
Di dalam ruangan penyembuhan, Korrina sedang melakukan beberapa eksperimen dengan teknologi dan sistem yang sedang mencoba untuk memulihkan Alvin kembali sambil memikirkan tentang seorang Legenda yang bernama [Master] itu. Perasaan yang berbeda tercampur menjadi satu di dalam dirinya yaitu sedih dan bingung... Legenda yang bernama Master itu bisa saja yang melakukan serangan di turnamen waktu itu... Alvin saat ini masih tidak mau bangun walaupun dia sudah diberi banyak sihir penyembuhan.
"Aku tidak pernah mengenal seseorang yang memanggil dirinya Master... Apakah Master berasal dari keluarga Ghifari atau Comi...? Tidak mungkin jika dia itu anak-ku karena mereka semua sangat tidak suka menggunakan topeng dan bahkan tidak ada satupun gadis di keluarga-ku yang sudah tumbuh besar. Rina sih tumbuh tidak normal karena tubuhnya yang kecil itu..." Kacamata yang Korrina gunakan mulai mencari beberapa informasi tentang Master.
Tech mulai mendapatkan beberapa informasi tentang Master, "Korrina, sepertinya aku mendapatkan beberapa informasi tentang Legenda yang kau cari."
"Ahhh... Terima kasih, Tech. Bisakah kau perbesar kotak informasi tersebut?" Suruh Korrina.
Tech segera memperbesar sebuah kotak yang berisi informasi di lensa Korrina, ia membaca seluruh informasi itu dan juga terdapat sebuah foto yang menunjukkan Master. Master terlihat sangat misterius karena seluruh tubuhnya tertutup dengan jubah termasuk wajah-nya juga yang tertutup dengan topeng merah, informasi penting yang Korrina dapatkan yaitu dia memiliki sihir kuno Crimson dan Sacred.
"Aku tidak pernah melahirkan seorang anak seperti ini, Tech. Apakah ini kesalahan...? Apakah dia datang dari masa depan...? Tolong amati Master lebih teliti." Ketika Korrina mengatakan itu, Tech segera mendapatkan beberapa informasi lainnya dalam sekejap dan dia mengetahui hal-hal yang misterius tentang Master sekarang.
"Master ini sepertinya bukanlah Legenda murni yang sama seperti-mu, dia juga tidak bisa disebut sebagai dewi karena dia ini [Half-Goddess]... Master tidak memiliki DNA-mu dan Alvin sepertinya, dia mendapatkan sihir kuno itu mungkin saja dengan mencuri-nya. Intinya Legenda satu ini tidak bisa disebut sebagai Legenda murni karena aku bisa merasakan sesuatu yang berbeda entah itu apa karena aku tidak memiliki data lainnya." Ucap Tech.
Selvia masuk ke dalam ruangan penyembuhan itu sambil mengatakan kata-kata yang sopan, Korrina terlihat kebingungan dan tidak memiliki bukti apapun tentang Master. Mengetahui identitas asli Master sepertinya akan sulit, Korrina melirik ke belakang dengan wajah yang bingung.
"Hehh...? Ada apa, Korrina...? Kenapa dengan wajahmu itu...?"
"Master itu siapa...!? Aku tidak pernah bertemu dengannya...! Bahkan aku tidak pernah melahirkan seorang gadis sejahat itu...!"
"Hehh...! Kamu melahirkan!?"
***
~Xuusuatouri~
Dengan turun-nya hujan merah yang deras, Shira berjalan di tengah hutan terlihat lesu dan lelah. Perut-nya terus mengeluarkan suara yang cukup keras sampai menakuti burung-burung yang sedang berteduh, kedua tatapan Shira terlihat mati bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan di matanya karena dia telah terpisah dengan seluruh teman-temannya termasuk Megumi.
Shira berjalan dengan pincang sambil memegang sebuah pohon setiap ia melewatinya, tidak ada satupun kata yang ia katakan selain bernafas dengan berat. Darah-nya terus mengalir deras sampai dirinya terjatuh di atas tanah dan kembali bangkit dengan tubuh yang bergetar karena lemas, sepertinya Shira telah terkena sihir mematikan iblis yang melakukan penyergapan tanpa ada pelindung apapun sampai jantung-nya terus berdetak pelan.
"M... Megu..." Shira mencoba untuk berbicara tetapi tidak bisa karena lidah-nya tidak bisa ia gerakan.
__ADS_1
Shira memuntahkan darah dari mulut-nya dan ia segera bangkit kembali, rasa sakit itu membuat dirinya tidak bisa mengatakan apapun. Kedua kaki-nya terus bergetar dan setiap Shira bergerak suara tulang yang patah mulai terdengar sampai membuat dirinya hampir terjatuh terus, detik-detik terakhir Shira dimana dia menemukan sebuah sungai merah di depan-nya, ia tergelincir sampai jatuh ke dalam sungai.
"... ..." Shira menatap langit-langit yang masih menurunkan hujan.
Shira melongo melihat tiga gadis yang tiba-tiba menatapnya dengan ekspresi yang bingung. Satu menggunakan jubah dan yang duanya tidak karena mereka sedang memegang sebuah payung agar hujan itu tidak membasahi tubuh mereka, seorang gadis yang sedang memegang payung berbentuk bunga matahari itu terkejut seolah-olah dia mengenal Shira.
"Oi, bodoh. Bukannya dia ini peserta yang mengikuti Tournament of Solicitation juga...?" Tanya gadis tersebut.
"Asuka sepertinya pernah melihat dirinya, apakah Legenda ini bernama Shira yang pernah melawan iblis Majin itu, Chiara...?"
Kedua gadis yang memegang payung itu bernama Asuka dan Chiara, "Sepertinya begitu, penyergapan iblis tadi mampu membuat Legenda ini terluka cukup parah, jangan-jangan dia terkena sihir-sihir berbahaya iblis itu dalam jarak yang dekat atau mungkin semua sihir itu mengenai seluruh tubuhnya."
Chiara dan Asuka bisa mengetahui tentang penyergapan itu karena mereka juga berada di turnamen tersebut tetapi keberuntungan masih berada di sisi mereka, dengan menggunakan sihir mereka masing-masing serangan iblis tadi tidak mampu melukai Chiara dan Asuka sama parahnya seperti Shira, hanya terdapat beberapa perban saja di tubuh Chiara dan Asuka.
"Dia Legenda yang cukup hebat... Aku bisa merasakannya, aku bisa mengetahui keberadaan dia adalah seorang Saint Light yang hebat." Ucap seorang gadis berjubah itu.
"Asuka pernah melihat Shira membunuh iblis, Shira ini sangatlah kuat bahkan Asuka sendiri tidak percaya melihat Shira datang ke sini dengan luka-luka yang parah." Kata Asuka sambil mencoba untuk mengangkat tubuh Shira.
"Bukannya Chiara suka jika Asuka mencium bibir atau pipi Chiara...?"
"Diamlah, bodoh."
Asuka dan Chiara membawa Shira menuju tempat perlindungan yang aman, tempat perlindungan itu hampir sama seperti kabin tetapi terbuat dari kayu yang lumayan keras dan tebal. Gadis misterius itu hanya bisa diam sambil menatap sungai yang baru saja Shira sentuh, sungai itu yang tadinya merah mulai memancarkan cahaya kuning sampai sungai itu kembali bening.
"Ternyata dia benar-benar Saint Light yang terpilih..." Gadis misterius itu pergi menghampiri kabin-nya.
Shira mendapatkan pelayanan yang cukup baik dari Asuka dan Chiara, ia berbaring di atas kasur yang sangat empuk serta diberi beberapa sihir penyembuhan oleh Asuka dan juga perban yang terbuat dari bunga matahari. Gadis misterius itu masuk ke dalam kabin dan pergi menuju ruangan untuk menciptakan sebuah ramuan.
"Asuka sepertinya harus mencium Shira untuk mengetahui kondisi Shira." Asuka mendekatkan wajahnya dan mencoba untuk memberi kecupan di bagian bibirnya.
Chiara segera mendorong wajahnya mundur agar ia tidak melakukan sesuatu yang aneh kepada seorang laki, "A-Apa yang kau lakukan, dasar bodoh...!!!" Kata Chiara dengan wajah yang merah.
__ADS_1
"Asuka mencoba untuk melihat perasaan dan kondisi-nya..."
"Kau itu perempuan dan dia itu laki-laki, tidak! Aku melarangnya, dasar kau bodoh...! Kepala udara...! Gunakan-lah ciuman dan indra tajam-mu itu untuk sesuatu yang penting!!!" Chiara menepuk wajah Asuka sampai dirinya terdorong ke belakang, terjatuh di atas lantai.
Gadis misterius itu masuk ke dalam ruangan dimana Shira berada, kondisinya semakin parah karena ia bisa merasakan sinar-sinar yang ada di dalam tubuhnya akan menghilang dalam waktu yang singkat. Asuka dan Chiara menatap gadis misterius itu dengan wajah yang kebingungan karena gadis itu memegang sebuah botol yang berisi cairan emas, cairan itu bahkan memancarkan cahaya yang sama terangnya dengan matahari.
"Ahhh... Shuri, ramuan apa itu...?" Tanya Chiara. Nama dari gadis misterius itu adalah [Shuri].
"Sinar-sinar... Sinarnya membuat mata Asuka silau..." Kata Asuka sambil mengelus-elus kedua matanya.
"Ramuan ini aku ciptakan dari cahaya matahari dan juga sedikit serpihan yang dimiliki matahari, Shira berada di kondisi yang cukup parah karena sihir-sihir yang dimiliki oleh bangsa Iblis itu cukup beracun. Jika Shira tidak bisa melaksanakan latihan selanjutnya maka kutukan dari sihir Iblis itu akan membunuhnya." Shuri menghampiri Shira dan membantunya duduk di atas kasur-nya, ia melepas tutup botol itu.
Asuka dan Chiara sama-sama menghampiri mereka berdua karena rasa penasaran, ramuan itu semakin memancarkan cahaya yang sangat terang bahkan mampu menerangi kabin itu secara keseluruhan.
"Asuka... Chiara... Bisakah kalian membuka mulut Shira?" Tanya Shuri.
Chiara mengangguk dan segera menahan wajah Asuka agar dia tidak mencium wajah Shira, dengan telapak tangan kanan yang menahan wajah Asuka serta telapak tangan satunya membuka mulut Shira selebar mungkin, Shuri menuangkan semua cairan yang di dalam botol itu ke dalam mulut Shira sampai cairan itu mengalir ke dalam tenggorokan Shira.
ZBAAASSHHH!!!
Asuka, Shuri, dan Chiara terpental ke belakang ketika Shira meminum semua cairan tersebut, sinar cahaya mulai menghalangi kedua penglihatan mereka sementara dan beberapa detik kemudian sinar itu mulai menipis menunjukkan Shira yang sedang duduk di atas kasur sambil menatap kedua tangan-nya yang dipenuhi dengan sinar cahaya.
"A-Apa... Apa yang terjadi dengan diriku...?" Tanya Shira.
"Sepertinya kau akan berevolusi menjadi cahaya yang lebih kuat, aku bisa merasakannya di dalam dirimu..."
"Apa maksudmu...? Siapa kau...? Siapa kalian...?"
"Di dalam dirimu terdapat sebuah sinar yang dapat membawa dirimu ke puncak dimana para dewa dan dewi akan kalah oleh dirimu. Sinar yang dapat memudahkan dirimu untuk meraih tujuan yang kau inginkan..." Ucap Shuri.
"Apa...?"
__ADS_1