Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 730 - Kau terlihat Mencurigakan...


__ADS_3

Tujuh gadis itu telah masuk ke dalam dunia game yang mereka mainkan bernama Pekerja dan Monster, mereka bisa melihat ruangan di sekelilingnya terlihat begitu sepi.


"Oh! Lihat! Aksesoris yang dapat kita kenakan... semuanya gratis!" Hinoka mulai mendekati kubus teknologi yang berada di hadapannya.


Sebuah laptop muncul lalu Shinobu mulai melakukan beberapa pengendalian agar permainan bisa berjalan cukup seimbang sedikit Hinoka sibuk memilih topi untuk dikenakan.


"Apakah aksesoris penting di game seperti ini...?" Tanya Koizumi.


"Hanya sekedar dekorasi saja, jika kita tidak menggunakan aksesoris maka penampilan kita akan terlihat begitu membosankan... hanya pakaian pekerja yang memiliki warna berbeda."


Hinoka memilih tanduk sampai mengejutkan mereka semua, "Sepertinya semua aksesoris ini terlihat begitu realistis ya..."


"Itu benar, pilih saja yang kalian suka. Aku sarankan Ako untuk mengenakan ini..." Hinoka mulai menunjukkan sebuah aksesoris kepada Ako yang berbentuk seperti pisau.


"Itu terlalu sadis... apa yang kamu coba lakukan kepada Ako?" Konomi langsung mencoba aksesoris pisau yang tertancap di ujung kepalanya sampai membuat Ako dan Shinobu melarikan diri karena ketakutan.


"Tidak ada pilihan untuk menyentil ya?" Tanya Koizumi selagi menatap Hinoka dengan tatapan serius.


"Tidak ada~ Blehhh~" Hinoka menjulurkan lidahnya.


"Kalau begitu, aku akan mengenakan aksesoris ini..." Haruka mulai memilih aksesoris yang berbentuk seperti papan licin, papa itu terletak di atas kepalanya sampai membuat mereka semua tertawa.


"I-Ibu... kamu terlihat begitu... Uck..." Koizumi mencoba untuk menahan tawanya ketika melihat Haruka memiliki aksesoris yang begitu konyol untuk dirinya sendiri.


"Wah, wah, bukannya terlihat begitu unik? Jarang sekali melihat Legenda yang memiliki papan licin terpasang di atas kepalanya." Haruka melirik ke atas.


"Mungkin aku akan menggunakan telinga kucing ini agar mirip dengan Koneko." Kou memilih aksesoris telinga kucing.


"Kalau begitu aku topi saja... terlihat seperti topi petani..." Konomi memakai topi petani itu.


Koizumi saat ini merasa bimbang untuk memilih aksesoris seperti apa, ketika ia mencoba untuk mencari Shinobu, dirinya langsung kaget melihat Shinobu mengenakan sebuah topeng sedangkan Ako memakai masker untuk menutup wajah malunya.


"Uhh... apa ya..." Koizumi terus mencari aksesoris yang menarik perhatiannya tetapi ia tidak menemukan apapun.


"Cepatlah~ Kau ini lama sekali..." Hinoka menghela nafasnya selagi menatap Koizumi yang sudah menghabiskan waktu sebanyak lima menit untuk memilih aksesoris yang pantas.


"Ini saja..." Koizumi menekan pilihan aksesoris yang berbentuk pisau sehingga ia terkejut ketika melihat pisau itu menusuk ujung kepalanya.


"Ini terlihat cukup baik---"


"Jangan memakai itu! Koneko dan Ako sampai ketakutan seperti itu!" Seru Haruka sehingga Koizumi tidak memilih pilihan lain selain pergi tanpa mengenakan aksesoris yang terlihat konyol baginya.


"Baiklah, sudah saatnya untuk memulai permainan!" Seru Hinoka keras sehingga ia menekan tombol merah yang memunculkan angka sepuluh yang menghitung mundur.


"Kita akan di pindahkan ke dalam roket luar angkasa, di situlah para pekerja akan bekerja sedangkan monster membunuh serta melakukan sabotase untuk bisa menang." Kata Kou.


"Shinobu tetap bersamaku ya...?" Ako mulai menyentuh Shinobu.


"E-Ehh?! Mu-Mustahil...!" Shinobu menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, kalian tidak perlu khawatir tentang diriku dan Koneko, kami tidak akan membaca pikiran apapun..." Kata Kou.


"...kalian juga jangan menggunakan kekuatan apapun, nikmatilah game sebagai hiburan ya?"


""Ya!!!""


Setelah angka menunjukkan nol, mereka semua pindah ke dalam ruangan gelap yang terdapat sebuah tulisan [Pekerja] untuk lima Legenda sedangkan dua Legenda lainnya seperti Shinobu dan Konomi mendapatkan [Monster].


"Aku dan Shinobu ya..." Ungkap Konomi yang menatap Shinobu terlihat begitu semangat ketika ia mendapatkan peran monster.


Ketika Shinobu menyadari Konomi menatap dirinya, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa malu dan ketakutan.


Tidak lama kemudian, tujuh gadis itu masuk ke dalam lobi utama yang memiliki tombol darurat di tengah untuk mengadakan diskusi, mereka semua mulai berjalan pergi untuk menjalankan tugas.


"Jadi ini ya... tugasnya..." Haruka mengeluarkan sebuah catatan yang dipenuhi dengan tugas.


"Melakukan pemindaian data... membenarkan kabel... menghancurkan meteor... t-tugas apa ini?!" Tanya Haruka dengan tatapan yang terlihat kaget karena banyak sekali tugas yang rumit.

__ADS_1


Kou masuk ke dalam ruangan lalu ia melihat Ako yang kesulitan melakukan tugas, tugas itu membutuhkan satu kartu yang perlu di geser agar bisa di baca oleh sistem.


"Ahh... tugas itu harus di lakukan dengan baik dan benar. Seimbang." Saran Kou sehingga Ako melakukannya dengan pelan tetapi masih gagal.


"Ahaha... seimbang itu... antara pelan dan cepat, coba lakukan dengan seimbang." Kata Kou lalu ia melihat Ako berhasil melakukannya sampai ia menundukkan kepalanya kepada Kou.


Konomi mengeluarkan sebuah tombol sabotase lalu ia mematikan lampu sampai mereka semua terkejut lalu bergegas menuju ruangan listrik untuk memperbaiki lampu tersebut.


"Aku pasti melihat mayat di sekitar sini..." Kata Koizumi yang mulai masuk ke dalam ruangan pekerja.


"A-Aku sepertinya akan mati..." Kata Ako yang berjalan sendirian menuju ruangan listrik untuk membenarkan lampu.


Ako melihat Konomi berjalan di belakangnya, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak terlihat mencurigakan sedangkan Konomi ingin menggunakan Ako sebagai saksi untuknya.


"Aduh... menjadi monster ternyata sulit juga..." Ungkap Shinobu yang melihat Koizumi berjalan di hadapannya menuju ruangan listrik.


Lampu kembali menyala karena berhasil di perbaiki oleh Ako, Haruka yang sedang berada di ruangan pengendara bertemu dengan Kou yang sedang melakukan tugas pemberian destinasi.


"Kou... aku percaya kamu bukan monster karena melakukan tugas itu, bar tugas kita bertambah ketika kau selesai melakukannya." Ungkap Haruka.


Kebetulan Kou melihat Haruka baru saja melakukan tugas yang menaikkan bar hijau di atas kepalanya, ia langsung mempercayai dirinya.


Haruka dan Kou mulai pergi bersamaan agar mereka bisa menjaga satu sama lain dari monster itu, di sisi lainnya terdapat Konomi yang masuk ke dalam ruang cctv untuk melihat setiap ruangan yang memiliki kamera.


Kebetulan Hinoka mengikuti Konomi dari belakang karena ia sudah merasa sangat curiga dengan dirinya yang terus mondar-mandir, ia melihat Konomi sedang memperhatikan layar cctv itu, untuk sekarang semuanya terkendali bagi dirinya.


Konomi melebarkan matanya ketika melihat Shinobu yang berdekatan dengan Koizumi, "Apakah Shinobu berencana untuk membunuh Koizumi...? Hahaha..."


Konomi berjalan pergi karena ia juga perlu membunuh seseorang ketika melihat bar tugas pekerjaan sudah berada di tengah-tengah.


Haruka melihat Kou berjalan pergi darinya yang sedang menyatukan kabel putus, "Tunggu, Kou...! Kou, jangan pergi!"


Kou masuk ke dalam ruangan pekerja untuk memindahkan semua data yang ia ambil dari ruangan komunikasi, "Tugas ini lama sekali... bahkan aku tidak bisa melihat ke belakang."


Ako di sisi lainnya baru saja menyelesaikan tugas menyatukan kabel putus, kebetulan ia masuk ke dalam ruangan cctv untuk melihat-lihat sebentar.


"...H-Hinoka... mati...!" Ako secepatnya bergegas menuju ruangan pemulihan karena ia melihat mayat Hinoka berada di depan pintu ruangan tersebut.


Dengan cepat ia langsung melapornya sampai semua orang mulai berkumpul di lobi untuk melakukan diskusi, Hinoka yang berperan sebagai hantu merasa lega bahwa Ako melihatnya dari ruangan cctv.


"Jadi... kita tahu siapa monsternya bukan? Aku selama ini bersama Ibu dan Tante Kou, Shinobu juga bisa di bilang aman karena ia bersamaku." Koizumi mulai berbicara.


"Monster itu di antara Konomi dan Ako." Koizumi mulai menatap kedua orang yang ia curigai.


"T-Tunggu... selama ini aku berada di dalam... ruangan cctv..."


"Dimana letak mayat si bodoh itu?" Tanya Koizumi.


Hinoka memasang tatapan datar karena ia saat ini berada di belakang Koizumi, mendengar semua percakapannya.


"Tunggu dulu... aku memiliki rasa percaya terhadap Konomi, selama ini kamu melakukan tugas apa?" Tanya Koizumi.


"Ketika mulai ya, aku pergi ke bawah lalu aku pergi ke kiri menuju ruangan listrik untuk mematikan lampu." Konomi baru saja mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.


"Mematikan lampu?!" Kou kaget ketika mendengarnya.


"Tunggu apa...? M-Mematikan lampu?" Tanya Ako yang sudah mengetahui jelas bahwa Konomi membunuh Hinoka.


"Ahh, sudah, itu sudah jelas mencurigakan. Aku memilih Konomi." Ucap Koizumi yang mulai menekan tombol dengan nama Konomi.


"Tidak! Jangan asal menuduhku dulu---"


"Siapa yang berada di ruangan cctv?" Tanya Koizumi.


"Aku... a-apakah aku boleh menjelaskannya sekarang...?" Tanya Ako yang terlihat gugup bahwa ia terpaksa harus mengkhianati Konomi.


"Boleh aku mengatakannya...? Koizumi...?"

__ADS_1


"Iya, silakan."


"Aku melihat layar kedua yang menunjukkan lorong menuju ruangan pemulihan... t-terdapat dua pekerja baru saja keluar dari ruangan tersebut lalu salah satunya terbunuh."


"Siapa?" Tanya Haruka.


"Hinoka mati... dan pelakunya adalah Kakak... Kakak Konomi..." Ako menunjuk Konomi yang terlihat panik karena dirinya tidak menyadari kamera cctv yang menempel di atas tembok.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?" Tanya Haruka.


"Aku... aku memastikan... siapa yang akan mengaku atau menjadi saksi kedua..." Jawab Ako.


"Ya, aku percaya, aku tidak menyesal menekan tombol Konomi." Kata Koizumi sehingga mereka semua mulai menekan tombol yang memiliki nama Konomi.


"Hahh... sial..." Konomi menatap ke depan, melihat meja yang dipenuhi tombol itu memunculkan senapan besar yang melepaskan gelombang dorongan sampai ia terpental dari dalam ruangan itu.


[Konomi telah di keluarkan]


"Astaga... aku baru saja menangkap basah kakakku sendiri..." Ungkap Ako yang berjalan pergi menuju ruangan mesin.


"Aku tidak ingin pergi dengan Shinobu dan Koizumi... salah satu dari mereka b-bisa saja monster yang menyamar..." Kata Ako.


Koizumi dan Shinobu yang berada di dalam ruangan pemulihan mulai dikejutkan dengan pintu yang tertutup rapat, Koizumi menghentikan tugasnya lalu ia menatap Shinobu yang sedang memperhatikan dirinya.


"A-Apakah Koneko monster kedua...?" Ungkap Koizumi yang mulai mundur ke belakang tetapi ia melihat Shinobu mendekati pintu itu sampai terbuka.


"Sepertinya bukan..."


Shinobu mengeluarkan tombol sabotase, kali ini ia memilih untuk memasang bom di ruang utama sehingga semua pekerja dikejutkan dengan lampu yang berkedip merah berkali-kali.


"Seseorang memasang bom...!" Haruka bergegas menuju ruangan mesin utama untuk mematikannya tetapi ia melihat pintu lorong di hadapannya tertutup.


Semua pekerja saat ini sedang sibuk melaksanakan tugas bahkan sebagiannya percaya bahwa satu bom telah di tahan oleh seseorang sedangkan satunya lagi mungkin akan datang.


"Kenapa bomnya masih belum di padamkan...?!" Koizumi melihat sebuah angka sepuluh yang mulai hitung mundur, jika angka menginjak nol maka bom itu akan meledak.


Ia mencoba untuk menghampiri ruangan mesin yang terletak cukup jauh karena dirinya berada di ruang pengendaraan sendirian.


"Apakah tidak ada yang mau membantuku...?" Tanya Ako yang terus menahan bom itu sendirian.


Ako berhenti menahan bom itu lalu ia menoleh ke belakang, melihat Shinobu mendekati dirinya sehingga Ako langsung panik dan melarikan diri tetapi Shinobu langsung memakan tubuhnya.


"Ahhhhh...!!!"


Shinobu langsung melarikan diri dari ruangan tersebut karena bom sebentar lagi akan meledak, "Lariiiiiii....!"


"Tidak ada kesempatan...!" Kata Haruka yang melihat angka enam, sebentar lagi bom itu akan meledak yang mengartikan pihak monster menang.


Pada akhirnya, tidak ada satu pun pekerja yang sempat untuk menahan kedua bom itu sehingga mereka mengalami perpindahan menuju ruangan awal.


Setiap pekerja mendapatkan tulisan [Kalah] sedangkan Konomi dan Shinobu [Menang] karena berhasil menghancurkan segalanya dengan ledakan bom.


"Astaga... ternyata Koneko." Koizumi menepuk wajahnya sendiri, menyesal bahwa ia tidak datang menuju ruangan mesin itu.


"Apakah kita benar-benar kalah karena kesibukan menyelesaikan tugas?" Haruka terkekeh.


"Hehehe~ A-Aku menang...!" Shinobu mengangkat lengan kanannya selagi menggerakkan ekornya dengan cepat.


"Kenapa kalian malah sibuk menyelesaikan tugas?!" Hinoka menghela nafasnya.


"Aku lupa bahwa menekan tombol darurat tidak bisa ketika monster itu sedang melakukan sabotase." Jawab Kou.


"Kenapa bisa Shinobu menang?" Tanya Koizumi.


"Karena kalian tidak menandakan bom yang harus di lakukan secara dua orang...!" Seru Hinoka.


""Oops...""

__ADS_1


__ADS_2