
"Tujuan kita datang ke dalam perut Bamushigaru itu untuk mencari Ophilia dan mereka yang masih beruntung untuk hidup bukan?" Tanya Shira, mereka berdua mengangguk.
"Kou juga tidak tahu bahwa mereka masih hidup tetapi dia sendiri menjamin bahwa Ophilia akan baik-baik saja karena dia adalah wadah terhadap kebangkitan Bamushigaru."
"Hanya saja lokasinya... dan tubuh Bamushigaru yang sangat luas dan keras seperti ini, sepertinya sulit..." Shira menyilangkan kedua lengannya, Haruki dan Kuro tidak mengetahui apa yang Shira coba katakan.
"Kita perlu menggabungkan kekuatan kita untuk mencari Ophilia dan yang lainnya... bukannya lebih bagus jika menghancurkan seluruh isi tubuhnya?" Tanya Shira.
"Itu ide yang bagus tetapi kau seharusnya ingat soal Zoiru yang berada di dalam tubuh Bamushigaru, dia berada di bagian kepala sedangkan kita tengah..." Jawab Kuro.
"...dia bisa saja mendengar kita atau merasakan keberadaan kita bertiga, kemungkinan besar salah satu ancaman kita adalah Zoiru." Kata Kuro sambil melihat sekeliling.
"Itulah kenapa...! Bagaimana jika kita menggunakan metode yang sama dengan Hana dan Minami? Bergabung loh bergabung...!" Shira tersenyum lebar, merasa tidak sabar untuk melakukannya dengan mereka.
"Heh? Bergabung? Kau sebelumnya bilang ingin bertarung dan berusaha menggunakan kekuatanmu sendiri..." Kata Haruki sambil menatap Shira.
"Jangan bercanda, Shira. Di tempat seperti ini melakukan gabungan hanya akan menarik Gluttony Bamushigaru." Jawab Kuro, ia mulai berjalan pergi menuju jalan yang di pilih melalui firasatnya sendiri.
"Hehhhh..."
"Kuro benar juga, kekuatan kita bertiga sudah cukup untuk melakukan apapun bukan?" Haruki mulai mengikuti Kuro dari belakang.
"Hahhh... jujur, aku ingin semuanya segara berakhir agar diriku bisa berlatih dan menikmati kedamaian tanpa bertarung saja." Shira mulai lari mengikuti kedua temannya.
Perjalanan mereka berjalan cukup cepat bantuan dari kecepatan mereka agar bisa mempercepatnya proses, Shira sekarang bisa melihat jantung Zoiru yang sangat besar berdetak cukup cepat.
"Jantungnya..." Shira menunjuk jantung itu tetapi Kuro menghentikan dirinya.
"Jangan... untuk sekarang kita mencari Ophilia dulu, kau tandai saja tempat ini." Kata Kuro yang kembali menjelajahi tubuh Bamushigaru.
Shira melepaskan satu sihir cahaya untuk menandai posisi jantung Bamushigaru lalu ia kembali terbang mengikuti Haruki dan Kuro.
"Ternyata tempat ini menjijikkan sekali, ya? Sudah seperti alam semesta dipenuhi dengan darah dan mayat... juga aroma menyengat seperti ini." Haruki memulai pembicaraan.
"Tentu saja, sangat menjijikkan! Kita kan berada di dalam perut Bamushigaru yang memiliki ukuran melebihi alam semesta..."
"...isi perutnya dipenuhi banyak esensi bahkan aku sendiri bisa melihat beberapa alam semesta yang terbelah-belah." Kata Kuro yang terus terbang ke depan untuk mencari Ophilia.
"Ck... aku tidak tahu di bagian mana keberadaan kita ini? Kita tadi sempat melewati jantung itu artinya lambung semakin dekat atau usus..." Ungkap Kuro.
Shira bersama yang lainnya mendarat di atas daging ketika melihat jalan di hadapan mereka sangat sempit, tidak lama kemudian kedua kaki mereka langsung masuk ke dalam daging itu seperti di serap.
"Loh!? Apa nih...!?" Shira mencoba untuk melawannya tetapi daging itu terus menariknya ke bawah sampai ia terlambat untuk melakukan sesuatu bersama Kuro dan Haruki.
Shira dan yang lainnya langsung terjatuh ke dalam sungai darah yang memiliki banyak sekali daging hitam dan merah bekas Neko Legenda tadi bahkan Shira bisa melihat beberapa planet dan asteroid yang terbawa genangan darah itu.
Shira bersama kedua temannya berenang di dalam darah itu dan mereka segera berenang menuju permukaan karena bau dari darah itu cukup menyengat seluruh tubuh mereka.
"Apa yang terjadi...?" Tanya Shira yang mulai memegang asteroid di hadapannya erat untuk tidak terbawa arus oleh darah itu.
Kuro mulai naik ke atas asteroid itu lalu melihat sekeliling, "Dimana ini...?"
Haruki melihat ke atas lalu ia melihat sebuah asap yang keluar dari pakaian Shira, Shira menyadarinya dan ia langsung menatap asap tersebut dengan tatapan bingung.
"Asap itu keluar dari mana?"
"Bodoh! Itu zat asam di dalam perut! Jika kau tidak cepat naik ke atas maka tubuhmu akan hancur!" Seru Kuro.
__ADS_1
"Ahh!!!" Shira melompat ke atas dan mendarat di atas daging bekas Neko Legenda itu, ia sempat merasa kasihan tetapi perhatiannya tertarik oleh suara yang terdengar semakin keras.
"Suara apa itu...?" Tanya Shira.
"Astaga! Bamushigaru sepertinya akan mencerna kita..." Peringat Haruki.
Situasi bertambah semakin buruk ketika semua darah itu terus bergerak menuju lubang yang berbentuk seperti pusaran, asteroid dan daging yang masuk ke dalam pusaran itu langsung tersedot entah kemana.
"Kita di kepung dengan semua daging dan asteroid itu..." Kata Shira sambil melihat sekelilingnya.
"Jika kita terus diam tanpa perlawanan maka tubuhnya bisa saja mengubah kita menjadi kotoran... lebih baik percepat!" Kuro mengeluarkan pedangnya lalu menebas daging di sebelahnya.
Tebasan itu bisa terasa oleh Bamushigaru sampai ia menjerit keras dan melepaskan beberapa laser melalui tubuhnya, Zoiru bisa merasakan hal aneh ketika melihat Bamushigaru menerima rasa sakit karena perutnya sendiri.
"Gangguan pencernaan kah? Apakah ketiga keledai itu masih hidup...?" Zoiru mengerutkan dahinya.
***
"Walaupun kita menarik perhatiannya tadi setidaknya kita selamat dari proses pencernaan itu..." Kata Kuro yang terus terbang ke depan mencari jalan sesuai firasatnya.
"Buset, ternyata Bamushigaru rakus juga... apapun itu dia memakannya, aku bahkan bisa melihat celah dimensi loh." Kata Shira yang sempat melihat beberapa celah dimensi yang mungkin sudah hancur.
"Kenapa kau membicarakan soal itu? Lihat saja tubuhnya, Shira. Melebihi alam semesta, aku yakin semua makanan yang ia cerna itu tidak memberi dirinya kekenyangan." Jawab Haruki.
Beberapa menit kemudian, Shira mulai menghindari beberapa jaringan daging yang terus menghalang jalannya, apa yang ia ingin cari adalah lokasi Kakaknya yang sudah di makan juga.
Semoga saja lokasinya tidak jauh dari Ophilia karena ia ingin sekali berbicara dengan Shinra untuk terakhir kalinya sebelum berpisah untuk selamanya.
"Apakah mereka semua sudah lenyap...? Ketika di makan oleh Bamushigaru?" Tanya Shira dengan tatapan yang terlihat khawatir.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, Shira. Ratu Touriverse bilang bahwa Bamushigaru dapat memakannya apapun dan sebagiannya di simpan di dalam tubuhnya sebagai simpanan..."
"Jadi isi perutnya itu seperti neraka yang lebih buruk ya? Cukup menyeramkan juga karena aroma yang aku hirup bertambah semakin menjijikkan!" Seru Haruki sambil menutup kedua lubang hidungnya.
"Oi! Shira! Haruki! Cepat ke sini!" Panggil Kuro yang baru saja menemukan ruangan, ruangan itu bisa di bilang sesuatu yang mereka cari sebagai sampingan.
Shira dan Haruki mulai mengikuti Kuro dari belakang sehingga mereka tercengang melihat sebuah ruangan yang dipenuhi dengan daging.
Semua daging itu terlihat transparan bahkan mereka sampai bisa melihat banyak sekali arwah di dalam daging itu.
"Apakah semua arwah itu adalah simpanan makanan Bamushigaru...? Itu artinya mereka yang sudah di makan oleh Bamushigaru tidak mati melainkan terjebak..." Kata Shira yang mencoba berpikir positif.
"Sayang sekali, Shira, mereka semua sudah mati... hanya saja arwah mereka tidak akan pergi bebas dari tubuh ini untuk mengisi kehidupan Bamushigaru agar ia bisa sehat selalu." Jawab Kuro.
"Sialan...!" Shira mengepalkan kedua tinjunya dan Haruki mulai menepuk punggungnya untuk memberitahu dirinya bahwa ia menemukan penghuni palsu di sebelah barat.
Mereka segera menghampiri arah barat untuk melihat semua arwah penghuni palsu, Shira terkejut ketika ia melihat Kakaknya ternyata benar-benar sudah mati.
"Kakak..." Shira menyentuh gumpalan daging di hadapannya lalu ia mengepalkan kedua tinjunya, ekspresinya terlihat sangat kesal sekarang.
"Sudahlah, Shira... lebih baik kita---" Haruki melebarkan kedua matanya ketika Shira memunculkan dua aura cahaya yang membentuk pedang di kedua lengannya lalu ia menghancurkan semua daging yang menjebak arwah itu.
"Kita sudah sampai tujuan...!" Seru Shira yang mulai membebaskan semua arwah itu satu per satu, Haruki dan Kuro tidak memiliki pilihan lain selagi melakukan hal yang sama.
***
"GROAAAGGGHHH!!! HWAAAGGGGGGHHHH!!!" Bamushigaru menjerit kesakitan sampai tubuhnya mulai stabil ketika ketiga Legenda di dalam perutnya terus membebaskan semua esensi dan arwah yang ia kumpulkan.
__ADS_1
"Ada apa, Bamushigaru!?" Tanya Zoiru yang sekarang merasakan sesuatu aneh di dalam perut Bamushigaru sampai dirinya sekarang hilang kendali.
Bamushigaru terus melakukan beberapa serangan ke segala arah bahkan sampai menyebabkan korban berguguran lebih banyak lagi, Minami dan Hana juga ikut terluka.
Zoiru tercengang ketika merasakan keberadaan Bamushigaru yang mulai melemah, kemungkinan besar karena ketiga Legenda yang di makan oleh dirinya itu sampai Zoiru mengepalkan kedua tinjunya.
"Kemungkinan ini...!!! Sialan!!! Ketiga keledai kampung...!!!" Seru Zoiru keras sehingga tubuh Bamushigaru menerima serangan sihir dari seluruh pasukan Touriverse.
***
"Dengan ini Bamushigaru pasti akan melemah... segel itu terus mempengaruhi dirinya sekarang karena semua esensi dan arwahnya telah kita lepas." Kata Haruki sambil menatap ke atas.
"Ya, aku mengerti apa yang Kou rencanakan sekarang... ternyata kebangkitan Bamushigaru memang tidak sempurna karena kuil dan buku sihir sudah hancur..." Kuro mulai berbicara.
"...dia hanya menggunakan Ophilia sebagai wadah agar Bamushigaru bisa bangkit dengan jalan pintas..."
"...jalan secepat itu juga mampu menyebabkan kekacauan besar." Kuro menebas daging terakhir sampai semua arwah dan esensi itu merasuki tubuh mereka.
"Arwah itu masuk ke dalam tubuh kita sekarang... kita di jadikan sebagai tempat perlindungan untuk mereka." Kata Haruki sambil menatap kedua tapak ya.
"Ya! Kita hanya perlu mencari Ophilia sekarang." Kata Shira dengan tatapan seriusnya itu sehingga ia menyadari tentang sesuatu.
"Kita sudah pasti akan menarik perhatian Zoiru... bagaimana jika sekarang kita melakukan gabungan?" Tanya Shira kepada Kuro dan Haruki.
"Akan sangat gawat jika dia datang dan membunuh kita di sini... semua usaha itu terasa sia-sia." Kata Shira.
"Terus? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Haruki.
"Itu kah kenapa aku menyarankan gabungan..." Kata Shira dengan tatapan datar karena mereka selalu saja menolak untuk bergabung dengannya.
"Kalau begitu, habiskan saja sisa hidupmu di dalam kepala Bamushigaru, kalau aku tidak mau!" Kata Kuro.
"Gabungan ini tidak seperti Hana dan Minami loh... satu gabungan yang hanya bertahan selama satu atau dua jam." Shira menghampiri mereka berdua dengan sebuah senyuman.
""Tidak mau!""
"Aku bahkan belum mengatakan apa-apa..."
"Entah kenapa kita tidak cocok untuk bergabung, Shira. Kita memiliki cara masing-masing untuk bertarung walaupun tetap kalah..." Kata Haruki.
"Itu benar, kita tidak perlu mengandalkan satu sama lain terlalu dalam. Apa yang akan terjadi jika kita tidak ada tanya?" Tanya Kuro.
"Hanya untuk hari ini saja... terakhir, melihat Zoiru yang bertambah sekuat itu karena usaha dan latihan."
"Aku berjanji akan terus melakukan latihan agar melebihi siapa pun sampai aku bisa menikmati hidup damaiku!" Shira melihat Kuro pergi dan ia terkejut ketika melihat inti yang mereka cari.
"Oi...! Ophilia ada di sini...!" Seru Kuro keras sampai mereka segera menghampiri dirinya dan melihat Ophilia berada di dalam organ tubuh jantung yang sangat besar.
"Loh...? Jantung? Bukannya waktu itu kita melihat jantung?" Tanya Haruki.
"Kemungkinan besar jantung yang kita lihat sebelumnya asli sedangkan satu ini seperti inti... jantung palsu untuk menyegel Ophilia sebagai intinya agar ia tidak keluar dan menggagalkan kebangkitan Bamushigaru." Jawab Kuro.
"Kau benar juga..."
"...kalau begitu kita cabut jantung ini dan pergi secepat mungkin." Kata Shira yang mulai mendekati jantung itu.
"Kenapa kalian terburu-buru?" Terdengar suara Zoiru di belakang mereka sampai mengejutkan Shira dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kupikir ada sesuatu yang aneh, jadi benar, ini adalah perbuatan kalian...!" Zoiru mengerutkan dahinya sampai wajahnya dipenuhi urat yang menonjol karena kesal.
""Zoiru!"