Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1041 - Memulai Kembali Latihan


__ADS_3

Mereka semua telah kembali pulang hanya untuk mempersiapkan diri ketika perang dimulai, satu bulan itu bisa dibilang cukup lama tetapi jika mereka terlalu bekerja keras maka semuanya akan berjalan cepat.


"Nenek." Shinobu memanggil Korrina sebelum ia pergi kembali menuju Realm of Light bersama Shira.


"Ada apa, Koneko?" Tanya Korrina.


"Soal rencana dan strategi... anu..." Shinobu tersipu seketika karena ia masih belum terbiasa berbicara secara baik-baik di hadapan Korrina.


"...kita harus memikirkannya bersama, mungkin tiga atau dua hari sebelum Ragnarok dimulai, kita akan mengatur semuanya bersama sebagai ratu Touriverse dan Dewi Touriverse!"


Korrina menutup mulutnya sendiri ketika melihat betapa lembutnya Shinobu saat ini, mungkin ia juga ingin meminta maaf kepada dirinya karena sudah menakut-nakutinya dengan ekspresi kesalnya itu.


"Koneko, kamu ini memang lembut sekali ya... tetap saja diluar kamu akan selalu mengingatkan diriku kepada Kou." Korrina melangkah menuju Kou hanya untuk memeluk dirinya lalu mengusap kepalanya.


"Fueeehhh...!" Shinobu seketika merasa sangat malu ketika menerima pelukan dan usapan di kepala sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali membalasnya dengan pelukan.


"Berlatihlah dengan yang baik ya... jangan lupa untuk makan dan berisitirahat demi bisa menjaga keseimbangan tubuhmu itu."


"Kau harus bertambah kuat sebagai keturunan Shiratori, dan juga bertambah semakin cerdik sebagai keturunan Comi!" Korrina menyemangati Shinobu sampai mereka langsung mengacungkan kelingkingnya.


""Kita akan menciptakan formasi, strategi, dan rencana untuk bisa meraih kemenangan yang ketiga agar bisa terbebas dari layer!""


Korrina dan Shinobu menatap satu sama lain lalu mereka mengeluarkan suara tawa bersama seolah-olah hubungan mereka nenek dan cucu telah berkembang sampai membuat Shira bangga.


Beberapa menit kemudian, Korrina melambaikan tangannya kepada Shinobu dan tidak lupa untuk memberinya semangat agar ia bisa membuka jalan menuju kekuatan baru.


"Shira, kau perlu melatih cucuku dengan baik loh." Peringat Korrina.


"Tentu saja, cucu kita. Sudah pasti akan aku latih sebisa mungkin agar bisa melahirkan petarung legendaris." Shira mengangguk lalu ia bersama Shinobu mulai melakukan perpindahan menuju Realm of Light.


Korrina melangkah pergi untuk memperkuat dirinya dengan kekuatan surga karena ia tidak begitu menyukai mengandalkan kekuatan dari Dewi Touriverse, "Untuk sekarang..."


"...aku tidak memiliki waktu yang pas untuk membawa cucu-cucuku menuju surga lalu menggapainya, akan menghabiskan banyak sekali waktu sampai mereka tidak sempat berlatih dengan Kakek-Neneknya."


Korrina memilih untuk berlatih sendirian tetapi ia langsung terbang pergi menuju pemakaman agar bisa menghadap ketiga batu nisan dari ketiga putrinya.


"Aku berjanji akan memenangkan Ragnarok untuk ketiga kalinya..."


"...satu bulan, aku akan melakukan meditasi menuju surga dekat dengan kalian." Korrina tersenyum ikhlas lalu ia duduk sila di hadapan ketiga batu nisan itu untuk melakukan meditasi selama satu bulan penuh.


***


Setiap Legenda memiliki cara berlatih tersendiri, dan akan sangat menguntungkan jika mereka bisa pergi menuju sebuah dimensi yang memiliki konsep waktu berbeda agar bisa mempercepat proses tersebut.


Shinobu dapat melihat Megumi yang sedang fokus melatih kekuatan cahayanya di hadapan pilar itu sedangkan untuk Shinji sepertinya ia terlalu fokus melakukan meditasi di atas pilar.

__ADS_1


"Mungkin sebelum kita mempelajari kembali Golden Spirit, aku ingin kamu menyingkirkan semua keinginan dan mengubahnya menjadi kebutuhan." Shira terbang ke atas langit.


Shinobu langsung mengikuti dirinya lalu ia dapat melihat Shira yang langsung memeluk tapaknya untuk menggunakan Golden Creation dimana ia dapat menciptakan dunia apapun termasuk alam semesta.


"Kita mulai saja dari basis terlebih dahulu dengan menduduki matahari seukuran alam semesta ini agar tubuhmu itu bisa terbiasa, nak." Shira mendarat di atas matahari.


Ketika Shinobu mencoba untuk mendarat tubuhnya menerima banyak sekali sambutan dari tekanan gravitasi oleh matahari itu yang mencoba untuk menarik dirinya ke dalam inti tersebut.


"Kamu hanya perlu terbiasa dengan melakukan pemanasan mungkin tubuhmu akan menerima semua tekanan dan kepanasan dari matahari ini." Shira menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan.


"Ini bukan sekedar matahari biasa melainkan matahari yang dinamakan sebagai [Korona Matahari], sulur cahaya mirip rambut menyebar dari matahari menuju segala arah di kenal sebagai Korona."


"Atmosfer atas matahari, sulur-sulur ini paling terlihat saat gerhana matahari penuh, Korona matahari ini jauh lebih panas dari permukaan matahari dan kita berdiri tepat di atasnya."


"Ditambah lagi ukurannya sudah aku perbesarkan dari alam semesta, mungkin jika kamu sudah menguasai kekuatan cahaya emas lainnya maka aku akan memberikan dirimu sedikit tes." Shira mengangkat jarinya sampai memunculkan sebuah bola emas di atasnya.


Shira dapat melihat cucunya kelelahan sampai dipenuhi dengan keringat yang mengalir deras dan meleleh sampai kering, latihan belum di mulai dan ia sudah terlihat kelelahan seperti itu.


"Kalian hanya perlu mengontrol dan menguasai api serta tekanan yang mencoba berada di sekujur kalian, pikiran kalian seharusnya tidak perlu memikirkan soal kepanasan dan tekanan tersebut."


Shinobu masih merasa pusing karena menggunakan The Mind terlalu berlebihan jadi itu adalah hambatan pertama yang menghalangi dirinya, tetapi ia terus menghisap seluruh cahaya dan kepanasan yang dimiliki oleh Korona matahari.


"Tenangkan pikiran dan jiwamu, Golden Spirit tidak akan menganggap dirimu layak jika kamu kesulitan untuk mengendalikan semua itu..." Shira sudah diselimuti dengan ketenangan.


"Anggap saja semua yang kau rasakan adalah kekuatan yang akan datang, kekuatan tersembunyi yang kita sendiri tidak sadar itu ada." Tubuh Shira mulai memancarkan cahaya yang sama.


"Baiklah, mulai dari sekarang kau harus melakukan latihan ini dengan sangat serius! Tidak ada lagi yang namanya menahan diri dan memulai secara bertahap..."


"Dan tentunya, kita akan melakukannya secara proses dan bertahap." Shira menatap Shinobu dengan ekspresi serius sekarang.


"Jika kau sudah siap, kita akan meningkatkannya ke tingkatan lebih lanjut lagi." Shira tersenyum karena tujuan utamanya untuk melatih Shinobu agar bisa bertambah kuat dan positif tentang pikirannya.


"Jika kau masih merasa pusing karena menggunakan The Mind terlalu berlebihan maka latihan ini sangat cocok untuk menenangkan dirimu..."


"Dan kau harus ingat, Shinobu. Kuasailah amarahmu dan sempurnakan lah, latihan ini jauh dari kata mudah dan sulit lagi melainkan taruhannya adalah nyawa dan mentalmu sendiri."


"Golden Spirit tidak akan bisa merespon kelayakan dirimu jika pikiranmu terbelah terutama lagi kamu mengandalkan amarah besar..."


"...hal tersebut dapat menggantikannya dengan nyawamu sendiri seperti Minami yang belum menguasainya secara sempurna sampai ia berani menampung semua risiko itu."


"Koneko mengerti... Tapi seberapa sulitnya latihan ini?" 


"Akan menjadi latihan yang sangat sulit dan intens selama seumur hidupmu." Ketika Shira mengatakan hal seperti itu semangat Shinobu bertambah semakin besar sehingga ia langsung menepuk wajahnya.


"Koneko akan berjuang...!"

__ADS_1


"Hehehe..." Shira menghampiri Shinobu lalu ia menepuk kedua bahunya, dan memberikan sebuah usapan di bagian kepala.


"Kamu itu cucuku yang bisa aku selalu banggakan kepada dunia kejam ini, seorang putri dari Shiratori Shuan dan Kou Comi..."


"...aku yakin kau pasti bisa melakukannya, hanya perlu lebih percaya diri dan berpikir lebih positif lagi."


"Dan jangan lupa, kemampuan cahaya yang kamu miliki berdasarkan sinar matahari dan bulan, aku ingin kamu melakukan hal yang terbaik dengan seluruh kemampuan yang kau miliki..." Shira tersenyum.


"Koneko akan membuka semua jalan kekuatan cahaya emas agar bisa memiliki semua cahaya yang sama seperti kalian salah satunya adalah Papaku yaitu Golden Solar System dan Golden Neutron!"


"Kekuatan dari Golden Saviour yang Koneko miliki kebanyakan berdasarkan penciptaan, pemulihan, dan pertahanan yang cukup efektif..."


"...tetapi sekarang aku harus lebih memfokuskan semua itu kepada daya kekuatan seperti Golden Neutron!" Shinobu mulai meregangkan tubuhnya seperti kucing.


"Dan... Apapun yang terjadi, cucu kecilku, aku akan selalu merasa bangga melihat perjuangan yang sudah kau buat dari nol sampai titik sekarang." Shira memberi kecupan kecil di kening Shinobu.


"Aku mengingatnya kemarin sekali kau lahir di dunia ini... tanpa memiliki kaki, tangan, dan mata kiri... tetapi yang membuatku terharu dan bangga adalah kamu berhasil menghancurkan semua batasan itu."


"Sesuatu yang menghambat dirimu berhasil kau lewati karena betapa cerdasnya dirimu ini karena keturunan dari Comi terutama lagi kamu beradaptasi cepat dengan belajar dari kesalahan karena keturunan Comi."


Shira mengingat kembali perkataan Ayahnya yang mengatakan Shinobu akan keturunan terakhir dari Shiratori yang mengartikan potensi dan perjuangan akan sangat jauh dan besar dibandingkan dirinya.


"Aku harap kita berdua bisa mengubah perbudakan itu menjadi kebebasan dengan memenangkan Ragnarok..."


"...tetapi sebelum kita harus mempersiapkan semuanya dengan latihan yaitu membuat dirimu menguasai Golden Spirit."


"Jika kamu berhasil maka aku akan memberikan dirimu sebuah hadiah yang mungkin cocok untuk dirimu gunakan." Shira mengelus kepala Shinobu pelan-pelan sampai ia terlihat bersemangat dengan melompat-lompat.


"Mengerti...?"


"Baiklah!"


"Koneko..."


""...akan berjuang!"" Tiba-tiba Shira mengatakan perkataan yang sering Shinobu gunakan sehingga pipinya memerah lalu ia mengembungkan pipinya.


"Mmmmmmm... tidak boleh meniru perkataan Koneko!" Shinobu menepuk tubuh Shira beberapa kali menggunakan kedua tinjunya sampai ia tertawa.


Kedua Legenda yang bisa dibilang harapan untuk Touriverse menjalani latihan biasa saja tanpa harus mengkhawatirkan tentang Ragnarok karena tujuan utama mereka adalah bertambah kuat lagi dan lagi.


Shira dan Shinobu sudah memulai latih tanding dengan melepaskan banyak sekali serangan yang mengguncang Realm of Light termasuk membelah Korona matahari itu menjadi dua.


"Bangkitkan lah kebutuhan yang perlu kau perlihatkan pada, Shinobu Koneko...!!!"


"Kekuatan datang atas tanggapan daripada kebutuhanmu itu...!!!"

__ADS_1


__ADS_2