


"Kami tidak bisa menghajar dirimu  jika tidak mendekat."


"Hohhh... kalau begitu mendekatlah sesuka mungkin."


"Aku memiliki cara untuk melawan kalian!" Hinoka mulai menepuk pahanya sendiri lalu ia memasang ekspresi yang terlihat sangat percaya diri.


"Aku hanya perlu menggunakan kedua kaki dan tanganku untuk..." Hinoka berenang ke depan tetapi ia langsung mundur ke belakang lalu berenang secepat mungkin untuk melarikan diri.


"...LAARRRIII!!!"


"Kejar dia!" Seru Koizumi sampai mereka bertiga langsung mengejar Hinoka yang berenang secepat mungkin menuju dasar lautan yang sangat dalam.


Shinobu baru saja selesai berbicara dengan lumba-lumba itu, ia menoleh ke belakang lalu sadar bahwa teman-temannya menghilang begitu saja.


"Fueh...? Mereka kemana?"

__ADS_1


__ADS_2