
"Sebagai raja dari seluruh bangsa Legenda, aku sudah mengetahui seluruh potensi Legenda... bangsaku sendiri yang perlu memasuki ras yang paling kuat dan berkuasa."
"Dengan memasuki jalan kekuatan yang aku inginkan, sekarang aku tidak akan bisa di kalahkan oleh dirimu, Mizuhana." Regulus tersenyum lebar.
"Aku harus bertambah lebih kuat lagi... Legenda tidak memiliki batasan apapun, dan Ancient Legenda memiliki proses yang jauh lebih cepat terhadap evolusi!"
"Ooooooo! Ooooo! Ooooo!!!" Regulus mengeluarkan suara gorila sehingga ia mulai menepuk dadanya beberapa kali sampai menciptakan petir ungu di sekelilingnya.
Hana memunculkan aura airnya lalu ia melesat maju ke depan, menghindari semua petir itu dan mencoba untuk melancarkan satu pukulan ke arah wajahnya itu.
Hana mencoba untuk meluncur satu ombak tetapi Regulus menghantamnya menggunakan kedua tinjunya yang sangat keras sampai melepaskan dorongan yang mampu menghempasnya ke belakang.
Regulus menciptakan Nunchucks yang lebih besar lalu ia mengontrol tubuh Hana dengan petir yang mampu membawa dirinya untuk mendekat, Regulus mengayunkan kedua senjata itu dengan kecepatan kilat.
Hana berhasil menahannya tetapi kedua lengannya langsung patah sampai ia meringis kesaktian, Hana tidak bisa bergerak ketika semua kilat itu menahan dirinya untuk melakukan sesuatu.
Regulus mulai memegang erat tubuh Hana yang memiliki ukuran jauh lebih kecil di bandingkan tapaknya, Hana langsung menjerit keras ketika tubuhnya mulai perlahan-lahan di hancurkan.
"OOOAAGGGHHH!!!" Regulus melompat keluar dari planet lalu menghantam tubuh Hana menuju planet yang tidak berpenghuni.
Regulus membanting tubuh Hana dengan penuh kekuatan sampai menghancurkan planet tidak berpenghuni itu menjadi kepingan kecil.
Setelah itu, ia mulai menghantam ujung kepala Hana menggunakan tinjunya sampai menghancurkan tulang lehernya, Regulus menciptakan gumpalan petir di tapak kirinya lalu ia menghantam tubuh Hana dengan sihir tersebut.
BAAAAMMMMM!!!
Hana menerima luka yang begitu fatal tetapi ia masih bisa diselamatkan berkat sihir air yang terus memulihkan dirinya, ia mendapatkan Legend's Boost tetapi itu masih belum cukup.
Regulus mulai menciptakan senjata yang berbentuk seperti palu dengan rantai yang dapat memanjang, Hana mencoba untuk melarikan diri tetapi Regulus melempar kedua senjata itu sehingga rantainya yang terbuat dari listrik mulai memanjang.
Regulus mulai memutar kedua palu rantai itu lalu melemparnya kepada Hana sampai ia terus menerima beberapa kerusakan yang menghancurkan tulangnya lagi dan lagi.
Hana terus mendapatkan Legend's Boost tanpa henti karena Regulus melakukannya dengan sengaja agar bisa melihat potensi Legenda di masa depan ketika mereka sudah kalah telak.
"Brengsek...!!!"
Kedua mata Hana memunculkan lambang Envy seketika, ia kemudian berhasil menghindari serangan dari palu itu dengan mengubah tubuhnya menjadi air sampai serangannya tidak memberi efek apapun.
Namun, Regulus masih bisa melukai Hana dengan menghantam tubuhnya beberapa kali menggunakan palu itu sampai Hana terhempas kembali menuju planet Legenia.
Hana mulai mengangkat kedua lengannya untuk mengumpulkan semua air yang berada di planet Legenia lalu menciptakan ombak yang mengandung sihir di dalamnya ke arah Regulus.
Regulus mulai melepaskan sihir petir yang mampu membalikkan semua ombak itu sampai menyebabkannya hujan badai di seluruh wilayah planet Legenia.
Regulus memutar kedua palunya yang mulai mengalirkan banyak listrik, setelah itu ia melemparnya ke arah Hana yang sedang menciptakan gelembung besar melalui tapak kanannya.
Hana berhasil menjebak satu palu itu menggunakan gelembungnya tetapi Regulus muncul bersamaan dengan palu yang mencoba untuk menyerangnya dari belakang.
Setelah itu, Regulus mengambil palu tersebut lalu menghantam puncak kepala Hana sampai ia terhempas kembali menuju daratan lalu masuk ke dalam lautan.
Hana bisa melihat Neko Island terlihat baik-baik saja, tanpa basa-basi lagi ia melepaskan seluruh kekuatan penuhnya dengan menyebabkan tsunami besar yang meluncur ke arah Regulus.
Regulus melempar sebuah palu petir ke arah Hana sampai menghapus semua tsunami itu, dan mencoba untuk menghantam tubuhnya.
Untungnya Hana menghilang lalu bersatu dengan tetesan hujan badai itu sampai Regulus bisa merasakan keberadaan dirinya dimana-mana, Hana muncul tepat di belakang Regulus lalu mencekik lehernya dengan sekuat tenaga.
Hana melakukan pusaran topan sehingga menyebabkan ombak yang besar di sekelilingnya, semua ombak itu mulai menghantam tubuh Regulus beberapa kali lalu Hana melesat menuju daratan, dan menghantam puncak kepalanya di dasar lautan.
BAAAAMMMMM!!!
Tubuh Regulus juga terus menerima pusaran angin dan ombak yang terjadi secara terus menerus, Hana masuk ke dalam lautan lalu dikejutkan dengan tubuh Regulus yang berubah menjadi petir sampai menyengat tubuhnya.
"Hugggghhhh...!!!"
Regulus muncul di belakang Hana lalu ia menghantam seluruh tubuhnya menggunakan satu tinju yang cukup untuk menghancurkan seluruh tengkoraknya sampai ia terhempas keluar dari dalam lautan.
Regulus mulai menepuk dadanya beberapa kali sampai menciptakan petir besar yang menyambarnya ke arah Hana, dengan cepat Hana melawannya menggunakan semua air lautan di bawahnya sampai menciptakan tsunami yang besar.
ZBAAAASSSHHH!!!
__ADS_1
"Kekuatan Leviathan dan Envy itu tidak ada artinya untuk Primal dan Ancient Legenda seperti diriku..."
"...akuilah siapa yang berkuasa dan anggap lah diriku sebagai raja dari segala Legenda yang akan membantu ras ini menjadi ras yang paling di takuti dalam segi apapun!!!"
"Dasar sampah...!!! Hanya karena bantuan dari kemampuan alami dan semua penduduk Legenda yang mempercayai raja sepertimu itu...!!!"
"Jangan berharap untuk... mengakui ini sebagai penentuan dari kemenangan dirimu!!!" Hana mengumpulkan lebih banyak air lagi di seluruh wilayah planet Legenia.
"Aku sudah berjanji kepada sahabatku...!!! Aku tidak akan membiarkan bangsa Neko Legenda menghadapi kepenuhan lagi...!!!"
"Aku akan terus menempati janji itu sampai aku benar-benar puas dengan tujuanku yang tidak memiliki batas apapun...!!!" Tubuh Hana mulai menerima listrik yang menyengat kulitnya sampai terkupas.
"Sudah waktunya untuk memberikan diriku sesuatu yang aku inginkan, Mizuhana! Hanya kepunahan Neko Legenda, dan pekerjaanku sudah beres...!!!" Regulus terus menepuk dadanya sampai mengeluarkan suara gorila.
Petir itu bertambah besar bahkan sampai mendapatkan bantuan dari awan hitam yang mulai menyambar tubuh Regulus sampai memberikan dirinya kekuatan yang jauh lebih besar.
Berbeda dengan Hana yang terus tertekan oleh petir itu sampai kulitnya sudah terkupas sampai memperlihatkan daging yang mengeluarkan banyak darah.
"Aku tidak akan kalah...!!!" Hana terus menahan kesakitan itu selagi melepaskan tenaga besar untuk mendorong sihir milik Regulus sebelum menyambar tubuhnya.
"Hana..."
"...kamu pasti bisa."
Hana melebarkan matanya ketika ia melihat beberapa daun emas mulai berjatuhan di sekelilingnya, ia langsung dikejutkan dengan cahaya yang berbentuk seperti Minami.
"Aku memperhatikan kok..."
"...jangan menyerah... ayo..."
Cahaya itu mulai menyentuh Hana sampai memberikan dirinya motivasi untuk terus berjuang tanpa merasakan arti dari menyerah, Hana melepaskan suara yang keras sampai ombak itu berhasil mendorong petir tersebut.
"Ooooo!!! Ooooooo!!! Ooooooo!!!" Regulus mempercepat tepukan di dadanya itu sampai melepaskan petir yang jauh lebih besar sampai mendorong ombak Hana ke belakang.
Menyebabkan Hana tidak bisa merasakan kedua lengannya karena menerima aliran listrik yang besar, ketika ia berubah menjadi air, semua listrik itu membentuk dirinya kembali sampai ia tidak bisa melakukan apapun.
"...Minami!!!" Hanya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan petir itu sampai sihirnya kalah telak.
Sihir petir Regulus mulai menyambar tubuh Hana tanpa henti sehingga ia menjerit kesakitan sampai menyebabkan seluruh kulitnya terkupas, menunjukkan daging-daging yang mulai hancur.
Kedua matanya meledak sampai seluruh organ tubuhnya ikut meledak, sihir petir itu mengubah Hana menjadi kerangka yang tidak memiliki daging atau kulit.
Hana terjatuh di atas tanah tetapi ia mendapatkan sebuah kesempatan dari Leviathan yang memberikan dirinya sebuah pemulihan besar, semua air laut itu berubah menjadi jernih sampai memulihkan tubuh Hana kembali.
Hana mendapatkan banyak sekali Legend's Boost sehingga ia tidak akan pernah menyerah untuk melindungi semua Neko Legenda itu bahkan dirinya tidak peduli jika kehidupannya berakhir sekarang.
"Hoooo... kau masih bisa bertahan ya!? Ooooooo!!!" Regulus mulai menepuk dadanya beberapa kali sampai menyebabkan gempa bumi keras.
Regulus menciptakan banyak sekali petir ungu di atas langit yang begitu hitam, hujan bertambah semakin parah sampai menyebabkan angin topan dimana-mana, dan ombak yang tidak stabil.
Hana menunjuk Regulus menggunakan tapak kanannya lalu menjebak dirinya di dalam gelembung tetapi Regulus mulai mengamuk selagi menepuk dadanya itu.
Regulus berhasil menghancurkan sihir gelembung yang terus menahan pergerakan dirinya, ia menyerang Hana balik dengan sihir yang mampu menghentikan pergerakannya karena aliran listrik itu.
"Hnggghhhh...!!! Grrgggghhh...!!!" Hana melebarkan matanya ketika Regulus memukul wajahnya cukup keras tetapi ia berhasil menciptakan zirah Leviathan yang melindungi kepalanya.
Hana menyerang balik dengan memegang erat lengan Regulus lalu mengangkat tubuhnya yang begitu besar sampai membanting di atas daratan.
Menyebabkan kehancuran yang begitu besar dimana Regulus sekarang berada di dalam lubang bekas bantingan itu, Hana menatap Regulus dengan tatapan serius karena ia sekarang bisa menandinginya sedikit demi sedikit.
"OOOOOAAAGGGHHHH!!!"
Regulus mulai mengamuk sampai tubuhnya melepaskan kilat dan petir ungu besar ke atas langit sehingga Hana bisa merasakan tekanan dan dorongan sihir itu.
Hana maju ke depan lalu ia melancarkan beberapa pukulan dan tendangan, semua serangan itu tidak memiliki efek apapun kepada Regulus termasuk menggunakan pedang air.
Regulus menghantam tubuh Hana sampai ia terdorong ke belakang dengan zirah yang retak, Regulus maju ke depan lalu melancarkan serangan yang begitu cepat.
Hana terpaksa untuk menahan semuanya dengan menciptakan tembok air yang tetap menembus sampai mengenai zirahnya beberapa kali yang mulai retak.
__ADS_1
"OOOOOAAAAGGGHHH!!!" Regulus menghantam wajah Hana sampai membuat dirinya lumpuh dengan aliran listrik itu.
"HUGGHHH...!!!" Regulus mulai menghantam daratan beberapa kali sampai menyebabkan gempa dahsyat yang mampu menjatuhkan Hana.
Regulus memegang erat tubuh Hana lalu menghantam wajahnya cukup keras sampai ia terpental ke belakang, mengenai beberapa gunung di belakangnya.
Hana mengangkat lengan kanannya lalu ia memunculkan Leviathan melalui lautan yang melesat ke arah Regulus, tetapi ia berhasil menangkap naga itu lalu melemparnya keluar angkasa.
"... ...!?" Hana melebarkan matanya sehingga tubuhnya berhasil di tangkap oleh tapak Regulus yang begitu besar.
Regulus mulai mengangkat tubuh Hana lalu memutarnya beberapa kali sehingga ia melesat keluar angkasa, setelah itu membanting tubuh Hana dengan planet yang tidak berpenghuni sampai hancur.
"AAAAAAAHHHHHHH!!!" Hana menjerit kesakitan, seluruh tulang di dalam tubuhnya hancur berkeping-keping.
Sihir yang mampu mengubah dirinya menjadi air mendadak tidak berguna karena aliran listrik Regulus terus membentuk kembali semua air itu menjadi Hana.
Regulus mulai menghantam tubuh Hana dengan asteroid besar sampai hancur, Hana menjerit lebih keras dengan tatapan yang terlihat kesakitan.
Regulus terbang ke depan lalu mengumpulkan beberapa planet yang tidak berpenghuni menggunakan tapak kirinya, setelah itu ia mulai melempar Hana ke depan sampai menabrak semua planet itu.
"AAAAAAHHHHHHHH!!!"
Regulus terus membanting tubuh Hana tanpa henti karena ia ingin melampiaskan semua kekuatan yang baru saja dirinya dapatkan berkat bantuan Hana.
Regulus mulai menghancurkan semua planet dan asteroid yang tidak berpenghuni itu menggunakan Hana sampai ia terus menjerit tanpa henti, menyebabkan suaranya hilang karena terlalu lama melepaskan teriakan keras.
Regulus mulai memegang kepala Hana menggunakan jarinya lalu ia terbang dengan kecepatan kilat ke arah planet Legenia lalu membanting wajahnya tepat di dasar lautan.
ZBAAAAASSSSHHHHH!!!
Semua air lautan itu terhempas ke arah yang berbeda sampai lautan itu mulai kehilangan banyak air, Neko Island juga mulai kehilangan keseimbangan sehingga pulau melayang itu mulai terjatuh.
Regulus tersenyum jahat ketika melihat Hana tidak bisa bertarung dengan kondisi tubuh yang sudah di banting dengan berbagai macam planet dan asteroid.
"Ooooooo! Ooooooo!!!" Regulus merayakan kemenangannya dengan menepuk dadanya beberapa kali sampai menyebabkan petir di atas langit mulai menyambar wilayah yang berbeda.
Hana membuka mata kirinya, pandangannya terlihat begitu buram tetapi ia bisa melihat jelas Regulus mengangkat kedua lengannya untuk mengakhiri kehidupannya sekarang juga.
"Minami..."
"...maafkan aku..."
Hana meneteskan air mata terakhir sehingga ia melebarkan matanya ketika melihat seorang Neko Legenda dengan rambut emas yang panjang mulai mendorong Regulus.
ZWOOOSSHHH!!!
"Nrrrgghhhh...!" Regulus terpental ke belakang, dan ia langsung menghantam daratan menggunakan kedua tinjunya untuk menyeimbangkan tubuh.
"... ..."
"...aku pasti berhalusinasi... kematian memang... di mulai dengan halusinasi..." Hana tersenyum kecil karena ia melihat Neko Legenda yang menyelamatkannya adalah Minami karena rambut emasnya itu.
Neko Legenda itu mulai menyembuhkan kondisi Hana secara sempurna sampai ia melebarkan kedua matanya ketika bisa merasakan tubuhnya kembali ringan.
"... ...!?" Hana segera duduk di atas tanah lalu menatap kedua tapaknya sehingga ia mengalihkan pandangannya kepada Neko Legenda itu.
"Minami...?" Hana tersenyum lebar selagi meneteskan banyak sekali air mata.
"Ehh... bukan ya..." Hana mulai sadar kembali ketika ia melihat ukuran tubuh Neko Legenda itu kecil sekali.
"Megumi ya...?" Hana tersenyum lega.
"Hm, Shiratori Megumi, maafkan jika aku terlambat."
"Tidak apa... aku tahu kamu terjebak di dalam kuil cahaya itu."
"Mari kita lakukan ini bersama..." Megumi tersenyum.
"... Mizuhana!"
__ADS_1