
Sudah lima tahun di semesta Touriverse, tidak ada gejala aneh lagi yang terjadi, entah kenapa semuanya terasa damai dengan hawa udara yang begitu sejuk. Sepertinya hawa damai ini akan terus terasa sampai akhir, tidak ada lagi yang namanya bahaya walaupun kita perlu waspada setiap saat tetapi pencapaian kita sebagai pengganti dari orang tua kita berjalan cukup baik sehingga memberikan kita semua hasil yang cukup besar yaitu mengembalikan sahabatku yaitu Haruka.
Kembalinya Haruka adalah hasil yang begitu memuaskan, walaupun Kuharu tidak begitu mengancam untuk Touriverse, setidaknya kita dapat mencegah sesuatu yang kecil yang dapat membesar untuk mengancam seluruh alam semesta. Lima tahun ini aku sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa termasuk teman-temanku, kita semua seperti biasanya hidup dengan damai dan saling menghabiskan waktu bersama-sama untuk menikmati suasana yang begitu damai tanpa ada gangguan lainnya.
Menghabiskan waktu bersama-sama teman-teman bahkan kita semua sampai menginjak tingkat kelulusan di akademi Yuzu, sekarang kita akan tetap bersama-sama untuk menghabiskan waktu dan kadang berlatih untuk terus mempersiapkan diri di lain hari, aku, Shiratori Minami, sekarang telah menjadi seorang Kakak yang ditugaskan untuk menjaga adiknya yaitu Shiratori Shuan atau aku terkadang aku memanggil dirinya dengan panggilan Shu.
***
Shira menahan serangan pedang Shuan lalu ia menghancurkan-nya dan melakukan satu putaran yang ditambahkan dengan satu tendangan mengarah kepada wajahnya sampai Shuan menerima tendangan itu lalu terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang kesal, tidak lama kemudian Shuan mencoba untuk maju ke depan dan Shira menghentikan dirinya dengan melepaskan satu tinju yang meluncurkan satu laser emas, laser itu menembus tubuh Shuan yang sedang melompat-lompat ke depan.
"... ...!" Shira menendang ke belakang dan tendangan itu mengenai perut Shuan sehingga ia memuntahkan banyak darah lalu terjatuh di atas tanah, kemampuan yang ia lihat tadi cukup menakjubkan karena Shuan memiliki bakat yang hebat soal cahaya dan insting-nya sebagai seekor kucing, bukan hanya itu tetapi ia bisa melihat semangat tinggi dan usaha kerasnya untuk bertambah kuat dan mencari tujuan yang ia inginkan.
"Shucchi! Itu tadi usaha yang bagus sekali, sepertinya kau sudah meningkat jauh lebih hebat lagi dari sebelumnya." Minami mendekati Shuan dan membantu dirinya untuk berdiri tetapi Shuan terlihat begitu murka karena ia belum pernah memenangkan satu pertarungan atau latih tanding melawan mereka berdua.
"Sepertinya aku masih lemah, melihatnya saja aku tidak ada tandingan-nya di tubuh kecil ini... andai saja aku bisa berkembang lebih cepat dengan berusaha lebih keras dari sebelumnya... tetapi itu memiliki resiko yang cukup besar, Mama memberitahu diriku untuk tetap menenangkan diri karena kekuatan bukan segalanya. Sebagai Neko Legenda, aku juga harus bisa mengikuti instingku." Shuan mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap Shira dan Minami dengan tatapan serius, mereka tersenyum dan melihat Shuan sepertinya tidak akan pernah bisa mengatakan arti dari putus asa dan menyerah.
__ADS_1
"Hohh... Apakah kamu sekarang mendapatkan motivasi yang besar dan cukup untuk membuat dirimu ingin mengalami latihan yang ekstrim...? Lakukanlah dan Ayahku akan menunggu dirimu kapanpun, dengan syarat Ayah masih di rumah karena Ayah dan Ibumu akan pergi keluar semesta untuk berdagang juga." Shira mengangkat tinju kanannya dan menunjukkan kepada Shuan dengan senyuman bangga tertera di wajahnya, Shuan hanya bisa menatap tinju Shira lalu ia mengadu-nya dengan tinju emasnya.
Tidak lama kemudian, Shuan dan Minami saat ini sedang duduk di atas batu besar selagi menatap matahari yang terbenam, proses latihan hari ini sudah cukup karena memperlihatkan perkembangan yang begitu hebat untuk Shuan yang masih berumur lima tahun, ia sebenarnya bermimpi untuk bisa memiliki umur yang lebih besar lagi agar batasannya dapat diperluas jadi ia memiliki kesempatan untuk menghancurkan-nya tanpa jatuh sakit demam karena memaksa diri.
"Kerja yang bagus, Shucchi, sepertinya kamu mengikuti nasehat Kakak sejak itu, tidak boleh memaksakan dirimu... jika terdapat penolakan di dalam tubuhmu itu artinya kau akan jatuh sakit karena mencoba untuk menghancurkan batasan di umur kecil seperti ini." Minami menggerakkan ekornya dan Shuan hanya bisa diam selagi meminum susu kaleng dengan tatapan yang terus fokus melihat terbenam-nya matahari.
"Aku berharap aku dapat lahir dalam waktu yang sama dengan dirimu, kak, tetapi aku sendiri sadar bahwa semua orang dimulai dari nol terutama semua anak kecil akan berkembang seperti diriku, hanya membutuhkan proses waktu dan aku dapat menendang bokongmu." Shuan menghancurkan kaleng yang ia pegang dan mengubahnya menjadi cahaya, ia menatap Minami dengan tatapan penuh tekad karena suatu hari nanti ia akan mengalahkan dirinya.
"Jika aku mengalahkan dirimu maka aku mendapatkan panggilanku kembali yaitu Shu... atau Shuan, aku tidak suka kau memanggil diriku dengan sebutan Shucchi!" Kata Shuan sambil mengepalkan tinju kanannya dan menunjukkan ekspresi yang kesal.
"...berbeda dengan diriku, karena gen Mama dan Papa itu bercampur menjadi satu dan menciptakan diriku sebagai Neko Legenda dengan bakat cahaya tinggi di dalamnya yang terus diperdalam melalui latihan. Hasilnya aku dapat menggali lebih dalam lagi tentang potensi yang aku miliki yaitu cahaya dari alam, bulan, dan bintang."
"Alam, bulan, dan bintang. Tidak salah lagi sih, semuanya menghasilkan cahaya dalam cara yang berbeda-beda. Mungkinkah aku akan menemukan potensi yang aku inginkan itu... kita lihat saja, intinya aku akan mengalahkan dirimu, Kakak, aku akan memanggil dirimu dengan sebutan yang sama dengan Haruka yaitu kucing garong!" Shuan menunjuk Minami dengan tatapan kesal dan Minami hanya bisa tertawa karena ia membutuhkan latihan selama bertahun-tahun untuk berada di tingkatan yang sama dengan dirinya.
"Nyahahaha, perkataan yang cukup bagus, adik kecilku tetapi aku bisa melihat itu dapat tercapai jika kau terus berlatih dengan giat tanpa harus memaksakan diriku. Aku sendiri yakin bahwa kekuatan cahayamu sekarang sudah cukup untuk menggapai apapun yang kau mau termasuk tujuan yang kau inginkan." Minami berhenti di hadapan rumahnya dan Shuan tiba-tiba berhenti berjalan karena tujuan yang Minami maksud itu sangat mengganggu pikirannya.
__ADS_1
"Berbeda dengan dirimu dan Ayah juga Ibu, sepertinya aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan dengan tujuan yang aku inginkan, tidak ada satupun informasi jelas keluar melalui pikiranku sendiri tanpa disadari aku melakukan semua ini hanya bertujuan untuk mengalahkan kalian, setelahnya tidak ada lagi. Seharusnya tujuan itu tidak terbatas dan entah kenapa tujuan yang aku miliki seperti di batas oleh pikiranku sendiri." Kata Shuan sambil menatap langit-langit yang berubah menjadi hitam, Minami hanya bisa tersenyum dan menyelimuti lengan kanan Shuan dengan ekornya.
"Jangan terlihat murung seperti itu, tujuan muncul di hadapanmu sendiri, apakah kamu lupa tentang perkataan Mama? Apa tujuan yang kau ingin? Beliau bilang... apapun itu asalkan berkaitan dengan hal yang positif, Papa bertujuan untuk menjaga Touriverse dan ia berhasil sedangkan diriku ingin membantu seorang teman..." Minami ikut murung dan terlihat bersalah ketika mengingat dirinya kepada kejadian yang dulu sekali dimana ia lepas marah dan mencoba untuk melukai Kou.
"Sesuatu di dalam pikiranmu? Apakah tentang gadis itu...?" Tanya Shuan.
"Nyahaha, benar sekali, aku yakin kau juga pasti memiliki tujuan yang jelas... tujuan yang dapat kau lihat dengan kedua matamu sendiri. Mari, kita masuk dan menikmati makanan ikan yang sudah Mama buat." Minami menarik lengan Shuan dengan ekornya dan mereka masuk ke dalam rumah untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan oleh Megumi.
Pertanyaan yang selalu Shuan bingungkan dan khawatirkan adalah satu, tidak jauh lagi dengan istilah dari tujuan yang ia inginkan. Tujuan yang ia anggap sebagai hal yang dapat membantu dirinya di masa depan juga membantu dirinya untuk bisa berkembang lebih hebat lagi dibandingkan kedua orang tua dan saudaranya sendiri, ia terus memikirkan tentang tujuan itu selagi menikmati makan malamnya dengan wajah yang terlihat tenang seperti menikmati suasana hangat yang ia rasakan saat ini.
"Shuan, itu duri loh." Megumi melihat Shuan hampir saja menelan duri ikan yang sudah ia kumpulkan dari tadi.
"Ahh... Maaf, sepertinya aku tidak fokus." Shuan mengambil gelas di sebelah-nya lalu meminumnya untuk menenangkan pikirannya.
"Hahhh... Lagi-lagi kau memikirkan sesuatu yang dapat muncul secara natural, jangan memaksakan diri, suatu saat nanti... sesuatu yang ingin kau cari dan laksanakan akan muncul tanpa sengaja, sama halnya terjadi secara natural seperti alam." Kata Minami dan ia mulai meneguk gelas minumnya dan pergi ke kamar mandi untuk menikmati air panas.
__ADS_1
"Benar juga... natural seperti alam..."