Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 432 - Gumpalan


__ADS_3

Seorang ras Netherian mulai menghantam pintu di hadapannya dengan keras untuk mengunjungi pemimpin dari 3S yang saat ini sedang memuaskan hasrat nafsunya, dengan cepat Netherian itu mulai membakar seluruh gadis itu menggunakan kedua senjata yang menyelimuti tinjunya.


"Eldamon, sekarang bukan waktunya untuk bersenang-senang dengan semua ****** ini! Apakah kau sudah mengetahui tentang Bergord...!? Dia kalah oleh ketiga Legenda sampah itu, aku tadi melihatnya secara langsung bahwa Bergord disiksa habis-habisan oleh mereka bertiga!"


"Tindakan seperti itu sangat mempermalukan kelas 3-S! Sekarang waktunya untuk menyingkirkan mereka sekaligus, jangan sampai kita memberi mereka kesempatan untuk hidup karena aku ingin sekali membunuh mereka semua dengan kedua tinju neraka ini!" Ucap Netherian itu dengan ekspresi yang kesal.


Eldamon menghela nafasnya lalu ia mengambil segelas air minum dan meminumnya karena sudah saatnya kelas 3-S menunjukkan kepada seluruh angkatan satu bahwa merekalah yang berkuasa untuk mengikuti turnamen permohonan.


Ia tidak menyangka bawahan yang sudah ia percayai dengan harapannya kalah begitu saja oleh ketiga Legenda sampah itu, sudah saatnya untuk turun tangan dan menghajar mereka satu per satu menggunakan kemampuannya.


"Dengar, Grust, murid yang tersisa dari kelas 3-S hanya kita. Aku sudah meminta bantuan kepada kelas lainnya tetapi mereka sibuk dengan urusan yang harus mereka laksanakan."


"Lebih baik kita melarikan diri saja dan menunggu bala bantuan untuk mengalahkan mereka. Berhadapan langsung dengan mereka bukan cara kita untuk menguasai sistem poin, jika kau bersikap keras kepala maka lakukan sendiri..."


Eldamon langsung dicekik oleh Grust karena ia sudah tidak tahan melarikan diri dari masalah atau pertarungan, ia merasa menyesal untuk tidak menjadi pemimpin saja karena ia sudah pasti akan menghabiskan seluruh angkatan satu dengan caranya itu yaitu bertarung menggunakan strategi dan rencana yang selalu ia miliki.


Eldamon memasang wajah kesal dan ia terpaksa harus menyingkirkan ketiga Legenda itu yang sekarang sudah memiliki banyak poin.


"Jika kau memaksa dan memperlakukan seorang pemimpin seperti itu maka aku akan melahap dirimu, Grust. Lepaskan, mari kita lakukan ini dengan cepat."


"Aku tidak peduli lagi dengan bala bantuan karena alat ini mendeteksi bahwa mereka berada di pasar gelap dan gedung informasi, membeli sesuatu yang tidak berguna." Kata Eldamon sambil menatap layar pelacak seluruh angkatan tiga.


Grust melepas dirinya lalu ia membakar tubuhnya dengan api yang begitu panas karena sudah tidak sabar untuk menghajar ketiga Legenda itu.


Di sisi lainnya, Shuan bersama kedua temannya baru saja tiba di pantai dan mereka tidak bisa melihat apa pun karena sisi kota bisa dibilang sebagai wilayah terlarang bagi penduduk karena mereka tidak ingin berpapasan dengan seorang pembunuh.


Shuan mulai melihat sekeliling menggunakan mata elangnya dan ia tidak bisa melihat apa pun kecuali rumah angker dan gedung yang terlihat kotor.


"Bagaimana, Shuan? Apakah kau bisa mencari mereka?"


"Tidak... indra perasaku seolah-olah merasakan penolakan, aku tadi sudah mencium bau Bergord agar bisa mencium bau kedua murid tersisa di kelas 3-S tetapi aku tidak mencium aroma mereka sama sekali mungkin penciumanku sekarang terbatas berkat tinggal di kota permohonan, benar-benar ketat dan kita harus mencarinya sendiri."


Shuan mengeluarkan kartunya untuk melihat peta, gedung informasi itu berada 500 meter di depannya dan mereka harus memanjat ke atas untuk memasuki wilayah perumahan.


Asriel memanjat duluan untuk melihat suasana dan ia dikejutkan dengan gumpalan biru yang menempel di perumahan dan jalanan, semua gumpalan itu bisa bergerak bahkan sampai melahap barang apa pun dengan mengubahnya menjadi bakteri.

__ADS_1


"... ...!" Asriel mencoba sekuat mungkin untuk tidak melakukan pergerakan yang sia-sia karena ia sudah berada dekat dengan wilayah musuh.


Ia sempat memperingati Rokuro dan Shuan untuk tetap waspada dengan gumpalan berwarna biru yang berkeliaran dimana-mana, Shuan dan Rokuro tercengang ketika melihat beberapa anggota tubuh hewan yang berpisah dan diserap oleh gumpalan biru itu untuk mengubahnya menjadi bakteri.


"A-Apa itu...?!" Kata Rokuro, gumpalan itu mengingatkan dirinya dengan monster yang bernama [Slime] tetapi Slime satu ini sangat mengerikan karena dapat memakan apa pun dan mengubahnya menjadi bakteri yang tidak bisa dilihat.


Mereka juga harus tetap waspada dengan bakteri itu karena kemungkinan besar mengandung sesuatu yang berbahaya di dalamnya.


Bakteri bisa memiliki kandungan menguntungkan dan merugikan di dalamnya, mereka mencoba untuk menjaga jarak dengan semua gumpalan yang mereka lihat dan mencoba untuk tidak mendekati anggota tubuh hewan yang sudah berubah menjadi bakteri.


Shuan melompat ke arah lain untuk memeriksa tempat lainnya dan ia bisa melihat beberapa murid angkatan tiga sedang kesakitan karena gumpalan biru itu menempel di anggota tubuhku, perlahan-lahan mengubahnya menjadi bakteri yang tidak bisa dilihat oleh kedua matanya.


"Kemampuan ini... cukup mengerikan, pergerakannya juga tidak bisa diremehkan begitu saja."


Shuan melihat sekeliling, mereka benar-benar berada di wilayah angkatan tiga tetapi ia tidak melihat semua murid itu melakukan sesuatu kepada gumpalan itu mungkin karena tidak bisa diserang.


Ia sempat melihat seorang murid yang menyerangnya tetapi gumpalan itu mulai terbelah menjadi beberapa bagian bahkan sampai mengubah murid itu menjadi bakteri lebih cepat dari sebelumnya.


"Sial... apakah semua murid yang terkena gumpalan itu menghilang?" Tanya Rokuro.


Ia mulai maju ke depan dan bersembunyi di balik pagar untuk memastikan lebih dekat, ia masih belum melihat seseorang yang menggunakan kemampuan gumpalan itu.


Dipenuhi dengan gumpalan mematikan dan perumahan yang bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian untuk angkatan ketiga.


"Asriel, apakah kau lengah?!" Seru Rokuro.


"Ti-Tidak! Aku tidak merasakan gejala aneh di tubuh dan sekitarku tetapi ketika aku melihat gumpalan itu mengenai kakiku, sekarang aku bisa merasakan rasa nyeri yang diberikan oleh gumpalan tersebut."


"Seperti digigit dengan taring yang tajam bahkan semakin lama kakiku terasa seperti diserang oleh sebuah gergaji mesin...!" Asriel menggigit bibirnya dan meminta Shuan untuk mencari seseorang yang menggunakan kemampuan gumpalan itu.


"Golden Earth... ciptakan lah kehidupan elang untukku!" Shuan menarik keluar seekor elang emas dari dalam bumi emas itu lalu ia melepaskannya ke atas sehingga elang emas itu mulai mengelilingi wilayah perumahan.


Pandangan elang itu bisa dilihat oleh Shuan dan ia tidak menemukan apa pun kecuali murid yang mulai melarikan diri untuk berlindung di dalam ruangan bawah tanah, ia tidak melihat banyak murid karena sebagian murid itu terjatuh dengan tubuh yang berpisah karena gumpalan biru.


"Aku tidak menemukan siapa pun... wilayah ini dipenuhi dengan mayat yang dicerna oleh gumpalan itu, semua murid melarikan diri ke dalam ruang bawah tanah bahkan sebagian masuk ke dalam rumah besar yang dihalang dengan pagar listrik."

__ADS_1


"Semua gumpalan itu hancur ketika mencoba untuk masuk ke dalam pagar tersebut." Kata Shuan, Rokuro mulai memanjat ke atas rumah di hadapannya untuk melihat keadaan dan ia bisa melihat jumlah gumpalan biru itu mulai bertambah.


"Musuh itu tidak hanya mengincar kita melainkan seluruh murid yang berkeliaran di wilayah perumahan ini, aku melihat gumpalan biru itu mencoba untuk masuk ke dalam pasar gelap dan gedung informasi tetapi berakhir meleleh, berubah menjadi bunga yang mekar." Kata Rokuro.


Asriel mencoba untuk bergerak dan mendekati Shuan agar ia bisa memulihkan kakinya itu yang sedang dicerna menjadi bakteri.


Rasa nyeri itu bertambah cukup parah bahkan ia bisa melihat sebagian kulitnya melepuh dan membusuk, gumpalan biru ini benar-benar terlihat seperti Slime tetapi tidak memiliki kehidupan apa pun di dalamnya.


"Kakiku yang perlahan-lahan berubah menjadi bakteri sepertinya tidak mengandung keuntungan atau kekurangan apa pun tetapi... jangan sampai kalian terkena gumpalan yang terasa menyakitkan itu, rasanya seperti dipotong-potong oleh gergaji mesin!"


"S-Sial... ini tidak baik, Shuan, kita tidak bisa memeriksa lebih dekat lagi karena gumpalan biru itu mulai bergerak seperti siput tetapi jauh lebih cepat seperti pergerakan singa."


"Kita harus mencari jalan yang aman dari semua gumpalan biru itu jika tidak maka tubuh kita akan berubah menjadi bakteri!" Asriel bisa merasakan firasat yang sangat buruk, ia tidak ingin mendekatinya lebih lanjut karena tidak ingin mengambil risiko yang akan terjadi.


"Kalau begitu kita harus berenang mengelilingi wilayah ini sampai menemukan tempat yang aman, akan lebih baik jika kita tiba di belakang gedung informasi itu karena gedung dan pasar gelap itu mengandung sihir yang dapat menghancurkan gumpalan biru itu..."


"...ahh! Aku memiliki rencana lain, aku akan mencoba untuk menyerap seluruh gumpalan itu menggunakan kemampuan Greed---"


"Tidak, jangan lakukan, Rokuro! Jika kau menyerap gumpalan itu, otomatis bakteri yang terkandung di dalam gumpalan itu akan mengubah organ di dalam tubuhmu menjadi bakteri juga."


"Sepertinya gumpalan biru itu adalah makhluk hidup yang sama dengan Slime tetapi tubuhnya mengandung bakteri yang berjumlah besar sekali, bakteri ini sangat merugikan karena memiliki efek untuk mengubah apa pun yang mereka tempel menjadi bakteri yang sama dengan gumpalan itu!" Kata Shuan.


Ia bisa mengetahuinya karena melihat murid yang mencoba untuk memakan gumpalan tersebut.


Murid yang memakan gumpalan tersebut langsung terjatuh dan mengeluarkan gumpalan lainnya melalui perutnya itu.


Bakteri ini benar-benar berbahaya dan entah apa yang terjadi kepada seluruh murid sebagian anggota tubuhnya menjadi bakteri, bergerak sedikit saja memiliki risiko yang tinggi karena Asriel yang tetap diam di posisi tiba-tiba terkena serangan oleh gumpalan itu.


"Kita harus meneliti semua gumpalan itu lebih lanjut, berbahaya jika kita melakukan pergerakan yang sia-sia!"


"Aku tahu itu! Jika kita bergerak dekat dengan gumpalan itu saja maka mungkin gumpalan itu akan mendeteksi kita sebagai banda yang ingin diubah menjadi bakteri."


"Kita juga tidak tahu, gumpalan itu bisa saja memiliki sebuah indra untuk merasakan atau melihat agar ia bisa menemukan sebuah umpan---" Rokuro melebarkan matanya ketika melihat gumpalan biru kecil yang menempel di pipi, kedua lengannya, dan bahkan perutnya.


Entah kapan gumpalan itu menyerang tetapi Rokuro tidak menyadarinya, semuanya terjadi begitu cepat dan tidak memberi dirinya kesempatan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini.

__ADS_1


Rasa nyeri belum ia rasakan saat ini tetapi Rokuro bisa merasakan taring yang menusuk setiap anggota tubuhnya yang sudah terkena tempel oleh gumpalan itu.


"K-Kenapa bisa menempel di tubuhku...!?"


__ADS_2