
"... ..." Shira berlutut di depan pedangnya yang tertancap di atas tanah, ia baru saja selesai berlatih di tempat latihan imajinasi seperti biasanya, ia melirik ke atas dimana matahari berada tepat di atasnya membakar seluruh tubuhnya, "Hah... hah... hah..." Shira terus berkeringat sehingga seluruh tubuhnya sudah kotor karena dia menghabiskan waktu di tempat itu selama lima jam penuh. Shira masih berlatih dan tidak memiliki tujuan untuk istirahat mungkin karena ia baru saja bercinta dengan Megumi kemarin, "Aku tidak akan menyerah..." Shira bangkit dari atas tanah lalu ia menatap matahari dengan kedua matanya, satu bersinar cerah dan satu tidak.
Shira sudah bisa bertahan dalam menggunakan sihir Enchantment Testament Light di wujud Saint Enchanted-nya, "... ..." Shira mulai menatap kedua telapak tangannya lalu ia mulai mengingat kata-kata Megumi kemarin, "Megumi..."
Flashback!
"... ..." Shira menatap pedang yang terletak di depannya, ia mencoba untuk memegangnya lagi, tetapi Megumi langsung menyentuh punggung Shira dengan lembut, "Shira..." Shira membulatkan kedua matanya karena Megumi baru saja bangun dari tidurnya, Shira melirik ke belakang lalu ia menatap Megumi yang terlihat seperti khawatir, "Aku tidak akan pergi kemana-mana, tenang saja." Shira tersenyum dan senyuman itu membuat Megumi duduk disebelahnya lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Kau sudah berjanji... Kau tidak akan pernah meninggalkanku, kau berjanji bahwa kau akan mati ketika kau sudah menjadi yang terkuat sehingga tidak ada siapapun yang bisa mengalahkanmu, aku tidak mau. Aku ingin kita hidup abadi karena Legenda memiliki umur yang abadi." Ucap Megumi yang mulai menggerakkan ekornya, Shira bisa merasakan seluruh tubuh telanjang Megumi yang lembut dan itu membuatnya lengah, "Kalau begitu, aku akan berjuang untuk tidak terbunuh, Megumi."
"Jika kau terbunuh maka tubuhku yang sudah menjadi milikmu ini akan menjadi sia-sia, Shira. Bertambah kuat boleh, tetapi jangan coba-coba untuk bersikap ceroboh atau sombong... Walaupun kau kuat dan berkembang karena usaha dan kerja kerasmu... Jauhilah sikap sombong atau sikap yang dapat menghambatmu itu." Ucap Megumi yang mulai mengangkat jari kelingking-nya, Shira mengangguk lalu memegang jari kelingking Megumi dengan jari kelingking-nya, "Aku berjanji bahwa aku akan terus hidup sehingga bisa melihat masa depan dari semesta yang bernama Yuusuatouri dan Touri..."
"Laksanakanlah janji itu sampai akhir... Misalnya jika kau terbunuh maka aku akan mengamuk dan menghancurkan apapun yang menghalangiku, biarkanlah mereka membunuhku... Aku tahu aku bersikap egois, sikap egois ini menunjukkan bahwa aku tidak mau ditinggal olehmu, Shira." Megumi mulai menangis, Shira membulatkan kedua matanya ketika melihat air mata Megumi yang mulai berjatuhan di kedua matanya, "Hiks... Aku mulai mengingat ketika kau bertarung dengan Rionald dan kehilangan mata kirimu demi menyelamatkan diriku yang ceroboh ini..." Shira melihat kedua telinga dan ekornya mulai turun dan itu bukan pertanda yang baik.
Shira memeluk Megumi erat lalu ia membelai kepalanya dengan pelan, "Megumi, aku janji. Aku akan bertahan hidup sampai akhir, bahkan jika bisa sampai kehancuran dari semesta Touri." Shira tersenyum selagi membelai rambut Megumi, Megumi berhenti menangis ketika ia mendengar perkataan Shira, "Mulai sekarang... Mari kita berjuang dan memenuhi tujuan kita yang tidak ada batasnya... Aku akan usahakan, nanti... Akan aku usahakan untuk bisa menciptakan keluarga baru denganmu."
Megumi membulatkan kedua matanya lalu mereka berhenti berpelukan, "Shira..." Megumi tersenyum, "Jangan lupa untuk menikahi-ku juga." Megumi memiringkan kepalanya selagi tersenyum dengan mulut yang terbuka, "Hm! Itu juga bisa disebut sebagai tujuanku."
"Tehehe..." Megumi tersenyum lalu ia tersipu, Shira menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan karena Megumi tiba-tiba terkekeh dan tersenyum, "Ada apa, Megumi?" Tanya Shira.
"Bayi..." Shira membulatkan kedua matanya dan ia membuka mulutnya dengan sangat lebar ketika mendengar Megumi baru saja mengatakan 'bayi', sepertinya resiko dari bercinta dengan Megumi adalah Shira membuat Megumi hamil terlalu cepat, mereka baru saja berpacaran dan mulai menikah, tetapi Megumi seperti hamil karena bercinta dengan Shira beberapa menit yang lalu, "Aku bisa merasakannya... Bayi kita, Shira... Neko Legenda kecil kita..." Megumi tersenyum lalu ia meneteskan air mata karena ia merasa bahagia.
Flashback End!
"AKU BERJANJI AKAN BERTAMBAH KUAT DEMI MELINDUNGI MEGUMI DAN ANAKKU!!!" Teriak Shira keras sehingga kedua matanya bersinar cerah serta dengan seluruh tubuhnya, matahari dan pedang yang tertancap di depan Shira mulai ikut bersinar dan sinar itu masuk ke dalam tubuh Shira sehingga memberinya beberapa kekuatan, "GRRRRRRRRRRRGGGHHH!!!!!! AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Petir-petir emas muncul di seluruh tubuh Shira dan menyebar kemana-kemana, listrik itu dapat menyalakan seluruh lampu yang ada di planet bumi karena petir yang Shira keluarkan itu sangatlah kuat.
"AAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga auranya mulai membesar dan meluncurkan gelombang emas ke atas dan mengenai matahari sehingga cahaya dari matahari itu mulai perlahan-lahan diserap oleh seluruh tubuh Shira, cincin yang berada di belakang punggung Shira mulai bersinar dan masuk kembali ke dalam tubuhnya lalu dua cincin muncul di kedua lengannya, "Hah... hah... hah..." Seluruh tubuh Shira mulai bergetar karena ia memaksakan tubuhnya untuk menghancurkan batasannya, "AAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Rambut Shira mulai bersinar lebih cerah dari wujud Saint Enchanted-nya, sepertinya Shira perlahan-lahan mulai menginjak wujud stage pertama bagian kedua dari Saint Legenda.
Shira mengangkat pedangnya menggunakan tangan kirinya lalu ia mengangkat pedangnya ke atas langit sehingga ruangan itu mulai berguncang dengan sangat dahsyat, "HAAAAAAHHHHH!!!"
BAAAAAMMMMMM!!!!
Shira mulai bergerak dengan sangat cepat sehingga seluruh tubuhnya tidak bisa dilihat lagi, sepertinya wujud yang ia dapat saat ini mampu meningkatkan seluruh kecepatannya tiada batasnya, "... ...!" *SWOSH!* Shira muncul di atas langit selagi memegang pedang-nya, sepertinya ia mulai bisa memegang pedang itu tanpa harus merasa kesakitan atau radiasi yang besar. Shira mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali sehingga pedang itu terus mengeluarkan shockwave emas yang besar, "Sepertinya latihanku terbayar dengan hasil yang lumayan..." Shira mulai menatap pedang itu dengan ekspresi yang terlihat tenang.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, waktu sekarang telah menempuh jam dua siang yang mengartikan bahwa semua peserta akan bertemu dengan pemandu kalian, rumornya mereka semua akan diberitahu tentang tantangan-tantangan itu. Shira datang ke kelas dan ia merasa lega bahwa Zuke masih belum datang, "Fuhhh..." Shira menghampiri tempat duduknya lalu ia duduk di atas kursinya dan menghela nafasnya lega, "Shira, apakah kamu tadi pergi berlatih?" Tanya Megumi.
Shira melirik ke belakang lalu ia mengangguk, "Ya... Begitulah." Shira mulai menunjukkan lengan kirinya yang baru saja sembuh karena ia tidak memerlukan lagi yang namanya perban melainkan Megumi terkejut ketika ia melihat sebuah lambang matahari di lengan otot kirinya, "W-Whoa... Apa itu..."
"Sepertinya aku sudah bisa menggunakan pedang yang ada di belakangku ini dengan tangan kiri-ku saja sih, itu artinya aku perlahan-lahan mulai berkembang walaupun pedang itu masih terasa seperti membakarku sih." Shira terkekeh, Korrina mulai tersenyum mendengar percakapan mereka berdua, ia mulai mengangkat jempolnya kepada Shira dan Shira melihatnya lalu ia tersenyum.
***
Beberapa menit telah berlalu dan Zuke datang dengan tiga kertas merah yang besar, ia memasang ketiga kertas itu di papan yang ada di belakangnya, "Baiklah, semuanya. Kita sudah berada di titik dimana semuanya akan menjadi serius." Ucap Zuke yang mulai menghantam papan yang ada di belakang, semua peserta mulai menatap Zuke dengan ekspresi yang terlihat serius, "Tantangan seleksi yang akan menentukan kalian untuk bisa mengikuti Tournament of Solicitation." Zuke mulai memunculkan hologram yang menunjukkan sebuah arena yang berbentuk kotak besar.
"Ketiga tantangan ini diwakili oleh lima peserta dari setiap kelas dengan tiga tantangan tersebut maka setiap kelas akan menyerahkan lima belas murid untuk mengikuti tantangan tersebut di mulai dari yang pertama adalah tantangan Battle Royale."
"Battle Royale... Dimana setiap kelas akan menyerah lima peserta yang akan bertarung di satu arena yang sama, tujuan untuk menang itu mudah, kalahkan mereka semua dan jatuhkan mereka semua dari atas arena. Tantangan ini hanya bisa di menangkan oleh satu kelas misalnya jika masih terdapat satu peserta yang bertahan di arena yaitu kelas tiga maka kelas tiga akan menang sedangkan semua peserta yang tereliminasi dinyatakan keluar, walaupun kelas tiga misalnya menang dan keempat peserta itu jatuh maka mereka juga akan dikeluarkan." Ucap Zuke sehingga membuat semua peserta membulatkan kedua matanya dan berkeringat bahwa tantangan ini benar-benar sulit dan berbahaya, Shira bahkan merasa kesal mendengar resiko-nya.
"God of Destruction... Setiap kelas diwajibkan untuk mengikuti tantangan ini, lima peserta yang harus bertahan dan menang melawan dewa kehancuran, dewa satu ini sangatlah kuat dan tantangan ini juga cukup beresiko karena dewa itu bisa membunuh kalian dalam sekejap, jika kalian terbunuh maka itu jauh dari tanggung jawab kami semua. Tujuan dari tantangan ini hanyalah bertahan hidup lalu mengalahkannya, jika kelima kelas itu kalah maka akademi ini akan hancur oleh dewa itu dan itu artinya Tournament of Solicitation akan dibatalkan. Ingatlah, dewa kehancuran ini sangatlah kuat, jangan diremehkan." Ucap Zuke selagi menunjukkan rautan wajah yang terlihat menyeramkan, beberapa peserta merinding ketika mendengar tantangan kedua kecuali Korrina dan Arata yang terlihat seperti bersemangat dan serius terhadap dewa kehancuran ini, mereka berdua sama-sama membenci dewa sih.
"Membasmi dewa 'kah?" Tanya Arata, Zuke mengangguk, "Lima peserta ya...? Aku harus ikut." Ungkap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Yang terakhir adalah Base Hunting... Setiap kelas diwajibkan untuk mengikuti tantangan ini, lima peserta yang harus bertahan dan menghancurkan markas dari kelas lain yaitu kelas satu, dua, empat, dan lima. Kalian semua akan tinggal dan menginap di wilayah yang sangat beracun dan berbahaya, disana kalian akan disediakan berbagai macam markas dan tujuan kalian adalah untuk menghancurkannya atau bertahan hidup, ini juga cukup beresiko karena wilayah itu sangat berbahaya. Semua peserta harus bertahan di wilayah itu selama tiga hari dan jika mereka selamat maka mereka secara otomatis akan masuk ke turnamen, jika markas hancur maka mereka akan dikeluarkan." Ucap Zuke, semua peserta tidak bisa menganggap semua itu remeh, semuanya terdengar sangat serius, "Jika tidak ada perwakilan di setiap kelas maka kelas itu semuanya akan dikeluarkan."
Shira mulai mengambil pulpen hologram-nya lalu ia mulai menatap soal itu dengan tatapan yang terlihat serius, "Kenapa kau memilih untuk bertarung?" Itu adalah pertanyaan yang paling pertama, "Aku akan memberi kalian dua jam untuk bisa mengisi soal yang memiliki dua ratus nomer itu, satu soal itu menghabiskan sepuluh detik, jadi kalian harus secepatnya memilih dan menjawab." Shira bisa melihat durasi sepuluh detik di soal pertamanya, "Jika durasinya telah habis maka kalian akan bergerak ke soal nomer satu dan ketika kalian sudah mengisi jawabannya kalian bisa melanjutkannya dengan mengetuk hologram itu dua kali jika kalian sudah menjawab, misalnya kalian belum menjawab maka itu tidak akan bekerja... Setiap soal berbeda jadi kalian tidak akan bisa melihat jawaban teman-teman yang duduk di sebelahmu."
Mereka semua mengangguk, "Untuk menjawab soal... Di mulai... Sekarang!" Ucap Zuke sehingga semua murid langsung bergegas mengisi soal yang terdapat di atas meja.
Beberapa jam kemudian, Zuke menatap sebuah jam hologram di papan dan durasi mengisi seluruh soal telah berakhir, "Selesai!" Zuke menjentikkan jari-nya sehingga semua hologram soal yang terdapat di atas meja mereka mulai menghilang, Zuke mulai berdiri di depan meja-nya lalu ia melihat jawaban dari setiap peserta, "Hooooo..." Zuke terlihat seperti tertarik dan merasa puas melihat jawaban dan hasil mereka yang terlihat cukup sempurna.
Zuke mulai mengetuk hologram itu dua kali dan ia mulai memilih peserta-peserta itu untuk mengikuti tantangan-tantangan tersebut, Zuke memunculkan tiga kotak hologram dan ia langsung memindahkan hologram kotak kecil yang menunjukkan wajah seorang peserta, ia memindahkan lima kotak kecil itu ke kotak tantangan pertama, lalu ia melanjutkannya dengan memindahkan lima kotak kecil lainnya ke kotak tantangan kedua, dan yang terakhir ia memindahkan lima kotak kecil lainnya ke kotak tantangan ketiga.
Zuke tersenyum, "Apakah kalian semua siap untuk melihat hasilnya?" Tanya Zuke, semua peserta mengangguk, "Berjanjilah bahwa kalian yang tidak terpilih harus tetap semangat agar bisa terpilih untuk mengikuti Tournament of Solicitation." Zuke menatap mereka dengan ekspresi yang terlihat serius, "BAIK!" Teriak mereka semua.
"Baiklah! Ini dia!" Zuke mulai menepatkan ketiga hologram kotak yang berisi lima peserta yang akan mengikutinya, "Ini adalah hasil jawaban kalian para peserta yang mendapatkan tantangan ini semua!" Ucap Zuke keras.
Tantangan I
-Shichiro Haruki
__ADS_1
-Souya Naoki
-Lang Fang
-Yumesa Chiara
-Shizukaze Shizen
Tantangan II
-Shiratori Shira
-Shimatsu Arata
-Korrina Ghifari
-Agfi Ghifari
-Wollandsky Catherine
Tantangan III
-Ryouma Megumi
-Rexa Ghifari
-Hibino Mirai
-Phoenix Ophilia
-Shimatsu Akina
Lima belas peserta yang mengikuti tantangan itu langsung membulatkan mata mereka karena mereka merasa sangat senang bisa terpilih, "BAIKLAAAAHHH!!!" Teriak semua peserta yang mengikuti tantangan itu, mereka mengikuti tantangan yang mereka sangat sukai.
__ADS_1