Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 643 - Dalam Perut


__ADS_3

Shira, Kuro, dan Haruki telah di makan oleh Bamushigaru, sesuai dengan apa yang Kou rencanakan sampai ia sendiri sekarang hanya perlu menunggu situasi yang di hadapi Shira di dalam perut Bamushigaru.


Di sisi lainnya, Shira bersama kedua temannya masih berseluncur di dalam tenggorokan Bamushigaru yang begitu panjang dan luas bahkan mereka sampai melihat banyak sekali asap hijau dan darah bekas mayat.


Bukan itu saja tetapi perut Bamushigaru lebih menonjol dengan bubuk semesta dan angkasa yang berada dimana-mana sehingga mereka mulai terlempar dari dalam tenggorokan itu lalu terjatuh di atas daging hijau.


"Uhugh...!" Haruki terjatuh di atas tanah dan Shira terjatuh di atas tubuhnya sampa tidak sengaja menduduki punggungnya.


"Oops... maaf." Shira melompat ke atas dan membantu Haruki berdiri, ia melihat Kuro sedang melihat situasi dan ternyata mereka tidak menyangka isi perut Bamushigaru akan sebesar itu.


"Tidak mungkin... ini pertama kalinya aku masuk ke dalam perut seseorang, gambaran yang aku harapan cukup berbeda." Kuro menyilangkan kedua lengannya dan melihat banyak sekali alam semesta yang terbelah menjadi beberapa bagian.


Semua itu masih terlihat utuh hanya saja bentuknya sudah tidak beraturan sampai mereka melihat banyak sekali planet yang sudah hancur dan asteroid dimana-mana.


"Tunggu, bukannya kau selalu berada di dalam perut, Arata?" Tanya Shira.


"Aku di dalam jiwanya bukan di dalam perutnya, bodoh."


"Hahaha!" Shira mulai tertawa sambil melihat sekeliling yang ternyata isi perut Bamushigaru itu sama persis seperti luar angkasa hanya saja warnanya dipenuhi dengan hijau.


"Isi perut makhluk sihir ternyata terlihat mengerikan dari dugaanku... Bamushigaru yang memiliki besar melebihi alam semesta akan memiliki banyak sekali asteroid, planet, dan semesta di dalam perutnya." Kata Haruki.


"Benarkan? Sudah seperti luar angkasa di masa alternatif... hanya saja aku bisa melihat banyak sekali daging dan selnya yang terus membentuk daging seperti jaringan." Kata Kuro sambil menunjuk beberapa daging yang berbentuk seperti kabel dimana-mana.


Shira mencoba untuk menyentuhnya dan ternyata teksturnya keras sekali sampai ia mencoba untuk memukulnya tetapi satu pukulan tidak cukup untuk memutuskan jaringan daging itu.


"Ngomong-ngomong, Kuro... kenapa kau bisa bertahan di dalam perut Bamushigaru? Aku kira kau akan di gusur oleh daging..." Kata Haruki sambil menunjuk mayat yang di gusur oleh daging ke dalam ruangan lainnya.


"Aku sempat mengambil alih beberapa dosa Gluttony dari Bamushigaru, itu artinya aku tidak bisa di anggap sebagai makanan untuknya." Kuro melihat tembok daging yang besar, itu adalah batasan dari perutnya.


"Berkah surga ini hebat juga... aku merasa lebih ringan dan terbantu karena tidak merasakan gigitan daging itu." Kata Shira sambil menatap kedua tapaknya.


"Masalahnya itu loh... bau perutnya, sangat menjijikkan." Ucap Haruki sambil menutup kedua hidungnya karena isi perut Bamushigaru di penuhi dengan bau nanah dan bangkai.


"Kau benar... semuanya memiliki bau yang sama, cukup mengerikan juga." Kuro melayang di atas, mencoba untuk mencari tempat penyimpanan makanan yang sudah Bamushigaru telan.


"Sudah dulu berbicaranya, mari kita mencari penyimpanan itu... aku yakin semua mayat dan alam semesta yang ia makan tidak hilang, contohnya masih ada beberapa sisa di sini." Kata Kuro sambil menunjuk semua sisi semesta, planet, dan mayat.


***


"Shira, Kuro, dan Haruki menghilang begitu saja... kemana mereka...? Dimana mereka...?" Tanya Zoiru sambil menatap ke depan, mencoba untuk mencari kedua Legenda yang berbahaya itu.


Zoiru hanya bisa melihat Kou yang berada di jarak sangat jauh selagi melepaskan beberapa roket dan laser melalui zirahnya tetapi ia tidak bisa melihat ketiga Legenda yang ia anggap layak.

__ADS_1


"Kou... pasti ini rencananya lagi." Zoiru melompat keluar dari dalam otak Bamushigaru lalu ia melihat sekeliling, tidak bisa merasakan keberadaan mereka sama sekali.


"Jangan-jangan mereka berlindung di dalam kubus waktu Haruka... Ck... dasar keledai kampung, kalian tidak akan pernah bisa membuatku puas lagi." Zoiru menyilangkan kedua lengannya, kali ini setengah tubuhnya sudah membaik.


Zoiru mengangkat kedua alisnya ketika melihat Minami sedang menatap dirinya dengan tatapan yang tajam, ia sendiri telah melupakan Legenda yang sudah memperbaiki semua kuil itu.


"Shiratori Minami ya... mungkin karena terlalu sibuk dengan tiga keledai itu, aku harus menyibukkan diri dengan penerus Shira." Zoiru melepaskan beberapa laser melalui jarinya.


Minami menangkis semua itu ke atas lalu ia menoleh kepada seluruh bangsa Neko Legenda untuk segera berubah menjadi Beast Neko Legenda.


Mereka semua mengikuti perintahnya, dengan cepat semua bangsa Neko Legenda itu melepaskan raungan keras bagaikan singa, harimau, dan serigala sampai mengejutkan Zoiru.


Tubuh Bamushigaru bahkan terdorong ke belakang dan mengenai beberapa sihir karena dorongan yang di lepaskan oleh seluruh bangsa Neko Legenda itu yang perlahan-lahan berubah menjadi Beast Neko Legend.


"Hoohhh... mencoba untuk berubah dan beradu dengan Bamushigaru ya? Keledai kampung, ukuran kalian kecil tetapi percuma saja jika kekuatan masih kecil...!"


Bamushigaru membuka mulutnya lebar dan Minami segera mengisi dua sirkuit sihir di kedua tapaknya untuk melepaskan cahaya yang dapat menghentikan gelombang Oath itu.


Semua Neko Legenda berhasil berubah dan ukuran mereka perlahan-lahan mulai membesar berkat bantuan dari Minami yang melepaskan Golden Spirit untuk membantu dan memperkuat semua bangsanya.


"Apa...?" Zoiru terlihat kagum seketika semua ukuran bangsa Neko Legenda itu bisa bertambah.


Mereka semua hanya berhenti dalam ukuran satu planet, setelah itu semua pasukan Neko Legenda langsung menyerang Bamushigaru secara bersamaan.


"Menarik... Neko Legenda ternyata memang bisa di bilang bahaya dan penuh kehancuran sejak itu!" Zoiru mulai bersiul, membiarkan Bamushigaru melakukan apapun yang ia mau demi memenuhi rasa kelaparannya.


Untungnya Minami berhasil menekan gelombang itu menggunakan Shining Justice yang memiliki dua sirkuit sihir berlapis, Bamushigaru terdorong ke belakang dan semua bangsa Neko Legenda itu langsung mencakar tubuh Bamushigaru.


Mereka juga sempat menggigit dan mencabik-cabik daging Bamushigaru menggunakan taring dan cakar mereka, semua pasukan mendapatkan kesempatan bagus untuk menyerang karena mereka memiliki pertahanan sekarang.


Tetap saja, Bamushigaru melakukan satu putaran yang dapat menghempas mereka semua ke belakang dengan luka tunas dan tusuk di tubuh mereka masing-masing karena ekor dan tubuhnya yang keras juga tajam.


"GROOAAAGGGHHHH!!!" Bamushigaru mengamuk dan mulai melakukan putaran dimana tubuhnya melepaskan banyak sekali taring besar dan kecil untuk melukai tubuh mereka dari dalam dan luar.


Minami terkejut ketika melihat beberapa Neko Legenda di lahap habis oleh Bamushigaru dengan kecepatan penuh tanpa sedikit ampun terlihat.


Ternyata serangan dan pertahanan apapun memiliki risiko tersendiri sampai Minami tidak kuat melihat semua bangsa Neko Legenda itu di makan satu per satu.


"Aku harus menahannya saja kan?" Tanya Minami kepada Kou yang melayang di sebelahnya.


"Iya, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Kou.


"Aku ingin bertarung dan melukai naga brengsek itu!" Minami merapatkan taringnya yang mulai bertambah panjang, Hana langsung meraih tangan Minami.

__ADS_1


"Minami..."


"Hana..."


"Mari kita lakukan bersama, dengan kekuatan kita, kita bisa di bilang tidak terkalahkan bukan?" Hana terkekeh, membuat Minami tersenyum kembali dengan semangat yang memenuhi hatinya.


"Ya! Itu benar...! Kita berdua menciptakan Duo yang paling hebat dan mematikan!!!" Minami dan Hana melepaskan aura secara bersamaan sampai bersatu.


"Bagaimana jika kita menggunakan Golden Beast Leviathan?" Tanya Hana, mencoba untuk mengingat perubahan Minami dengan dirinya.


"Ahh! Itu ide yang bagus... sangat cocok untuk melakukannya sekarang karena kita menggunakannya sejak mengikuti ujian akademi permohonan!"


Hana dan Minami mulai melakukan mengadu tinju mereka sebentar, "Ayo! Bersama-sama!"


"Ya...!" Minami tersenyum lebar.


"Aku menyayangimu, Hana. Sangat sayang..." Minami memberi kening Hana sebuah kecupan sampai itu mengejutkan dirinya.


"...temanku." Minami terkekeh lalu berubah menjadi Golden Beast Neko Legenda dan melepaskan raungan yang mampu melindungi semua penghuni Touriverse.


"A-Apa yang kamu lakukan, Minami...!? huuuhhh... dasar." Hana mulai memanggil Leviathan besar untuk menciptakan zirah.


Bamushigaru terdorong ke belakang dan Zoiru dikejutkan dengan tekanan yang di lepaskan oleh perubahan itu, kali ini ia bisa merasakan perbedaan besar ketika Minami berubah.


"Jadi dia juga bisa berubah..." Zoiru melihat seekor naga Leviathan mulai bergabung dengan Golden Beast itu sampai ia bisa melihat Minami mengenakan zirah Leviathan dengan kepalanya yang di lindungi oleh kepala Leviathan itu.


Hana mendarat di atas kepala Minami lalu ia menyilangkan kedua lengannya, "Ayo! Minami...!!! Bersama...!!!"


"ROOOOOAARRRRR!!!" Minami melepaskan raungan yang sangat keras sampai melepaskan cahaya, tekanan, dan dorongan kemana-mana.


"Maju!" Zoiru tersenyum lebar, merasa tidak sabar untuk mengadukan peliharaannya dengan Minami yang mendapatkan bantuan dari Leviathan itu.


""Golden Beast Leviathan!""


***


"Bau sekali...!!!" Teriak Shira selagi menutup hidungnya karena ia menemukan banyak sekali bangkai bahkan penglihatannya juga sempat melihat Beast Neko Legenda yang sudah termakan.


"Sepertinya di luar sana sedang bertarung..." Kata Shira selagi mengepalkan kedua tinjunya, ia bisa melihat ruangan di dalam tubuh Bamushigaru sangat luas.


Bisa di bilang dirinya tersesat bersama Haruki yang terus mondar-mandir tanpa sebuah tujuan, untungnya Kuro datang untuk memberi jalan kepada mereka.


"Sebelum kita melanjutkan perjalanan ini, aku memiliki sebuah rencana." Kata Shira sampai Kuro dan Haruki menatap dirinya.

__ADS_1


"Rencana...?"


"Rencana apa...?"


__ADS_2