
Ako dan Artemus kembali berpapasan lalu mereka mulai melancarkan banyak sekali serangan yang saling berbenturan satu sama lain, kecepatan Artemus yang begitu cepat mampu memberikan beberapa luka kepada Ako.
Ako mulai menjaga jarak lalu pandangannya juga sempat fokus dengan putaran cakram yang mengepung dirinya, kali ini ia dapat melihat banyak sekali aura yang menyelimutinya.
Ako melebarkan matanya lalu ia menoleh ke belakang hanya untuk menahan tendangan Artemus menggunakan senjata yang ia ubah menjadi pedang, bilah tersebut berhasil memberikan luka kepada ras Sephira Hybrid.
"Blizzard Blitzkrieg...!!!" Ako melepaskan sihir es area yang mampu menurunkan suhu hingga di bawah 0 derajat Celsius, membekukan seluruh area secara instan, dan setiap serangan yang dilancarkan akan mengubah musuhnya menjadi es keras.
Ketika musuh berada di daerah sihir ini, musuh tidak bisa mengeluarkan sihir apapun dan seluruh lenergy mereka diserap oleh sang pengguna sihir ini.
Tetapi apa yang Ako lakukan berhasil di lawan balik oleh cakram yang terus berputar itu sehingga merobek semua sihir itu sehingga kembali ke titik semula, "Apa...?!"
"Mencoba untuk mempengaruhi diriku dengan mencoba untuk melambatkan pergerakanku menggunakan sihir es ya...?"
"Sayang sekali, selama cakramku terus berputar seperti itu sampai memberikan diriku dukungan untuk terus maju maka aku tidak akan pernah bisa terpengaruh dengan kemampuan yang melambai diriku..."
"...cakram itu juga tercipta dari anti-sihir yang berhasil menyingkirkan sihirmu tadi, terima kasih karena sudah memperlihatkan sihir itu!" Artemus tersenyum serius ketika kecepatannya terus meningkat berdasarkan sihir yang digunakan oleh musuhnya.
Cakram itu melesat menuju arah leher Ako tetapi ia berhasil menahannya menggunakan pedang itu, jika ia mengeluarkan sihir lainnya maka kecepatan Artemus bisa saja melampaui apa yang dimiliki oleh Shira.
"Apakah kita selesaikan semua permainan ini...? Aku ingin menjaga seorang teman yang sudah tersiksa oleh pemimpin sialanmu itu..." Kata Ako yang sempat melihat Shinobu masih membantai pasukan Myrmidon.
"Kecepatan yang kau miliki lebih hebat, tetapi aku tidak begitu tahu apakah daya tahan yang kau miliki dapat membantu dirimu..." Ako melihat pipi Artemus yang sudah berdarah.
"Kali ini aku tidak akan terjatuh ke dalam trik yang sama, dorongan dan tekanan yang kau lepaskan memang terasa cukup menyakitkan."
Ako mulai berpikir bahwa ras Sephira Hybrid tidak memiliki daya tahan sehebat bangsa Zerdian, tetapi kecepatan mereka itu yang diwaspadai terutama lagi serangan mereka mencoba untuk menyerang bagian vital.
"Mungkin kau memang sudah memiliki banyak kecepatan untuk membuatku kebingungan, tetapi aku adalah bangsa Legenda yang akan mencari kemungkinan tak terhitung itu."
"Tetapi pergerakan yang kau lakukan terlalu linear sampai aku dapat membacanya dengan mudah, hanya perlu berhati-hati." Ako mengatakan itu selagi melepaskan beberapa tembakan panah menuju daratan yang dijadikan sebagai ranjau.
Ako dan Artemus melesat menuju arah satu sama lain lalu mereka melancarkan banyak sekali serangan yang terus mengenai satu sama lain, "Kau cukup hebat juga untuk bisa menandingi kecepatan itu..."
"...mungkin sekarang aku mengerti kenapa kau masih bertahan sejauh ini hanya untuk mencoba melawan diriku!"
__ADS_1
"Tetapi jangan terbawa suasana karena aku masih belum mengerahkan kekuatan penuh dari kecepatanku yang sebenarnya...!" Artemus melancarkan satu pukulan sampai mengenai wajah Ako.
"Ugghhh...!!!" Ako melompat ke belakang lalu ia meluncurkan banyak sekali panah dengan kandungan sihir berbeda di dalamnya itu tetapi Artemus melompati semua itu sampai ia berhasil menghancurkannya juga dengan cakram yang berputar di langit.
Sekali saja Ako berkedip maka wajahnya menerima pukulan lain sehingga ia langsung memunculkan sebuah perisai untuk menahan serangan beruntun Artemus yang berjalan lebih cepat.
"Sial... aku melupakan sesuatu tentang pelepasan panah tadi yang mengandung sihir, tunggu dulu... apa kemungkinan setiap serangan juga dapat membuat mereka bertambah lebih cepat...!?"
"Ada apa!? Aku kira kau bisa membaca pergerakanku...!!!" Artemus mengendalikan lima cakram yang berada di atas langit sampai berhasil menebas punggung Ako.
Ako mencoba sebisa mungkin menahan serangan beruntun di hadapannya sampai ia mulai tertekan ke belakang karena harus menahan serangan yang dilakukan oleh Artemus secara beruntun.
Sebuah cakram mulai muncul di atas Ako sampai menjebak dirinya termasuk kedua lengannya sehingga ia tidak bisa bergerak sama sekali, "Sial...."
Cakram itu langsung melepaskan cahaya merah sampai menimbulkan ledakan yang begitu besar, Artemus hanya berdiri di hadapan Ako untuk mengambil kembali seluruh cakram itu selagi melihat dirinya yang berlutut di atas tanah.
"Sayang sekali, pertarungan akan berakhir sampai titik ini dimana aku akan langsung membelah kepalamu menjadi dua menggunakan cakram ini!" Artemus melesat ke depan lalu ia mengayunkan kedua cakram itu.
Ako menciptakan perisai petir yang mampu meningkatkan kekuatan setiap serangan musuh mengenai perisai itu, dan setiap serangan yang diluncurkan oleh Ako akan menyetrum musuh dan membuatnya lumpuh seketika.
"Nrrgghhh...!"
"Kau membuat diriku khawatir saja, untungnya kau hanya unggul dalam kecepatan sampai aku tetap bisa bertahan dengan hanya memperkuat pertahanan yang aku miliki."
Ako muncul di hadapan Artemus lalu ia menghantam perutnya sampai ia terpental ke belakang karena tubuhnya masih menerima luka dari serangan yang dilakukan oleh Ako menggunakan perisai petir itu.
Ako muncul di hadapan Artemus tetapi ia bisa melihat dirinya melompat ke atas sampai pandangannya langsung memperlihatkan satu panah yang mengenai bahunya sendiri.
"Nrrgghhh!!!"
Artemus berlutut di atas tanah lalu ia bisa mengubah semua jumlah serangan yang Ako lakukan menjadi kecepatan, ketika Ako mengayunkan pedangnya menuju arah dirinya Artemus langsung menangkisnya menggunakan cakram.
Setelah itu ia melanjutkan serangan balik dengan menebas pipi Ako sampai robek, setelah itu berputar hanya untuk menendang wajahnya dengan kedua tapak kakinya.
Artemus mulai menyerang Ako dari arah yang berbeda sampai pandangannya dikejutkan oleh banyak sekali jumlahnya yang melancarkan beberapa serangan rumit.
__ADS_1
Ako memilih untuk menaikkan pertahanan karena pergerakan yang dilakukan oleh Artemus terlihat seperti mencoba untuk mencari titik kelemahannya sendiri, "Gawat... aku perlu melakukan sesuatu dengan kecepatannya..."
"Lehermu akan aku gorok!!!" Artemus melancarkan cakram itu menuju arah Ako tetapi cakramnya langsung menerima tembakan angin yang melemparnya ke arah lain.
Artemus juga menerima sebuah tendangan yang di lanjutkan dengan hantaman palu sampai ia terpental ke belakang, "Maaf terlambat, Ako."
Ako melihat Yuffie yang berhasil menyelamatkan dirinya, ia mengubah palu itu menjadi tembakan laser, "Aku memiliki ide yang lumayan bagus, mungkin kau perlu mengikutinya agar kita bisa mengalahkan dirinya."
"Dimengerti."
***
Koizumi melompat ke atas lalu ia menggorok leher seekor Anacondrai sampai kepalanya langsung putus, ia mendarat di atas tanah hanya untuk melihat Skales yang sudah menyiapkan dua belati dari taring kobra.
"Mungkin aku memang tidak memiliki pilihan lain selain membangkitkan The Great Anacondrai---" Skales menahan beberapa serangan yang dilakukan oleh Koizumi.
Pandangan Koizumi sempat melihat pasukan Anacondrai lain mulai bermunculan karena dibangkitkan oleh pasukan Serpentine, Shizen mencoba sebisa mungkin untuk menahan mereka tetapi semua Anacondrai itu langsung berpencar.
"Mungkin karena dirinya memang kesulitan untuk menahan jumlah Anacondrai yang terus berpencar..."
"...dia juga tertahan oleh pasukan Serpentine yang menyebabkan dirinya tidak bisa bergerak sama sekali." Koizumi melompat ke atas lalu ia menendang wajah Skales sampai ia terdorong ke belakang.
Koizumi melihat pasukan Anacondrai melompat ke atas langit untuk mengacaukan formasi pasukan Touriverse, tetapi untungnya ia bergerak cepat ke arah mereka hanya untuk melepaskan tebasan yang memotong mereka menjadi bagian kecil.
Shizen dapat melihat Anacondrai lainnya lepas dari perhatian Koizumi, ia mulai melompati seluruh Serpentine lalu meledakkan mereka satu per satu, ia mencoba melepaskan sihir ledakan yang berhasil lolos dari Koizumi.
Skales hanya bisa menyeringai ketika melihat Koizumi dan Shizen telah menghindari dirinya yang akan membangkitkan Anacondrai paling terkuat yang cukup untuk menjatuhkan padukan Touriverse.
Dengan kedua belati dari taring Anacondrai kuno, ia hanya perlu mendatangi seekor Anacondrai yang sudah gugur di hadapannya, hanya menyisakan kepala karena Koizumi berhasil memutuskannya.
"Mwahahaha... dengan menusuk kedua belati dari taring Anacondrai kuno maka The Great Anacondrai akan bangkit hanya untuk membantai pasukan Touriverse...!!!" Skales menusuk wajah Anacondrai itu menggunakan kedua belatinya.
Skales mundur ke belakang lalu ia bisa melihat Anacondrai di hadapannya menjatuhkan banyak sekali cairan hijau melalui taring-taringnya sampai tubuh Anacondrai itu dipenuhi dengan asap hijau.
Koizumi berhasil membantai pasukan Anacondrai yang mencoba untuk mengacaukan pasukan Touriverse yang sedang sibuk bertarung, pandangan langsung teralihkan kepada asap hijau besar di depannya.
__ADS_1
"Apa yang dia rencanakan sekarang..."